Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 100 #Akhir Cerita Indah


__ADS_3

Akhirnya hari itu pun tiba, hari dimana Evan dan Elena akan di persatukan dalam satu ikatan yang suci. Evan dan Elena akan mulai perjalanan biduk cinta yang sebenarnya dalam sebuah ikatan pernikahan.


Di sebuah gedung yang sangat mewah, nampak sebuah pelaminan terpajang megah di tengah-tengah gedung yang dihiasi penuh dengan bunga-bunga.


Nampak para tamu undangan dari golongan pembisnis hingga kalangan menengah kebawah berkumpul disana, merekalah yang akan jadi saksi perjalanan cinta Evan dan Elena.


Disana nampak terhidang berbagai makanan yang telah tersaji, semua makanan sungguh sangat mewah kedua keluarga memberikan hidangan yang akan membuat semua orang tentunya tidak akan kelaparan, semua koki terkenal di tunjuk dalam menghidangkan menu-menu yang istimewa.


Disana juga banyak reporter yang ingin mengabadikan sejarah perjalanan cinta sang CEO Evan Mahendra bersanding dengan Elena Rosalina putri dari pengusaha kaya raya di kota ini.


Disana nampak keluarga besar Evan dan Elena, mereka semua nampak sangat bahagia. Pakaian yang mereka kenakan juga semua dari designer-deigner terkenal, disana nampak Pak Renaldy, Bu Rita, serta Bu Sindy yang nampak sangat paling bahagia diantara mereka.


"Ren akhirnya kita jadi besan ya, nantinya kita juga akan punya cucu yang sama. Sungguh ini seperti mimpi!" ucap Bu Sindy yang tak bisa membendung kebahagiaannya.


"Benar Sin, aku juga hampir tidak percaya ternyata dunia ini sempit ya?" Mereka pun tertawa bersama.


"Oya Ren, kapan kamu akan menyusul jadi keluarga utuh dengan Rita?" Disana Pak Renaldy langsung menatap ke arah Rita disebelahnya, Rita hanya mampu menganggukan kepalanya tanda bahwa dia sudah siap sepertinya andai Renaldy menikahinya.


"Kalau aku tergantung Rita Sin, mau ga dia menikah denganku?" Tawa renyah mereka bertiga sungguh sangat lepas, desiran cinta diantara Pak Renaldy dan Bu Rita nampak disana.


Acara pun segera di mulai, setelah mereka sudah melakukan proses janji setia, kini kedua pengantin yang sudah sah menjadi suami istri itu segera di bawa menuju ke atas pelaminan.


Disana nampak Elena yang terlihat bak bidadari turun dari kayangan, dia memakai pakaian dari designer terkenal Gaun itu terbuat dari satin yang sangat bagus, disana juga ada  sekitar 200 kepingan berlian dan 100 batu rubi menghiasi gaun yang di kenakan Elena harganya sungguh sangat fantastis. Dipadukan dengan pakaian yang Evan kenakan juga tidak jauh berbeda.


Disana Elena dengan mesra menggandeng lengan tangan Evan, kemesraan mereka membuat iri mata yang memandang, kedua pengantin itu segera berjalan dan naik ke pelaminan. Mereka saling mengabadikan momen indah itu dengan berfoto bersama.


Kini tiba giliran acara Evan dan Elena melempar bunga, semua orang sudah siap ingin berebut mendapatkannya. Satu...dua ...tiga dan plug...bunga itu terlempar dan tanpa sengaja jatuh di tangan Anton yang sebenarnya dia tidak mengharap bunga itu. Sorak Sorai serta tawa dari mereka menggema disana.


Dokter Anton teman dari Evan hanya mampu memegang bunga yang ia dapat, seandainya ada Tania disana mungkin dia akan memberikannya, tapi sepertinya dia harus segera melepaskan ingatannya terhadap Tania. Karena dia merasa Tania tidak menerimanya cintanya.


Acara demi acara sudah berlangsung disana Evan dan Elana saling bersendau gurau di atas pelaminan.


"Sayang apa kamu bahagia?"


"Tentu saja saya bahagia sayang?"


"Kenapa kamu sangat menggemaskan sayang? kamu sudah berani manggil aku sayang." Dengan tatapannya yang tajam Evan memandang kearah wajah Elena. Sedang Elena yang ditatap mulai salah tingkah. Evan masih saja mengeluarkan jurus rayuannya.

__ADS_1


"Sayang kamu cantik sekali, saya sudah tidak sabar menunggu malam pertama kita!" Mendengar ucapan suaminya wajah Elena berubah jadi merah dia sungguh malu.


"Apaan si mas, kita masih di pelaminan jangan ngomongin malam pertama!" bisik Elena.


"Apa kamu malu? bagaimana kalau saya nanti melihat semua yang ada di seluruh tubuhmu apa kamu juga akan malu-malu juga!"


"Apaan si mas, malu ah!!" Disana Evan nampak tertawa puas melihat Elena yang salah tingkah dengan ucapannya, dia senang sekali menggoda Elena


Acara pernikahan Evan dan Elena sungguh sangat meriah, semua tamu undangan saling mengucapkan selamat pada pasangan pengantin yang sedang berbahagia.


Tidak terkecuali kini giliran Anton sudah ada di depan Evan dan juga Elena.


"Van selamat ya, semoga kalian bahagia dan segera mendapat keturunan." ucap Anton disana.


"Terimakasih banyak Ton, kamu juga nyusul ya!" Ucap Evan yang tersenyum ramah dia merasa kehilangan satu sahabat mereka, walau pun dia membenci Tania tapi mereka bertiga adalah sahabat dari dulu.


Kini acara resepsi pun sudah selesai, tapi masih banyak teman-teman bisnis dari Pak Renaldy dan juga Evan yang masih berdatangan. Tapi disana kedua pengantin sudah tidak terlihat dipelaminan, Evan dengan sengaja membawa Elena masuk kedalam kamar pengantin, Evan sudah tidak sabar ingin menuntaskan hasratnya pada istrinya.


Baru saja mereka masuk kedalam kamar hotel, Evan sudah langsung membopong tubuh Elena untuk segera ia bawa ke tempat tidur yang sudah dihiasi dengan taburan bunga mawar merah diatasnya.


"Biarkan saja, saya sudah menantimu sekian lama saya sudah tidak sabar ingin memilikimu seutuhnya, apakah boleh aku melakukannya??" Pertanyaan suaminya benar-benar sudah membuat Elena mati kutu. Hanya dengan satu anggukan Evan sudah tahu kalau istrinya sudah mengijinkannya.


Disana Evan dengan cepat, melepaskan semua aksesoris yang di pakai oleh Elena, tapi dia sungguh sangat kesusahan karena banyak sekali hiasan yang Elena pakai.


"Mas, udah makanya kita panggil periasnya saja buat ngelepasinnya, kita tunda saja ya? Kalau kita melepasnya sendiri kita pasti ga bisa!"


Dengan bibir yang cemberut dan kecewa akhirnya Evan membiarkan orang perias yang melepaskan semua aksesoris yang Elena pakai.


"Sayang kalau begitu saya keluar dulu ya, ada tamu penting yang harus saya temui. Nanti saya akan kembali, tunggu saya ya!!" Sambil berbisik ke telinga Elena Evan berucap. Disana Elena nampak tertawa dan juga tidak bisa berbohong kalau jantungnya saat ini sungguh berdebar-debar.


**


Sementara itu di sebuah sel nampak orang-orang sedang berkerumun melihat sebuah kejadian yang baru saja terjadi, seorang laki-laki tergeletak di tengan-tengah kerumunan orang disana. Beberapa petugas yang menjaga sel langsung mendatangi kerumunan disana.


"Ada apa ini?"


"Lihat Pak ada yang mencoba bunuh diri!" Ucap salah satu tahanan disana, petugas itu pun segera memeriksanya, dan benar saja disana Damian sudah tak sadarkan diri dengan mulutnya yang berbusa.

__ADS_1


Akhirnya Damian segera di larikan ke Rumah Sakit, tapi sayang belum sampai disana Damian sudah sangat lemah, detak jantungnya sudah semakin mulai menghilang. Petugas disana juga mulai khawatir dengan keadaan Damian.


**


Sedang Tania memutuskan untuk mencari Ibu kandungnya dengan bekal alamat yang dia bawa, dia ingin menjadi Tania yang baik, dia ingin melupakan semua dendam dan emosi yang selama ini ada dihatinya, dia ingin berusaha menjadi wanita tangguh dan merubah dirinya agar menjadi lebih baik lagi.


**


Sementara itu Evan yang baru saja kembali menemui para tamu, harus menelan kekecewaan ia disuguhi pemandangan istrinya Elena yang sudah tertidur pulas di atas kasur yang seharunya malam ini mereka saling bertukar peluh keringat.


"Sayang, kenapa kamu malah tertidur harusnya malam ini malam pertama kita!" Dengan kesal akhirnya Evan ikut tidur disamping Elena.


Sedang di tempat lain Pak Renaldy dan juga Bu Rita sedang duduk bersama, disana Pak Renaldy ingin mengutarakan niatnya untuk bisa membawa Rita kembali lagi di pelukannya.


"Rita bolehkah saya menanyakan sesuatu?"


"Silahkan mas, apa yang mau kamu tanyakan?" Dengan susah payah Pak Renaldy mengatur nafasnya untuk bisa berucap.


"Rita maukah kamu menikah denganku?" Disana Rita nampak kaget dengan pertanyaan Renaldy, walaupun tidak bisa di bohongi hatinya masih ada cinta untuk mantan kekasihnya.


"Aku mau mas, tapi apakah kamu mau menunggu perceraianku selesai?"


"Tentu saja, saya akan menunggumu sampai kamu benar-benar siap!"


Semua orang sedang merayakan kebahagiaannya, tapi berbeda dengan Damian yang harus menanggung semua apa yang telah dia perbuat ditambah dia kini sedang merasakan kesakitan atas percobaan bunuh dirinya yang gagal....??


TAMAT


TERIMAKASIH BANYAK READERS SEMOGA KALIAN SUKA DENGAN CERITA AUTHOR YA...CERITA INI SUDAH SELESAI SAMPAI DISINI....TUNGGU KELANJUTAN CERITA KEDUA AUTHOR LAGI YA.. YANG JUDULNYA


#MENGEJAR CINTA DOKTER ANTON# 


Kisahnya masih berkaitan dengan Dokter Anton yang belum bisa menemukan cinta sejatinya....Siapakah nanti yang mengejar cinta Anton???? Semoga nanti kalian suka dengan ceritanya ya.....


Terimakasih banyak Readers atas dukungan kalian semua.....tanpa kalian siapalah saya🙏


love you sekeboooooon ♥️♥️♥️♥️ buat kalian semua!!!!😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2