Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 97 #Pertemuan


__ADS_3

"Mas, maafkan aku!!


"Untuk apa Rita?"


"Maafkan aku karena sudah menyia-nyiakan cinta tulusmu."


"Kamu tidak pernah bersalah, aku yang salah, aku yang telah meninggalkan kamu dan putri kita tanpa berpamitan. Aku tidak pernah menyalahkanmu."


Disana Rita Semakin terisak di pelukan Pak Renaldy, Rita begitu nyaman berada di sandaran orang yang selalu mencintainya sampai detik ini. Disana nampak keharuan yang sudah lama mereka rindukan kebersamaan serta harapan besar, walau nampak sakit tapi itulah kenyataan yang harus mereka hadapi.


Sementara itu Tania pergi tanpa arah, sebenarnya dia ingin kembali ke apartemen Anton, tapi dia sangat malu karena sudah mengecewakan orang yang menyayanginya dengan begitu tulus. Mungkin inilah karma untuknya yang telah menyia-nyiakan kesempatan cinta Anton, dan akhirnya dia sangat menyesal.


Di kantor polisi Damian masih percaya diri kalau dia akan terlepas dari semua tuduhan, dia tidak mau di perlakukan seperti ini oleh Evan ponakan yang sebenarnya dalam hatinya masih banyak penyimpan kasih sayang dengan anak kecil yang dulu ia sayangi namun rasa benci Tetang masalah harta membuatnya lupa akan segalanya.


Sementara Evan yang sedang menerima panggilan dari Elena mulai sedikit menyampingkan masalah yang sedang dia hadapi.


"Halo Mas, kamu baik-baik saja!"


"Tentu sayang saya baik-baik saja."


"Bagaimana apa pelakunya sudah tertangkap?"


"Sudah, dan sekarang sudah ditangani oleh pihak kepolisian.


***


Sedang Bu Sindy yang baru saja menerima kabar dari Evan bahwa sang Paman Damian sudah tertangkap, disana Bu Sindy sungguh sangat ketakutan, dia takut terjadi apa-apa pada Evan karena sudah berurusan dengan Damian yang sudah menghilangkan nyawa suaminya.


Kini perusahaan Pak Renaldy mulai menutup segala akses pada perusahaan milik Damian, dia ingin menunjukan pada Damian bahwa perusahaannya lebih tangguh, dengan adanya kebakaran yang di ciptakan oleh Damian. Pak Renaldy akan menggulung tikar perusahaan milik Damian, dia ingin memberi pelajaran untuk orang-orang yang sudah mengusiknya.


Kini sang asisten Damian sudah di hubungi oleh pihak kepolisian oleh permintaan Damian, Boby segera bergegas mendatangi kantor polisi tempat bosnya di tahan.


"Pak bagaimana ini bisa terjadi?"


"Kejadiannya memang terlalu cepat, saya sedang mendapatkan kesialan mereka benar-benar telah menjebak saya, Bob tolong bebaskan saya dari semua tuduhan ini, kalau perlu bayar mahal semua pengacara handal. Saya akan membalas semua yang telah dilakukan Evan dan juga Renaldy itu!"


"Siap Pak, maaf sebentar Pak perusahaan menghubungi saya!" Boby yang tiba-tiba mendapat panggilan penting dari perusahaannya segera meminta ijin bosnya untuk segera berbicara.

__ADS_1


"Ya halo!"


"Halo Pak! di perusahaan sedang kacau!"


"Katakan yang jelas, apa yang sebenarnya terjadi!"


"Semua klien satu demi satu membatalkan hubungan kerja sama kita Pak!"


"Apa!!!" Damian yang melihat Boby panik juga ikut penasaran ada apa sebenarnya yang terjadi.


"Ada apa Bob?" Dengan wajah yang serius Damian meminta penjelasan.


"Pak, semua klien yang bekerja sama dengan perusahaan anda satu demi satu mulai memutuskan kerja sama mereka Pak!"


"Apa!!! Apa ini ada hubungannya dengan Renaldy!! dia benar-benar ingin membuat perusahaan saya hancur!!! Sial!! tak akan saya biarkan semua itu terjadi!! Bob tahan semua klien agar tidak memutus kerja sama ini, tolong saya menaruh besar harapan padamu!"


Boby tidak mampu berkata apa-apa lagi, ditambah akhir-akhir ini memang Bosnya sedikit tidak memperhatikan perusahaan dia hanya bersenang-senang dengan Bela, orang yang katanya ingin di nikahi setelah bercerai dengan Bu Rita.


"Baiklah kalau begitu, saya akan menyiapkan pengacara handal untuk anda Pak! Dan saya akan mencoba mempertahankan perusahaan anda!" Ucap Boby yang segera meninggalkan bosnya untuk segera melakukan tugasnya.


Sementara itu Roy sang asisten Pak Renaldy sedang disibukan dengan urusan  pelaporan serta penyelidikan atas kasus kecurangan yang dilakukan oleh perusahaan Damian, dia menemukan banyak sekali kecurangan disana. Ternyata di dalam perusahaan Damian benar-benar sangat tidak sehat.


"Ada apa dengan perusahaan selama saya tidak ada!"


"Sangat kacau Bu, sekarang Pak Renaldy yang sudah mengambil alih perusahaan Ibu dia menarik semua akses Ibu dalam menjalankan perusahaan Bu!"


"Apa!! kenapa kamu tidak memberi tahukan   pada saya!"


"Karena saya dilarang oleh Pak Renaldy Bu!"


Memang perusahaan Tania itu belum sepenuhnya atas nama Tania, Pak Renaldy memberikan semuanya dalam sebuah perjanjian seandainya Tania mampu mengembangkan perusahaannya Pak Renaldy akan memberikan hak sepenuhnya dan menyerahkan perusahaan atas nama Tania.


"Sial!! Kenapa Papa mengambil semua hak yang aku punya! Umpat Tania disana. Sekarang dia bingung dengan kehidupannya tanpa perusahaan itu!"


Tania tidak pernah berterimakasih atas apa yang sudah Pak Renaldy berikan, ditambah dia sudah di adopsi oleh Pak Renaldy tapi nyatanya dia sudah tidak bisa menghargai apa yang Pak Renaldy berikan, perusahaan, Rumah dan akses lainnya telah di berikan tapi nyatanya dia selalu membuat kecewa Pak Renaldy.


***

__ADS_1


Sebulan telah berlalu kini Evan dan Elena sedang di sibukan dengan acara pernikahannya yang akan diadakan seminggu lagi, Bu Sindy sudah menyiapkan semua jauh-jauh hari. Evan sudah tidak sabar menanti hari itu tiba dia ingin sekali hidup bersama dengan kekasih punjaannya.


Sementara itu Pak Renaldy yang berniat ingin mempertemukan Elena dengan Ibunya malam ini sedang bersiap-siap. Kini Rita sudah berpisah dengan Damian, walaupun sebenarnya Damian tidak menyetujuinya, Perusahaannya sebulan ini benar-benar anjlog. Ditambah hutang perusahaannya semakin tinggi. Hidupnya sekarang benar-benar kacau. Ditambah dia memikirkan rumah tangganya yang sudah hancur.


Pak Renaldy sedang berada di perjalanan menuju tempat tinggal Rita, hatinya benar-benar sungguh bahagia. Dia akan bertemu dengan kedua orang yang selama ini dia sayangi, dia akan menembus semuanya dengan membahagiakan orang-orang yang sangat berarti di kehidupannya.


Sesampainya di rumah Rita, disana Pak Renaldy sudah melihat Rita yang nampak sudah menunggunya di teras rumahnya. Dengan senyum yang mengembang Rita menyambut kedatangan Renaldy.


Disana Pak Renaldy di buat takjub dengan penampilan Rita yang sungguh cantik wajahnya benar-benar cantik dan terawat. Melihat kedatangan Renaldy, Rita segera bangun dari tempat duduknya dan segera menyambut Renaldy disana.


"Mas kamu sudah datang! Apa kita akan berangkat sekarang?"


"Kamu sudah siap, kalau begitu kita akan berangkat sekarang."


Akhirnya Pak Renaldy dan juga Rita segera masuk kedalam mobil, disepanjang perjalanan Rita nampak gugup. Dia takut seandainya Elena tidak akan menerima keberadaannya.


"Kamu kenapa? apa kamu cemas?" Tanya Pak Renaldy disana.


"Ya mas, aku takut putri kita akan membenciku atas apa yang telah kulakukan dulu padanya."


"Sudahlah, putri kita sangat baik dia terdidik menjadi anak yang tangguh, baik dan pemaaf. Kamu tenang saja ya."


Tidak berapa lama akhirnya mobil mereka sampai di sebuah restoran, disana Pak Renaldy dan juga Rita segera turun dari mobil. Dari kejauhan Rita sudah melihat Elena dari balik kaca yang ada di restoran itu, dia melihat Elena yang sedang duduk di sebuah meja.


Dengan langkah yang sedikit gemetar Rita akhirnya sedikit memberanikan diri untuk segera bertemu dengan putrinya, dia sudah siap dengan apa yang akan terjadi nanti.


Sesampainya disana nampak Elena yang sangat kaget melihat kedatangan Papanya dan wanita di sampingnya "Dia kan?? Elena mengingat waktu itu. "Apa dia Mama Rita" ucapnya dalam hati.


"Nak, apa kamu sudah dari tadi?" Tanya Pak Renaldy yang segera mencium kening putrinya.


"Baru saja Pa, Papa datang denga siapa?" Tanya Elena yang sebenarnya sudah bisa menebak siapa wanita itu.


"Nak ini adalah Mama Rita sayang, Mama kamu, Rita ini putri kita!" Dengan detak jantung yang tak beraturan Bu Rita disana tidak bisa berkata apa-apa. Sedang Elena masih terdiam disana, mengapa wanita ini tega menitipkan dia di panti asuhan?" gumamnya dalam hati


Tanpa pikir panjang Rita segera memeluk Elena disana, Elena masih belum bergeming dari tempat dia berdiri, tapi dia tidak menolak pelukan itu.


"Nak, maafkan Mama Nak, maafkan Mama!" Dengan terisak serta jerit tangis yang tak tertahan Bu Rita sangat erat memeluk putri yang sudah ia tinggalkan di panti asuhan.

__ADS_1


Disana Elena belum bisa berucap satu kata pun dia tidak bisa menangis disana, hatinya benar-benar masih melawan benci dan Rindu atas apa yang dia alami, sejak dulu dia menginginkan semua ini, bertemu dengan kedu orang tuanya tapi setelah semua ini terjadi nyatanya dia belum siap menerimanya.


Bersambung.....


__ADS_2