Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 92 #Buka Suara


__ADS_3

"Putri Nyonya? Maksud Nyonya?"


"Benar Bi, Elena adalah putri saya. Sebenarnya sebelum saya menikah dengan Tuan, saya sudah pernah melahirkan seorang putri yang sangat cantik, tapi dengan terpaksa saya harus menitipkan putri saya di panti asuhan."


Rita menceritakan semua kisah hidupnya, pada asisten rumah tangganya yang sudah dia anggap seperta saudara sendiri. Tanpa mereka sadari lagi-lagi suaminya sedang mendengarkan semua pembicaraan Rita di balik pintu yang sedikit terbuka, dia tidak menyangka kalau kisah hidup Rita sepelik itu.


Selama ini Rita tidak pernah menceritakan semua kepadanya, hingga dia mengambil keputusan tanpa mau mendengar penjelasan Rita terlebih dahulu. Dia sedikit menyesali tindakannya. Akhirnya Damian mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam, dia segera melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari tempat itu.


Sementara itu acara lamaran yang diadakan di rumah Pak Renaldy sudah selesai, semua keluarga saling berpamitan, dan mulai meninggalkan rumah Pak Renaldy. Tapi Evan dan Mario tidak ikut dengan rombongan, mereka akan berdiskusi dengan Pak Renaldy tentang musuh yang baru saja sudah tertangkap.


Disana Elena masih duduk bersama Evan dan Mario, dia juga ikut khawatir atas kejadian yang menimpa kekasih dan keluarga lainnya.


"Mas, sebenarnya siapa musuh yang sudah menyerang kamu?"


"Saya juga tidak tahu sayang, nanti akan saya selidiki. Kamu tidak usah khawatir ya." Disana Pak Renaldy sudah datang dan ikut bergabung dengan Evan, Mario dan juga Elena.


"Bagaimana apa kita akan langsung menemui orang-orang itu?"


"Ya Pak, sekarang saja kita temui orang-orang itu. Saya sudah tidak sabar ingin mendengar langsung siapa sebenarnya yang sudah menyuruh mereka menyerang saya!"


"Ya sudah saya akan ikut, saya akan membawa orang-orang juga untuk berjaga-jaga!" Ucap Pak Renaldy yang segera berdiri dan bersiap-siap untuk ikut Evan menemui musuh yang tertangkap.


Sementara Mario segera keluar untuk memberitahukan pada anak buahnya agar segera bersiap-siap. Sedang Evan dan Elena masih duduk berdua di ruang tamu itu.


"Mas, kamu hati-hati ya! Saya sangat menghawatirkanmu!"


"Baiklah, saya akan selalu berhati-hati. Oya malam ini kamu benar-benar sangat cantik, satu bulan lagi kita akan menikah saya sudah tidak sabar menunggu hari itu. kamu jangan coba-coba melirik pria lain ya!"


"Apaan si mas, bukankah kamu sangat menghormati cinta tentunya saya juga akan begitu!" Dengan masih malu-malu Elena berucap.


"Baiklah, tapi bukankah satu bulan lagi kita mau menikah tapi kenapa kamu masih malu-malu begitu? Saya sudah tidak sabar menanti malam pertama kita sayang. Apakah kamu masih malu-malu seperti ini atau?"


"Apaan si mas!" Mendengar ucapan kekasihnya Elena tiba-tiba merasakan panas dingin, hatinya sungguh berdebar-debar. Baru saja Evan menggeser tempat duduknya disana Pak Renaldy sudah tiba-tiba datang. Elena tertawa sendiri, dia merasa puas melihat kekasihnya kelimpungan setelah Papanya datang.


"Baiklah saya sudah siap, kita bisa langsung berangkat!"


"Baik Pak!" Evan segera menoleh ke arah Elena dan berbisik.

__ADS_1


"Apa kamu tidak memberikan sesuatu untuk menyemangati kekasihmu ini!". Elena terperanjat mendengar bisikan kekasihnya.


"Apaan si mas, sudah sana nanti Papa keburu nunggu lama!"


"Benarkah, Evan segera melangkahkan kakinya dan segera berjalan. Baru saja satu langkah dia langsung menoleh lagi ke arah Elena.


"Apalagi?" Sambil tertawa Elena berucap.


"Apa kamu tidak ingin memberikan sesuatu barangkali kamu lupa sayang?"


"Ga ada sayang, sudah sana pergi!"


"Oke baiklah!" Dengan sedikit kecewa Evan langsung membalikan badannya dan ingin segera pergi, tapi tiba-tiba??


Cup.....Dari samping pipi kirinya sudah mendarat sebuah ciuman dari Elena!"


"Sayang, kamu??" Dengan cepat Elena segera lari masuk kedalam. Disana Evan tersenyum lebar, dia segera mengelus lembut bekas kecupan dari kekasihnya. "Tunggu pembalasanku sayang!!" Gumamnya.


Evan akhirnya langsung keluar dan bergabung dengan 5 mobil yang sudah menunggunya, kali ini Pak Renaldy tidak main-main dia memberikan dukungan penuh pada calon menantunya.


Evan akhirnya masuk kedalam mobil Mario, sedang Pak Renaldy bergabung dengan anak buahnya. Mobil pun satu demi satu segera berangkat, Evan masih sempat melirik ke arah pintu rumah itu, tapi Elena tak nampak batang hidungnya dia hanya mampu menghela nafasnya dengan sesekali melihat ke arah kaca spion di mobilnya.


**


Sesampainya di markas, semua orang turun dari dalam mobil. Pak Renaldy juga segera mendekati mobil Evan yang baru saja sampai di belakangnya. Mereka akhirnya masuk kedalam markas itu.


Disana para musuh di masukan kedalam jeruji besi yang mirip dengan sel tahanan, melihat kedatangan Pak Renaldy dan juga Evan orang-orang disana sedikit kaget, dia mengetahui orang di belakang Evan bukan orang sembarangan. Sesampainya disana Evan mulai berbicara pada orang-orang itu.


"Katakan siapa yang sudah menyuruh kalian!" Ucap Evan yang wajahnya mulai memerah menahan amarah, seandainya tadi Evan tidak membawa orang-orangnya entah apa yang akan terjadi dengan mobilnya sekarang.


"Kami hanya suruhan, kami bekerja karena membutuhkan uang!" Ucap dari salah satu orang itu. Disana Pak Renaldy mulai berjalan mendekati Evan.


"Berapa bayaran kalian! Saya bisa membayar lebih kalau kalian mau buka suara!" Ucap Pak Renaldy yang lagi-lagi memancing musuh dengan uang. Orang-orang disana saling pandang, mereka takut hanya di kelabuhi saja.


"Kami tidak membutuhkan uang kalian, kami hanya punya kesetiaan. Kami punya janji yang kuat dengan bos suruhan kami!"


"Oya! Kalau begitu kalian akan kami bawa ke sel tahanan yang sesungguhnya!" Ucap Evan lantang.

__ADS_1


"Van mereka tidak bisa dengan kekerasan mereka butuh kita merendah saja agar mereka mau buka mulut! Biar saya saja yang berbicara dengan mereka!" Bisik Pak Renaldy Pada Evan.


"Siapa diantara kalian yang menjadi ketua kelompoknya, segera temui saya di ruangan!" Ucap Pak Renaldy sambil memberi isyarat pada orang-orang Evan, Evan sungguh tak mengerti apa rencana calon mertuanya.


"Siapa ketua kalian, segera ikut dengan saya!" Ucap anak buah Evan. Akhirnya salah satu dari mereka maju kedepan, disana nampak ketua mereka dengan tubuhnya yang paling besar dari yang lainnya, badan orang itu juga penuh dengan tato di kanan kiri lengannya.


Evan akhirnya segera berjalan menyusul Pak Renaldy yang sudah menunggu di sebuah ruangan.


"Pak, apa rencana Bapak!"


"Sudahlah kamu lihat saja nanti!"


Tak menunggu lama orang yang mengaku ketua dari mereka masuk keruangan itu dengan dua penjaga yang membawanya, tangannya pun di borgol. Orang itu segera di persilahkan duduk oleh Pak Renaldy.


"Duduklah Baron!'' Orang itu sangat kaget, kenapa orang di depannya kenal dengan dirinya.


"Anda kenal dengan saya!"


"Tentu saja, apa kamu tidak ingat dengan saya?" Baron mulai mengingat-ingat wajah orang di depannya, memang dia seperti tidak asing dengan wajah itu.


"Siapa anda, saya tidak kenal dengan anda!"


"Saya adalah putra dari Pak Robert apa kamu mengenalnya?"


"Pak Robert!! ya saya mengenal beliau, beliau adalah ketua kami yang dulu! Jadi anda Renaldy yang dulu pernah menolong saya dan Ibu saya?"


"Benar, syukurlah akhirnya kamu mengenali saya! Tolong katakan siapa yang sudah menyuruh kalian, kalu tidak kamu akan berhadapan dengan orang-orang saya!"


Baron mulai berfikir, Pak Robert dulu adalah ketua mafia yang sangat di takuti, Baron ikut bekerja disana sudah lama dari Baron dan Renaldy masih remaja. Dia berhutang budi dengan keluarga Pak Robert yang di kenal dermawan itu.


"Baiklah, saya akan mengatakan semuanya. Disini saya berdiri untuk Bos saya mendiang Pak Robert dan untuk anda putranya, saya sudah banyak berhutang budi dengan keluarga anda. Disini saya akan melanggar perjanjian saya dengan bos saya yang sekarang, saya akan mengatakan yang sebenarnya!"


Dengan menarik nafas dalam-dalam Baron meniatkan hatinya untuk buka suara.


"Bos yang menyuruh kami adalah Pak Damian!!!


"Apa!!! Damian!!

__ADS_1


Bersambung.....


#Saya ucapkan terimakasih banyak pada para readers yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya dan yang sudah mendukung karya saya. Terus ikutin cerita ini sampai selesai ya.....kurang sedikit lagi cerita ini mau END nih! hehehe..## happy reading!!


__ADS_2