
Syaci bangun dari tidurnya ia menatap kesekeliling kamar nya tak menemukan Sosok ayah yang tadi tidur disampingnya
Ayah sudah pergi " Gumam Syaci
Ia mengambil I-pad nya dan menyalakan nya
TING. . 💌
Nona, mereka mulai bergerak, Target nya adalah Tuan Ali Syarief
Syaci yang membaca email itu pun Langsung berdiri dari tempat tidurnya Ia mengambil Earphonenya yang Ia taruh di nakas dekat Kasur
Ia pun mengklik nomor Selvi yang ada di I-pad itu
Hallo assalamualaikum ada apa Sya " Tanya Selvi
WaAlaikum salam, Mereka sudah bergerak Sel, Targetnya Papa " Ujar Syaci menggigit bibirnya
Sedari kemarin firasat nya memang Tak tenang iya Ingin ke Indonesia
Baiklah kita ke Indonesia sekarang, Aku hubungi Yora Dan Thea dulu,. " ujar Selvi di sebrang sana
Ya, Aku tunggu dibandara assalamualaikum " Ujar Syaci mematikan telponnya sepihak
Ia langsung mengambil koper nya yang memang sudah ia siapkan sejak kemarin setelah itu iya turun kebawah menggunakan lift
Sesampainya di bawah ia mencari Sang bunda untuk pamitan setidaknya jika tak Ada ayah atau yang lain Ia sudah pamitan kepada ratu dirumah itu,
Buk Bunda Dimana " Tanya Syaci kepada salah satu pembantu rumah nya yang sedang membersihkan Gucci
Nyonya ada di dapur Non " balas Pembantu itu
Terimakasih bik " Ujar syaci ia berlari ke arah dapur
Bunda " Panggil Syaci ketika melihat sang Bunda Sibuk memasak didapur
Iya sayang sebentar Bunda sedang memasak " Ujar Nana masih sibuk dengan masakan nya
Syaci mau ngomong sebentar saja Bun, " Ujar Syaci memohon kepada bundanya agar menengok kearahnya Nana yang mendengar perkataan sang putri pun menengok
Loh, Cece mau kemana, " tanya Nana saat ia melihat putrinya rapih dengan tas ransel nya
Syaci mau ke-indonesia Bun, " Ujar Syaci
Kok, buru buru banget, katanya mau bareng Sama Dà gē Koko Ajho dan bang yozza " Ujar Nana
__ADS_1
Kelamaan Bun, mereka sudah bergerak dan targetnya Papa Ali, Bolehkan Syaci pergi, Syaci pergi sama yang lain kok tak sendiri boleh ya " Ujar Syaci dengan khawatir dengan mata yang berkaca-kaca,
Nana yang melihat kekhawatiran di mata sang anak pun menatap nya dengan senyuman
Pergilah, Bunda izinkan kamu untuk membantu Papa mu, Tapi ingat jaga dirimu dan yang lain kalian jangan terpecah belah " Ujar Nana diangguki oleh Syaci Ia pun menyalami tangan ibu nya
Syaci pamit Bun, bilangin ke ayah dan yang lain, satu lagi si bocil pastinya dia merajuk nanti Assalamualaikum " Ujar Syaci
WaAlaikum salam hati hati nak " Ujar Nana diacungi jempol oleh Syaci
Nana mengambil hp nya dan menghubungi seseorang
Hallo assalamualaikum Nyonya " Ujar seseorang di sebrang sana
WaAlaikum salam Rony putri ku ke Indonesia Awasi dia jika terjadi Apa apa dengannya katakan padaku " Ujar Nana
baik Nyonya " Ujar Ronny setelah itu ia mematikan telponnya
Bunda, Cece mau kemana " Tanya bocah laki laki yang melihat Cece pergi tanpa berpamitan dengan nya
Aduh, bocilku ini liat Cecenya pergi lagi, pasti merajuk lagi ini " Batin Nana menggaruk kening
Bun, Akha tanya loh " Ujar Sakha menatap sang Bundanya
Papanya Cece lagi ada masalah nak, jadi Cece bantuin papanya dulu " Ujar Nana memberikan pengertian
Terus, kenapa Cece tak pamitan ke Akha " Tanya Nya dengan mata berkaca-kaca
Loh, Akha kan tadi masih tidur, jadi Cece pamitnya ke bunda, kata Cece Bun, nanti bilangin ke Akha Cece pergi akha jangan nakal, nanti kalau udah sampai pasti Cece Vidio Call Akha katanya " Ujar Nana membujuk anak bungsu nya itu
Hiks hiks, Kan bisa bangunin Akha dulu " Pecah tangisan bocil
Syakha, Kenapa nangis bun " Tanya Raffi saat mendengar adiknya menangis ia langsung berlari ke arah Dapur
Biasa merajuk, Syaci pergi tak pamitan " Ujar Nana terkekeh
Lah emang dia kemana " Ujar Raffi ia pun menggendong adiknya itu dan membujuk nya
Musuh papa Ali mulai menyerang dan targetnya beliau, makanya dia terburu-buru tak pamit " Ujar Nana
Dengan siapa dia pergi sayang " tanya Sang suami yang baru saja kembali dari kantor
Sama anak anak yang lain, Aku Juga sudah meminta Ronny untuk mengawasi dan menjaganya " Ujar Nana
Sttt sudah hey, nanti dada kamu sakit loh nak, Lagi pula Nantikan Cece Video Call Kalau sudah sampai " Ujar Sang ayah membujuk Putra bungsunya itu
__ADS_1
Tangisan nya semakin kencang membuat mereka disana kelabakan
Adek kenapa nangis nya nambah kenceng " Ujar Raffi seketika terkejut karena tangisan Syakha semakin kencang
Mau nyusul Cece, hiks hiks " Ujarnya terbata bata
Cece itu bukan lagi maen de, Cece lagi ada urusan,. Kalau kita nyusul Cece belum tentu Cece bisa nemuin kita " Ujar Raffi membujuk Adiknya itu
Tak berselang lama Raffa Dateng
Kenapa lagi Bun " Tanya Raffa ketika melihat sang adik menangis lagi
Biasalah adik mu kalau lagi merajuk gimana., " ujar Nana yang pusing dengan sang bungsu
Syaci sudah berangkat Bun, " tanya Raffa
Sudah, dan dia tak pamit dengan nya, ya pamit atau tak sama saja tetap merajuk kalau syaci pergi " Ujar Nana dengan menghela nafas panjang nya
Raffa yang melihat Raffi yang sudah kewalahan membujuk sang adik ia pun berjalan ke arah nya
Turunin Syakha Ko " Perintah Raffa
Raffi yang di perintahkan oleh sang Abang pun menuruti nya
Raffa menatap Adik nya, yang masih menangis
Bisa berhenti menangis, Cece bukan pergi untuk bermain Syakha, mengertilah jika Cece tau kamu Seperti ini, dia makin khawatir dan sedih, Cece sedang membantu papa Ali dan ditambah kau yang menangis seperti ini adanya Cece bingung dan disana Dia tak konsen malah terluka, Syakha mau Cece terluka " Ujar Raffa tegas Ia dia harus tegas dengan adik bungsu nya ini karena jika tidak dia akan merajuk dan jika Syaci tau itu akan membuat nya khawatir dan syaci tak kan konsen
Syakha membalas dengan gelengan kepala
Jika tidak mau, berhenti lah menangis, kalau syakha ingin bermain atau ingin kemana mana ada Dà gē ada Koko ada ajho yang menemani, toh Cece hanya sebentar setelah itu ia kembali " Ujar Raffa
Raffa mendekati sang adik ya menggendong adiknya itu mencium pipi gembulnya
Jangan menangis lagi nanti jika Cece sudah sampai Nanti dia akan Vidio call adek " Ujar Raffa tersenyum
Syakha mengagguk mengerti
Nah gitu, Adek Dà gē Koko sama Cece tak boleh nakal " Ujar Raffa
Oh, ya Syakha udah setoran hafalan belum sama Cece " Tanya Raffa
Syakha menggelengkan kepalanya sebagai jawaban jika ia belum setoran
ya sudah, hafalan nya sama Dà gē dulu nanti kalau Cece udah pulang baru sama Cece lagi oke " Ujar Raffa tersenyum
__ADS_1
Oke " Ujar Syakha dengan suara serak nya