Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 59 #Bantuan dari Pak Renaldy


__ADS_3

Disana Pak Renaldy mendengarkan dengan seksama perkataan demi perkataan dari Ibu panti, dia mulai mendapatkan titik terang siapa sebenarnya putri kandungnya.


"Benar adanya Ibu Rita memberi nama putrinya Elena Rosalina, Bapak tau Elena tumbuh dengan sangat baik, di sekolah dia selalu mendapatkan prestasi, sampai kuliah saja dia mendapatkan beasiswa. Anak itu sungguh membanggakan".


Pak Renaldy yang mendengarnya sungguh terharu dan juga sedih, seharusnya putrinya sekarang hidup bahagia dengan keluarga yang utuh, serta mendapat kasih sayang dari kedua orang tuanya. " Malang benar nasibmu Nak, maafkan Ayah" gumam Pak Renaldy.


"Tapi ada yang membuat saya sedih dan miris Pak, setiap malam anak itu selalu menangis. Dia berharap orang tuanya ada yang menjenguknya di panti ini. Tapi semua itu tidak pernah ia dapatkan."


Disana Pak Renaldy sudah tidak bisa membendung air matanya lagi, seribu penyesalan sudah menumpuk dalam batinnya, bagaimana seorang anak kecil yang sangat merindukan kedatangan orang tuanya tapi harapannya tidak pernah terwujud. Tak pernah terfikir olehnya, putrinya mengalami semua penderitaan itu.


"Lantas di mana sekarang putri saya Bu!" Dengan berlinangan air mata Pak Renaldy menanyakannya.


"Sekarang Elena sudah bekerja di sebuah perusahaan besar, bahkan dia dan bosnya juga sering mendatangi kami disini!"


Roy langsung tercengang, disana dia sudah langsung bisa menebak kalau Elena yang Ibu panti maksud adalah Elena sekretaris Pak Evan.


"Pak sepertinya benar yang Bapak duga Elena sekretaris Pak Evanlah putri Bapak!" Bu panti pun sedikit kaget, ternyata orang-orang di hadapannya sudah saling mengenal Elena.


"Kamu benar Roy, Elena Rosalina sekretaris Evan adalah putriku!" Dengan senyum yang penuh dengan kebahagiaan Pak Renaldy tak henti-hentinya mengucapkan Syukur.


"Maaf apa Bapak-bapak ini sudah kenal dengan Elena?"


"Benar Bu saya saya sudah mengenalnya dari Pak Evan, Pak Evan adalah rekan bisnis saya. Saya bertemu mereka kala itu saat membicarakan masalah bisnis. Saya sungguh terkejut melihat wajah Elena mirip sekali dengan Rita, maka saya berusaha mencari tau apa hubungannya Elena dengan Rita, hingga kami bisa sampai disini!"


"Mungkin kalian memang sudah ditakdirkan untuk saling bertemu, tapi saya minta Pak, Bapak harus sangat pelan-pelan memberitahukannya pada Elena mungkin baginya akan sedikit sulit, karena dia selalu berfikir orang tuanya tidak menginginkannya sehingga dia di titipkan di panti asuhan ini."


"Baik Bu, saya akan berusa dan secara pelan-pelan menjelaskan sendiri tentang siapa saya, semoga Elena masih mau menerima keberadaan saya sebagai Ayahnya."


"Saya sangat berterimakasih kepada panti ini, terutama Ibu yang telah merawat putri saya sampai dia menjadi sekarang, saya berjanji akan menebus kesalahan saya di masa lalu dengan memberi kebahagiaan untuk Elena."


"Sama-sama Pak semoga Elena mau menerima anda dan semoga Elena mau memaafkan segala kesalahan orang tuanya di masa lalu. Apa Bapak sudah tau Elena tinggal dimana?"


"Saya akan menanyakan langsung pada Pak Evan tentang keberadaan Elena. Kalau begitu saya mohon pamit Bu, terimakasih atas informasi yang telah Ibu berikan. Saya tidak akan melupakan jasa kalian semua."


Akhirnya Pak Renaldy dan juga Roy berpamitan, kini Pak Renaldy sungguh sangat bahagia setelah mendapat petunjuk bahwa Elena sekretaris Evan adalah putri kandungnya.


Di dalam mobil Pak Renaldy benar-benar bahagia sedikit lagi dia bisa bertemu dengan putri kandungnya.

__ADS_1


"Pak bagaimana kalau sekarang Bapak menghubungi Pak Evan dan menanyakan tentang keberadaan Elena putri Bapak!"


"Kamu benar Roy!" Dengan cepat Pak Renaldy mengambil ponselnya dan segera menghubungi Evan disana.


Sementara itu Evan dan Mario masih panik atas menghilangnya Elena, dia masih menunggu informasi dari orang-orang kepercayaannya yang sedang menyelidiki sopir taxi yang sempat berhenti di depan kantornya.


Tiba-tiba ponsel Evan berbunyi dia segera melihatnya disana tertera nama "Pak Renaldy" "Ada apa Pak Renaldy menghubungiku? Dengan cepat Evan mengangkatnya.


"Halo Pak!"


"Halo Pak Evan, bisakah hari ini saya bertemu dengan anda?"


"Maaf Pak ada urusan apa ya? Apa masalah bisnis kita, tapi mohon maaf untuk hari ini saya tidak bisa Pak. Saya sedang ada masalah!"


"Masalah?, kalau boleh tau masalah apa mungkin saya bisa membantu!" Ucap Pak Renaldy yang ingin sedikit mendekatkan dirinya pada Evan guna mendapat informasi tentang Elena.


"Maaf Pak saat ini saya sedang mencari sekretaris saya yang tiba-tiba menghilang, saya takut Elena di culik!"


"Apa!!! Putriku diculik!" Evan sangat kaget mendengar ucapan Pak Renaldy di seberang sana.


"Apa maksud Bapak!" Putri Bapak?, apa hubungannya dengan Elena?"


"Apa!! Sekarang giliran Evan yang kaget, dia benar-benar tidak menyangka kalau Pak Renaldy adalah Ayah kandung Elena.


"Sekarang kalian dimana saya ingin tau kronologis perginya Elena, saya akan kerahkan orang-orang terbaik saya untuk membantu kalian!"


"Saya ada di kantor Pak, saya sedang menunggu informasi dari orang-orang saya!"


"Baiklah sekarang juga saya akan langsung ke kantor Pak Evan!"


"Roy kita langsung ke kantor Pak Evan, putriku menghilang ada kemungkinan putriku di culik!"


"Apa!" Roy yang mendengarnya juga sangat kaget, harusnya momen ini momen yang mengharukan. Seharusnya bosnya bisa langsung bertemu dengan putrinya malah sekarang putrinya kemungkinan sedang di culik.


"Ya Roy, siapa yang berani-beraninya menculik putriku!! Mereka akan berhadapan denganku!"


**

__ADS_1


Sementara itu Tania sudah sampai di tempat penyekapan Elena, dia tidak langsung masuk kedalam tempat Elena di sekap tapi dia hanya bertemu dengan orang-orang yang ia sewa disana.


"Saya ingin Elena tetap disini!, jangan lupa kasih makan dia, dan tetap awasi jangan sampai dia kabur!"


"Siap bos, apa bos mau bertemu dengan Elena?"


"Tidak, saat ini saya belum mau menunjukan diri saya, saya ingin melihat Evan kalang kabut mencari Elena!" Denga senyum culas Tania merasa puas.


Akhirnya Tania meninggalkan tempat itu, dia sangat senang setelah membuat Elena hidup sengsara di dalam penyekapannya.


Sementara itu orang suruhan Tania pun masuk dan membawakan makanan untuk Elena, disana Elena melihat kedatangan penculik itu dengan tatapan penuh kebencian.


"Siang Nona, ini makanan untukmu, saya akan melepaskan ikatanmu untuk sementara waktu agar kamu bisa makan, dan jangan berani-berani kamu berulah!" ancam orang itu.


Disana Elena hanya terdiam, dia tidak mau gegabah agar tidak terjadi peristiwa sewaktu pertama kali dia di culik, saat itu dia mencoba melawan malah dia sendiri yang dihajar hingga babak belur. "Selagi orang itu tidak membahayakan aku harus tetap mengikutinya saja" pikir Elena


Orang itu akhirnya melepaskan ikatan tangan Elena tapi tidak dengan ikatan di kakinya, Elena terpaksa memakan makanan yang di berikan penculik itu, Elena sudah tidak bisa menahan rasa laparnya dari semalam dia tidak makan apa-apa.


Orang itu pun masih menunggu Elena makan, disana dia tetap memperhatikan gerak-gerik Elena, disela-sela makannya Elena berusaha menanyakan siapa yang telah menculiknya.


"Em...Kalau boleh tau, siapa sebenarnya orang yang telah menculikku, dan apa motif di balik semua ini?" tanya Elena pada orang itu.


"Kamu tidak perlu tau siapa orang itu, yang jelas kami mendapatkan bayaran dengan menangkapmu!" ucap Laki-laki itu.


Sementara itu, Pak Renaldy sudah sampai di kantor milik Evan, dia disambut oleh Evan sendiri.


Mereka akhirnya berdiskusi tentang penyelidikan Elena, orang-orang Mario juga sudah mendapatkan informasi tentang sopir taxi itu, ternyata sopir taxi itu benar adanya mendapat pesanan atas nama Elena Rosalina, tetapi setelah sampai di tujuan Elena tidak ada di titik penjemputan.


Akhirnya Evan putuskan untuk melihat kembali CCTV yang memperlihatkan Elena menaiki sebuah taxi.


"Mario tolong selidiki nomor plat taxi yang membawa Elena!"


"Baik Pak!"


"Pak Evan saya juga akan memberikan bantuan orang-orang saya untuk membantu orang-orang Pak Evan dalam penyelidikan ini!"


Akhirnya Evan mendapatkan bantuan dari orang-orang Pak Renaldy, dia sebenarnya sangat senang sekarang Elena sudah jelas siapa orang tuanya, jadi kemungkinan dia akan mendapat restu dari Ibunya. "El kamu dimana sayang, semoga aku segera bisa menemukanmu!"

__ADS_1


Bersambung...


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN SERTA VOTE NYA YA...TERIMAKASIH


__ADS_2