Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 88 #Kecewa


__ADS_3

"Untuk apa kamu kesini!!! Ucap Damian dengan tatapannya yang tajam, bahkan Rita sedikit takut dengan tatapan suaminya kearahnya. Disana pelan-pelan Rita mulai mendekati Damian berdiri, tapi Damian langsung menghentikannya, dia tidak mau rasa cinta itu kembali menguasai dirinya.


"Berhenti disitu!! Rita pun langsung menghentikan langkahnya.


"Mas, apa sebegitu jijikah kamu terhadap saya sampai kamu tidak mau saya dekati. Harus sampai disinikah cinta kita?, hanya karena saya mencoba menutupi masa lalu saya agar kamu tidak terluka kamu tega melakukan ini pada saya!"


"Saya tidak suka kebohongan, kamu tahu itu!" Sebenarnya hati Damian mulai bergetar saat Rita mempertanyakan cintanya. Sebenarnya Damian tidak bisa membohongi hati kecilnya, bahkan setelah disakiti Rita pun hatinya masih mencintai wanita di depannya. Bohong kalau hatinya mengatakan kalau dia sangat membencinya, padahal di hatinya benar-benar sangat berat melepaskan cintanya yang selama ini sudah membuatnya hampir gila.


"Baiklah, kalau kamu tetap dengan pendirianmu saya dengan terpaksa menandatangani surat perceraian yang kamu inginkan, perlu kamu tahu saya menandatangani surat ini karena kamu yang minta!" Dengan cepat Rita menaruh lembaran kertas di atas meja yang ada di depan rumah milik Damian.


Disana Damian tidak bisa berkata apa-apa, dia masih kuat dengan pendiriannya dia tidak ingin di perbudak cinta, sedang Rita setelah menaruh kertas itu langsung segera pergi dari tempat itu.


"Saya permisi!" Rita langsung berjalan meninggalkan Damian yang masih berdiri disana, dia hanya mampu melihat kepergian istrinya dengan hati yang benar-benar sakit, sakit karena dia terlalu mencintai Rita dan sakit karena dia sudah dibohongi Rita.


Rita langsung masuk kedalam mobilnya yang sedari tadi menunggunya di luar, matanya nampak berkaca-kaca dia tidak ingin melihat lagi kebelakang, dia sudah merasa lelah dan hancur dengan perasaannya sendiri.


"Pak jalan!"


"Baik Nyonya!" Sopir pribadinya langsung menjalankan mobilnya pergi meninggalkan rumah milik Tuannya.


"Siaaaaallllll!" Kenapa aku tidak bisa melepasnya, setelah dia pergi kenapa dengan hatiku?, hatiku seperti terbawa pergi bersama Rita. Hentikan!, aku sudah tidak mau di perbudak cinta!!!! Umpat Damian disana.

__ADS_1


Damian segera mengambil kertas yang sudah Rita tanda tangani, dia langsung membawanya masuk kedalam rumah. Entah mengapa hatinya kini benar-benar sudah hancur lebur.


Rita yang berada di dalam mobilnya masih terisak, dia meratapi akhir dari rumah tangganya harus berakhir seperti ini, kenapa setelah aku membuka hatiku setelah mas Renaldy pergi sekarang aku harus merasakan sakit hati yang ke dua kali, ini semua tidak adiiiillll!!!.


Hati Rita benar-benar sangat hancur, dia tidak tau kemana lagi akan pergi. Tiba-tiba ponsel miliknya berbunyi dia segera melihat ke arah layar ponselnya rupanya ada nomor baru "Apa mas Damian mengganti nomornya" disana Rita langsung mengangkatnya.


"Halo Mas Damian!, apa kamu berubah fikiran?"


Damian????" Disana Pak Renaldy terdiam setelah Rita mengira dia adalah Damian, jadi? Apa Damian ayah kandung Tania yang Rita maksud, apa hubungan Rita dengan Damian, atau jangan-jangan Damian??


"Halo mas!" Rita mengulang lagi ucapannya karena seseorang di ujung telepon masih belum berbicara.


"Ya sudah mas, kalau kamu masih tidak mau berbicara berarti kamu memang menginginkan perceraian ini, aku tidak mau memberatkanmu!"


Tiba-tiba Rita sudah memantikan panggilan telepon yang ia kira yang menghubunginya adalah suaminya. Disana Pak Renaldy belum sempat berbicara tapi Rita sudah mematikan ponselnya, "Cerai?? Jadi Rita mau bercerai?.


Memang waktu itu Rita hanya memasukan nomornya saja kedalam ponsel Pak Renaldy, tapi dia belum menyimpan nomor Pak Renaldy jadi dia mengira tadi adalah suaminya Damian yang menghubunginya.


Pak Renaldy mengurungkan niatnya menghubungi Rita kembali, mungkin sekarang waktunya tidak tepat, sepertinya Rita sedang ada masalah dalam rumah tangganya. Padahal Pak Renaldy ingin memberitahukan pada Rita bahwa nanti malam keluarga Evan akan datang melamar putrinya.


**

__ADS_1


Sementara itu baik Evan dan Elena hari ini mereka sengaja mengambil cuti untuk mempersiapkan acara lamaran mereka nanti malam, sudah dua hari ini Elena tinggal dirumah Papanya, dia hari ini menemani sang Nenek untuk menyiapkan acara penting untuk nya. Neneknya sungguh bahagia melihat cucunya akan di lamar lelaki pilihannya.


Disana banyak orang-orang yang sedang membuat dekorasi untuk proses lamaran acara nanti malam, Elena sendiri yang meminta Evan untuk acaranya diadakan di rumah Papanya saja dia menolak pilihan Bu Sindy untuk menggelar acaranya di sebuah gedung, menurutnya itu sangat berlebihan. Padahal bisa saja Evan menyewa tempat yang mewah, tapi karena itu keinginan Elena sendiri Evan tidak bisa menolaknya.


Sementara itu di tempat Evan keluarga besar dari Ibunya sudah berkumpul untuk mempersiapkan lamaran Evan nanti malam, disana nampak Ibu Sindy yang benar-benar sangat bahagia, dia berharap Evan akan bahagia dengan pilihannya nanti. Dia juga berharap secepatnya Evan memberinya cucu.


Sedang di kantor Evan, semua karyawan sedang heboh dengan berita lamaran sang CEO dengan sekretarisnya, banyak hati wanita yang tentunya patah hati mendengarnya, mereka sangat mengidolakan bosnya. Mereka tidak menyangka kalau bosnya sudah menemukan pilihannya padahal mereka banyak yang berharap bisa mendapatkan sosok yang mereka kagumi.


Di ruangan Maya, dia nampak bebar-benar kesal setelah mendengar pemberitaan bahwa bosnya nanti malam akan mengadakan lamaran dengan Elena, hatinya benar-benar sangat hancur harapannya musnah sudah untuk mendapatkan Evan. "Sebelum janur kuning melengkung aku masih ada harapan!" Ucapnya dalam hati.


Sedang Tania yang sedang di jenguk oleh Anton juga tak luput dengan pemberitaan bahwa nanti malam Evan akan melamar Elena. Anton baru saja memberitahukan pada Tania, disana hatinya sangat hancur dan kecewa, setelah apa yang dia lakukan selama ini untuk mendapatkan Evan sungguh sangat sia-sia saja.


"Siaaal!!!, wanita itu benar-benar sudah merebut Evan dari ku, tapi tunggu saja setelah aku bebas. Aku tidak akan membiarkannya menikmati kebahagiaannya, kalau aku saja tidak bisa mendapatkan Evan dia juga tidak akan bisa mendapatkannya!" Umpatnya di depan Anton.


"Sudahlah Tania, biarkan mereka bahagia. Disini masih banyak orang-orang yang menyayangimu, percayalah!"


"Apa maksud kamu!, kamu tidak suka dengan apa yang aku katakan hah!, Sudah sana kamu pergi saja aku tidak butuh nasehatmu!!"


Hati Anton benar-benar sangat hancur, niat hati dia hanya ingin berusaha menasehati Tania karena dia mencintainya, tapi sepertinya Tania tidak suka dengan usahanya. "Sepertinya aku menyerah Tania, aku lebih baik pergi dari kehidupanmu!!" Anton segera berdiri dan berjalan pergi meninggalkan Tania begitu saja. Tania yang melihatnya jadi terkejut, Anton benar-benar tersinggung dengan ucapannya.


"Anton tunggu!!!

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2