
... Di Mansion...
... ----------------...
Setelah Dari Perusahaan Yozzi Syafi langsung pulang Kerumahnya
Assalamualaikum " Ucap Syaci tatkala masuk kedalam
WaAlaikum salam, " Ujar Nana dan Putra kecilnya menengok kearah pintu
Cece " ujar Anak kecil Yang berumur 4 lebih itu berlari kearah nya dan memeluk nya
Cece capek de, Cece keatas dulu ya " Ujar Syaci sambil mencium pucuk kepala sang Adik sambil melepaskan pelukannya
Bun, Sya keatas dulu " Lirih syaci menatap sang Bunda nya
Nana mengagguk membalas perkataan sang putri
Anak kecil tadi berjalan kearah Sang Bunda dengan langkah gontai nya
Bunda, Cece kenapa, Cece tak sayang Akha Lagi ya,. " Ujar Bocah itu
Kata siapa, Cece tadi kan bilang Cece Capek de, Bukan tak sayang kamu, nanti kalau capeknya hilang pasti Cece maen lagi dengan Syakha " Ujar Nana memberikan pengertian kepada sang putri
Bocah itu mengangguk mengerti
Tak lama Sang suami dan Kedua Anak laki laki nya sampai
Assalamualaikum bunda., Baby boy " Ujar Mereka ber- tiga
waAlaikum salam "Ujar Mereka berdua tapi sang bocah menjawab dengan Lesu
Loh, kenapa Adik Dàgē, kok lesu gitu " Tanya Raffa kepada adik bungsu nya itu yang tak biasanya terlihat lesu
Syakha tak menjawab pertanyaan Dàgē tapi malah memeluk Abang pertamanya itu
Mereka bertiga menatap Nana dengan pertanyaan Kenapa Dengan Syakha
Syaci tadi baru saja tiba dari luar, mungkin ia ingin bermain tapi syaci bilang dia lelah jadi lah si kecil merajuk, Ngomong Cece tak sayang lagi dengannya " Jelas Nana
Dàgē tersenyum lembut mencium pucuk kepala sang adik
Jika Cece tak sayang dengan Akha terus Adik siapa yang ingin Cece sayang coba selain Akha, Adek kan Tau kalau Cece kerja sama kayak Ayah , Dàgē Koko, Wajar kalau Cece capek,. Toh Cece kerja kan buat Adek juga buat beli Jajan buat ngajakin Adek main belum lagi buat sedekah buat nabung juga., Jangan gitu Oke, Nanti kalau Cece denger terus sedih gimana,. Emang adek tega liat Cece sedih " Ujar Dàgē Memberikan pengertian kepada sang adik bungsunya itu
Syakha menggelengkan kepalanya
Ya sudah Hari ini Dàgē yang nemenin Adek bermain " Ujar Dàgē
Serius Dàgē, Dàgē tak kerja " Ujar Syakha menatap sang Abang dengan intens Pasalnya Abang pertamanya ini Selalu sibuk
__ADS_1
Tak untuk hari ini Dàgē akan menemani Adik Dàgē bermain, Sekarang bersiap siap lah dengan mbak Rika, Dàgē tunggu sini " Ujar Raffa
Siap, tunggu ya Dàgē " Ujar Syakha semangat ia pun berlari mencari Baby susternya itu untuk bersiap-siap
ada yang tak beres dengan Syaci,. " Tanya sang Ayah
yang memang tak biasanya sang putri seperti ini
Kurasa seperti itu,. Ramon tadi mengikuti nya Ke perusahaan Deba setelah itu ia langsung pergi keperusahaan Abi Yozzi, tapi Saat Di perusahaan Abi, Ramon melihat Ada mobil yang mengikuti Syaci mobil itu tadinya terparkir di halaman perusahaan Deba " Ujar Dàgē
Bunda akan menelpon Deba untuk menanyakannya " Ujar Nana
diangguki oleh mereka
Nana pun menelepon sang ayah dan menanyakan apa yang terjadi kenapa tingkahnya berbeda
Syaci tidak kesini tadi " Ujar Arfan disebrang sana
Syaci kesana ayah, setelah itu ia pergi ke kantor Yozzi " Ujar Nana
membuat Orang disebrang sana diam sejenak berfikir
Apa dia mendengar percakapan ku dengan Abizhar tadi " gumam Arfan
Papa Abizhar Ada disana " tanya Nana
Kenapa dia kesana tumben selama ini ia tak pernah berkunjung ke Jerman " tanya Nana bingung
Ada hal yang penting yang ia bahas, Maka dari itu ayah minta kau Ronald Nathan dan Novia datang malam ini " Ujar Arfan
Baik lah nanti aku bicarakan dengan Mas Ronald " Ujar Nana
setelah itu ia menutup telponnya
Mereka bertiga menatap Nana penasaran
Deba tak tau jika Syaci datang karena tadi Ada Kakek Abizhar menemui nya dikantor, mas sebaiknya mas temui putrimu itu jika dengan ku pasti ia akan mengelak " Ujar Nana yang sudah tau tabiat putri nya Itu ia tak kan mengeluh atau bercerita apapun dengan Dirinya menurut nya Bunda itu udah Ngurusin anak 4 Pastinya capek apa lagi ada adek yang masih kecil Syaci tak mau menambahkan beban jika syaci bisa menyelesaikan nya sendiri maka akan syaci lakukan sendiri, jika tidak Syaci akan meminta Para Abang atau Ayah yang menyelesaikan nya
Ya sudah, Ayah ke kamar nya dulu " Ujar Ronald diangguki oleh mereka bertiga
Ronald pun melangkah menuju kamar syaci yang berada dilantai 4 Menggunakan Lift
tok tok tok
Assalamualaikum Ce, ini ayah nak " Ujar Ronald dengan mengetuk pintu kamar nya
Iya yah sebentar " Ujar Syaci dari dalam
tak lama pintu terbuka Ronald pun masuk
__ADS_1
Apa ayah Boleh masuk " Ujar Ronald...
Boleh dong ayah, silahkan masuk " Ujar Syaci mempersilahkan sang ayah masuk
Ia pun duduk di sofa kamar Syaci dengan menatap sang putri
Sini peluk Ayah, Ayah tau kamu lagi ada masalah " Ujar Ronald merentangkan tangannya Syaci yang mendengar itu pun langsung memeluk sang Ayah
Ayah, Syaci takut " Ujar Syaci lirih
Apa yang syaci takut kan, Ada Allah yang akan melindungi mu, Ada ayah dan para Abang yang menjagamu " Ujar Ronald menatap sang putri
Syaci takut mengambil keputusan yang pada akhirnya Ayah dan keluarga tak kan setuju dan malah kecewa dengan Keputusan Syaci " Ujarnya lagi
Liat ayah " Ujar Ronald menyuruh putri nya menatap wajah nya
Syaci oun menuruti permintaan sang Ayah dan menatap Ayahnya
Apapun keputusan mu, Ayah tak kan pernah kecewa, Karena ayah tau putri ayah ini pasti ada alasan untuk mengambil keputusan itu, lagi pula apapun itu Ayah Akan selalu ada untuk mu " Ujar Ronald tersenyum menatap manik putri nya
Hiks hiks Ayah " Isak Syaci
5 tahun, sudah 5 Tahun air mata ini tak jatuh, tapi saat ini ia jatuh, berarti ini sangat berat untuknya, " Batin Ronald
Sttttt jangan menangis, Nanti matanya bengkak terus Dada Cece Sakit " Nasehat Ronald
Syaci pun mengangguk perlahan Tangisan itu mereda digantikan Deru nafas pelan
Ronaldo melihat sang putri tertidur dipelukan nya itu ia pun mencium pucuk kepalanya setelah itu ia menggendong anaknya itu dan merebahkan ke Kasur
Kamu Putri ku, aku akan selalu menjadi supporter mu, Lakukan lah apa pun yang kau inginkan karena ayah tau, Kamu pasti ada alasan untuk sebuah keputusan " Ujar Ronald
Ia pun membaringkan tubuhnya disamping putri nya itu
Sedangkan Nana yang sedari tadi menunggu suaminya keluar dari kamar tak juga kunjung keluar Dan pada akhirnya ia pun Membuka pintu kamar Syaci yang tidak dikunci dan melihat Suami dan anak nya Tertidur pulas
Huft ternyata tidur, Orang nungguin juga " Gumam Nana
Jangan mengomel Bun, Tak baik " Ujar Sang putri yang masih memejamkan matanya
Kalian berdua membuat Bunda khawatir apalagi kamu yang tak biasanya seperti itu, tuh adekmu Ampek Merajuk " Ujar Bunda
Syaci tak papa Bun, hanya lelah saja jadi syaci dan ayah siang ini jangan dulu diganggu oke " Ujar syaci tersenyum menatap sang Bunda Dengan memeluk Ayahnya itu
Oke,. Bunda tak kan mengganggu kalian berdua,. Hari ini beristirahat lah " Ujar Nana tersenyum menatap nya
Ia pun tak lupa mencium kening keduanya
Terimakasih mas terimakasih atas Cinta dan kasih yang kau berikan sebagai Sosok Ayah dan cinta pertama Seorang putri " Batin Nana
__ADS_1