Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 65 #Penjelasan Pak Renaldy


__ADS_3

"Sekarang jelaskan pada saya, apa mau kalian!"


"Ijinkan Papa menjelaskan semua Nak." Pak Renaldy mulai menarik nafas panjang, dia berharap Elena mau mendengarkan perkataannya.


"Dulu Papa dan Mama saling mencintai, kala itu hubungan kami memang tidak di restui oleh orang tua Papa, hingga akhirnya kami melakukan sesuatu hal?, harapan kami jika kamu ada mau tak mau mungkin dua keluarga akan menerima dan merestui kami." Disana Elena masih terdiam mendengarkan penjelasan Pak Renaldy.


"Kami berdua sama-sama di usir dari keluarga, akhirnya kami putuskan untuk tinggal bersama tanpa adanya ikatan pernikahan, tapi Papa berjanji setelah kamu lahir Papa akan menikah dengan Mamamu, waktu itu Mamamu sudah mau melahirkan dan dengan uang yang Papa punya. Papa hanya mampu membawa Mamamu untuk melahirkan di sebuah klinik."


"Kala itu kami sangat bahagia dengan kehadiranmu, tapi semua itu berubah begitu saja saat Papa sedang membelikan kamu baju-baju bayi, Papa tiba-tiba dibawa pergi oleh orang-orang suruhan kakekmu."


"Disana Papa tidak sanggup melawan orang-orang suruhan kakekmu, mereka benar-benar membuat Papa tak berdaya, Papa belum sempat berpamitan pada Mamamu dan juga putri Papa, Papa saat itu sangat hancur berpisah dengan kalian!"


"Papa tidak bisa berbuat apa-apa, Papa sendiri di kurung berbulan-bulan dirumah kakekmu, Papa dipaksa untuk menjalankan perusahaan oleh mendiang kakekmu tanpa harus memperdulikan Rita Mamamu."


"Disana Papa sudah hampir gila memikirkan kalian, tapi setelah beberapa tahun Papa mulai menekuni dunia bisnis Papa diam-diam mencari kalian, tapi ternyata jejak Rita sudah tak bisa ditemukan."


"Papa benar-benar sudah merasa kehilangan kalian, saat itu Papa benar-benar sangat hancur!" Mengingat semua itu Pak Renaldy mulai menahan sesak didadanya, tapi dia harus bisa menjelaskan semua pada putrinya.


"Hingga tahun demi tahun Papa lalui dengan berbisnis tanpa mau mengenal lagi apa itu cinta, sampai sekarang pun Papa belum berumah tangga Nak, Papa masih berharap bisa menemukan kalian dan akan bisa hidup bersama kalian lagi, Papa ingin menebus segala kesalahan Papa."


"Hingga waktu itu Papa bertemu denganmu dan Pak Evan, Papa sungguh terkejut melihat wajahmu, kamu sangat mirip sekali dengan Ibumu, hingga Papa menyuruh asisten Papa untuk menyelidiki siapa sebenarnya kamu. Yang membuat Papa semakin yakin nama kamu itu persis dengan nama pemberian Papa dan Mamamu, kami sepakat memberi nama bayi kami Elena Rosalina."


Deeeg....Entah mengapa hati Elena tiba-tiba seperti tertusuk duri, dia baru tahu kalau namanya adalah pemberian dari Papa dan Mamanya.

__ADS_1


"Kamu tahu asisten Papa sudah sempat menyelidiki di mana Mamamu, tapi info yang mereka dapat malah tetap nihil, mereka malah mendapatkan informasi kalau Rita dulu menitipkan putrinya di sebuah panti asuhan, karena Rita tidak tau lagi bagaimana cara untuk membesarkanmu, dia sudah di usir orang tuanya, bahkan Papa pun meninggalkannya begitu saja kala itu."


Disana hati Elena mulai tersentuh atas semua ucapa dari Pak Renaldy, dia mencoba mengambil dari sisi seorang Ibu yang tak mampu membiayai anaknya. Apakah Ibunya sesusah itu, tapi mengapa dia tidak pernah menjenguk putrinya sama sekali? Elena masih melawan rasa kecewanya.


"Nak, tolong maafkan Papa, Papa akan menebus semua kesalahan Papa padamu, kamu boleh marah dan benci sama Papa tapi tolong beri Papamu ini kesempatan untuk memperbaiki semuanya, walaupun tanpa Rita lagi." Pak Renaldy terus memohon pada Elena disana Elena mulai kasihan melihatnya.


Hati Elena mulai tersentuh, tapi dia tidak akan semudah itu mempercayai ucapan Pak Renaldy yang mengaku sebagai Papanya, dia harus membuktikannya sendiri.


Tiba-tiba pintu diruangan itu terbuka, disana sudah ada Evan yang berdiri dan mulai berjalan masuk kedalam ruangan itu dengan membawa beberapa kantong makanan yang sengaja ia bawa dari kantin.


"Apa semua sudah selesai, apa saya mengganggu kalian?" Tanya Evan yang melihat di ruangan itu sangat hening.


"Mas apa kamu sudah mengetahui semuanya?, Apa kamu sengaja menutupinya dari saya?" Cerca Elena.


"Saya juga baru tahu kemarin saat kamu di culik, Pak Renaldy baru menjelaskan pada saya."


Mendengar penuturan Pak Renaldy pelan-pelan hati Elena mulai melunak, sebenarnya dia sudah tidak mengharap lagi orang tuanya akan datang dan mencarinya, tapi kenyataannya sekarang Papa kandungnya sudah ada di depan matanya.


"Maaf Pak Renaldy kalau memang benar anda Papa saya, saya minta kita lakukan tes DNA agar saya benar-benar yakin kalau anda adalah Papa kandung saya!" Mendengar permintaan putrinya Pak Renaldy sungguh sangat bahagia setidaknya putrinya mulai mempercayai dirinya.


"Baiklah, mumpung kita masih di Rumah sakit apa kita bisa melakukannya sekarang!" Dengan begitu semangat Pak Renaldy ingin secepatnya tes DNA itu dilakukan.


"Kalau begitu saya akan menghubungi Dokter Anton, dan meminta tolong agar kalian bisa secepatnya melakukan tes DNA di Rumah sakit ini." Mereka akhirnya menyetujui keinginan Elena.

__ADS_1


**


Sementara itu di rumah milik Tania, setelah Pak Renaldy meninggalkan Rumah Itu. Tania sengaja mengurung diri di dalam kamarnya, jangan di tanya lagi barang-barang disana sudah sangat berantakan. Tania benar-benar sangat hancur setelah dia mengetahui kalau Elena adalah putri kandung dari Papa angkatnya.


Dia tidak terima kalau posisinya akan di gantikan oleh Elena yang baru saja di temukan oleh Papa angkatnya, "Saya sudah mendapatkan semuanya dengan susah payah kenapa Elena tiba-tiba hadir di tengah-tengah kami, aku tidak terima....aku tidak terima!!!!! Denga berteriak Tania sudah seperti kehilangan akalnya.


Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk dari luar, dia sangat malas sekali beranjak dari tempat tidurnya. "Saya tidak mau di ganggu!!!, Pergiiiii!!!!!


Tapi ketukan pintu itu semakin lama semakin kencang membuat Tania benar-benar sangat kesal, dengan segera dia bangkit dari ranjang tempat tidurnya dan dengan cepat berjalan untuk segera membuka pintu kamarnya.


Setelah Tania membukanya alangkah kagetnya dia, ada dua laki-laki dengan berseragam coklat sudah berdiri di depan pintu kamarnya. Tania sedikit panik dengan kedatangan dua laki-laki itu.


"Maaf Bu Tania, saya membawa surat penangkapan anda. Saya mohon anda segera ikut kami ke kantor polisi!" Disana Tania mulai panik apakah Papanya tega melaporkannya ke kantor polisi, atau ini ulah Evan.


"Maaf saya tidak bisa ikut dengan kalian, sepertinya kalian salah orang!" Dengan cepat Tania ingin segera menutup pintu kamarnya, tapi dengan cepat juga kedua anggota polisi itu menahan pintu yang akan Tania tutup. Disana Tania kalah kuat dengan tenaga mereka.


"Tidak jangan bawa saya!, saya tidak mau, lepaskaaaaaaan!!!!!"


"Non....Non Tania, tolong buka pintunya ini Bibi Non....??? Tiba-tiba mata Tania mulai terbuka, dia mulai melihat sekeliling didalam ruangan di kamarnya.


"Apa aku bermimpi, dia segera bangun dan duduk di ranjang tempat tidurnya, keringatnya mulai mengucur deras saat dia mengingat di mimpinya tadi, itu semua seperti nyata. Dia mau di bawa ke kantor polisi!" dengan cepat Tania mengambil bantal disampingnya dan menutup kepalanya. "Tidak, aku tidak mau masuk penjara tidaaaaaakkk!!!"


"Non...Buka pintunya Non!!" Asisten rumah tangga Tania benar-benar panik, dia takut terjadi apa-apa dengan bosnya. Tania sungguh sangat keras berteriak di dalam kamarnya.

__ADS_1


Dengan cepat asisten rumah tangga Tania berlari menuruni tangga, dia ingin segera turun kebawah agar bisa menghubungi Pak Renaldy untuk memberitahukan tentang putrinya Tania.


Bersambung.....


__ADS_2