Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 86 #Pertemuan dengan Tania


__ADS_3

"Tunggu Papa Nak, Papa akan membebaskanmu!!"


"Bob tolong siapkan pengacara terbaik untuk putri saya!"


"Baik Pak, saya akan memberikan pengacara terbaik, Oya apa Bapak langsung akan mengenalkan diri pada Tania kalau anda adalah Ayah kandungnya?"


"Saya akan memberitahu tentang siapa saya!, tapi nanti kalau dia sudah bebas. Oya apa surat perceraian saya sudah sampai di tangan Rita, bagaimana perkembangannya?"


"Menurut pengacara yang menangani kasus perceraian Bapak kemarin pengacara anda dan pengacara Bu Rita sudah saling bertemu, tapi menurut penuturannya anda harus melalui proses mediasi Pak."


"Saya tidak mau, saya tidak bisa merubah apa yang sudah saya putuskan. Saya juga sudah tidak mau menemui atau bertemu Rita lagi, saya tidak mau kalau nanti rasa cinta saya menguasai hati saya lagi."


"Baiklah kalau begitu Pak, Oya Pak, Bu Rita juga sudah menandatangani surat perceraian itu Pak!"


"Benarkah!" Sebenarnya hati Damian sedikit sakit mendengarnya kenapa dengan cepat Rita menandatangani surat perceraiannya, padahal dia berharap Rita akan memohon-mohon padanya untuk tidak menceraikannya, tapi nyatanya dengan mudah dia langsung menandatanganinya.


**


Sementara itu Evan dan Elena sudah sampai di kantornya, mereka segera turun dari mobil mereka. Disana baik Evan dan Elena langsung berubah seperti halnya atasan dan bawahan.


Evan segera berjalan dan masuk kekantornya dengan Elena yang mengikutinya di belakangnya, mereka di sambut Mario disana.


"Bagaimana hasilnya Pak?" Tanya Mario yang antusias ingin mendengar jawaban dari bosnya.


"Berhasil, semua lancar dan klien mau bekerja sama."


"Wah hebat kamu Elena untuk kesekian kalinya kamu bisa mendapatkan klien sampai mereka mau bekerja sama berkat kemampuanmu."


"Biasa saja Pak, itu semua karena perusahaan ini memang layak." Tanpa mereka ketahui dari jauh Bu Maya sedang menatap kearah Elena, tatapannya benar-benar penuh selidik. Dia memperhatikan perubahan pada Elena "Sepertinya tadi dia tidak pakai syal di lehernya sekarang kenapa dia paka syal" gumamnya Maya dalam hati.


Mereka bertiga akhirnya segera masuk keruang kerja sang CEO, disana Evan langsung duduk di kursi kebesarannya, dia pun dengan segera menyalakan layar kerjanya.


"Mario boleh saya minta tolong!"


"Tentu Pak, apa yang bisa saya bantu."

__ADS_1


"Saya minta tolong sama kamu, tolong selidiki Ibu Rita Rosalina apa beliau ada di kota ini atau tidak?, sepertinya tadi Elena sudah bertemu dengan Ibunya tapi dia juga belum bisa memastikan itu Ibunya atau bukan."


"Baik Pak, setelah Elena bertemu dengan Ayah kandungnya memang saya sudah mulai berhenti menyelidiki tentang keberadaan Ibunya Elena, kalau begitu saya akan membuka lagi penyelidikanannya kembali. Kalau begitu saya permisi dulu Pak, saya akan segera menjalankan tugas anda!" Akhirnya Mario dengan segera bergegas meninggalkan ruangan bosnya dia segera menuju ke ruangannya.


Setelah kepergian Mario, Elena masih nampak sibuk membuat surat perjanjian kerja sama dengan klien yang baru saja dia dan Evan temui, memang Mario menyuruh Elena untuk belajar sendiri membuat surat perjanjian kerja sama, dengan tangannya yang terpil dia dengan cepat menyelesaikannya.


Sedangkan ditempat duduknya, Evan masih memperhatikan Elena dia masih teringat kejadian yang ia lakukan di dalam mobil, dia melihat syal yang terlilit di leher Elena malah tanpa sadar dia senyum-senyum sendiri.


**


Pagi harinya Damian beserta sang asistennya segera berangkat menuju ke kantor polisi yang kemarin ia datangi, dia kaget ternyata setelah di selidiki Tania berubah nama belakang menjadi Tania Putri Renaldy.


Damian sungguh penasaran siapa yang sudah mengadopsi putrinya sewaktu kecil, kenapa dia merubah namanya menjadi Renaldy. "Nanti kalau sudah jelas aku akan merubannya kembali" fikirnya.


Setelah melakukan perjalan lumayan lama, akhirnya mobil mereka sudah sampai di depan kantor polisi, kali ini Damian langsung turun untuk segera menanyakan sendiri tentang putrinya.


"Selamat pagi Pak, ada yang bisa saya bantu?''


"Pagi, saya ingin bertemu dengan putri saya Pak!"


"Tania Putri Damian, em..maksud saya Tania Putri Renaldy!" Lidah Damian benar-benar kesal setelah menyembut nama belakang putrinya harusnya nama dia yang ada di belakangnya sekarang dengan terpaksa dia menyebut Renaldy di belakang nama putrinya.


"Sebentar, bukannya kemarin orang tuanya sudah ada yang bertemu dengan Tania, kenapa anda sekarang mengatakan kalau anda juga Ayahnya?"


"Sayalah Ayah kandungnya yang asli, yang kemarin adalah Ayah angkatnya." Damian terpaksa mengatakan itu, biar dia cepat bisa di pertemukan dengan putrinya.


"Baiklah, silahkan anda mengikuti rekan saya yang berjaga di sel tahanan!" Disana Damian beserta asistennya masuk mengikuti petugas itu.


"Silahkan Bapak tunggu disini, saya akan segera membawa putri Bapak kemari!" Ucap petugas itu sambil berlalu masuk kedalam. Setelah sampai di tempat Tania, petugas itu segera memberitahukan pada Tania.


"Saudara Tania, ada yang mengunjungi anda, beliau ingin bertemu dengan anda.!" Disana Tania segera berdiri mendekati petugas itu dari dalam jeruji.


"Siapa Pak!"


"Beliau bilang beliau adalah Ayah kandung anda!"

__ADS_1


"Ayah kandung saya!" Disana Tania benar-benar kaget mendengar Ayah kandungnya ingin bertemu dengannya. Yang dia tahu selama ini Ayahnya adalah Pak Renaldy, lalu siapa yang ingin bertemu dengannya dan mengaku Ayah kandungnya???


Akhirnya pintu sel Tania terbuka dia segera mengikuti petugas itu untuk bertemu dengan seseorang yang sudah mengaku sebagai Ayah kandungnya. Di dalam hati Tania, dia masih diliputi rasa penasaran dengan seseorang yang akan dia temui.


Sesampainya di ruangan itu Tania sudah melihat ada dua orang yang ada dilam ruangan itu, disana Damian juga sempat kaget setelah melihat kedatangan Tania. Mereka saling bertukar pandang disana Damian sungguh sangat bahagia dan juga sedih melihat putrinya memakai baju tahanan.


"Silahkan Pak, waktunya 15 menit ya Pak tidak boleh lebih!" Ucap petugas disana.


"Baik Pak!" Disana Damian segera berjalan mendekati putrinya.


"Duduklah Nak!" Ucap Damian sambil merangkul pundak putrinya, disana Tania masih terdiam dan terpaku, dia tidak tahu dan tidak kenal dengan orang yang mengaku Ayah kandungnya.


"Siapa anda sebenarnya?, mengapa anda mengaku-ngaku Ayah kandung saya!"


"Saya adalah Damian, saya adalah Papa kandungmu yang sebenarnya!"


"Apa buktinya anda Adalah Papa saya!"


"Nanti Papa akan ceritakan semuanya dengan jelas, Papa kesini mau membebaskan kamu. Papa akan berikan pengacara terbaik untuk kamu Nak, agar kamu segera bebas."


"Siapa sebenarnya orang ini, tapi kalau dia menguntungkan buatku kenapa tidak aku terima, sedang Papa Renaldy malah mengharapkan aku agar tetap bertanggung jawab dan harus mendekam di penjara ini!" Gumam Tania dalam hati.


"Baiklah bantu saya, agar saya cepat keluar dari penjara ini!"


"Terimaksih banyak Nak, kamu sudah membolehkan Papa untuk membantumu. Papa sangat senang mendengarnya."


"Maaf Pak waktu berkunjung sudah habis!, saya harus segera membawa tahanan kembali ke sel!" Ucap petugas disana.


Damian sebenarnya tidak rela, rasanya baru sebentar dia bisa berbicara dengan putrinya tapi menurutnya waktunya cepat sekali berjalan.


"Kalau begitu saya permisi dulu!" Tania segera berdiri dari tempat duduknya.


"Tunggu!!, bolehkah Papa memelukmu Nak??


Bersambung.....

__ADS_1


#Terimakasih atas dukungan kalian Readers#HAPPY READING!!


__ADS_2