Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
Part30


__ADS_3

... Di Mansion...


... ----------------...


Setelah Dari Perusahaan Yozzi Syafi langsung pulang Kerumahnya


Assalamualaikum " Ucap Syaci tatkala masuk kedalam


WaAlaikum salam, " Ujar Nana dan Putra kecilnya menengok kearah pintu


Cece " ujar Anak kecil Yang berumur 4 lebih itu berlari kearah nya dan memeluk nya


Cece capek de, Cece keatas dulu ya " Ujar Syaci sambil mencium pucuk kepala sang Adik sambil melepaskan pelukannya


Bun, Sya keatas dulu " Lirih syaci menatap sang Bunda nya


Nana mengagguk membalas perkataan sang putri


Anak kecil tadi berjalan kearah Sang Bunda dengan langkah gontai nya


Bunda, Cece kenapa, Cece tak sayang Akha Lagi ya,. " Ujar Bocah itu


Kata siapa, Cece tadi kan bilang Cece Capek de, Bukan tak sayang kamu, nanti kalau capeknya hilang pasti Cece maen lagi dengan Syakha " Ujar Nana memberikan pengertian kepada sang putri


Bocah itu mengangguk mengerti


Tak lama Sang suami dan Kedua Anak laki laki nya sampai


Assalamualaikum bunda., Baby boy " Ujar Mereka ber- tiga


waAlaikum salam "Ujar Mereka berdua tapi sang bocah menjawab dengan Lesu


Loh, kenapa Adik Dàgē, kok lesu gitu " Tanya Raffa kepada adik bungsu nya itu yang tak biasanya terlihat lesu


Syakha tak menjawab pertanyaan Dàgē tapi malah memeluk Abang pertamanya itu


Mereka bertiga menatap Nana dengan pertanyaan Kenapa Dengan Syakha


Syaci tadi baru saja tiba dari luar, mungkin ia ingin bermain tapi syaci bilang dia lelah jadi lah si kecil merajuk, Ngomong Cece tak sayang lagi dengannya " Jelas Nana


Dàgē tersenyum lembut mencium pucuk kepala sang adik


Jika Cece tak sayang dengan Akha terus Adik siapa yang ingin Cece sayang coba selain Akha, Adek kan Tau kalau Cece kerja sama kayak Ayah , Dàgē Koko, Wajar kalau Cece capek,. Toh Cece kerja kan buat Adek juga buat beli Jajan buat ngajakin Adek main belum lagi buat sedekah buat nabung juga., Jangan gitu Oke, Nanti kalau Cece denger terus sedih gimana,. Emang adek tega liat Cece sedih " Ujar Dàgē Memberikan pengertian kepada sang adik bungsunya itu


Syakha menggelengkan kepalanya


Ya sudah Hari ini Dàgē yang nemenin Adek bermain " Ujar Dàgē


Serius Dàgē, Dàgē tak kerja " Ujar Syakha menatap sang Abang dengan intens Pasalnya Abang pertamanya ini Selalu sibuk

__ADS_1


Tak untuk hari ini Dàgē akan menemani Adik Dàgē bermain, Sekarang bersiap siap lah dengan mbak Rika, Dàgē tunggu sini " Ujar Raffa


Siap, tunggu ya Dàgē " Ujar Syakha semangat ia pun berlari mencari Baby susternya itu untuk bersiap-siap


ada yang tak beres dengan Syaci,. " Tanya sang Ayah


yang memang tak biasanya sang putri seperti ini


Kurasa seperti itu,. Ramon tadi mengikuti nya Ke perusahaan Deba setelah itu ia langsung pergi keperusahaan Abi Yozzi, tapi Saat Di perusahaan Abi, Ramon melihat Ada mobil yang mengikuti Syaci mobil itu tadinya terparkir di halaman perusahaan Deba " Ujar Dàgē


Bunda akan menelpon Deba untuk menanyakannya " Ujar Nana


diangguki oleh mereka


Nana pun menelepon sang ayah dan menanyakan apa yang terjadi kenapa tingkahnya berbeda


Syaci tidak kesini tadi " Ujar Arfan disebrang sana


Syaci kesana ayah, setelah itu ia pergi ke kantor Yozzi " Ujar Nana


membuat Orang disebrang sana diam sejenak berfikir


Apa dia mendengar percakapan ku dengan Abizhar tadi " gumam Arfan


Papa Abizhar Ada disana " tanya Nana


Kenapa dia kesana tumben selama ini ia tak pernah berkunjung ke Jerman " tanya Nana bingung


Ada hal yang penting yang ia bahas, Maka dari itu ayah minta kau Ronald Nathan dan Novia datang malam ini " Ujar Arfan


Baik lah nanti aku bicarakan dengan Mas Ronald " Ujar Nana


setelah itu ia menutup telponnya


Mereka bertiga menatap Nana penasaran


Deba tak tau jika Syaci datang karena tadi Ada Kakek Abizhar menemui nya dikantor, mas sebaiknya mas temui putrimu itu jika dengan ku pasti ia akan mengelak " Ujar Nana yang sudah tau tabiat putri nya Itu ia tak kan mengeluh atau bercerita apapun dengan Dirinya menurut nya Bunda itu udah Ngurusin anak 4 Pastinya capek apa lagi ada adek yang masih kecil Syaci tak mau menambahkan beban jika syaci bisa menyelesaikan nya sendiri maka akan syaci lakukan sendiri, jika tidak Syaci akan meminta Para Abang atau Ayah yang menyelesaikan nya


Ya sudah, Ayah ke kamar nya dulu " Ujar Ronald diangguki oleh mereka bertiga


Ronald pun melangkah menuju kamar syaci yang berada dilantai 4 Menggunakan Lift


tok tok tok


Assalamualaikum Ce, ini ayah nak " Ujar Ronald dengan mengetuk pintu kamar nya


Iya yah sebentar " Ujar Syaci dari dalam


tak lama pintu terbuka Ronald pun masuk

__ADS_1


Apa ayah Boleh masuk " Ujar Ronald...


Boleh dong ayah, silahkan masuk " Ujar Syaci mempersilahkan sang ayah masuk


Ia pun duduk di sofa kamar Syaci dengan menatap sang putri


Sini peluk Ayah, Ayah tau kamu lagi ada masalah " Ujar Ronald merentangkan tangannya Syaci yang mendengar itu pun langsung memeluk sang Ayah


Ayah, Syaci takut " Ujar Syaci lirih


Apa yang syaci takut kan, Ada Allah yang akan melindungi mu, Ada ayah dan para Abang yang menjagamu " Ujar Ronald menatap sang putri


Syaci takut mengambil keputusan yang pada akhirnya Ayah dan keluarga tak kan setuju dan malah kecewa dengan Keputusan Syaci " Ujarnya lagi


Liat ayah " Ujar Ronald menyuruh putri nya menatap wajah nya


Syaci oun menuruti permintaan sang Ayah dan menatap Ayahnya


Apapun keputusan mu, Ayah tak kan pernah kecewa, Karena ayah tau putri ayah ini pasti ada alasan untuk mengambil keputusan itu, lagi pula apapun itu Ayah Akan selalu ada untuk mu " Ujar Ronald tersenyum menatap manik putri nya


Hiks hiks Ayah " Isak Syaci


5 tahun, sudah 5 Tahun air mata ini tak jatuh, tapi saat ini ia jatuh, berarti ini sangat berat untuknya, " Batin Ronald


Sttttt jangan menangis, Nanti matanya bengkak terus Dada Cece Sakit " Nasehat Ronald


Syaci pun mengangguk perlahan Tangisan itu mereda digantikan Deru nafas pelan


Ronaldo melihat sang putri tertidur dipelukan nya itu ia pun mencium pucuk kepalanya setelah itu ia menggendong anaknya itu dan merebahkan ke Kasur


Kamu Putri ku, aku akan selalu menjadi supporter mu, Lakukan lah apa pun yang kau inginkan karena ayah tau, Kamu pasti ada alasan untuk sebuah keputusan " Ujar Ronald


Ia pun membaringkan tubuhnya disamping putri nya itu


Sedangkan Nana yang sedari tadi menunggu suaminya keluar dari kamar tak juga kunjung keluar Dan pada akhirnya ia pun Membuka pintu kamar Syaci yang tidak dikunci dan melihat Suami dan anak nya Tertidur pulas


Huft ternyata tidur, Orang nungguin juga " Gumam Nana


Jangan mengomel Bun, Tak baik " Ujar Sang putri yang masih memejamkan matanya


Kalian berdua membuat Bunda khawatir apalagi kamu yang tak biasanya seperti itu, tuh adekmu Ampek Merajuk " Ujar Bunda


Syaci tak papa Bun, hanya lelah saja jadi syaci dan ayah siang ini jangan dulu diganggu oke " Ujar syaci tersenyum menatap sang Bunda Dengan memeluk Ayahnya itu


Oke,. Bunda tak kan mengganggu kalian berdua,. Hari ini beristirahat lah " Ujar Nana tersenyum menatap nya


Ia pun tak lupa mencium kening keduanya


Terimakasih mas terimakasih atas Cinta dan kasih yang kau berikan sebagai Sosok Ayah dan cinta pertama Seorang putri " Batin Nana

__ADS_1


__ADS_2