Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
part7


__ADS_3

Keesokan harinya Ronald terbangun dari tidurnya


Ia menatap kearah sang putra keduanya


Lekas lah membaik jagoan " gumam Ronald


Dia pun melihat kearah jam yang ditangannya masih Menunjukkan Pukul 9 Pagi


Setelah sholat subuh ia ketiduran sambil Mendengarkan shalawat yang di latunkan Oleh Nana


Tak lama Suster dan Dokter Anak datang untuk Memeriksa Raffi


Maaf Tuan saya ingin memeriksa Putra Tuan sebentar " Ujar Dokter itu


Silahkan " Ujar nya berdiri dan berjalan kearah sofa


Bagaimana keadaan nya apa lebih baik " tanya Ronald


Alhamdulillah, Tuan muda sudah lebih baik Tuan " Jawab Dokter itu


Baiklah, saya akan membawa dia ke Jerman tolong urus semuanya " perintah Ronald dibalas dengan Anggukan setelah itu mereka pamit keluar


Ronald pun mengambil Hp yang berada di atas nakas Dan menelpon seseorang Yang tak lain Adalah Nathan


Hallo assalamualaikum " Salam Ronald


WaAlaikum salam , Apa tidak bisa menelpon esok saja "Omel Nathan dengan suara yang serak ciri khas orang Sedang Tidur


Bagaimana keadaannya " tanya Ronald Tajam tak Menanggapi Omelan sang sahabat nya


Nathan yang masih setengah sadar melihat siapa Yang menelpon Mendengus kesal


Masih sama "Ujarnya karena matanya menatap sang Adik yang melotot kearah nya


Aku ingin Vidio Call " perintah nya


Ronald ini sudah malam oke besok saja aku sangat Lah mengantuk bye Assalamualaikum " Ujar Nathan Langsung mematikan telponnya sepihak


Es kutub tak tau waktu " Omelnya menatap hpnya Kesal


Kenapa " Tanya Nana


Ingin Vc, tengah malam "Sungut nya


Nana terkekeh mendengar Omelan sang Abang


Kamu kenapa jam segini bangun " Tanya Nathan yang baru sadar Adiknya bangun tengah malam


Suara Hp mu berisik ya adik terbangun lah " Ujarnya


Ya sudah tidur lagi, Ini masih malam " Ujar Nathan berjalan kearah Nana membantu adiknya untuk tidur dan berselawat


Good sleep baby " gumam Nathan membenarkan Selimut adiknya


Sedangkan Ronald menggeram kesal dengan Nathan Yang mematikan telponnya ia pun mencoba Menghubunginya lagi Namun ponsel Nathan dimatikan


Nathan "kesal Ronald menggegam hp itu dan keluar


Saat didepan pintu ia berpas Pasan Dengan Mirna


Jaga dia, aku akan pergi , Mirna mengagguk Patuh


Mirna masuk ke dalam dan Ronald menuju Ruangan Ratih


Assalamualaikum " ujar Ronald masuk ke dalam tanpa ketuk pintu


Jin iprit kau masuk ketuk pintu dulu " Kesal Rendy Dengan Ronald yang tiba-tiba masuk ke ruangan istrinya


Ini Rumah Sakit bukan Tempat untuk orang Bercumbu " Ujar Ronald Tajam membuat mereka meneguk Selvianya dengan susah


Aku ingin kepindahan Raffi ke Jerman hari ini juga " Ujar Ronald tegas


Bawa lah semua nya sudah di urus semalam " ujar Ratih Oleh Nana Batin Nya


Kenapa tak Langsung mengabari ku malah bercumbu Di sini " Ujar Ronald tajam dan keluar dengan menutup Pintu dengan keras


Astaghfirullah " Ujar suami istri itu


Snown banget semenjak Nana tak ada " Ujar Rendy


Lah baru ini kamu liat dia gitu, aku udah 3 bulan di Gitukan oleh sahabat mu itu, kebucinan nya kembali Lagi " ujar Ratih terkekeh


Ku rasa selama ini memang dia terbucin bucin dengan Nana tapi berusaha menjaga hati, tapi yang pada Dijaga tak tau diri " Ujar Rendy Ratih pun mengangguk Sebagai jawaban nya


...----------------...


...----------------...


Ronald Pergi keluar dari Rumah Sakit menuju Mansion Nya


Sesampainya di mansion ia disambut dengan Tangisan sang Anak


Hiks hiks Abang mau ketemu Adek Oma " Isak Raffa


Iya Nak, tapi tak sekarang " Ujar Sang Mommy Berusaha membujuk sang putranya


Ronald pun menghampiri sang putra, duduk untuk Mensejajarkan tubuhnya dengan sang Putra


Kenapa Raffa menangis, " tanya Ronald mengusap kepala sang putra


Ak..u ingin ketemu adik Ayah " Ujarnya Terisak-isak


Ronald tersenyum dan menghapus air mata sang putra


Abang sayang Adik kan " tanya Ronald


Di angguki oleh Raffa

__ADS_1


Sayang Bunda juga kan " Tanya Ronald lagi


Say.. yang Ju..ga " Jawab Raffa terisak


Jika sayang Bunda dan adik, Abang Jangan nakal Jangan nangis Adik kan lagi sakit sama kayak Bunda Yang lagi sakit juga, Abang mau Bunda dan adik Sembuh Tak " Tanya Ronald masih menatap ke Putranya dengan sayang


Ii..ya yah" jawab Raffa dengan masih terisak


Kalau begitu Abang Doa'kan Bunda dan adik biar cepat Sembuh bukan nakal dan nangis seperti ini " Ujar Ronald Memberikan pengertian


Raffa mengagguk sambil tangannya menghapus air Matanya


Abang Tak nakal sama nangis lagi Yah " Ujar Raffa Terbata bata


Sip, Ayah boleh minta izin sama Abang tak " Tanya Ronald


Izin Apa Yah, " Ujar Raffa


Ayah, mau bawa adik buat berobat ke tempat Bunda " Ujar Ronald tersenyum


Terus , Abang ditinggal sendiri" Ujar Raffa yang matanya Sudah ingin berkaca-kaca


Ya tidak dong, Nanti Abang nyusul dengan Oma dan Opa, Tapi Ayah duluan dengan adik, karena adik Harus di obati dengan cepat biar cepat sembuh " Ujar Ronald memberikan pengertian lagi


Benarkan nanti Abang Nyusul " Ujar Raffa


Iya beneran Abang nanti nyusul dengan Oma Opa " Ujar Ronald meyakinkan putra nya


Oke kalau begitu Abang izinin " Ujar Raffa


Sip, Abang pinter banget " Ujar Ronald mencium pucuk Kepala sang putra


Mbak Ela boleh dibawa Buat jagain adik tak bang Kalau Mbak Mirna biar nemenin Abang Main Sementara sebelum Abang nyusul , Mbak Ela Kan udah pernah jagain Abang kan dari kecil nah Nanti disana biar Mbak Ela bantuin ayah jagain Adik kalau Ayah lagi ngurusin Bunda " Tanya Ronald ya dia lebih mempercayai Ela untuk mengurus keperluan putra keduanya yang memang Selama ini Ela sudah lama berkerja dengan nya untuk mengurus Raffa


Boleh yah, biar Mbak Ela bantuin Ayah buat jaga Adik, Ayah jaga Bunda selagi Abang Nanti belum nyusul" Ujar Raffa ya Raffa mencoba mengerti Lagi pula Ia Sebenarnya tak menyukai Mirna tapi mau gimana lagi


Aku, bisa ngerjain Mbak Mirna Karena dia sering sekali Nakal dengan Adik " Ujar batin Raffa tersenyum


Oke deh, Anak Ayah pinter banget " Ujar Ronald tersenyum lembut mengusap kepala Raffa


Sedangkan Sang Mommy yang sedari tadi hanya diam Melihat mereka berdua berbincang bincang pun Angkat bicara


Apa kamu yakin ingin membawa Raffi kesana Nald " Ujar Mommy


Yakin mom, biar fikiran ku sedikit tenang juga, jika Raffi Didekat ku dan semoga saja Raffi dan Raffa nanti Disana bisa membawa dampak positif untuk Nana " Ujar Ronald tersenyum


Baiklah jika seperti itu Mommy ikut saja, Setelah Proyek Dady mu selesai beberapa hari lagi kami akan Menyusul " Ujar Mommy


Ya Mom " Ujar Ronald


Ela, Kamu cepat lah berkemas, hari ini juga kita berangkat " Perintah Ronald


Ela pun kaget dan langsung mengangguk


Ba..ik Tuan " Ujar Ela dan pergi meninggalkan mereka Berdua menuju ke arah kamar untuk bersiap-siap


Sesampainya di Rumah Sakit


Pak tunggu disini, La kamu ikut saya kedalam " perintah Ronald diangguki oleh Supir itu dan Ela


Diruangan Raffi


Tuan Ronald kemana ya kok tak kembali kembali " ujar Mirna


Setelah ia berbicara Ronald datang dengan Ela serta Suster dibelakang nya


Kau bisa pulang, biar Ela yang menjaga Raffi Kau Temani Raffa saja dirumah " Perintah Ronald tegas


Tapi Pak saya kan pengasuh den Raffi seharusnya Saya yang menjaganya " bantah Mirna


Ni, Mirna makin lama makin caper deh sama Tuan Ronald " Batin Ela


Ini perintah saya jika tak suka, kau bisa berhenti Berkerja " ujar Ronald Tegas


Eh Jangan Tuan, Baiklah saya akan pulang " Ujar Mirna


Sus, silahkan lakukan perkerjaan mu , jangan hanya Diam " Ujar Ronald dingin suster itu pun Kaget ia pun langsung mengerjakan tugas nya


Ela maju dan menggendong bayi itu dengan perlahan


Ronald membantu Ela memegang infus sang putranya


Apa Kau masih ingin disini Mirna " Ujar Ronald tajam Mirna pun kalang kabut dan berlari pergi


Ayo La bawa dia kemobil " Ujar Ronald Ela pun Mengangguk patuh


Mirna keluar dari rumah sakit kini ia sedang Mencari Ojek


Saat itu juga ga mobil Ronald melintas


Ish, gagal lagi gagal lagi berduaan dengan Ronald " Gumamnya


Ratih yang tak sengaja lewat dan mendengar perkataan Mirna pun menengok


Kau, suster Raffi kan " Tanya Ratih


Iya Dok, kenapa saya cantik ya " Ujar Mirna PD


Ckckck, jangan terlalu berharap yang tidak pasti Mbak Nantinya sakit jika kau Terjatuh " Ujar Ratih terkekeh Kecil dan melanjutkan berjalan


Aku tak berharap tapi aku akan mendapatkannya " ujar Mirna


Terserah kau tapi jika Ronald tau dia akan membuat pergi bahkan membuat Keluarga mu menderita karena Saat ini yang ia inginkan Adalah Wanita yang berada di Jerman bukan yang lain " Ujar Ratih tajam dan pergi dari sana


......................


...Jerman...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Rumah Sakit


Entschuldigen Sie, Sir Miss, wir würden gerne den Zustand von Miss überprüfen "


(Permisi Tuan, Nona , Kami ingin memeriksa Keadaan Nona) " Ujar Suster


Bitte, ich warte draußen "


(Silahkan sus, saya akan tunggu diluar ) " Ujar Nathan Dengan memegang Hpnya yang berbunyi


Suster yang satu lagi celingak-celinguk mencari Seseorang


Wonach suchst du?


(anda mencari apa sus ? )" Tanya Nana


Ach nein, Fräulein, wie viele Tage habe ich Ihren Mann nicht gesehen " Ujar Suster itu


(Ah tidak Nona, sudah berapa hari ini saya tidak Melihat suami Anda )


Mein Ehemann ? " Ujar Nana bingung dengan Pertanyaan suster itu


(Suami saya)?


Ja, Fräulein, da Fräulein hier behandelt wurde, Ihr Mann kümmert sich immer um Sie, Es ist wirklich romantisch


(Iya , Nona sejak Nona Dirawat disini , Suami Anda selalu menjaga anda, Sungguh romantis sekali ) Ujar Suster itu yang membuat Nana tambah bingung


Huss, was machst du, gehen wir schon, Sorry Miss. Wir entschuldigen dich


(Husss, Kau ini apa apaan, sudah ayo pergi, Maaf Nona Kami permisi ) " Ujar suster yang memeriksa Nana menggeret tangan temannya itu pergi saat itu juga Nathan masuk


Bang sini geh, Nana mau tanya " Ujar Nana penasaran


Tanya apa " Ujar Nathan menghampiri ranjang Adiknya


Itu suster tadi bilang, selama aku dirawat disini suami Ku yang jagain, Emang suami Nana siapa bang Adanya juga mantan Suami kan ya Bukan suami Apa Jangan jangan Ayah beneran ya, Balikin aku Ke Mas Ali " Serbu Nana


Tak lah, mana juga Ayah mau lakuin itu ketika lihat Kamu berontak Sampek hampir bunuh diri gitu " Ujar Nathan


Lah terus Suami yang dimaksud itu siapa dong " Ujar Nana penasaran


Tuh si Ronald, Si Unta Perancis China yang klaim jadi suami Kamu seenak jidatnya " ujar Nathan


Nana yang mendengar pun terkejut


Serius bang " Ujar Nana tak percaya


Lah iya tak percaya, Tanya noh dokter yang menangani Kamu bahkan nih seluruh Rumah sakit ini Tau kalau Dia Itu suami kamu " Ujar Nathan


Lah kok bisa bang, gimana ceritanya " Ujar Nana bingung sekaligus Penasaran


Nih awalnya tuh Ya pas kamu drop nah yang jagain Kan Dia, dia teriak sekencang-kencangnya di Lobby


suster Dokter tolong istri saya Dok, ya gimana orang tak beranggapan dia suami kamu kalau dia teriak gitu " Ujar Nathan kesal


Mana nih ya kan Pas kamu selesai operasi Ada dokter Yang Cek luka jahitan yang ditangan kamu weeehhh Na, Sensi banget dia, jangan sentuh sentuh tangan nya kau Bukan muhrim nya lah dia main nyosor nyium nyium Tangan kamu, jujur aja Abang pen ngegaplok tapi Kakak Novia cegah terus " sungut Nathan


Nana yang mendengar nya tersipu malu namun Dengan cepat iya merubah mimik wajahnya Menjadi Terkekeh agar tak dibully oleh Abang nya ini


Eh, Bang kita kerjain dia yuk " Usul Nana


Kerjain gimana " Ujar Nathan penasaran


sini tak bisikin " ujar Nana, Nathan pun mendekati Telinga nya ke Nana


Nana pun membisikkan rencananya dengan tersenyum


Nanti dia malah ngamuk gimana, gitu gitu serem kalau Lagi marah " Ujar Nathan tak setuju


Emang selama ini dia pernah marah di depan Nana " Ujar Nana


Iya tak sih, ya sudah deh sesekali ngerjain itu orang tak Masalah " Ujar Nathan


Ya udah besok dia kan sampai nah siap siap Abang Aktingnya aku akan ngumpat di ruangan Raffi, pasti Dia akan menemui ku dulu" Ujar Nana


Ya, iyalah tujuan nya kesini bawa Anak-anak nya Biar Bisa lebih Deket sama kamu dan anaknya kok " ujar Nathan


Nana pun tertawa terbahak-bahak


mereka pun bercerita sampai Nana tertidur di pelukan Nathan


Jika memang dia bisa menjagamu dan Mencintai Kamu, Abang akan mendukung mu dek, karena Kebahagiaan mu adalah cahaya Abang " ujar Nathan lirih dengan perlahan lahan dia menidurkan adiknya kekasur


Selamat tidur baby " Ujar Nathan mencium pucuk kepala Nana


Ia pun melangkah keluar untuk menghubungi Seseorang


Hallo assalamualaikum Tuan " Ujar Seseorang di sebrang telpon sana


Bagaimana, Apa dia masih mencari informasi tentang Adikku " Tanya Nathan


Masih Tuan, tapi Tuan Ronald serta Tuan Rendy Menutup dengan rapat rapat informasi tentang Nona, Bahkan Tuan Ronald pun mengancam Tuan Ali, dan Memberikan sedikit sentuhan dengan Markasnya " Ujar orang itu


Baguslah, jangan sampai Lelaki itu mendapat celah Informasi tentang adikku " Ujar Nathan


Kurasa Itu mustahil karena banyak orang yang Menutup jalannya, Oh ya kemarin Istri nya sempat Kabur karena merasa menyesal dan bersalah " Ujar Orang itu


Terserah dengan kehidupan mereka aku tak ingin mengetahui tentang itu,. ya sudah aku Matikan telpon nya Assalamualaikum " Ujar Nathan dibalas salam oleh Orang itu


Ronald gerak cepat juga dia " Ujar Nathan tersenyum


Bunda malah lebih yakin dengan Nya, bagaimana mana pendapat mu " Ujar Bunda Nathan yang sudah sedari tadi berada di belakang Nathan


Sangat yakin Bunda , sejak dulu malah tapi sayangnya, Adikku terlalu memikirkan perasaan orang lain dan Menuruti perintah Ayah, sehingga apa yang dia dapatkan sekarang,. " Ujar Nathan

__ADS_1


Sudah lah itu takdir dan cambukan untuk adikmu agar dia lebih kuat rasa sabarnya dan rasa iklasnya " Ujar Bunda Nathan diangguki Oleh Nathan


__ADS_2