
Sementara itu Bu Sindy sejak tadi sedang sibuk dengan ponselnya dia berusaha mencari tau keberadaan Damian, dia ingin menanyakan perihal kemunculannya serta mengapa berani mengikuti mobil Evan waktu itu.
Tapi sejak tadi, Bu Sindy belum sedikit pun mendapat titik terang, "Dimana kamu Damian kenapa kamu datang dan menghilang begitu saja" gumam Bu Sindy.
Sementara itu Damian masih dalam perjalanan, dia tidak tau arah dan tujuannya meninggalkan vila, disana hatinya masih berperang melawan semua kebencian. Ponsel milik Damian pun sedari tadi berdering tapi dia enggan menjawabnya.
Bu Rita pun masih sibuk menghubungi suaminya tapi tak kunjung ada jawaban, dia sangat khawatir dengan suaminya, tapi tiba-tiba panggilannya pun tersambung dengan suaminya.
"Halo." Bu Rita mendengar suara suaminya disana.
"Halo Mas kamu dimana, kenapa kamu meninggalkan saya di vila, katakan pada saya apa salah saya?" Cerca Bu Rita pada suaminya.
"Kamu tidak salah, saya hanya pergi sebentar!" Ucap damian yang baru menyadari dia berucap sebegitu lembut.
"Sudah!, jangan tanyakan saya dimana, nanti juga saya pulang!' Bu Rita pun kaget baru saja suaminya berkata lembut sekarang berubah lagi dengan nada kerasnya.
Tut...tut...tut....
Damian pun mematikan ponselnya begitu saja "Apa yang aku katakan" Sial!! mau sampai kapan aku seperti ini!" Damian benar-benar pusing dengan pertanyaan di kepalanya. Akhirnya mobilnya pun memilih untuk kembali ke Vila itu.
**
Sementara itu Elena yang sudah menunggu Evan sedari tadi mulai bosan. "Kenapa Pak Evan lama sekali" gumamnya, tapi tiba-tiba Evan pun sudah ada di sampingnya, Elena pun sangat kaget dengan kedatangan Evan yang tiba-tiba.
"Kenapa Bapak tidak bilang kalau sudah datang!" Ucap Elena sambil menundukan wajahnya.
"Kenapa sekarang kamu malu-malu lagi, bukannya tadi kamu sudah berani menggodaku?" Ucap Evan sambil mencubit lembut pipi Elena.
"Pak kenapa mencubit saya, apa Bapak tidak lihat ini masih di parkiran nanti kalau ada karyawan yang melihat bagaimana?" Ucap Elena yang sibuk melihat ke kanan dan kirinya disana.
"Kenapa, bukankah kita memang sepasang kekasih?" Evan pun senang sekali menggoda Elena.
__ADS_1
Evan pun akhirnya membukakan pintu mobil untuk Elena, dengan cepat Elena pun masuk, dia pun sangat tergesa-gesa. Elena takut ada orang yang melihat mereka nanti, Evan pun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Elena.
Evan pun akhirnya masuk kedalam mobilnya, tanpa mereka ketahui sejak tadi ada dua orang yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
"Wah ternyata benar gosip itu, Elena benar-benar sudah jadi simpanan Pak Evan." Ucap seseorang disana.
"Benar, jadi gosip itu bukan rekayasa tapi memang benar adanya." Ucap orang yang satunya, akhirnya orang itu pun pergi meninggalkan parkiran. Sementara itu Elena, masih terdiam di dalam mobil, Evan pun sedari tadi memperhatikannya.
"Kenapa, apa ada yang salah?" Tanya Evan pada Elena.
"Tidak Pak, saya hanya heran kenapa sekarang Bapak jarang pakai sopir." Evan pun tertawa disana.
"Apa pertanyaan saya lucu!" Tanya Elena pada Evan.
"Kamu tau, kalau saya dengan sopir mana mungkin saya bisa leluasa berduaan sama kamu." Ucap Evan yang masih fokus melihat jalan.
Elena pun hanya bisa tersipu malu mendengarnya, setelah setengah jam mereka akhirnya sampai di apartemen, Elena pun segera turun.
"Baik Pak, kalau begitu Bapak segeralah pulang!"
"Apa kamu mengusirku?" Goda Evan pada Elena.
"Bukan seperti itu Pak, ini sudah sore nanti Bapak telat jemput saya." Ucap Elena yang takut kalau Evan tersinggung.
"Baiklah jangan lupa malam ini kamu dandan yang cantik untuk saya." Ucap Evan yang segera melajukan mobilnya meninggalkan Elena.
Disana Elena masih terpaku dengan wajahnya yang memerah, dia masih memperhatikan kepergian Evan, bisa-bisanya Pak Evan meninggalkannya dengan perkataannya yang membuat hati Elena berdesir.
Jam setengah tujuh malam Damian sudah sampai di vilanya, dia segera masuk kedalam kamarnya, dia mencari istrinya yang tidak ada di bawah sejak tadi.
Setelah masuk kedalam kamarnya ternyata dia mendengar suara gemercik air terdengar di kamar mandi miliknya, "mungkin Rita sedang mandi" pikirnya.
__ADS_1
Rita memang sejak tadi menunggu suaminya datang, tapi suaminya tak kunjung pulang akhirnya dia memutuskan untuk mandi dan membersihkan diri.
Pintu kamar mandi pun terbuka disana Rita keluar hanya menggunakan handuk yang ia lilitkan di badanya, Dia sangat kaget ternyata di dalam kamar sudah ada suaminya yang duduk dan memperhatikannya.
Damian pun sebenarnya hatinya berdesir, melihat kemolekan tubuh Rita yang terlilit handuk itu, tapi dia susah sekali melawan egonya, Rita masih tetap cantik di matanya, bahkan Rita memang sangat menjaga penampilannya sehingga wajah serta tubuhnya masih terlihat awet muda.
"Kamu sudah kembali Mas." Tanya Rita yang berjalan menuju ke lemari untuk mengambil pakaiannya disana.
Damian pun hanya terdiam, dia masih memandangi tubuh Rita yang membuat darahnya berdesir dan mulai memanas.
Tanpa Rita sadari Damian tiba-tiba sudah ada di belakangnya, disana Rita pun sedikit canggung tidak biasanya suaminya melakukan hal itu, biasanya dia selalu menghindar bila melihat Rita sendang mandi.
Entah dorongan yang apa yang membuat Damian luluh lantah disana, mungkin dia sudah memenangkan peperangannya dengan kebencian yang kalah dengan rasa cintanya, Damian pun segera memeluk tubuh Rita disana.
Rita yang baru pertama kali merasakan pelukan dari suaminya hatinya mulai berdesir, setelah sekian lama suaminya tak menyentuhnya. sekarang berani melakukannya membuat tubuh Rita merinding dengan sendirinya, dia tak menyangka Damian mau memeluknya setelah sekian lama dia sangat membenci Rita.
Tanpa basa-basi Damian pun segera menggendong tubuh Rita, dan meletakannya di atas tempat tidurnya, dia pun segera membuka pakaiannya dan entah kenapa rasa bencinya itu benar-benar hilang.
Disana Damian pun segera melakukan layaknya suami istri, dia sangat merasakan kebahagiaan yang selama ini ia tutupi. Disana Rita pun tidak bisa berkutik, dia hanya bisa bersyukur suaminya sudah mulai berubah.
Setelah lima belas menit mereka melakukan hubungan suami istri, Damian pun merasakan dunianya seperti gelap lagi, padahal baru saja dia bisa menikmati keindahan.
Dia pun segera bangkit dari tempat tindurnya dan memakai pakaiannya kembali, setelah itu dia pergi begitu saja keluar dari kamar itu.
Rita pun hanya mampu melihat kepergian suaminya dengan senyum yang mengembang, "Terimakasih Mas, kamu sudah mau menerima keberadaanku" Ucap Rita dalam hati.
Sementara itu Evan sudah menunggu Elena di apartemennya, dia ingin mengajak makan malam berdua, disana Elena masih merias wajahnya dia ingin memberikan tampilan yang terbaik untuk Evan.
BERSAMBUNG........
Yuk Tinggalkan jejak kalian dengan like,komen,serta votnya terimakasih....
__ADS_1