
Apa ! Kamu sudah menculik putriku!!" Disana Pak Renaldy dan Damian sama-sama menoleh ke arah Rita yang sangat kaget mendengar ucapan Tania.
"Mas jelaskan padaku! Apa Putri kandungmu, dan putri angkatmu yang sudah menculik putriku!" Rita menanyakan pada kedua orang dihadapannya.
"Benar Rita, Tania sudah menculik Elena dan Tania sebenarnya sudah di beri hukuman, tapi aku tidak tahu kalau Tania secepat ini bebas." Ucap Pak Renaldy gamang.
"Aku yang sudah memberi jaminan pada Tania!" Ucap Damian lantang.
"Apa!" "Jadi benar Damian yang sudah membebaskan Tania" Gumam Pak Renaldy.
"Kenapa Pa, Papa tidak suka aku keluar dari penjara?" Dengan senyum sinis Tania berucap pada Papa angkatnya.
"Nak Papa ingin kamu bertanggung jawab atas apa yang telah kamu lakukan! dan kamu Damian, kamu sungguh Ayah yang tidak baik untuk Tania, dia bisa seenaknya saja terbebas dari hukumannya, seharusnya kamu bisa memberi contoh yang baik buat Tania!"
"Tapi aku tidak akan membiarkan kamu seenaknya saja menghukum putriku!! Aku akan melakukan sesuatu padamu kalau kamu sampai menghalangi langakhku!!" Ucap Damian yang mulai tersulut emosi.
"Tapi perlu kamu tahu, sebelum kamu melakukan itu aku juga akan meminta pertanggung jawaban mu atas kebakaran yang kamu ciptakan di cabang perusahaan ku!"
Mendengar ucapan Pak Renaldy, Damian terperanjat, sungguh dia tidak percaya, kalau semua aksinya sudah di ketahui Renaldy, dia sedikit berfikir bagaimana cara menghindari tuduhan dari Renaldy.
"Kamu jangan asal tuduh!, apa buktinya saya yang sudah melakukan itu semua!"
"Saya sudah punya bukti-bukti yang kuat untuk membawamu ke jalur hukum!" disana Rita bertambah syok setelah mendengar ucapan Renaldy dia benar-benar tidak percaya kalau suaminya melakukan semua itu.
"Mas benarkah itu?" Tanya Rita pada Damian.
"Sudahlah kamu tidak usah hiraukan omong kosongnya!" ucap Damian pada Rita.
__ADS_1
"Apa kamu bilang, omong kosong! Setelah semua anak buahmu tertangkap kamu masih bilang itu hanya omong kosong!" Tania sedikit bingung dia bingung siapa yang akan dia bela disini. Dia sebenarnya kaget mendengar perusahaan Papa angkatnya kebakaran.
Sedang Rita disana sungguh tidak menyangka, ternyata banyak sekali kejahatan yang telah suaminya lakukan di belakangnya. Dia juga tidak menyangka kalau sebelum dengannya suaminya juga sudah punya anak, kini ditambah lagi dia dituduh sudah membakar perusahaan milik Renaldy.
Sementara itu Evan yang masih menunggu aba-aba dari Pak Renaldy masih menunggu diluar Rumah Sakit, dia juga membawa beberapa polisi untuk segera menangkap Pamannya, orang yang sudah membuat Ayahnya kehilangan nyawanya. Sedang Damian sendiri tidak tahu kalau di luar sana sudah ada polisi yang akan segera menangkapnya.
Evan menunggu dengan perasaan gelisah, kenapa Pak Renaldy tidak menyuruhnya untuk segera masuk, apa terjadi sesuatu pada Pak Renaldy fikirnya. Tapi tiba-tiba ponselnya berbunyi di sana Pak Renaldy melakukan panggilan sesuai dengan kesepakatan bersama bahwa seandainya Pak Renaldy menghubunginya Evan akan segera masuk kedalam.
Di dalam sempat terjadi perdebatan antara Pak Renaldy dan juga Damian, Damian sempat melayangkan bogem mentahnya ke arah Pak Renaldy tapi dengan cekatan Pak Renaldy langsung menangkasnya.
Disana baik Bu Rita dan Tania sungguh sangat bingung, bagaimana cara menghentikan aksi duel dua orang di hadapannya. Tapi tiba-tiba???
Braaaak....
Pintu ruangan disana terbuka lebar mereka semua terbelalak dengan kedatangan Evan serta ada beberapa polisi di belakangnya. Tania pun tak luput dari ketakutannya, dia takut akan masuk kedalam jeruji besi lagi. Sedang Bu Rita sudah punya firasat pasti ada sesuatu yang telah suaminya perbuat.
"Evan...!! Sapa Damian pada ponakannya.
"Apa maksud kamu Van!!
"Langsung tangkap saja Pak!!
"Tunggu Van!! Apa salah Pamanmu ini!" Ucap Damian yang nyalinya mulai menciut, kenapa dia tidak menyiapkan anak buahnya sama sekali, kenapa sampai dia bisa tertangkap sendiri oleh ponakannya di Rumah Sakit tempat Rita di rawat.
"Saya tidak butuh basa-basi, dan ingat saya tidak punya Paman sepertimu! kamu yang telah membuat Ayah kandung saya dan juga Kaka tiri anda meregang nyawa oleh dirimu!" Disana Evan benar-bebar murka, dia sangat benci sekali melihat kearah wajah Pamannya.
Disana Tania dan Bu Rita juga benar-benar kaget, untuk yang ketiga kalinya Damian mendapat tuduhan yang mereka sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Mas jelaskan pada saya!! Rita meminta penjelasan pada Damian, tapi sayang suaminya sudah dulu di gelandang pihak kepolisian.
Damian tidak melakukan perlawanan sama sekali, melawan pun percuma, ternyata Evan dan juga Renaldy kali ini tidak main-main. Mereka sudah menjebaknya sedemikian rapi hingga tidak terendus sama sekali oleh dirinya.
Evan pun segera mengikuti Pamannya yang sedang di bawa kesebuah mobil polisi, disana Damian jadi tontonan orang-orang yang melihatnya, dia sungguh malu dengan kekuasaan yang dia punya, jabatan serta apapun itu terasa sudah runtuh semua. Bagaimana nasibnya kedepan pun dia tidak tahu.
Sedang Tania yang melihat orang yang mengaku Ayahnya di gelandang polisi, malah hanya mampu terpaku disana, dia pun tersadar dan segera pergi dari sana dia takut nanti Papa angkatnya akan memasukannya lagi kedalam penjara. Dia tidak mau mendekam lagi di dalam sel yang sempit itu.
Diruangan itu hanya tinggal Pak Renaldy dan juga Rita, Rita masih benar-benar syok setelah melihat suaminya di bawa polisi, bahkan kini dia masih terbaring di bet tempat tidurnya dengan menahan perih diperut serta hatinya. Kali ini dia benar-benar syok. Pak Renaldy yang melihat Rita terdiam segera mendekatinya.
"Rita apa kamu baik-baik saja?" Mendengar ucapan dari Pak Renaldy Rita segera menoleh ke arah orang yang sedang mendekatinya.
"Aku masih syok mas, ternyata suamiku menyimpan sebuah misteri yang selama ini tidak aku ketahui. Ternyata suamiku seorang penjahat!"
"Sudahlah semua sudah jadi takdir, biarkan suamimu menerima balasan atas apa yang dia lakukan. Rita apa kamu baru saja mengalami keguguran?"
"Benar mas!"
"Apa itu semua karena aku! Hingga kamu syok mendengar ucapanku!"
"Tidak mas kamu malah sudah menyelamatkanku, walaupun kini aku keguguran, setidaknya aku lega karena andai itu tidak terjadi kasihan anakku kalau harus tahu Ayahnya seorang Nara pidana."
Disana Rita tiba-tiba menangis dia merasa bersalah telah meninggalkan putri dan mantan kekasihnya yang ternyata masih menyimpan cinta mereka sampai sekarang.
"Menangislah Rita, kalau itu membuat kamu lebih tenang dan kamu tahu, bahuku ini siap untuk sandaran kamu mencurahkan semua beban yang sedang kamu rasakan."
Disana Rita semakin menangis tersedu-sedu ternyata Renaldy yang sudah ia anggap melupakan dirinya tidak berubah sama sekali, dia masih sama seperti Renaldy yang ia kenal dulu.
__ADS_1
"Mas, maafkan aku!!
Bersambung....