
Keesokan harinya Ronald terbangun dari tidurnya
Ia menatap kearah sang putra keduanya
Lekas lah membaik jagoan " gumam Ronald
Dia pun melihat kearah jam yang ditangannya masih Menunjukkan Pukul 9 Pagi
Setelah sholat subuh ia ketiduran sambil Mendengarkan shalawat yang di latunkan Oleh Nana
Tak lama Suster dan Dokter Anak datang untuk Memeriksa Raffi
Maaf Tuan saya ingin memeriksa Putra Tuan sebentar " Ujar Dokter itu
Silahkan " Ujar nya berdiri dan berjalan kearah sofa
Bagaimana keadaan nya apa lebih baik " tanya Ronald
Alhamdulillah, Tuan muda sudah lebih baik Tuan " Jawab Dokter itu
Baiklah, saya akan membawa dia ke Jerman tolong urus semuanya " perintah Ronald dibalas dengan Anggukan setelah itu mereka pamit keluar
Ronald pun mengambil Hp yang berada di atas nakas Dan menelpon seseorang Yang tak lain Adalah Nathan
Hallo assalamualaikum " Salam Ronald
WaAlaikum salam , Apa tidak bisa menelpon esok saja "Omel Nathan dengan suara yang serak ciri khas orang Sedang Tidur
Bagaimana keadaannya " tanya Ronald Tajam tak Menanggapi Omelan sang sahabat nya
Nathan yang masih setengah sadar melihat siapa Yang menelpon Mendengus kesal
Masih sama "Ujarnya karena matanya menatap sang Adik yang melotot kearah nya
Aku ingin Vidio Call " perintah nya
Ronald ini sudah malam oke besok saja aku sangat Lah mengantuk bye Assalamualaikum " Ujar Nathan Langsung mematikan telponnya sepihak
Es kutub tak tau waktu " Omelnya menatap hpnya Kesal
Kenapa " Tanya Nana
Ingin Vc, tengah malam "Sungut nya
Nana terkekeh mendengar Omelan sang Abang
Kamu kenapa jam segini bangun " Tanya Nathan yang baru sadar Adiknya bangun tengah malam
Suara Hp mu berisik ya adik terbangun lah " Ujarnya
Ya sudah tidur lagi, Ini masih malam " Ujar Nathan berjalan kearah Nana membantu adiknya untuk tidur dan berselawat
Good sleep baby " gumam Nathan membenarkan Selimut adiknya
Sedangkan Ronald menggeram kesal dengan Nathan Yang mematikan telponnya ia pun mencoba Menghubunginya lagi Namun ponsel Nathan dimatikan
Nathan "kesal Ronald menggegam hp itu dan keluar
Saat didepan pintu ia berpas Pasan Dengan Mirna
Jaga dia, aku akan pergi , Mirna mengagguk Patuh
Mirna masuk ke dalam dan Ronald menuju Ruangan Ratih
Assalamualaikum " ujar Ronald masuk ke dalam tanpa ketuk pintu
Jin iprit kau masuk ketuk pintu dulu " Kesal Rendy Dengan Ronald yang tiba-tiba masuk ke ruangan istrinya
Ini Rumah Sakit bukan Tempat untuk orang Bercumbu " Ujar Ronald Tajam membuat mereka meneguk Selvianya dengan susah
Aku ingin kepindahan Raffi ke Jerman hari ini juga " Ujar Ronald tegas
Bawa lah semua nya sudah di urus semalam " ujar Ratih Oleh Nana Batin Nya
Kenapa tak Langsung mengabari ku malah bercumbu Di sini " Ujar Ronald tajam dan keluar dengan menutup Pintu dengan keras
Astaghfirullah " Ujar suami istri itu
Snown banget semenjak Nana tak ada " Ujar Rendy
Lah baru ini kamu liat dia gitu, aku udah 3 bulan di Gitukan oleh sahabat mu itu, kebucinan nya kembali Lagi " ujar Ratih terkekeh
Ku rasa selama ini memang dia terbucin bucin dengan Nana tapi berusaha menjaga hati, tapi yang pada Dijaga tak tau diri " Ujar Rendy Ratih pun mengangguk Sebagai jawaban nya
...----------------...
...----------------...
Ronald Pergi keluar dari Rumah Sakit menuju Mansion Nya
Sesampainya di mansion ia disambut dengan Tangisan sang Anak
Hiks hiks Abang mau ketemu Adek Oma " Isak Raffa
Iya Nak, tapi tak sekarang " Ujar Sang Mommy Berusaha membujuk sang putranya
Ronald pun menghampiri sang putra, duduk untuk Mensejajarkan tubuhnya dengan sang Putra
Kenapa Raffa menangis, " tanya Ronald mengusap kepala sang putra
Ak..u ingin ketemu adik Ayah " Ujarnya Terisak-isak
Ronald tersenyum dan menghapus air mata sang putra
Abang sayang Adik kan " tanya Ronald
Di angguki oleh Raffa
__ADS_1
Sayang Bunda juga kan " Tanya Ronald lagi
Say.. yang Ju..ga " Jawab Raffa terisak
Jika sayang Bunda dan adik, Abang Jangan nakal Jangan nangis Adik kan lagi sakit sama kayak Bunda Yang lagi sakit juga, Abang mau Bunda dan adik Sembuh Tak " Tanya Ronald masih menatap ke Putranya dengan sayang
Ii..ya yah" jawab Raffa dengan masih terisak
Kalau begitu Abang Doa'kan Bunda dan adik biar cepat Sembuh bukan nakal dan nangis seperti ini " Ujar Ronald Memberikan pengertian
Raffa mengagguk sambil tangannya menghapus air Matanya
Abang Tak nakal sama nangis lagi Yah " Ujar Raffa Terbata bata
Sip, Ayah boleh minta izin sama Abang tak " Tanya Ronald
Izin Apa Yah, " Ujar Raffa
Ayah, mau bawa adik buat berobat ke tempat Bunda " Ujar Ronald tersenyum
Terus , Abang ditinggal sendiri" Ujar Raffa yang matanya Sudah ingin berkaca-kaca
Ya tidak dong, Nanti Abang nyusul dengan Oma dan Opa, Tapi Ayah duluan dengan adik, karena adik Harus di obati dengan cepat biar cepat sembuh " Ujar Ronald memberikan pengertian lagi
Benarkan nanti Abang Nyusul " Ujar Raffa
Iya beneran Abang nanti nyusul dengan Oma Opa " Ujar Ronald meyakinkan putra nya
Oke kalau begitu Abang izinin " Ujar Raffa
Sip, Abang pinter banget " Ujar Ronald mencium pucuk Kepala sang putra
Mbak Ela boleh dibawa Buat jagain adik tak bang Kalau Mbak Mirna biar nemenin Abang Main Sementara sebelum Abang nyusul , Mbak Ela Kan udah pernah jagain Abang kan dari kecil nah Nanti disana biar Mbak Ela bantuin ayah jagain Adik kalau Ayah lagi ngurusin Bunda " Tanya Ronald ya dia lebih mempercayai Ela untuk mengurus keperluan putra keduanya yang memang Selama ini Ela sudah lama berkerja dengan nya untuk mengurus Raffa
Boleh yah, biar Mbak Ela bantuin Ayah buat jaga Adik, Ayah jaga Bunda selagi Abang Nanti belum nyusul" Ujar Raffa ya Raffa mencoba mengerti Lagi pula Ia Sebenarnya tak menyukai Mirna tapi mau gimana lagi
Aku, bisa ngerjain Mbak Mirna Karena dia sering sekali Nakal dengan Adik " Ujar batin Raffa tersenyum
Oke deh, Anak Ayah pinter banget " Ujar Ronald tersenyum lembut mengusap kepala Raffa
Sedangkan Sang Mommy yang sedari tadi hanya diam Melihat mereka berdua berbincang bincang pun Angkat bicara
Apa kamu yakin ingin membawa Raffi kesana Nald " Ujar Mommy
Yakin mom, biar fikiran ku sedikit tenang juga, jika Raffi Didekat ku dan semoga saja Raffi dan Raffa nanti Disana bisa membawa dampak positif untuk Nana " Ujar Ronald tersenyum
Baiklah jika seperti itu Mommy ikut saja, Setelah Proyek Dady mu selesai beberapa hari lagi kami akan Menyusul " Ujar Mommy
Ya Mom " Ujar Ronald
Ela, Kamu cepat lah berkemas, hari ini juga kita berangkat " Perintah Ronald
Ela pun kaget dan langsung mengangguk
Ba..ik Tuan " Ujar Ela dan pergi meninggalkan mereka Berdua menuju ke arah kamar untuk bersiap-siap
Sesampainya di Rumah Sakit
Pak tunggu disini, La kamu ikut saya kedalam " perintah Ronald diangguki oleh Supir itu dan Ela
Diruangan Raffi
Tuan Ronald kemana ya kok tak kembali kembali " ujar Mirna
Setelah ia berbicara Ronald datang dengan Ela serta Suster dibelakang nya
Kau bisa pulang, biar Ela yang menjaga Raffi Kau Temani Raffa saja dirumah " Perintah Ronald tegas
Tapi Pak saya kan pengasuh den Raffi seharusnya Saya yang menjaganya " bantah Mirna
Ni, Mirna makin lama makin caper deh sama Tuan Ronald " Batin Ela
Ini perintah saya jika tak suka, kau bisa berhenti Berkerja " ujar Ronald Tegas
Eh Jangan Tuan, Baiklah saya akan pulang " Ujar Mirna
Sus, silahkan lakukan perkerjaan mu , jangan hanya Diam " Ujar Ronald dingin suster itu pun Kaget ia pun langsung mengerjakan tugas nya
Ela maju dan menggendong bayi itu dengan perlahan
Ronald membantu Ela memegang infus sang putranya
Apa Kau masih ingin disini Mirna " Ujar Ronald tajam Mirna pun kalang kabut dan berlari pergi
Ayo La bawa dia kemobil " Ujar Ronald Ela pun Mengangguk patuh
Mirna keluar dari rumah sakit kini ia sedang Mencari Ojek
Saat itu juga ga mobil Ronald melintas
Ish, gagal lagi gagal lagi berduaan dengan Ronald " Gumamnya
Ratih yang tak sengaja lewat dan mendengar perkataan Mirna pun menengok
Kau, suster Raffi kan " Tanya Ratih
Iya Dok, kenapa saya cantik ya " Ujar Mirna PD
Ckckck, jangan terlalu berharap yang tidak pasti Mbak Nantinya sakit jika kau Terjatuh " Ujar Ratih terkekeh Kecil dan melanjutkan berjalan
Aku tak berharap tapi aku akan mendapatkannya " ujar Mirna
Terserah kau tapi jika Ronald tau dia akan membuat pergi bahkan membuat Keluarga mu menderita karena Saat ini yang ia inginkan Adalah Wanita yang berada di Jerman bukan yang lain " Ujar Ratih tajam dan pergi dari sana
......................
...Jerman...
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rumah Sakit
Entschuldigen Sie, Sir Miss, wir würden gerne den Zustand von Miss überprüfen "
(Permisi Tuan, Nona , Kami ingin memeriksa Keadaan Nona) " Ujar Suster
Bitte, ich warte draußen "
(Silahkan sus, saya akan tunggu diluar ) " Ujar Nathan Dengan memegang Hpnya yang berbunyi
Suster yang satu lagi celingak-celinguk mencari Seseorang
Wonach suchst du?
(anda mencari apa sus ? )" Tanya Nana
Ach nein, Fräulein, wie viele Tage habe ich Ihren Mann nicht gesehen " Ujar Suster itu
(Ah tidak Nona, sudah berapa hari ini saya tidak Melihat suami Anda )
Mein Ehemann ? " Ujar Nana bingung dengan Pertanyaan suster itu
(Suami saya)?
Ja, Fräulein, da Fräulein hier behandelt wurde, Ihr Mann kümmert sich immer um Sie, Es ist wirklich romantisch
(Iya , Nona sejak Nona Dirawat disini , Suami Anda selalu menjaga anda, Sungguh romantis sekali ) Ujar Suster itu yang membuat Nana tambah bingung
Huss, was machst du, gehen wir schon, Sorry Miss. Wir entschuldigen dich
(Husss, Kau ini apa apaan, sudah ayo pergi, Maaf Nona Kami permisi ) " Ujar suster yang memeriksa Nana menggeret tangan temannya itu pergi saat itu juga Nathan masuk
Bang sini geh, Nana mau tanya " Ujar Nana penasaran
Tanya apa " Ujar Nathan menghampiri ranjang Adiknya
Itu suster tadi bilang, selama aku dirawat disini suami Ku yang jagain, Emang suami Nana siapa bang Adanya juga mantan Suami kan ya Bukan suami Apa Jangan jangan Ayah beneran ya, Balikin aku Ke Mas Ali " Serbu Nana
Tak lah, mana juga Ayah mau lakuin itu ketika lihat Kamu berontak Sampek hampir bunuh diri gitu " Ujar Nathan
Lah terus Suami yang dimaksud itu siapa dong " Ujar Nana penasaran
Tuh si Ronald, Si Unta Perancis China yang klaim jadi suami Kamu seenak jidatnya " ujar Nathan
Nana yang mendengar pun terkejut
Serius bang " Ujar Nana tak percaya
Lah iya tak percaya, Tanya noh dokter yang menangani Kamu bahkan nih seluruh Rumah sakit ini Tau kalau Dia Itu suami kamu " Ujar Nathan
Lah kok bisa bang, gimana ceritanya " Ujar Nana bingung sekaligus Penasaran
Nih awalnya tuh Ya pas kamu drop nah yang jagain Kan Dia, dia teriak sekencang-kencangnya di Lobby
suster Dokter tolong istri saya Dok, ya gimana orang tak beranggapan dia suami kamu kalau dia teriak gitu " Ujar Nathan kesal
Mana nih ya kan Pas kamu selesai operasi Ada dokter Yang Cek luka jahitan yang ditangan kamu weeehhh Na, Sensi banget dia, jangan sentuh sentuh tangan nya kau Bukan muhrim nya lah dia main nyosor nyium nyium Tangan kamu, jujur aja Abang pen ngegaplok tapi Kakak Novia cegah terus " sungut Nathan
Nana yang mendengar nya tersipu malu namun Dengan cepat iya merubah mimik wajahnya Menjadi Terkekeh agar tak dibully oleh Abang nya ini
Eh, Bang kita kerjain dia yuk " Usul Nana
Kerjain gimana " Ujar Nathan penasaran
sini tak bisikin " ujar Nana, Nathan pun mendekati Telinga nya ke Nana
Nana pun membisikkan rencananya dengan tersenyum
Nanti dia malah ngamuk gimana, gitu gitu serem kalau Lagi marah " Ujar Nathan tak setuju
Emang selama ini dia pernah marah di depan Nana " Ujar Nana
Iya tak sih, ya sudah deh sesekali ngerjain itu orang tak Masalah " Ujar Nathan
Ya udah besok dia kan sampai nah siap siap Abang Aktingnya aku akan ngumpat di ruangan Raffi, pasti Dia akan menemui ku dulu" Ujar Nana
Ya, iyalah tujuan nya kesini bawa Anak-anak nya Biar Bisa lebih Deket sama kamu dan anaknya kok " ujar Nathan
Nana pun tertawa terbahak-bahak
mereka pun bercerita sampai Nana tertidur di pelukan Nathan
Jika memang dia bisa menjagamu dan Mencintai Kamu, Abang akan mendukung mu dek, karena Kebahagiaan mu adalah cahaya Abang " ujar Nathan lirih dengan perlahan lahan dia menidurkan adiknya kekasur
Selamat tidur baby " Ujar Nathan mencium pucuk kepala Nana
Ia pun melangkah keluar untuk menghubungi Seseorang
Hallo assalamualaikum Tuan " Ujar Seseorang di sebrang telpon sana
Bagaimana, Apa dia masih mencari informasi tentang Adikku " Tanya Nathan
Masih Tuan, tapi Tuan Ronald serta Tuan Rendy Menutup dengan rapat rapat informasi tentang Nona, Bahkan Tuan Ronald pun mengancam Tuan Ali, dan Memberikan sedikit sentuhan dengan Markasnya " Ujar orang itu
Baguslah, jangan sampai Lelaki itu mendapat celah Informasi tentang adikku " Ujar Nathan
Kurasa Itu mustahil karena banyak orang yang Menutup jalannya, Oh ya kemarin Istri nya sempat Kabur karena merasa menyesal dan bersalah " Ujar Orang itu
Terserah dengan kehidupan mereka aku tak ingin mengetahui tentang itu,. ya sudah aku Matikan telpon nya Assalamualaikum " Ujar Nathan dibalas salam oleh Orang itu
Ronald gerak cepat juga dia " Ujar Nathan tersenyum
Bunda malah lebih yakin dengan Nya, bagaimana mana pendapat mu " Ujar Bunda Nathan yang sudah sedari tadi berada di belakang Nathan
Sangat yakin Bunda , sejak dulu malah tapi sayangnya, Adikku terlalu memikirkan perasaan orang lain dan Menuruti perintah Ayah, sehingga apa yang dia dapatkan sekarang,. " Ujar Nathan
__ADS_1
Sudah lah itu takdir dan cambukan untuk adikmu agar dia lebih kuat rasa sabarnya dan rasa iklasnya " Ujar Bunda Nathan diangguki Oleh Nathan