Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 41 #Vila milik Damian


__ADS_3

Sementara itu di rumah megah Bu Rita sedang mempersiapkan barang bawaannya, dia tidak tau suaminya mau membawanya kemana.


"Apa semua sudah siap!" Ucap Damian pada Istrinya.


"Semua sudah siap, sebenarnya kamu mau mengajak saya kemana?" Tanya Bu Rita pada suaminya, disana Damian hanya terdiam berdiri dibalkon kamarnya.


Damian sebenaranya ingin mengajak berlibur Rita, tapi dia harus melawan kebenciannya sendiri, sebenarnya dia tidak bisa hidup tanpa Rita, wanita yang pernah membuatnya jatuh cinta.


Paras Rita begitu cantik, hingga membuat seorang Damian yang banyak disukai wanita tergila-gila dengan Rita.tapi sayang kesucian Rita sudah di renggut seseorang sebelum dia merasakannya.


Hatinya sungguh sakit mengingat hal itu, tapi berpisah pun dia tak sanggup. Biarlah hatinya masih terus berperang sampai dia memenangkan peperangan dengan melawan benci dan cinta suatu saat nanti.


"Tidak usah banyak tanya!, Ikuti saja kemauan saya!" Ucap Damian sambil berlalu dari hadapan Istrinya.


Disana Rita pun hanya bisa menangis, rumah tangga macam apa yang dia bangun, setiap hari hanya kebencian Damian yang ia dapat. Padahal sudah sejak lama Rita sudah membuka hatinya untuk suaminya, tapi Damian tetap saja belum bisa memaafkannya.


Akhirnya mobil mewah itu pun mengantarkan mereka kesuatu tempat, disana berdiri sebuah Vila yang sangat megah. Rita pun baru pertama kali datang ke Vila itu.


"Apakah ini Vila milikmu?" Tanya Rita pada suaminya, disana Damian hanya menganggukan kepalanya.


"Indah sekali, apa saya boleh masuk." Ucap Rita pada suaminya.


Damian pun hanya terdiam, sebenarnya dalam hatinya sangat senang melihat Rita menyukai Vila yang ia bangun, disinilah impiannya dulu ingin hidup bersama Rita, dan juga anak-anaknya tapi semua harapannya sudah hancur berkeping-keping.


Disana semua pelayan menyambut kedatangan mereka.


"Selamat datang Nyonya." Sapa pelayan yang ada disana.


"Terimakasih Bi." Ucap Rita pada pelayan itu, disana Damian bergegas naik keatas menuju kamarnya. Sesampainya disana Damian pun hanya terdiam, "Seharusnya aku berhak bahagia" Ucapnya dalam hati.


Rita pun segera menyusul Suaminya yang tadi meninggalkannya di bawah, sesampainya di kamar itu Rita melihat Damian yang masih terdiam dengan rambut yang berantakan.


"Kenapa denganmu, apa kamu sakit?" Tanya Rita yang sebenarnya iba pada suaminya.


"Tak usah pedulikan Saya!" Damian pun segera meninggalkan Rita disana, sebenarnya Damian ingin mencoba membuka lembaran baru disana, dia tidak ingin terbelenggu dengan rasa kebenciannya, tapi dirinya belum mampu menghilangkan kebencian itu. Disana Damian masih sibuk dengan ponselnya dia sedang menelepon anak buahnya.

__ADS_1


"Bagaimana penyelidikan kalian!" Ucap Damian yang sedikit mengendorkan kancing kerah bajunya.


"Sudah kami selidiki bos, ternyata Evan sekarang sudah punya kekasih." Ucap orang suruhan Damian.


"Siapa wanita itu!" Tanya Damian yang serius mendengarkan laporan dari anak buahnya.


"Namanya Elena Rosalina bos." Ucap seseorang disana.


"Elena Rosalina." Damian mengulang nama itu, kenapa nama belakangnya sama dengan nama Istrinya.


Disana Rita yang ingin membawakan secangkir kopi untuk Suaminya pun sangat kaget setelah suaminya mengucapkan nama Elena Rosalina,


Rita pun teringat pada putrinya, akhirnya dia mengurungkan niatnya mendekati Suaminya. Dia pun masih memasang telinganya disana untuk bisa mendengarkan percakapan Suaminya.


"Saya tidak mau tau siapa nama kekasih Evan, tapi yang jelas saya akan buat mereka berpisah!'' Ucap Damian lantang.


Disana Rita menutup mulutnya setelah dia kaget dengan ucapan suaminya. "Apakah dia putriku" Ucapnya dalam hati.


"Rita mana kopi saya!" Ucap Damian yang menganggetkan lamunan Rita. Dengan cepat Rita membawa secangkir kopi itu untuk Suaminya.


"Lambat sekali kamu!" Maki Damian pada Istrinya.


"Rita apa sebelum dengan saya kamu sudah mempunyai anak?" Rita yang mendengarnya pun sungguh kaget.


"Apa maksudmu!" Tanya Rita dengan nada bergetar.


Sebenarnya Damian hanya bermaksud ingin tau apa Rita bisa mempunyai keturunan, karena semenjak malam pertannya itu Damian tak pernah lagi menyentuh Rita.


Damian pun sudah mulai berfikir siapa keturunanya nanti yang akan melanjutkan perusahaanya, kalau sampai detik ini saja dia belum memiliki keturunan.


"Maksud saya, kamu bisa punya keturunan tidak!" Ucap Damian yang sebenarnya malu dengan pertanyaannya.


"Bisa, saya bisa!" Ucap Rita sambil menundukan wajahnya.


"Percaya diri sekali kamu, apa kamu pernah hamil sebelumnya." Ucap damian menyelidik.

__ADS_1


"Belum saya belum pernah." Ucap Rita berbohong dengan menahan segala rasa takutnya dia berucap.


Disana Damian masih berperang dengan perasaannya, dia tidak mampu mengungkapkan keinginanya untuk mempunyai keturunan dia berfikir umurnya masih mampu kalau dia mempunyai keturunan saat ini, tapi hatinya merasa benci kalau mengingat Rita sudah di jamah orang lain.


Damian pun sangat kesal dengan pemikirannya, tanpa terasa secangkir kopi yang Ia minum terlempar begitu saja. Rita pun sangat kaget melihat Suaminya melempar secangkir kopi yang ia buat, dia pun hanya bisa menutup mulutnya dengan telapak tangannya agar tidak bersuara dengan rasa kagetnya.


Damian pun bergegas meninggalkan Rita disana dengan sejuta emosi yang membara, dia belum bisa melawan rasa bencinya. Dia pun segera menaiki mobil meninggalkan Vila yang dia datangi.


Rita pun hanya bisa memandangi kepergian Damian yang meninggalkannya begitu saja, dengan cepat seorang pelayan segera membersihkan pecahan kaca dari cangkir kopi yang Damian lempar tadi.


**


Sementara itu seharian ini Elena masih kesal dengan Evan, disana Evan pun sungguh menyesal dengan keisengannya tadi pagi. Elena pun sudah bersiap untuk pulang, tapi tangan Evan mencegahnya untuk tidak pergi.


"El, apa kamu masih marah pada saya?" Tanya Evan dengan muka memelas.


"Mana mungkin saya bisa marah pada Bapak!" Ucap Elena berbohong.


"Kalau begitu, ikut saya kita akan makan malam bersama." Elena pun sebenarnya tak tega, sudah berapa kali Evan meminta maaf kepadanya tapi dia tetap saja masih kesal.


"Baiklah saya akan pulang terlebih dulu Pak." Evan yang mendengarnya pun sungguh bahagia.


"Baiklah saya antar kamu pulang, dan nanti saya juga akan menjemputmu." Elena pun sedikit tersenyum.


"Baiklah, saya tidak bisa menolak keinginan bos saya ini." Ucap Elena sambil menenteng tasnya dan segera ingin pergi.


"Tunggu saya di bawah!" Ucap Evan yang segera mematikan layar kerjanya.


"Saya tunggu di depan kantor saja Pak, biar tidak ada karyawan yang curiga." Ucap Elena pada Evan.


"Jangan di depan, tunggu di parkiran!, saya tidak mau kejadian yang kemarin terulang lagi." Elena pun menghentikan langkahnya, Evan benar-benar sangat menjaganya.


"Baiklah sayang...saya tunggu di parkiran." Ucap Elena yang segera berlari dari ruangan itu.


Evan pun terperanjat dengan ucapan Elena "Sayang" Sudah berani dia menggodaku" Ucap Evan yang tidak bisa menahan rasa bahagianya, dia pun bergegas menyusul Elena yang sudah sampai di parkiran.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


JANAGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YA LIKE KOMEN SERTA VOTENYA KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.DUKUNGAN PARA READERS SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR TERIMAKSIH.....


__ADS_2