Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 50 #Mengorek informasi


__ADS_3

Pagi harinya Evan dan Mario sudah datang ke perusahaan, seperti biasa dia mendapat penyambutan dari semua karyawannya, disana Evan tetap berjalan melintasi semua karyawannya yang ada di barisan depan, Elena pun juga ada disana.


Evan sebenarnya ingin berhenti di barisan Elena, tapi seperti yang Elena minta agar Evan bersikap seperti biasa di depan karyawan yang lain.


Sampailah Evan di ruang kerjanya, dengan di susul Elena yang ada di belakangnya.


Tak ketinggalan Mario pun masih mengantar bosnya sampai keruangannya.


"Maaf Pak hari ini Bapak ada undangan dari Pak Renaldy." Ucap Mario mengingatkan.


"Jam berapa undangannya?"


"Sekitar jam sembilan pagi Pak."


"Baiklah, Elena persiapkan semuanya!"


Elena pun sedikit terkejut, setelah Evan memerintahkan mempersiapkan semuanya.


"Baik Pak, akan saya siapkan semua, maaf Pak Mario bisakah anda membantu saya?" Tanya Elena pada Mario.


"Tentu saja Elena, saya akan membantumu!" Ucap Mario yang sedikit sumringah setelah Elena meminta bantuannya.


Benar saja jam sembilan pagi, Evan, Elena dan Mario datang ke perusahaan yang sangat besar itu, disana mereka di sambut orang-orang kepercayaan Pak Renaldy.


Sebenarnya tujuan Pak Renaldy hanya ingin melihat Elena, serta agar dia bisa mengenal lebih jauh tentang Elena, dia masih penasaran dengan Elena. sedang anak buahnya masih mencari tau tentang asal usul Elena yang sebenarnya.


Disana mereka pun di sambut Pak Renaldy, sungguh entah rasa apa yang Pak Renaldy rasakan setelah dia melihat kedatangan Elena bersama Evan disana. Dia merasa bertemu dengan Rita lagi.


"Pak Evan, selamat datang di perusahaan saya." Ucap Pak Renaldy senang.


"Terimakasih banyak Pak atas undangan yang Bapak berikan pada saya, ini suatu kehormatan untuk saya." Ucap Evan ramah.


Mereka pun di persilahkan masuk ke sebuah ruangan yang khusus di buat Pak Renaldy untuk menyambut semua tamunya.


"Bagaimana perkembangan perusahaan Pak Evan tentu sudah banyak kemajuan bukan?" Tanya Pak Renaldy pada Evan.


"Benar Pak, apalagi setelah Bapak menjalin kerja sama dengan perusahaan saya, banyak klien yang juga ingin ikut bergabung di perusahaan saya."


"Wah saya sangat senang mendengarnya, Oya bukankah ini sekretaris Pak Evan, Elena ya?" Tanya Pak Renaldy basa-basi.


"Benar Pak, saya Elena." Ucap Elena santun.

__ADS_1


"Pak Evan bagaimana kalau anda melihat-lihat dulu perusahaan saya, biar nanti Pak Evan di temani asisten saya!" Ucap Pak Renaldy mencari celah.


"Baiklah kalau begitu, Elena apa kamu mau ikut?" Tanya Evan pada Elena.


"Apa boleh saya menunggu disini saja Pak?" Evan nampak berfikir, sedang Pak Renaldy berharap Elena bisa tinggal di ruangan itu, agar Pak Renaldy bisa mengorek informasi dari Elena.


"Baikalah, kamu tunggu saya disini saja, saya akan bersama Mario melihat-lihat perusahaan Pak Renaldy.


Akhirnya Evan beserta Mario di temani asisten Pak Renaldy berjalan melihat-lihat kedalam perusahaan Pak Renaldy.


Sementara itu Elena bersama Pak Renaldy masih di ruangan yang sama, Pak Renaldy berusaha membuka obrolan.


"Elena apa kamu sudah lama kerja di perusahaan Evan?"


"Em..Saya baru Pak, belum lama." Jawab Elena


"Apa sebelumnya kamu pernah bekerja?"


"Belum Pak, saya belum pernah bekerja sebelumnya saya juga baru selesai kuliah dan langsung melamar di perusahaan Pak Evan."


"Baru selesai kuliah, berarti umurmu sekarang berapa?"


"Saya baru menginjak dua puluh dua tahun Pak!"


"Di mana orang tuamu tinggal?, Maaf bukan maksud apa-apa mereka benar-benar orang tua yang beruntung punya Putri secantik, dan sepintar dirimu." Elena tiba-tiba nampak bersedih.


"Itu tidak seperti yang Bapak bilang, bahkan saya saja tidak tau orang tua saya siapa, saya ditinggalkan di panti asuhan setelah saya baru di lahirkan Pak!"


Pak Renaldy pun kaget mendengar ucapan Elena.


"Siapa nama Orang tuamu?" Maaf kalau tidak berkenan, tega-teganya Ibumu meninggalkan mu di panti asuhan!" Ucap Pak Renaldy geram.


"Saya hanya di beri tahu kalau nama Ibu saya? Belum sempat Elena meneruskan ucapannya, tiba-tiba pintu ruangan itu sudah terbuka. Evan beserta Mario sudah kembali.


Padahal Pak Renaldy sudah sedikit lagi tau siapa nama orang tua Elena, tapi malah Evan sudah datang.


"Eh..Pak Evan, Bagaimana sudah melihat-lihat perusahaan saya?" Tanya Pak Renaldy.


"Sudah Pak, saya kagum sekali perusahaan Bapak benar-benar sangat bagus."


Akhirnya mereka pun mengobrol bersama, sebenarnya Pak Renaldy masih penasaran siapa nama Ibu dari Elena, "Mungkin lain kali akan aku tanyakan lagi" fikirnya.

__ADS_1


Evan, Elena dan Mario akhirnya berpamitan untuk segera kembali kekantornya. Disana Pak Renaldy bersalaman dengan Elena sedikit lebih lama, membuat Evan sedikit kesal.


Disepanjang perjalanan Evan sibuk menanyakan pada Elena tentang Pak Renaldy.


"El tadi Pak Renaldy tidak macam-macam kan sama kamu?"


"Tidak Pak, Pak Renaldy hanya mengobrol biasa." Jawab Elena, Evan pun lega mendengarnya.


Sementara itu di Vila milik Damian, dia sedang sibuk menelepon anak buahnya.


"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Damian pada anak buahnya.


"Sekarang perusahaan Evan bekerja sama dengan perusahaan milik Pak Renaldy Pak, perusahaan yang sangat besar itu!"


"Apa!, Evan bekerja sama dengan Renaldy pemilik perusahaan terbesar itu?"


Damian pun sangat emosi, perusahaannya saja susah sekali bekerja sama dengan perusahaan milik Renaldy tapi dengan mudah sekali Evan bekerja sama dengan perusahaan itu.


Sementara itu Rita yang sedang berada di dekat Damian pun kaget setelah mendengar nama Renaldy di sebut oleh Suaminya, dia teringat dengan Renaldy kekasihnya dulu, Ayah dari Putri yang ia lahirkan.


"Mas apa ada masalah?" Tanya Rita pada suaminya.


"Hanya sedikit, Rita apa kamu dulu kenal dengan Renaldy?" Pertanyaan Damian benar-benar membuat Rita tercengang.


"Apa maksudmu Mas?"


"Selama ini aku sudah sedikit mencari tahu tentang masa lalumu!" Ucap Damian


Rita pun bertambah kaget ternyata diam-diam suaminya mencari tahu tentang masa lalunya, lantas apakah Damian tahu kalau dirinya sebenarnya sudah punya anak???


"Saya hanya ingin tahu apakah dulu kamu pernah dekat dengan Renaldy?" tanya Damian sekali lagi.


"Untuk apa kamu mencari tahu tentang masa lalu saya Mas, itu sama saja Mas tidak percaya sama saya!" ucap Rita kesal, padahal di dalam hatinya dia takut kalau Damian mengetahui bahwa dia sudah pernah mempunyai anak dengan Renaldy.


"Baiklah, maaf kan saya, saya hanya ingin tahu tentang siapa yang telah memiliki dirimu sebelum saya."


Ucapan Damian membuat hati Rita semakin ketakutan, Padahal baru-baru ini mereka baru saja bisa merasakan keindahan cinta malah sekarang Damian mulai mengorek masa lalunya.


Disana Rita masih terdiam, Damian merasa menyesal sudah menanyakan terlalu cepat tentang pencariannya itu, dengan segera dia bangkit dari duduknya dan segera membopong tubuh Rita dan berjalan menuju kekamarnya,


Disana Rita di buat kaget dengan perlakuan Suaminya, padahal baru saja mereka bertempur bersama, sekarang Damian ingin mengulanginya lagi.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2