
Vi, Cari tau tentang Pewaris Syarief Company,. " Ujar Syaci yang masih fokus Dengan menyetir mobilnya
Pewaris Papa Mu, Bukan kah Seharusnya Diego " Ujar Selvi
Hem, Bang Diego bukan lah pewaris Sah Papa, Wanita itu Tadi mengatakan nya, Jadi cari tau, Dan apa penyebabnya " Ujar Syaci
Baiklah " Jawab Selvi mengangguk , ia pun langsung Mengotak ngatik laptop yang ada dipangkuan nya
Pewaris Sah Syarief Company Adalah Putri dari Ali Syarief Dan Natasya Yang berarti dirimu Sya " Ujar Selvi membeberkan Informasi yang dia Dapatkan
Aku " Gumam Syaci
Ya, disini Juga tak ada Nama Nyonya Sisi Atau Anak Anaknya, Seakan mereka Tak dianggap Oleh keluarga Papa mu, Bahkan Disini Tak ada yang mengetahui Jika Papamu Menikah Dengan Nyonya Sisi, Sepertinya pernikahan mereka masih Dirahasiakan " Ujar Selvi, Syaci mendengar Perkataan Selvi Menggegam Erat Kemudi
Hubungi Opa Oma Syarief, Suruh mereka datang Aku ingin bertemu Dirumah Sakit, Dan tanyakan Kepada Thea, Apa papa sudah sadar, Aku akan sholat dulu" Ujar Syaci dingin,
Syaci Turun dari mobilnya dan Berjalan Kearah Masjid Untuk sholat Zuhur Karena dirinya belum BerIbadah
Selvi hanya diam tak mengerti namun ia pun tetap melakukan apa yang di perintahkan Oleh sahabat nya itu
Setelah mengirim kan pesan kepada Thea ia pun mencari Nomor telepon Orang yang di perintahkan oleh Syaci
Hallo assalamualaikum " Ujar Selvi ketika telpon sudah tersambung
WaAlaikum salam, " Ujar Suara Laki laki paruh baya yang berada di sebrang telpon sana
Apa benar Ini dengan Tuan Ari Syarief " Ujar Selvia
Iya saya Sendiri, ini siapa " Ujar Laki laki itu yang tak lain Adalah Ari Syarief Opa dari Syaci
Saya Agnesia Asisten dari Ziva Alsya Putri Nyonya Nana Tuan " ujar Selvi
Oh, ia Ada apa Ya, Apa Cucu saya sudah tiba Di Indonesia,. " Ujar Ari
Berarti dia sama sekali tak tau Bahwa Syaci sudah tiba Di Indonesia " Batin Selvi
Ia, dia sudah tiba Di Indonesia dan ia Ingin bertemu dengan Anda dan Istri anda Tuan, Dirumah sakit Ruangan Rawat Tuan Ali " Ujar Selvi
Sudah berapa lama Cucuku datang ke Indonesia " Ujar Ari Yang malah menanyakan Kedatangan Syaci bukan Bertanya tentang Ali dirawat
Sejak kejadian Papanya Diserang Dia sudah tiba " Ujar Selvi
Apa,. kenapa saya tak tau, Jika cucuku sudah beberapa hari Di Indonesia , " Ujar Ari
Jangan tanyakan kepada saya tuan, Seharusnya Tanyakan kepada diri anda,. Mustahil seorang Anak Tak Khawatir jika Papanya dalam bahaya,Nona Ziva Ingin bertemu anda Di RS Ruangan VVVip Tuan Ali,. " Ujar selvi
Bilang kepada Cucuku jangan Diruangan Ali tapi di Kafe XXX Saja, " Ujar Ari menolak permintaan Selvi
Maaf Tuan Ari Syarief Permintaan Nona Kami itu mutlak, Dan lagi pula Apa salah nya jika kalian Menjenguk Putra kalian Di rumah Sakit, Nona Tidak bisa Meninggalkan Papanya karena Ia sendiri yang menangani keadaan Tuan Ali " Ujar Selvi dingin
Saya tak bisa, saya tak ingin bertemu dengan Mereka " Ujar Ari masih kekeh
Oh baiklah tak masalah, Nona pun tak memaksa ingin bertemu dengan Anda Dia kesini hanya Khawatir Dengan Papanya bukan yang lain, Maaf tuan Assalamualaikum " Ujar Selvi dan mematikan telponnya
Bagaimana " Ujar Syaci
Opa mu enggan Menemui mu di RS ia ingin bertemu di Kafe XXX " Ujar Selvi
terus apa katamu " Ujar Syaci dengan menghidupkan Mobil nya itu kembali Dan pergi Meninggalkan Gedung itu
Sesuai permintaan mu, Eh ini beliau nelpon lagi " Ujar Selvi
Angkat dan LoSkpeker
Hallo " Ujar Ari ya Ari menelpon Selvi lagi
Ya ada apa tuan " Ujar Selvi
Baiklah Saya akan kesana Dengan Istri saya " Ujar Ari
Setelah itu telpon dimatikan
Sejujurnya aku masih tak mengerti Sya " Ujar Selvi Bingung
__ADS_1
Bahkan Papa mu Diserang dan masuk rumah sakit Beliau Sama sekali tak menghiraukan Keadaan Papamu Malah dia bertanya tentang mu " Ujar Selvi
Ya memang sejak Papanya diserang dan Di rawat Oma Opanya sama sekali tak menjenguk
Ternyata Serumit itu, Opa Dan Oma masih Enggan memaafkan papa dan menerima Tante Sisi Serta anak anaknya " Gumam Syaci yang didengar jelas oleh Selvi
Ting ( Bunyi pesan dari Thea)
💌
Beliau sudah sadar sejak kalian pergi dan aku sudah memberikan Suntikan Pemulihan kemungkinan Setengah jam lagi ia sadar
Papa mu sudah sadar saat kita pergi dan Thea sudah memberikan Suntikan pemulihan kemungkinan Setengah jam lagi ia sadar " Ujar Selvi Memberi tahu tentang Pesan dari Thea
Baiklah, Kita ke Markas saja dulu "Ujar Syaci
skip ..
Disebuah Gedung yang cukup Megah
Syaci dan Selvi turun dari mobilnya
disambut oleh Para Anggota disana
Jangan menunduk " Ujar Syaci dingin
Kita sama sama manusia Dan derajat kita sama Jadi jangan menundukkan tubuh kalian Seolah Diriku yang paling sempurna " Ujar Syaci menatap mereka semua
Syaci dan Selvi pun Berjalan masuk kedalam ruangan
Dimana Mereka " Tanya Selvi kepada salah satu anggota yang berada dibelakang nya
Ada di tahanan bawah tanah Ketua " Ujar Anggota itu
Syaci dan Selvi mengagguk dan berjalan Kearah tangga bawah menuju Ruang bawah tanah
Saat sampai di tempat tersebut Mereka berdua melihat Sudah Ada Sahabat serta Abang Abang Syaci yang menunggu
Assalamualaikum " Ujar Mereka berdua
Apa tujuan nya Dà gē " tanya Syaci kepada sang Abang
Dendam Masa lalu yang disebabkan Oleh papamu saat masih menjadi Anggota Agent si , Dia juga suruhan Opa mu Ari Syarief " Ujar Raffa Tersenyum lembut
Tuan Ari Terlibat " Ujar Selvi , Pasalnya yang ia dapatkan hanya Dendam masalalu Saat Ali Masih menjadi anggota Agentsi saja
Hemm, Dia dengan teganya ingin Membunuh Putranya Sendiri dan mencelakai cucu cucunya,. " Ujar Yora
Syaci hanya diam saja, dengan fikiran nya
Sebegitu Bencinya Opa sampai harus Mencelakai Papa serta saudara nya, Apa karena ia ingin memancing ku untuk kembali, Atau ada hal yang lain " batin Syaci
ia membalikkan badannya dan pergi tanpa Berkata apapun sama sekali
Raffi yang melihat adiknya pergi begitu saja langsung mengikuti nya
Fi, jangan ikut campur biarkan dia menyelesaikan urusan nya dengan keluarga nya cukup, jaga dia saja " Ujar Raffa mempringati sang adik
Baik Dà gē " Ujar Raffi ia mengikuti adiknya itu
Syaci keluar dari Gedung itu dan memasuki mobil nya Tujuan nya Adalah Rumah sakit
Opa, tega melakukan hal ini kepada papa dan mereka, Apa maksudnya, Tak mungkin hanya sekedar untukku kembali atau jangan-jangan " Gumamnya
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,
tak butuh waktu lama Ia sudah sampai di rumah Sakit Dan Saat itu juga Diego Baru saja tiba bersama Sahabatnya
Ziva " Gumamnya menatap Syaci yang keluar dari mobil nya dan berjalan kearah Rumah sakit itu dengab terburu-buru
Ziva siapa Go" Tanya sahabat Diego yang tak lain Zaffran
Adik tiriku " Ujar Diego
__ADS_1
Adik tiri Kau, Yang kau ceritakan Tadi " Ujar Zaffran
Diego hanya mengangguk dan berjalan masuk kedalam berpas Pasan dengan Raffi yang juga masuk kedalam Rumah sakit
Mereka bertiga beriringan berjalan menuju Lift
Diego Alves Syarief " panggil Raffi saat ia baru sadar jika orang yang beriringan dengan nya adalah Saudara Tiri Adiknya
Diego yang dipanggil menoleh ke arah Raffi
seakan di berfikir siapa orang ini, ia pernah bertemu orang Ini saat kemarin Diruang Operasi, dan orang ini juga yang berkata kasar dengan sang mama
Maaf, Atas ucapan saya kemarin, Saya Raffi Adik dari Raffa, Dan Abangnya Ziva " Ujar Raffi mengulurkan tangannya untuk bersalaman
Diego mengagguk dan menerima uluran tangan Raffi
Sedangkan Didalam Ruangan Rawat
Syaci yang baru saja ingin membuka pintu ruangan itu
ia Mendengar Suara cacian yang ditunjukkan kepada ibu tirinya
Dasar Wanita Sial, lihat lah Suamimu Seperti ini karena Ulah mu " Ujar Wanita paruh baya mencaci Sisi yang hanya menunduk
Ma, ini bukan salah Sisi Cukup ma, Menyalahkan dia selama ini dia sudah banyak bersabar dan mengalah ma, " Ujar Ali membela sang istri
Diam Kau Ali, jika bukan karena dirinya dan kebodohan mu Nana Dan Cucuku masih Disini " Teriak Ari
didalam ruangan itu Ada Thea Sisi Ega Ali Ari dan istri nya
Bukan kah sekarang Cucumu sudah disini tuan Ari, kenapa Anda Masih menyalahkan mereka, toh itu semua Sudah menjadi Masalalu " Ujar Thea Dingin
Thea tau Jika Syaci Ada dibalik Pintu
Ya benar, aku yang membuat nya agar dia kemari dan Mereka bertiga harus pergi disaat Cucuku Kembali " Ujar Ari tajam
Mereka hanyalah Parasit, untuk Ali, mereka tak pantas Untuk Keluarga Syarief " Ujar istri Ari
Apakah sudah cukup Menghina Mama dan Saudara saudari ku Opa Oma " Ujar Syaci yang sudah tak tahan mendengar Perkataan Opa dan Omanya itu
Mereka semua langsung diam dan menoleh ke arah Asal suara itu
Syaci Berjalan dengan santai namun aura yang ada disekitar menjadi mencekam
Ia berjalan Menyalami Opa Oma Dan berjalan kearah Sisi setelah itu baru ke papanya
Ziva datang Memenuhi janji Ayah pa, Untuk menemui papa " Ujar Lirih syaci menatap sang Papa
Cucuku , Oma merindukan mu " Ujar lirih Istri Ari
Syaci menatap Sang Oma dengan Pandangan kecewa
Apa benar kalian ini Opa Oma ku, Apa benar Oma merindukan ku " Ujar Syaci lirih
Ya sayang, Kami adalah Opa Oma mu " Ujar Ari Yang Maju ingin memeluk Syaci namun Syaci langsung mundur
Jika memang kalian benar opa Oma ku kalian tak kan Menghina dan mencaci Mamaku dan Saudara saudari ku " Ujar lirih Syaci
Nak mereka bukan Mama mu dan saudara saudari mu, " Ujar Ari dengan tegas membantah perkataan Syaci
Syaci meneteskan Air Matanya yang sudah tak kuat ia bendung
Kenapa Opa, kenapa sebegitu nya dengan mereka, Mereka tak bersalah opa, kenapa Opa lakukan itu " Ujar Syaci lirih dengan isakan yang ia tahan
Jika dia tak datang mungkin ibu mu tak kan pergi meninggalkan Papa mu dan membawamu nak " Ujar Oma menatap nyalang sisi
Dia tak bersalah Oma, Jika ingin disalahkan salahkan Saja takdir yang sudah ditentukan, dan salahkan Papa, Bukan dia Atau anak anak nya " Ujar Syaci Dingin
Cukup Ziva, Jangan membela Dia Dan Anak anaknya Mereka tak pantas untuk kau bela " Ujar Tegas Ari
Terus Aku hanya diam melihat Mamaku dan saudara saudari ku tak dianggap, dihina, dicaci bahkan Dicelakai oleh kalian " Ujar Syaci tajam
Kalian Sangat sangat kejam Opa Oma, Sangat kejam " Teriak Syaci yang sudah emosi
__ADS_1
Aziva Alisya Turunkan nadamu " Ujar Raffi yang sedari tadi sudah ada disana ia mendekati sang adik nya dan memeluk sang adik