
Malam ini Damian mengurungkan niatnya untuk menemui putrinya karena ada sedikit masalah perusahaannya yang harus ia selesaikan, malam ini dia harus keluar kota untuk menemui klien yang sangat penting.
Sementara orang-orang Pak Renaldy sudah mengetahui keberadaan Tania Putri angkatnya berada, salah satu orang kepercayaan Pak Renaldy mencoba menghubungi bosnya.
Rita yang ingin menemui Renaldy akhirnya mengurungkan niatnya, setelah dia melihat ada seorang perempuan yang mendekati Renaldy disana.
"Pa, Papa kenapa?, ada apa ini!"
"Hanya insiden kecil Nak, Papa tidak apa-apa!"
Rita benar-benar terperanjat dengan apa yang baru saja ia lihat, dia mendengar perempuan itu memanggil Renaldy "Papa"
Setelah dia mulai memperhatikan perempuan itu wajahnya kenapa mirip denganku?, Elena apa dia putriku?"
Tiba-tiba ponsel milik Pak Renady berbunyi dia segera melihat siapa yang menghubunginya "Jack" Pak Renaldy pun segera mengangkatnya.
"Halo Jack"
"Halo Pak, maaf kalau saya sudah mengganggu, saya ingin melaporkan bahwa Tania sudah di ketahui keberadaannya Pak!"
"Benarkah, ya sudah sesuai perintah yang kemarin saya perintahkan biar kali ini polisi yang menanganinya."
"Baik Pak!" Akhirnya anak buah Pak Renaldy mematikan sambungangan teleponnya. Elena yang sedari tadi memperhatikannya mulai bertanya.
"Ada apa Pa?"
"Tania sudah di temukan Nak!"
"Apa, Papa jadi melaporkannya ke kantor polisi!"
"Jadi, Papa harus tega kalau tidak di beri pelajaran anak itu bisa mengulangi perbuatannya, kalau begitu kamu kembali dulu ke meja makan ya, Papa akan ke toilet sebentar."
"Baik Pa." Akhirnya Elena segera berjalan dan kembali menuju ke meja Evan dan Bu Sindy berada.
Sementara orang-orang disana sudah tidak berkerumun, orang yang di tabrak Pak Renaldy juga sudah pergi, Rita yang masih berdiri tidak jauh dari Pak Renaldy mulai sedih setelah melihat Elena pergi dari sana Rita hanya mampu melihatnya dari jauh.
Setelah Elena tidak terlihat olehnya, dia baru sadar dia ingin menemui Renaldy tapi setelah dia melihat ketempat Renaldy tadi berada dia sudah tidak ada di tempat yang tadi. Rita pun sedikit panik, dia masih mencari-cari di sekeliling tempat itu tapi tidak menemukan Renaldy.
Sedang Pak Renaldy sendiri sudah berada di dalam toilet. Rita benar-benar menyesal kenapa tadi dia tidak langsung menemui Renaldy dan juga putrinya.
__ADS_1
**
Di apartemen milik Anton ada dua orang yang sedang berdiri di depan pintu apartemen, mereka segera memencet bel disana, tak menunggu lama Tania segera membukakan pintu itu.
"Maaf anda mencari siapa ya?"
"Apa benar anda Tania!"
"Ya saya sendiri, maaf tapi sepertinya saya tidak mengenal anda jadi maaaf!" Tania ingin segera menutup pintu itu tapi kedua orang itu langsung menarik tangan Tania.
"Maaf kami dari pihak kepolisian, kami membawa surat penangkapan anda!"
"Apa!!, anda salah orang!" Tania mulai panik setelah dia mendengar kata polisi, jadi yang dihadapannya sekarang adalah polisi.
"Mari ikut kami, kami tidak akan melakukan kekerasan kalau anda tidak mencoba melawan. Nanti anda jelaskan sediri di kantor polisi!"
"Tidak!!, saya tidak mau!" Dengan susah payah Tania mencoba melepaskan tangannya dari kedua tangan polisi itu, tangan Tania segera di borgol sehingga dia tidak bisa melawan lagi.
"Anton, tolong aku!" Tania mencoba memanggil Anton tapi Anton yang sedang di kamar mandi tidak mendengar panggilan Tania yang meminta tolong.
Dengan terpaksa Tania mengikuti kedua polisi itu, "Apakah aku harus berakhir di penjara!, Pah kamu tega sama aku, Elena aku tidak akan membiarkan Elena bisa hidup Tenang!" Umpatnya dalam hati.
"Dimana Tania, apa dia sedang keluar membeli sesuatu?" Pikir Anton, ya sudah lah aku akan menunggunya pulang.
**
Di sana Rita masih mondar mandir mencari keberadaan Renaldy, sampai tiba-tiba matanya melihat seseorang yang dia cari. "Renaldy" Rita bergegas berlari mendekati Pak Renaldy.
Pak Renaldy masih berjalan lurus ke arah jalan yang ia lewati tapi tiba-tiba langkahnya harus berhenti saat ada suara yang ia sangat kenal memanggilnya.
"Mas Renaldy!"
Pak Renaldy segera menoleh ke arah suara itu, alangkah kagetnya dia setelah dia melihat siapa yang memanggilnya "Rita" Pak Renaldy segera berlari kecil menghampiri Rita disana, dengan perasaan yang campur aduk, dia sungguh bahagia menemukan Rita yang selama ini dia cari.
Akhirnya mereka saling bertemu dan saling berhadap-hadapan, baik Rita dan Pak Renaldy masih belum percaya dengan apa yang mereka lihat.
"Rita!"
"Mas Renaldy!" Pak Renaldy dengan cepat langsung memeluk Rita disana, dia sungguh bahagia menemukan Ritanya.
__ADS_1
"Kemana saja kamu selama ini Rita?, aku selalu mencari mu." Disana Rita nampak terisak dia tidak tau harus bahagia atau bersedih setelah bertemu dengan Renaldy yang dulu pernah mengisi hari-harinya.
"Kamu yang kemana Mas, kamu sudah meninggalkan aku dan putrimu!"
"Maaf kan aku Rita, aku pergi karena dibawa orang-orang Papa, aku belum berpamitan padamu dan juga putri kita tapi Papa sudah lebih dulu menemukanku dan aku di kurung berbulan-bulan di rumahku, aku tidak bisa bertemu kalian...Maafkan aku!" Akhirnya Rita segera melepaskan pelukan Renaldy dari dirinya.
"Rita ikut aku, kita cari tempat untuk bicara jangan disini, aku akan jelaskan semuanya."
Akhirnya Pak Renaldy dan juga Rita mencari tempat untuk saling berbicara, mereka memilih tempat di luar pusat perbelajaan itu, disana ada dua bangku yang kosong mereka akhirnya memilih untuk duduk disana.
Mereka masih saling duduk berhadapan, mata mereka masih saling bertatapan, entah mengapa rasa cinta itu masih terpancar dari kedua orang itu.
"Rita, jadi selama ini kamu kemana aku sudah mencarimu kemana-mana."
"Mas, apa perempuan tadi itu Elena?" Pak Renaldy kaget mendengar ucapan Rita.
"Jadi, apa kamu tadi melihatnya?"
"Aku tadi mau menemui mu, tapi aku lihat ada perempuan yang mirip denganku memanggil kamu Papa."
"Rita dia adalah Elena kita, dia Elena Rosalina. Kenapa kamu tidak langsung menemui kami tadi!"
"Benarkah itu Elena, jadi kamu sudah menemukan dia di panti asuhan?, maafkan aku mas, aku terpaksa menitipkannya di panti asuhan aku tidak tahu harus bagaimana lagi menghidupinya sedang kamu meninggalkan aku waktu itu."
"Maafkan aku Rita, aku akan menebus kesalahanku pada kalian!, jadi apa benar kamu sudah menikah?"
"Benar mas, aku sudah menikah!"
Deeeeg.....Hati Pak Renaldy tiba-tiba sakit, padahal sebelumnya dia sudah menyelidikinya dan mengetahui kalau Rita sudah menikah, tapi berbeda dengan mendengarnya langsung dari Rita, hatinya benar-benar seperti tercabik-cabik.
"Maafkan aku, lalu dimana sekarang suamimu?"
"Aku tidak tahu mas, suamiku meninggalkan aku begitu saja setelah mengetahui kalau aku dulu pernah punya anak darimu!"
"Apa, laki-laki macam apa itu, lantas dimana anak-anakmu!"
"Memang saya yang bersalah mas, saya menutupi kebohongan selama ini. Saya tidak pernah mengatakan kalau aku sudah punya anak sebelumnya."
"Apa!!,
__ADS_1
Bersambung....