
Setelah Obrolan dengan Ela Dan Elang Syaci pamit Pergi
Ya sudahlah sSyaci pergi dulu "Pamit Syaci Mencium Telapak tangan Ela dan mensedekapkan tangan Didada Saat berada di depan Elang
Ya sudah Hati hati Sya, Oh ya nanti malam Keluarga Dan para Sahabat mu akan datang kau menjemputnya Kan " Tanya Ela
Tak lah Syaci ada misi malam ini, Nanti aku Meminta Nayla saja untuk menjemputnya bareng dengan Anty Assalamualaikum" Ujar Syaci pamit begitu saja dari Hadapan mereka berdua,Ia kesal dengan sang Ayahnya Yang Mengizinkan Zahfri untuk mengawasi Dirinya
Anak itu " Ujar Ela menggelengkan kepalanya
Sudah lah Sayang, Dia sudah besar, Wajar jika dia Se Protes itu " Ujar Elang merangkul Istrinya
Sedangkan Syaci yang keluar dari rumah Ela dengan Perasaan kesal dengan Ayahnya,
Kenapa Ayah Izinin sih "Ujarnya kesal masuk kedalam Mobil
Astaghfirullah astaghfirullah Syaci tenang tak Boleh Marah marah apa lagi mengumpat, " gumamnya
Ia pun menjalankan mobilnya Pergi dari rumah Ela
Ditempat yang berbeda
Sakit sekali serangan nya " Lirih Zahfri mengelus Perutnya Yang di tinju secara tiba-tiba oleh Syaci
Sekuat Apapun kau menghindar jika Aku sudah Bertekad Untuk melindungimu akan ku lakukan " Gumamnya ia pun menjalankan mobilnya
...----------------...
15 Menit Syaci sudah sampai Apartemen nya, Ia Membuka pintu tak lupa mengucapkan salam
Assalamualaikum " Salam Syaci
WaAlaikum salam, Baru pulang Ziv " Tanya Nayla
Syaci mengagguk dan berjalan duduk disofa dekary Dengan Nayla
Malam ini Kau sibuk tak " Tanya Syaci m, Nayla Menggelengkan kepalanya
Kenapa Ziv " Tanya Nayla
Aku boleh minta tolong tak " Tanya Syaci
Mintak tolong Apa Sya, " jawab Nayla
Tolong jemput Para sahabat ku dibandara bisa tidak, Bersama Anty Ela " Ujar Syaci
Loh, mereka kesini " Tanya Nayla
Iya, ikut Keluarga ku tapi mereka ingin tinggal disini Sementara, Tak apakan " Tanya Syaci
Tak apalah Ziv, Aku ada teman nya kalau kau sibuk Diluar " ujar Nayla, Nayla Tak Tau apa yang dilakukan
__ADS_1
Syaci diluar, Karena saat itu Ia pernah Bertanya kepada Syaci namun syaci tak memberi tahu bahkan Melarang Nya mengetahui apa yang dia Lakukan di Luar
Kau tak perlu mengetahui Apa yang Aku lakukan Diluar Sana karena itu bukan Area mu, Dan berbahaya Untukmu Juga, Jadi jangan sekali kali kau mengikuti Atau mencari tau tentang Apa Yang aku lakukan Diluar " Ujar Syaci Tajam Dan dari saat itu Nayla tak Berani Bertanya Lagi kepadanya
Ya, Syukron kalau begitu, Gimana Mau tidak Menjemput mereka " Ujar Syaci
Mau lah, Jam berapa " Tanya Nayla
Jam 7 nanti, Ya sudah aku ingin istirahat dulu sebentar " Ujar Syaci beranjak dari tempat duduknya dan Melangkah pergi
Bertahun tahun, Aku dan kau bersama menjadi Sahabat Namun sampai saat ini Aku tak pernah Mengetahui Apapun Yang kamu lakukan diluar sana Ziv " Lirih Nayla
Syaci yang mendengar Lirihan Nayla Tersenyum
Aku takkan membiarkan mu Masuk kedalam Duniaku Yang diluar Nay , Cukup kau mengenal diriku seperti ini " Batin Syaci ia pun masuk dalam kamar nya dan Langsung Membanting tubuhnya dikasur untuk beristirahat
Malam pun tiba Syaci keluar dengan baju serba hitam
Kau sudah mau berangkat Nay, " Tanya Syaci ketika Melihat Nayla sudah siap
Iya Sya, Apa kau juga " Ujar Nayla
Aku masih menunggu seseorang, Pergi lah Hati hati dijalan Jika ada Apa apa tekan tombol hijau mu " Ujar Syaci
Iya siap kapten, Ya sudah Aku berangkat Assalamualaikum " Pamit Nayla
WaAlaikum salam " Ujar Syaci tersenyum dibalik niqab
\=> Kau Temanku dan kau sudah menjadi bagian dari Keluarga ku, Maka sebisa mungkin Aku akan Menjagamu selayaknya saudara kandung ku <\=
Menuju Mobilnya
Saat ia sudah masuk kedalam Mobil ada Pesan Email
💌 Reva
Gudang ****** jalan **** jumlah Anggota 25000 orang Ditempat kan di Bagian titik tertentu
Gambar Titik koordinat nya
💌
Oke
Balasnya
Ia pun Menjalankan mobilnya ke Arah tujuan dengan Kecepatan Sedang nya
Dibandara ****
Nayla baru saja sampai ia berpapasan dengan Ela
__ADS_1
Anty Ela " panggil nya
Nayla " Ujar Ela
Anty baru sampai, Mana Uncle Elang" Tanya Nayla Celingak celinguk mencari elang Namun tak Kelihatan
Iya Nay baru saja sampai, Uncle Elang pergi ada Urusan katanya " Ujar Ela
Oh, sama Ziva Ya Anty " Tanya Nayla
Dibalas dengan anggukan oleh Ela
Kenapa Mau " Tanya Ela ketika melihat Ekspresi wajah Nayla
Ah tidak apa apa Anty, Hanya saja Nayla Penasaran Urusan apa yang dilakukan oleh Syaci jika keluar Malam Malam begini bersama Uncle dan Kedua temannya yang Aku Sama sekali tak tau itu siapa " Ujar Nayla lirih
Ya Nayla, Tak mengenal Zoya maupun Reva, Yang Nayla Tau setiap Syaci ada urusan diluar Pasti mereka Berdua menjemput nya Atau mengantarkannya pulang
Ela hanya tersenyum dan mengelus kepala Sahabat Dari Ponokannya itu
Suatu saat nanti kamu akan tau Nay, " Ujar Ela
Sampai kapan Anty, Aku dan dia sudah bersahabat Sudah lama dari kita masih sama sama didalam Asrama tapi aku tak tau apa yang ia kerjakan Setiap Izin Keluar dengan Anty Atau Uncle Elang, Aku serasa Selama ini tak dianggap olehnya " Ujar Nayla lirih
Hussst jangan asal ngomong kalau Ziva denger Bisa Bisa Dia akan marah dengan mu Nay, " Ujar Ela
Tapi memang begitu kan Anty, Aku serasa tak Dianggap bahkan dia tak pernah cerita atau berkeluh Kesah denganku tidak seperti aku yang selalu Ceritakan Apapun itu dengan nya " Ujar Nayla lirih
Bukan dia tak bercerita tak berkeluh kesah, Ada Masanya tempat kita berkeluh kesah bukan sesama Manusia tapi langsung kepada sang pencipta Karena Solusi dari keluh kesah atau masalah kita itu Pasti Ada jalan dari Nya " Ujar Ela tersenyum
Syaci Hanya tak ingin kau tau apa yang dia lakukan Karena itu akan membahayakan dirimu, Menurut nya Kau adalah saudara kandungnya yang akan selalu ia Jaga, dunia Luar nya tak perlu kau ketahui, yang perlu Kau ingat hanya satu Dihidupnya Kau adalah Keluarga Nya kau adalah saudari nya sama seperti mereka Bertiga " Ujar Ela menatap kearah depan dimana Keluarga serta Para sahabatnya Syaci menghampiri Mereka
Haiii, Assalamualaikum " Salam Mereka Semua
WaAlaikum salam " Ujar Ela dan Nayla bersamaan
Nayla menyalami para orang tua dan mencium Pipi Ketiga Sahabatnya Syaci
Apa dia marah Ela " Tanya Sang Ayah
Hem, Bisa dibilang Tuan tadi dia mengomel ngomel Dirumah " balas Ela
Sudah ku duga, Putri ku tak akan setuju dengan hal itu " Ujar Nathan
Ya, Mau bagaimana lagi, ia nya yang memaksa bahkan Dia nekat bukan " Ujar Ronal
Sudah sudah ayo kita pulang nanti kita bicarakan Dirumah saja " Ujar Bunda menengahi pembicaraan mereka
Bun Mom, Kami langsung ke apartemen aja ya " Ujar Yora
Ya sudah, Hati hati, Nay hati hati ya " Ujar Bunda tersenyum
__ADS_1
Diacungi jempol oleh Nayla
Mereka berempat pun pamit dan pergi dari sana