
Sedangkan syaci berjalan dengan tergesa gesa melewati Gang itu
Kenapa Kau bisa kecolongan Sya "Gumamnya kesal
Ia langsung masuk ke mobil Dan langsung melakukan Mobilnya pergi dari sana
Zaffran yang mengikuti nya juga langsung masuk mobil Diego dan mengikuti mobil yang dikendarai oleh syaci
****, kencang sekali dia membawa mobilnya " Gerutu Zaffran ketika melihat Mobil yang di kendarai oleh Syaci melaju kencang
Tak butuh waktu lama hanya 15 menit Syaci sudah sampai
Ia keluar dari sana melihat orang orangnya yang menjaga adiknya dengan Seorang pemuda tak jauh dari sana ada beberapa orang yang terkapar ia tahu orang orang itu yang ingin mencelakai adiknya
Syaci berjalan kearah mereka menatap tajam kearah pemuda itu
Masuk ke mobil Alvira " Ujar Syaci dingin saat sudah sampai disana auranya mencekam walaupun di ruangan terbuka
Kakak " Ujar Gadis sma itu terkejut
Masuk kedalam Mobil kata ku " Ujar Syaci menatap tajam Adik nya itu dengan menunjukkan mobilnya
Gadis itu yang ditatap tajam oleh sang kakak langsung menunduk takut dan berjalan kearah mobil Sang kakak
Setelah Gadis Sma masuk kedalam mobil Syaci langsung berjalan kearah Anak laki laki itu
Terimakasih, tapi lain kali jangan membawa adikku pergi tanpa seizin kami keluarga nya " Ujar Syaci tajam tangan nya terkepal membuat tangan yang berkulit putih itu mengeluarkan urat urat nya
Maaf nona, saya hanya kasian melihat nya yang sedari tadi menunggu supir jemputan nya maka dari itu saya menawarkan diri untuk mengantarkannya pulang " Ujar pemuda itu dengan tenang
Syaci tersenyum menyeringai
Kau fikir aku bodoh, ini bukan jalan menuju kerumah kami, mungkin adikku percaya saja karena kau menipunya dengan berkata mutar agar lebih cepat sampai, aku memperingati mu untuk menjauh dari adikku " Ujar Syaci tajam nan dingin menatap tajam Pria itu yang membuat pria itu gemetar karena bola mata syaci yang biru
Urus mereka " Ujar Syaci dan membalikkan tubuhnya ia terkejut dibelakang nya ada Zaffran
Kau mengikuti ku " Ujar Syaci masih dengan matanya yang tajam membuat Zaffran tertegun membisu
Syaci yang menatap Zaffran yang tak menjawab perkataan nya langsung melewati laki laki itu dan menuju mobilnya
Ia masuk kedalam mobil dan melakukan mobil nya pergi dari sana
Suara didalam mobil mencekam
Gadis sma yang berada disamping syaci dia ketakutan tak lama suara HP nya berdering ada yang menelpon vidio call
Hallo assalamu'alaikum " cicit Gadis itu dengan suara yang sangat pelan
Wa'alaikumussalam salam, apa ada yang terluka dengan mu " Ujar Orang yang ada di layar HP itu
Tidak ada ko, Diega baik baik saja " Ujar Gadis itu yang tak lain adalah diega
Berikan HP mu ke kakak mu vira, koko ingin bicara dengan nya " Ujar Orang itu dengan senyuman
Diega menatap kakaknya dengan takut takut
Kak, koko raffi ingin bicara " Ujar Diega pelan
Syaci langsung Meminggirkan Mobilnya dan mengambil HP milik Diega
Hallo assalamu'alaikum " Ujar Syaci dengan suara yang pelan
Wa'alaikumussalam salam, istighfar kontrol amarah mu" Ujar laki laki itu yang tak lain Adalah Raffi
Astagfirullah astagfirullah astagfirullah " Ujar Syaci pelan dengan mengontrol emosinya agar lebih tenang
Bagaimana bisa kamu kecolongan Aziva, apa kamu tidak bisa menjaga Alvira " Ujar Raffi dengan matanya yang menatap kearah adiknya itu
Maaf " Ujar Syaci lirih menunduk
__ADS_1
Terima hukuman mu dari Selvi, Koko akan memperketat penjagaan untuk Alvira " Ujar Raffi menatap adiknya itu tanpa berkedip
Ko, " Ujar Syaci menatap sang koko
Kenapa, selama ini kamu terlalu santai bukan bahkan tugasmu untuk melindungi Alvira saja masih bisa kecolongan, sudah Koko ada rapat, jalani hukuman mu itu, Assalamu'alaikum " Ujar Diego di balas dengan Salam oleh Syaci
Syaci menghela nafasnya dan menatap adiknya seraya memberikan hpnya
Jangan ulangi lagi, jika tak ada yang menjemput mu, Chat Grup bilang pada mereka jika kamu tak ada yang jemput agar kejadian seperti ini tak terulang untung anggota Kakak ada yang mengikuti mu jika tidak, bagaimana " Ujar Syaci pelan merasa kasihan melihat adiknya itu ketakutan
Maaf kak " Lirihnya
Ini peringatan dari kakak, belajar yang benar, tujuan mu pergi dari rumah untuk belajar bukan untuk yang lain, jika kau ingin berdekatan dengan laki laki fikirkan papa dan mama yang mencari uang untuk membiayai hidupmu, fikirkan juga tanggungan papa diakhirat nanti, Anak perempuan adalah tanggung jawab seorang ayah didunia dan diakhirat" Ujar Syaci
Setelah berucap ia pun menjalankan mobilnya pergi
Namun saat dijalan ia membelokkan mobilnya ke sebuah mall
Turun " Ujar Syaci, diega pun mengangguk dan turun dari mobil
Syaci menggandeng tangan adiknya untuk masuk kedalam mall dan mencari toko baju
Belanja lah gunakan kartu ini pin nya tanggal lahirmu " Ujar Syaci mengeluarkan kartu ATM black cart
Membuat Diega terkejut
Sudah cepat belanja lah, kakak tunggu di restoran itu" Ujar Syaci menunjuk tempat duduk di toko itu
Tapi kak " Ujar Diega ingin menolak
Pakailah anggap saja kakak memberikan uang jajan kepadamu, Cari pakaian yang setidaknya menutupi lekukan tubuhmu " Ujar Syaci dan beranjak pergi menuju ke restoran itu
Diega pun mengangguk dan langsung mencari baju
Karena selama ini ia hanya dibelikan baju oleh sang mama jika pun ia belanja dengan sang abang itu pun ia akan memilih satu atau dua baju karena abangnya selalu menanti wanti agar tak boros
Mbak, apa stok baju ini ada " Ujar Diega bertanya kepada pelayanan toko itu yang sedari tadi mengikuti nya atas permintaan sang kakak sebelum ia pergi
Ada dek, kebetulan stok baju ini terbatas dan tinggal 4 dengan yang ini " Ujar Pelayan itu
Aku mau mbak, Ambilkan dan ini juga saya ambil ya " Ujar Diega semangat, pelayan itu mengangguk langsung meminta kawannya untuk mengambil baju yang diminta oleh Diega
Ia pun kembali mencari lagi pakaian untuknya tak sengaja ia melihat kerudung yang menjuntai panjang seperti milik kakaknya
Aku juga mau jilbab ini mbak " Ujar Diega
Mau berapa dek " Tanya pelayan itu
4 tapi dijadikan 2 terus jilbab ini 2 lusin " Ujarnya menunjuk jilbab pasmina
Baik lah " Ujar Pelayan itu mengangguk
Ternyata enak ya belanja hihihi aku bebas memilih ah itu nanti untuk kak Zoya, Kak reva ,kak thea, kak selvi dan kak Yora " gumam Diega ketika melihat jilbab pasmina itu
Terus yang Besar untuk Bunda Nana dan kakak " Ujar Nya tersenyum semangat
Dia pun mengetuk ngetuk dagunya melihat beberapa baju yang digantung dan memilih baju itu
Ah ini lucu, ini untuk syakha eh ada yang besar juga ternyata modelnya ah ambil saja untukku nanti aku Couple dengan nya " Ujar Diega tersenyum
Diega semalam ia vidio callan dengan Ronald Nana dan Syakha jadi dia sudah tau mereka , Nana pun menyuruh Diega kesana jika sudah liburan semester
Dia pun melihat baju baju laki laki
Mbak model ini ada banyak tidak " Ujar Diega
Ada dek, adek ingin berapa " tanya Pelayan itu
Diega menghitung laki-laki yang ada di keluarganya 7 Mbak, " Ujar Diega setelah menghitung laki laki itu
__ADS_1
Namun matanya tak sengaja melihat kearah restoran dimana kakaknya sedang duduk disana dengan seseorang laki laki
Abang Zaffran " Batinnya
Baik lah dek tunggu sebentar saya ambilkan " Ujar Pelayan itu
Eh tunggu mbak tambah satu lagi, terus em yang model ini untuk anak kecil umuran 5 tahun ada tidak mbk " Ujar Diega
Oh ada mbak tinggal satu " Ujar Pelayan itu
Ah saya mau satu mbk, tapi yang ini dipisahkan ya mbak bungkusnya " Ujar Diega diangguki oleh pelayan itu
Bang zaffran ngapain ya disana,. " gumam Diega dengan berjalan kekasir untuk membayar belanjaanya
Saat belanjaan nya sudah di total dan di bungkus Diega Terkejut melihat total jumlah belanjaan nya
Dia meneguk Ludahnya
Mbak ini gak salah " Ujar Diega bertanya pada kasir
Tidak dek memang total nya segitu " Ujar Kasir itu
Kenapa tidak bisa bayar, makanya jangan sok belagu deh " Ujar Orang yang ada disamping nya
Stevi " Ujar Diega yang melihat orang yang ada disamping nya yang tak lain adalah temannya
Ia kenapa, apa tidak bisa membayarnya, cih sok sok an belanja tapi tak bisa bayar " Ujar Gadis itu
Apa kah ada yang bisa saya bantu nona " Ujar Seorang wanita yang berada dibelakang Diega
Ah tidak kak, saya hanya terkejut saja " Ujar Diega tak ingin wanita yang tak lain adalah orang yang disuruh oleh Diego untuk menjaganya jika syaci tak berada di dekatnya ia akan marah dengan Teman yang ada disamping nya
Raffi sudah memberitahunya jika ada wanita yang akan menjaganya setiap waktu dan wanita itu juga sudah memperkenalkan dirinya tadi pagi saat dia sampai di mansion dia juga yang memberikan informasi kepada syaci tentang Diega
Emm baiklah, segera bayar belanjaan nona dengan kartu yang diberikan Nona Ziva setelah itu susul lah nona Ziva dia sudah menunggu anda " Ujar Wanita itu melirik wanita disamping Diega
Diega pun mengangguk dan memberikan kartu yang diberikan oleh Syaci dengan kasir namun kasir yang menerima kartu itu gemetaran karena kartu itu sangat langka hanya orang tertentu yang memiliki apalagi ada logo di kartu itu
I... Iinniii silahkan masukkan pinnya " Ujar Kasir itu dengan terbata bata dan tangannya gemetaran memberikan alat transaksi ke Diega
Diega menyeringit bingung dengan tingkah si kasir namun ia langsung mengabaikan nya dan Mengetik pin
Terimakasih Nona " Ujar kasir itu menundukkan kepalanya membuat Diega tambah bingung
Mari nona, " Ujar Wanita itu dengan tangan yang membawa semua barang barang Diega
Eh iya kak, Sini Ega yang bawa separuh " Ujar Diega
Tak papa Nona biarkan saya saja " Ujar Wanita itu
Tapi kak " Ujar Diega yang tak enak hati
Tak papa, ayo Nona, Nona Ziva sudah menunggu " Ujar Wanita itu
Diega pun mengangguk pasrah dan berjalan keluar dari toko itu
Sedangkan kasir yang tadi melayani Diega masih terkejut
Hei ada apa malah bengong " Ujar teman nya sambil melayani stevi teman nya Diega
Kau tau selama aku berkerja disini Aku memang sudah sering berapa kali melihat orang orang kaya menggunakan kartu Black cartnya tapi baru kali ini aku gemetaran memegang kartu black cart yang berlogo itu " Ujar Kasir itu
Emang logo apa " Ujar stevi penasaran
Aku pernah melihat di internet gambar logo itu
Itu adalah logo perusahaan yang terkenal di dunia dan hanya perusahaan itu yang memiliki logo itu dan tadi logo itu ada di black cart dan jumlah dari black cart itu tidak tau minimal nya walapun sudah menghabiskan miliar rupiah atau dolar sekalipun tak kan berkurang " Ujar kasir itu saat tadi penasaran mengecek kartu ATM black cart itu
Stevi hanya menelan ludahnya susah payah
__ADS_1