
Selesai sholat Syaci mencium tangan sang papa
Pa, Ziva ngaji ya, tapi papa yang nyimakin kalau ada Tajwidnya yang salah tegur Ziva ya " Ujar Ziva tersenyum
Iya Sayang mana Al-Qur'an nya " Ujar Ali tersenyum, ziva mengambil Al-Qur'an yang ia taruh di lemari kecil dan memberikan nya kepada Sang papa
Surah Apa nak " Tanya Ali
Surah Maryam Pa,. " Ujar Syaci Ali pun membuka Al-Qur'an dan mencari surah Yang di maksud sang putri, sebelum itu ia membaca bismillah dulu
Syaci menarik kursi dan duduk di pinggir Brangkar sang Papa
Ziva mulai ya pa" Ujar Ziva diangguki oleh Ali
Syaci membaca bismillah setelah itu alfatehah Untuk memulai membaca Alquran dan baru membaca surah Maryam
Ali terkejut mendengar suara merdu milik sang putri
Masya Allah betapa aku beruntung nya memiliki putri sepertinya, ya Allah maafkan hamba yang pernah menyia-nyiakan dirinya saat itu" Batin Ali menatap sang putri sampai tak menyadari jika Air matanya sudah mengalir di pipi
Iya tersenyum lembut dan fokus ke Al-Qur'an Untuk menyimak baca.an sang putri
Sampai saat Sisi Diego Diega Zaffran dan orang tua nya datang Tak menyadari kehadiran nya
Masya Allah sungguh merdu sekali suaranya " Batin Sisi Dan orang tua Zaffran
Tajwid dan bacaan nya pas dan indah sekali suaranya " Batin Zaffran memejamkan matanya untuk menikmati lantunan Ayat suci yang dibaca oleh Syaci
Bagus dan merdu banget suara kakak, " Batin Diega
Hangat nan tentram aku mendengar nya " Batin Diego memejamkan matanya
Syaci yang merasakan kehadiran mereka pun memutuskan untuk menutup bacaan
Masya Allah nak, sama sekali tak ada tajwid yang salah " Ujar Ali tersenyum lembut menatap sang putri
Papa tidak fokus, Ziva di Akhir Ayat 40 tadi salah membacanya , " Ujar Ziva
Apa iya tapi Papa fokus kok nak, tak ada yang salah " Ujar Ali
Itu menurut papa tapi menurut ziva lafalz yang ziva bacakan tadi salah Papa, Ayat ke 40 pada وَمَنْ عَلَيْهَا karena nun mati bertemu dengan huruf ع seharusnya melafalkan nun sukun dan tanwin yang bertemu huruf-huruf izhar dengan jelas, tanpa dengung pa, dan tadi ziva melafalkan nya berdengung dan masih ada beberapa lagi yang salah tajwidnya tadi " Ujar Ziva
Apa iya sayang maaf ya, papa terlalu menikmati Suara kamu " Ujar Ali
Dia bahkan bisa menelaah kesalahan nya sendiri " Batin mereka
Assalamualaikum " Ujar Zen melangkah kearah mereka
Syaci yang sudah tau kehadiran mereka hanya biasa saja sedangkan Ali terkejut
WaAlaikum salam sejak kapan kalian disini " Tanya Ali terkejut
Sejak Putri mu Membaca Surat Maryam Ayat ke 35 Kami sudah disini " Ujar Zen tersenyum
Suaramu indah Nan merdu nak " Ujarnya lagi menatap kearah Syaci namun Syaci hanya menunduk, tak menjawab pujian Dari Zen
Ntah kenapa dia tak terlalu suka jika ia terlalu dipuji karena baginya pujian itu bentuk pembelajaran untuk dirinya agar mempertahankan suaranya bukan mempertahankan apa yang ia bacakan atau di hafalkan
Nak, kok malah diem itu Om Zen lagi bicara dengan mu loh, " Tegur Ali
Terimakasih tuan atas pujiannya, Tapi maaf saya bukan nya tak sopan atau bagaimana bagi saya Memuji suara dan yang lain berarti Mempertahankan hal tersebut bukan mempertahankan apa yang saya lafalzkan atau hafalkan, Suara bisa kapan pun menjadi jelek dan Bahkan kita tak kan bisa suara lagi karena suara yang kita miliki adalah karunia dari sang pencipta, namun apa yang kita hafalkan dan bacakan bisa menjadi pengingat kita sampai akhir tua nanti " Ujar Syaci masih dengan menunduk
Kau benar Sayang, Jangan meninggi karena dipuji, tapi apa yang kau bacakan itu sungguh indah nak " Ujar Zelly mendekati Syaci
Terimakasih nyonya " Ujar Syaci mendongak menatap Kearah Zelly
Dia pun menyalami Tangan Zelly, berbalik menghadap ke Zen menangkup kedua tangannya dan berjalan kearah Sisi menyalami tangan sisi dan mencium pipi sisi
Ega yang ada disamping sisi pun langsung memeluk sang kakaknya itu
__ADS_1
Kakak, aku ingin diajarkan mengaji seperti kakak " Ujar Ega di dalam pelukan Syaci
Siap, "Ujar Syaci mencium pucuk kepala sang adik
Putri mu kembali kau tak mengabari ku eh,. " Ujar Zen
Hahaha, Maaf aku tak sempat , dan lagi mereka tak membiarkan ku bergerak sedikit pun Apalagi putri pertama ku itu " Ujar Ali terkekeh
ya Wajar lah tak boleh bergerak , papa itu abis operasi Bahkan ngeluarin darah banyak untung ada kakak, kalau tak ada siapa yang mau donorin darah, Ega kan takut sama jarum suntik dan sebagainya itu,. kalau Papa kenapa-kenapa terus berdarah lagi gimana coba " Omel Diega
100 Buat adikku ini " Ujar Syaci terkekeh
Mending kalau tak membuat mama khawatir atau nangis ya dek, " Ujar Diego menimpali ucapan adik adiknya
Nah iya bener itu bang,. " timpal Sisi
Ampek baju Abang basah ya bang, gara gara Air mata mama " Ujar Syaci
Coba kalau dikumpulin air mata mama bisa se ember pas itu " Ujar Diega lagi
lah kok jadi mama sih yang kena " Ujar sisi bingung
mereka berdua tertawa dan mencium pipi Sisi kanan kiri
Jangan menangis lagi mama " Ujar Mereka berdua kompak
Papa tidak dicium juga " Ujar Ali
No, Ziva Mau nyiapin makanan dulu buat makan malam " Ujar Syaci dan pergi dari sana
Ega juga mau bantuin Kakak Bye " Ujar Ega menyusul Syaci kearah dapur
mereka yang melihat itu tersenyum
Tak Gagal Nana mendidik Anak yang dulunya tak dianggap oleh papanya " Celetuk Zelly seolah menyindir Ali
Hon " Tegur Zen
Sangat Nana dan Ronald sama sekali tak gagal mendidik dia , Bahkan Ronald Menerima putri ku selayaknya Putri kandungnya sendiri " Ujar Ali tersenyum
Ekhem, sudah lah jangan membahas tentang hal itu, " Ujar Zen untuk menyudahi pembicaraan antara Zelly dan Ali
sedangkan di dapur
Dek kamu bawa hp tak " Tanya Syaci
bawa kak ini " Ujar Diega memperlihatkan Hpnya
Kakak minjam buat pesen makanan untuk tambahan sekalian makanan untuk para penjaga " Ujar Syaci
Bukankah ini sudah banyak ya kak " Tanya Ega melihat makanan yang sudah di sajikan di meja dapur
Takut nya kurang dek, Apalagi sahabat kakak, akan makan malam bareng kita juga " Ujar Syaci
Sahabat kakak, bukannya mereka udah berangkat ya " Tanya Diega bingung
Masih ada 2 lagi dek, kak Zoya dan kak Reva " Ujar Syaci sambil sibuk mengotak ngatik hp milik Diega
Diega mengangguk sebagai balasan
Sudah beres kita keluar buat nyiapin tempat duduk nya sekalian nunggu Mereka berdua dan pesanan datang " Ujar Syaci yang diangguki oleh Diega
Syaci dan Diega pun keluar membawa karpet
Bang bantuin Napa berat ini " Keluh Diega , Diego yang mendengar keluhan sang adik pun menghampiri keduanya disusul oleh Zaffran
Taruh dimana ini dek " Tanya Diego kepada ziva
Disini saja Bang, Ga kamu yang nyapuin nya ya Kakak mau Nyuapin papa makan dulu, sekalian nunggu 2 Orang lagi sama pesanan kita " Ujar Syaci diangguki Oleh Diega
__ADS_1
Syaci mengambil mangkuk berisi Bubur ayam ia buat untuk sang papa
Pah, makan dulu setengah jam baru minum obatnya " Ujar Syaci diangguki oleh Ali
Syaci dengan telaten menyuapi Sang papa
Buburnya enak, Ziva yang buat " Tanya Ali Dibalas dengan anggukan
Makan tak boleh Bicara Papa " Tegur Ziva lembut
Ali tersenyum mengangguk
mereka semua hanya melihat interaksi Ziva dengan Ali
Tak lama suara ketukan pintu terdengar Dan 2 orang Gadis Serta 4 orang Laki laki masuk keruangan itu
Dan Mangkuk yang berisi bubur ayam di tangan Syaci pun sudah habis
Om, tolong bawa Kresek itu kedapur ya , Diega, ayo bantu kakak " Ujar Reva menarik Tangan Diega, Diega yang tangannya ditarik pun hanya pasrah mengikuti nya
Om, Kita makan bersama ya " Ujar Syaci tersenyum menatap ketiga pria itu
Ya , Saat Pesanan itu datang kebetulan juga Zoya dan Reva sudah sampai dan mereka berdua menyuruh ke 4 Penjaga itu untuk masuk makan didalam karena Syaci tadi sudah memberi pesan lewat Hp Diega
Tidak usah Nona, Kami nanti pesan makanan saja " Ujar salah satu dari mereka
Om, Rezeki jangan ditolak Pamali " Timpal Diego
Benar itu Pak, Rezeki jangan ditolak pamali " Ujar Reva Yang keluar membawa nampan yang berisi makanan
Sini Mama Bantu nak " Ujar Sisi menghampiri Reva membantu nya
No, Mama sisi Ini tugas para gadis, Biar kami saja yang menyiapkan " Ujar Reva menolak
Mama Sisi bang Diego Tuan dan nyonya serta para om om sebaiknya duduk saja " Ujar Reva yang menyusun makanan Disusul oleh Ega yang membawa nampan berisi makanan
Syaci yang melihat itu tersenyum dan melangkah kedapur untuk membantu Zoya yang ia tau pasti sahabat ny itu sedang keribetan
Nah, pas banget kamu datang , ini di apain " Ujar Zoya bingung dengan Minuman yang ada di hadapannya
Iya tinggal dicampur aja Kak, " Ujar Syaci
Mencampur Biji selasih Dengan Sirup buah yang sudah ia racik tadi
Lah, iya ya " Ujar Zoya terkekeh dengan menggaruk tengkuknya yang tak gatal
Syaci hanya menggelengkan kepalanya saja Ia pun membuka makanan yang ia beli tadi dan menaruhnya di piring
Setelah selesai semua dan makanan sudah dihidangkan mereka pun makan dengan Hidmat
Alhamdulillah, Makanan nya enak sekali sampai Om Tak bisa bangun,. " Ujar Zen terkekeh
Iya, bener ini makanan ini enak, beli dimana " Tanya Zelly
Yang beli Hanya Ayam Goreng dan itu itu saja Tuan Sisahnya mah chef handal Yang masak " Ujar Reva terkekeh
Chef handal, siapa dia Tante ingin minta dimasakkan lagi, atau Tante akan merekrut dia sebagai chef di rumah Tante, Boleh kan mas " Ujar Zelly
Sangat boleh sayang " Ujar Zen
Oh Maaf Tante om, tidak bisa " Ujar Diego
kenapa Go " Ujar Zaffran
Karena chef yang dimaksud adik ku Ziva fran " Ujar Diego
Serius , ini kamu yang masak semua nak " Ujar Zelly tak percaya
Syaci hanya mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Zelly
__ADS_1
Nona hebat ya, udah Jago bela diri, jago ngehack, jago nembak dan mainkan semua senjata, , jago ngaji, jago juga masak lagi Pokoknya Nona Idaman deh" celetuk salah satu penjaga yang mendapat pelototan Dari 3 gadis itu
Jago Beladiri, jago ngehack, jago nembak dan main senjata " ulang Ali membuat Syaci mengigit bibir bawahnya takut sang papa marah apalagi mata tajam milik abangnya yang menatap kearahnya