
Disebuah ruangan
Terdapat 2 Gadis sedang memantau layar Cctv
Apa mereka Sudah Datang " Tanya Thea lewat Earphonenya yang tersambung dengan diego
Sudah beberapa " Ujar Diego dengan suara rendah
Mulai order kau dan Zaffran Agar bisa Di pisahkan " Ujar Thea
Baik " Ujar Diego
Di Meja Diego
Mbak " Panggil Diego kepada waiters
Ya tuan " Ujar Waiters itu mendekati Diego
Saya pesan Bila BLA BLA kau apa Zaff " Ujar Diego
Sama kan " Ujar Zaffran
Waiters itu mengangguk dan ingin melangkah pergi namun Diego segera berdiri
Mbak, katakan ini pesanan milik Diego dan Zaffran " bisik Diego
sang Waiters pun mengangguk mengerti dan langsung pergi
Tak lama Restoran itu sudah ramai dengan Para Karyawan serta investor
Mbak " Panggil Diego memanggil Waiters yang lain
Ya tuan " Ujar Waiters itu mendekati meja mereka
Kau mau makan apa Se " Tanya Zaffran
Kalian makan apa " Ujar Sean
Kami tadi sudah memesan makanan lebih dulu, jadi pesan lah kamu " Ujar Diego tersenyum
Oh baiklah Saya bila BLA BLA mbak " Ujar Sean diangguki oleh Waiters itu dan berlalu pergi
Tumben sekali kau mengajak kita semua bahkan investor dan para karyawan makan Siang disini "Tanya Sean yang bingung
Bukan kah kau lupa jika Esok Adalah hari Anniversary Perusahaan " Ujar Zaffran memberikan Alesan yang cukup tepat karena memang pada dasarnya esok perusahaan ulang tahun
Ah iya aku lupa "Ujar Sean menepuk jidat nya
Maklum sudah tua " Canda Diego
Hahahah " Tawa mereka
Eh Zaff bagaimana kau dan Ziva apa kalian baik baik saja" Ujar Sean tak enak hati pada Zaffran
Jika aku berjodoh dengannya insyaallah kami akan bersama, tapi untuk saat ini aku fokus keperusahaan saja " Ujar Zaffran tersenyum
Maksud nya bagaimana apa kau dan dia " Ujar Sean
Adikku tak ingin diekspos Se, dari dia tinggal diluar bersama Saudara ku dia memang tak mau publik tau " Ujar Diego tersenyum meyakinkan Sean
Dia lebih baik di Belakang layar bahkan apa yang dia punya tak ada yang tau bukan jika itu milik adikku, Anak Dari Ali Syarief" Ujar Diego menekan Perkalimat
Maaf Go, Dia dimana sekarang biar aku yang menjelaskan dan bertanggung jawab sekaligus meminta maaf " Ujar Sean tak enak hati dengan Diego dan Zaffran
Kurasa dia sudah pergi " Tanya Zaffran ketika melihat Notif dari orang suruhan nya
Pergi kemana" Ujar Sean bingung
__ADS_1
Em, Pergi ya pergi " Ujar Zaffran menatap Sean sedikit kaku
Apa dia meninggalkanmu hanya gara gara masalah aku mengatakan pada Gerry " Tanya Sean
Aku sudah berjanji Se, Dan kau tau janji seorang laki laki tak boleh di ingkar jadi aku harus terima konsekuensinya " Ujar Zaffran Menatap Sean tajam
Cih tapi tidak seperti itu Zaff, hanya karena hal sepele dia meninggalkanmu begitu saja" Ujar Sean kesal
Mungkin menurut mu adalah hal sepele, tapi bagi Ku dan keluarga itu adalah hal Besar se, jika Orang orang tau siapa Adikku Apa kau bisa menjamin Adikku dan Keluarga ku aman dan baik baik saja, Se, Kemarin papa ku celaka dan Tidak tau nanti, jika adikku sampai celaka juga bagaimana " Ujar Diego Tajam
Bertahun tahun aku dan keluarga ku menutupi identitasnya Seketika dengan mudahnya kau gamblang kan " ujar Diego
Tapi aku tidak menyebutkan namanya atau Dari mana asalnya Go, " Ujar Sean kesal
Cih, ini jaman Modern Se, Pastinya publik akan mencari tau identitas adikku, Bahkan bisa saja kau sendiri yang membeberkan identitas nya bukan"Ujar Diego marah
kau, " tunjuk Sean kepada Diego
Cukup Se, Lupakan tak perlu kalian bertikai " Ujar Zaffran menengahi Mereka berdua
Tak berapa menit pesanan Diego Dan Zaffran Datang diantar oleh Waiters yang pertama
Atas Nama Tuan Zaffran dan Tuan Diego " Ujar Waiters itu mereka pun mengangguk
Silahkan dinikmati tuan " Ujar Waiters itu dan berlalu pergi tak selang berapa lama Waiters kedua Pun datang dan menaruh pesanan Sean ke meja nya
Sudah makan lah dulu " Ujar Zaffran menatap mereka berdua
Mereka pun mengangguk dan memakan makanan mereka masing masing
Sedangkan di ruangan Cctv
Beres tinggal buat tuh sekertaris Lemes Sibuk sampai malam dan menghack ponselnya " Ujar Selvi tersenyum menatap Sean diangguki Diego
Aku seperti nya melupakan sesuatu " Ujar Thea
Si Proff tadi nelpon dan mengatakan lusa Syaci harus ke Jerman " ujar Thea
lah dadakan banget si itu profesor "Ujar Selvi bingung
Ntahlah, perasaan se enaknya aja itu pak profesor Sama Syaci" Ujar Thea
Ia, Gara gara anaknya suka banget sama Syaci jadi bapaknya ngebet banget nyuruh nyuruh Syaci seenaknya" Ujar Selvi kesal
Iya, ah aku akan mengadukan ini kepada " Belum Thea Selesai bicara Pintu terbuka mereka pun menengok kearah pintu
Siapa yang Ngebet banget nyuruh cia " Tanya Seseorang itu dingin
mereka seketika menelan ludah nya Kasar Dengan aura yang dikeluarkan oleh orang itu
Auranya kenapa jadi menakutkan sih perasaan tadi dimobil dia gak senyeramkan ini " Batin Selvi
Auranya Sama dengan Alm Bang Zeo tapi lebih Kental Dan mencekam " Batin Thea
Sel " Tanya orang itu
Huft, " helaan nafas Thea menghilangkan rasa gugupnya
Si Profesor meminta Syaci lusa kembali ke Jerman, " Ujar Thea
Itu pasti akal akalan anaknya yang agak miring itu, makanya bapaknya ngebet banget Ke Syaci " Ujar Selvi membuat Rahang Zaffran mengeras dan Tangan mengepal
Thea menepuk bahu Selvi yang asal ceplos saja, tak melihat Kondisi
Kau jawab apa " Tanya Zaffran ketika sudah mengontrol emosi nya
Ku jawab disini masih ada pasien harus ditangani, Profesor malah mengancam Sertifikat Syaci " Ujar Thea meringis
__ADS_1
Apa dia tau siapa Syaci " Tanya Diego
Mereka berdua menggelengkan kepalanya
Syaci tidak memberikan Informasi Data yang lengkap hanya AZayna Saja " Ujar Selvi membuat Diego menghela nafas panjang
Apa Ayah Daddy atau Keluarga yang lain tau " Ujar Diego
Diangguki lagi oleh mereka
Ya tapi Syaci tidak mau mereka ikut campur " Ujar Selvi
Tapi sekarang beda dia Akan menjadi Istri ku aku berhak untuknya " Ujar Zaffran
Good job boy,Daddy Setuju " Ujar Nathan yang baru saja tiba Dan menepuk bahu Zaffran
Kau berhak atas dia sekarang, melindungi menjaga dan mendampingi nya jadi lakukan lah Daddy akan selalu berada dibelakang mu " Ujar Nathan tersenyum
Daddy sejak kapan disini " Tanya Selvi bingung karena sejak tadi ia liat Cctv tidak ada tanda tanda Nathan datang ke Restoran
Sejak Diego dan Zaffran pergi dari meja dengan alesan yang satu harus kembali kekantor dan yang satu ketoilet" Ujar Nathan terkekeh
Kau kembali lah,jangan membuat mereka Semua curiga apa lagi Sekertaris mu itu " Ujar Nathan menatap Zaffran diangguki oleh Zaffran
Besok malam buat lah party untuk melengkapi alesanmu Zaff " Ujar Nathan
Zaffran tak banyak kata dia pun mengangguk mengerti
Baik dad Aku kembali ke meja Assalamualaikum " Ujar Zaffran Dibalas oleh Mereka disana
Dan Zaffran pun pergi ke Bawah dimana Karyawan serta para investor nya makan disana
kau dari mana aku menyusul mu di Toilet tidak ada " Tanya Sean yang baru saja duduk
Oh aku tadi menerima telepon dari Bokap " Ujar Zaffran di Angguki oleh Sean
Aku ke kasir dulu " Ujar Zaffran Dan berjalan kekasir
Rada aneh aku dengan tubuh ku " gumam Sean
Di kasir
Mbak billnya " Ujar Zaffran namun Si gadis kasir tak menyahuti nya malah diam mematung memandang Zaffran
Zaffran yang risih langsung berdeham
Mbak Billnya " Ujar Zaffran menekan kata kata nya
membuat Si gadis kasir itu salting
kau " Ujar Seseorang pria yang berada disampingnya menyenggol Gadis itu
Maaf tuan, semua biaya sudah ditanggung oleh Nyonya Natasya " Ujar Pria itu
Huft baiklah terimakasih " Ujar Zaffran dan langsung pergi begitu saja karena merasa risih dengan Gadis itu
Kau, jaga sikapmu, dia pasti orang penting Pemilik kafe ini " Ujar pria mengingat kan
Makanya itu aku akan mendekati nya" Ujar gadis itu dengan Semangat
Selangkah saja kau ingin merayu menantuku Siap siap kau mental dari restoran ini dan tak dapat Menemukan perkerjaan sama sekali " Desis Nathan yang melewati tempat kasir itu
Tuan Nathan " Panggil kedua orang itu menunduk Tak berani
kupringatkan jaga lisan dan jaga mata kalian, Sampai aku Tau kalian melakukan hal yang merugikan aku tidak segan segan untuk melenyapkan kalian, dan kau ku peringatkan jangan mencoba menatap menantuku " Ujar Nathan tajam dan berlalu pergi
Tuh dengerin, " Ujar Selvi yang Berada dibelakang Nathan tadi
__ADS_1
Ingat perkataan tuan Nathan jangan dianggap main main " Ujar Reva menunjuk ke dada sang gadis