Gadis KecilKu Misterius

Gadis KecilKu Misterius
Part44


__ADS_3

Selesai sholat Syaci mencium tangan sang papa


Pa, Ziva ngaji ya, tapi papa yang nyimakin kalau ada Tajwidnya yang salah tegur Ziva ya " Ujar Ziva tersenyum


Iya Sayang mana Al-Qur'an nya " Ujar Ali tersenyum, ziva mengambil Al-Qur'an yang ia taruh di lemari kecil dan memberikan nya kepada Sang papa


Surah Apa nak " Tanya Ali


Surah Maryam Pa,. " Ujar Syaci Ali pun membuka Al-Qur'an dan mencari surah Yang di maksud sang putri, sebelum itu ia membaca bismillah dulu


Syaci menarik kursi dan duduk di pinggir Brangkar sang Papa


Ziva mulai ya pa" Ujar Ziva diangguki oleh Ali


Syaci membaca bismillah setelah itu alfatehah Untuk memulai membaca Alquran dan baru membaca surah Maryam


Ali terkejut mendengar suara merdu milik sang putri


Masya Allah betapa aku beruntung nya memiliki putri sepertinya, ya Allah maafkan hamba yang pernah menyia-nyiakan dirinya saat itu" Batin Ali menatap sang putri sampai tak menyadari jika Air matanya sudah mengalir di pipi


Iya tersenyum lembut dan fokus ke Al-Qur'an Untuk menyimak baca.an sang putri


Sampai saat Sisi Diego Diega Zaffran dan orang tua nya datang Tak menyadari kehadiran nya


Masya Allah sungguh merdu sekali suaranya " Batin Sisi Dan orang tua Zaffran


Tajwid dan bacaan nya pas dan indah sekali suaranya " Batin Zaffran memejamkan matanya untuk menikmati lantunan Ayat suci yang dibaca oleh Syaci


Bagus dan merdu banget suara kakak, " Batin Diega


Hangat nan tentram aku mendengar nya " Batin Diego memejamkan matanya


Syaci yang merasakan kehadiran mereka pun memutuskan untuk menutup bacaan


Masya Allah nak, sama sekali tak ada tajwid yang salah " Ujar Ali tersenyum lembut menatap sang putri


Papa tidak fokus, Ziva di Akhir Ayat 40 tadi salah membacanya , " Ujar Ziva


Apa iya tapi Papa fokus kok nak, tak ada yang salah " Ujar Ali


Itu menurut papa tapi menurut ziva lafalz yang ziva bacakan tadi salah Papa, Ayat ke 40 pada  وَمَنْ عَلَيْهَا  karena nun mati  bertemu dengan huruf ع seharusnya melafalkan nun sukun dan tanwin yang bertemu huruf-huruf izhar dengan jelas, tanpa dengung pa, dan tadi ziva melafalkan nya berdengung dan masih ada beberapa lagi yang salah tajwidnya tadi " Ujar Ziva


Apa iya sayang maaf ya, papa terlalu menikmati Suara kamu " Ujar Ali


Dia bahkan bisa menelaah kesalahan nya sendiri " Batin mereka


Assalamualaikum " Ujar Zen melangkah kearah mereka


Syaci yang sudah tau kehadiran mereka hanya biasa saja sedangkan Ali terkejut


WaAlaikum salam sejak kapan kalian disini " Tanya Ali terkejut


Sejak Putri mu Membaca Surat Maryam Ayat ke 35 Kami sudah disini " Ujar Zen tersenyum


Suaramu indah Nan merdu nak " Ujarnya lagi menatap kearah Syaci namun Syaci hanya menunduk, tak menjawab pujian Dari Zen


Ntah kenapa dia tak terlalu suka jika ia terlalu dipuji karena baginya pujian itu bentuk pembelajaran untuk dirinya agar mempertahankan suaranya bukan mempertahankan apa yang ia bacakan atau di hafalkan


Nak, kok malah diem itu Om Zen lagi bicara dengan mu loh, " Tegur Ali


Terimakasih tuan atas pujiannya, Tapi maaf saya bukan nya tak sopan atau bagaimana bagi saya Memuji suara dan yang lain berarti Mempertahankan hal tersebut bukan mempertahankan apa yang saya lafalzkan atau hafalkan, Suara bisa kapan pun menjadi jelek dan Bahkan kita tak kan bisa suara lagi karena suara yang kita miliki adalah karunia dari sang pencipta, namun apa yang kita hafalkan dan bacakan bisa menjadi pengingat kita sampai akhir tua nanti " Ujar Syaci masih dengan menunduk


Kau benar Sayang, Jangan meninggi karena dipuji, tapi apa yang kau bacakan itu sungguh indah nak " Ujar Zelly mendekati Syaci


Terimakasih nyonya " Ujar Syaci mendongak menatap Kearah Zelly


Dia pun menyalami Tangan Zelly, berbalik menghadap ke Zen menangkup kedua tangannya dan berjalan kearah Sisi menyalami tangan sisi dan mencium pipi sisi


Ega yang ada disamping sisi pun langsung memeluk sang kakaknya itu

__ADS_1


Kakak, aku ingin diajarkan mengaji seperti kakak " Ujar Ega di dalam pelukan Syaci


Siap, "Ujar Syaci mencium pucuk kepala sang adik


Putri mu kembali kau tak mengabari ku eh,. " Ujar Zen


Hahaha, Maaf aku tak sempat , dan lagi mereka tak membiarkan ku bergerak sedikit pun Apalagi putri pertama ku itu " Ujar Ali terkekeh


ya Wajar lah tak boleh bergerak , papa itu abis operasi Bahkan ngeluarin darah banyak untung ada kakak, kalau tak ada siapa yang mau donorin darah, Ega kan takut sama jarum suntik dan sebagainya itu,. kalau Papa kenapa-kenapa terus berdarah lagi gimana coba " Omel Diega


100 Buat adikku ini " Ujar Syaci terkekeh


Mending kalau tak membuat mama khawatir atau nangis ya dek, " Ujar Diego menimpali ucapan adik adiknya


Nah iya bener itu bang,. " timpal Sisi


Ampek baju Abang basah ya bang, gara gara Air mata mama " Ujar Syaci


Coba kalau dikumpulin air mata mama bisa se ember pas itu " Ujar Diega lagi


lah kok jadi mama sih yang kena " Ujar sisi bingung


mereka berdua tertawa dan mencium pipi Sisi kanan kiri


Jangan menangis lagi mama " Ujar Mereka berdua kompak


Papa tidak dicium juga " Ujar Ali


No, Ziva Mau nyiapin makanan dulu buat makan malam " Ujar Syaci dan pergi dari sana


Ega juga mau bantuin Kakak Bye " Ujar Ega menyusul Syaci kearah dapur


mereka yang melihat itu tersenyum


Tak Gagal Nana mendidik Anak yang dulunya tak dianggap oleh papanya " Celetuk Zelly seolah menyindir Ali


Hon " Tegur Zen


Sangat Nana dan Ronald sama sekali tak gagal mendidik dia , Bahkan Ronald Menerima putri ku selayaknya Putri kandungnya sendiri " Ujar Ali tersenyum


Ekhem, sudah lah jangan membahas tentang hal itu, " Ujar Zen untuk menyudahi pembicaraan antara Zelly dan Ali


sedangkan di dapur


Dek kamu bawa hp tak " Tanya Syaci


bawa kak ini " Ujar Diega memperlihatkan Hpnya


Kakak minjam buat pesen makanan untuk tambahan sekalian makanan untuk para penjaga " Ujar Syaci


Bukankah ini sudah banyak ya kak " Tanya Ega melihat makanan yang sudah di sajikan di meja dapur


Takut nya kurang dek, Apalagi sahabat kakak, akan makan malam bareng kita juga " Ujar Syaci


Sahabat kakak, bukannya mereka udah berangkat ya " Tanya Diega bingung


Masih ada 2 lagi dek, kak Zoya dan kak Reva " Ujar Syaci sambil sibuk mengotak ngatik hp milik Diega


Diega mengangguk sebagai balasan


Sudah beres kita keluar buat nyiapin tempat duduk nya sekalian nunggu Mereka berdua dan pesanan datang " Ujar Syaci yang diangguki oleh Diega


Syaci dan Diega pun keluar membawa karpet


Bang bantuin Napa berat ini " Keluh Diega , Diego yang mendengar keluhan sang adik pun menghampiri keduanya disusul oleh Zaffran


Taruh dimana ini dek " Tanya Diego kepada ziva


Disini saja Bang, Ga kamu yang nyapuin nya ya Kakak mau Nyuapin papa makan dulu, sekalian nunggu 2 Orang lagi sama pesanan kita " Ujar Syaci diangguki Oleh Diega

__ADS_1


Syaci mengambil mangkuk berisi Bubur ayam ia buat untuk sang papa


Pah, makan dulu setengah jam baru minum obatnya " Ujar Syaci diangguki oleh Ali


Syaci dengan telaten menyuapi Sang papa


Buburnya enak, Ziva yang buat " Tanya Ali Dibalas dengan anggukan


Makan tak boleh Bicara Papa " Tegur Ziva lembut


Ali tersenyum mengangguk


mereka semua hanya melihat interaksi Ziva dengan Ali


Tak lama suara ketukan pintu terdengar Dan 2 orang Gadis Serta 4 orang Laki laki masuk keruangan itu


Dan Mangkuk yang berisi bubur ayam di tangan Syaci pun sudah habis


Om, tolong bawa Kresek itu kedapur ya , Diega, ayo bantu kakak " Ujar Reva menarik Tangan Diega, Diega yang tangannya ditarik pun hanya pasrah mengikuti nya


Om, Kita makan bersama ya " Ujar Syaci tersenyum menatap ketiga pria itu


Ya , Saat Pesanan itu datang kebetulan juga Zoya dan Reva sudah sampai dan mereka berdua menyuruh ke 4 Penjaga itu untuk masuk makan didalam karena Syaci tadi sudah memberi pesan lewat Hp Diega


Tidak usah Nona, Kami nanti pesan makanan saja " Ujar salah satu dari mereka


Om, Rezeki jangan ditolak Pamali " Timpal Diego


Benar itu Pak, Rezeki jangan ditolak pamali " Ujar Reva Yang keluar membawa nampan yang berisi makanan


Sini Mama Bantu nak " Ujar Sisi menghampiri Reva membantu nya


No, Mama sisi Ini tugas para gadis, Biar kami saja yang menyiapkan " Ujar Reva menolak


Mama Sisi bang Diego Tuan dan nyonya serta para om om sebaiknya duduk saja " Ujar Reva yang menyusun makanan Disusul oleh Ega yang membawa nampan berisi makanan


Syaci yang melihat itu tersenyum dan melangkah kedapur untuk membantu Zoya yang ia tau pasti sahabat ny itu sedang keribetan


Nah, pas banget kamu datang , ini di apain " Ujar Zoya bingung dengan Minuman yang ada di hadapannya


Iya tinggal dicampur aja Kak, " Ujar Syaci


Mencampur Biji selasih Dengan Sirup buah yang sudah ia racik tadi


Lah, iya ya " Ujar Zoya terkekeh dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal


Syaci hanya menggelengkan kepalanya saja Ia pun membuka makanan yang ia beli tadi dan menaruhnya di piring


Setelah selesai semua dan makanan sudah dihidangkan mereka pun makan dengan Hidmat


Alhamdulillah, Makanan nya enak sekali sampai Om Tak bisa bangun,. " Ujar Zen terkekeh


Iya, bener ini makanan ini enak, beli dimana " Tanya Zelly


Yang beli Hanya Ayam Goreng dan itu itu saja Tuan Sisahnya mah chef handal Yang masak " Ujar Reva terkekeh


Chef handal, siapa dia Tante ingin minta dimasakkan lagi, atau Tante akan merekrut dia sebagai chef di rumah Tante, Boleh kan mas " Ujar Zelly


Sangat boleh sayang " Ujar Zen


Oh Maaf Tante om, tidak bisa " Ujar Diego


kenapa Go " Ujar Zaffran


Karena chef yang dimaksud adik ku Ziva fran " Ujar Diego


Serius , ini kamu yang masak semua nak " Ujar Zelly tak percaya


Syaci hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Zelly

__ADS_1


Nona hebat ya, udah Jago bela diri, jago ngehack, jago nembak dan mainkan semua senjata, , jago ngaji, jago juga masak lagi Pokoknya Nona Idaman deh" celetuk salah satu penjaga yang mendapat pelototan Dari 3 gadis itu


Jago Beladiri, jago ngehack, jago nembak dan main senjata " ulang Ali membuat Syaci mengigit bibir bawahnya takut sang papa marah apalagi mata tajam milik abangnya yang menatap kearahnya


__ADS_2