
Di rumah milik Pak Renaldy, Elena masih berada disana dia masih dikeliling orang-orang yang menyayanginya. Dia sedang berbincang dengan sang Nenek dan juga Papanya, disela-sela obrolannya Elena teringat pada sebuah box yang ia bawa.
"Pa, dimana box yang tadi aku bawa?"
"Ada di meja, apa kamu mau membukanya sekarang!"
"Iya Pa, kita buka sekarang saja mumpung kita suda berkumpul."
"Baiklah." Pak Renaldy segera beranjak dari tempat duduk dan segera mengambil box itu yang terletak tidak jauh dari tempat duduknya.
Setelah mengambil box itu Pak Renaldy segera berjalan dan kembali ketempat Elena dan Ibunya berada, disana Elena yang melihat Papanya membawa box segera berdiri dan segera menerima box itu.
Box itu akhirnya segera dia letakan di atas meja, dengan segera Elena mulai membukanya dengan pelan-pelan, box itu sudah mulai terbuka dan sudah terlihat isi di dalam box itu, Elena mengeluarkan satu demi satu isi yang ada di dalamnya, Pak Renaldy sampai tidak berkedip melihat barang-barang yang sekarang sudah Elena keluarkan dari dalam box itu.
Disana ada beberapa baju bayi, ada sebuah kotak kecil seperti kotak perhiasan, dan sebuah amplop. Elena akhirnya mulai membuka kotak kecil itu setelah terbuka ternyata didalamnya ada sebuah liontin yang ada bandul berbentuk hati. Pak Renaldy tau kalau itu adalah liontin yang dia berikan untuk Rita.
"Ini liontin yang Papa berikan untuk Rita, di dalamnya ada nama kami berdua, coba Nak kamu buka!" Akhirnya Elena membuka bandul itu, ternyata benar didalam ada nama Rita dan Renaldy.
"Kenapa Mama Rita meninggalkan ini untukku?"
"Mungkin biar kamu tahu bahwa kamu adalah anak Papa dan Mama." Pak Renaldy mulai berkaca-kaca, disana Ibu Anita masih terdiam melihat semuanya.
"Kita buka amplop ini Pa."
"Bukalah." Dengan cepat Elena mulai membuka isi didalam amplop itu, ternyata isinya adalah sebuah surat yang berisikan tulisan tangan Mamanya.
Elena dengan pelan-pelan membuka lipatan kertas disana dan dia segera membacanya.
__ADS_1
Teruntuk putriku
Nak Kalau kamu sudah membuka tulisan Mama ini, Mama harap kamu mau memaafkan Mamamu, bukan maksud Mama ingin meninggalkanmu di panti asuhan, percayalah Mama sangat menyayangimu Nak. Mama menulis ini dengan derai air mata Mama yang tak henti. Nak, dengan terpaksa Mama meninggalkanmu di panti ini, Mama tidak tahu lagi harus bagaimana membawamu pergi dan hidup bersama Mama, sedang orang-orang disekeliling Mama semua meninggalkan Mama, termasuk Papamu, tapi Mama harap kamu jangan membenci Papamu ya, beliau orang baik, beliau sangat menyayangi kita. Tapi entah mengapa Papamu tiba-tiba pergi meninggalkan kita. Mama hanya bisa meninggalkan liontin ini untukmu Nak, ini adalah tanda cinta Papamu untuk kita pakailah, agar kita tetap bersatu walau kita tidak bersama. Nak, Mama sangat menyayangimu, semoga kamu selalu sehat dan tumbuh dengan kuat tanpa Mama dan Papa. Elena Rosalina putri kecil Mama, maafkan Mama.
Dari Mama Rita Rosalina
Tak terasa air mata Elena mulai berjatuhan setelah membaca tulisan disana, entah apa yang terasa dihatinya, entah kecewa, entah sedih, entah terharu dan entahlah???
Pak Renaldy yang melihat putrinya menangis segera memeluknya disana, dia segera mengambil kertas itu dari tangan putrinya, disana dia mulai membaca satu demi satu kata yang Rita tulis, dia pun ikut menangis bersama dalam pelukan antara putrinya dan dirinya.
Betapa dia sangat menyesali atas apa yang telah terjadi, sendainya waktu bisa dia putar kembali dia akan menebus kesalahan yang sudah ia buat. Bu Anita yang melihat putra dan cucunya saling berpelukan dan menangis bersama juga tidak bisa membendung rasa sedihnya.
"Ren maaf kan Ayah dan Ibu, ini semua salah kami." Bu Anita pun ikut terisak disana. Pak Renaldy dan Elena segera menoleh ke arahnya.
"Jangan bilang begitu lagi Bu, yang terpenting anak Renaldy sudah aku temukan, sekarang waktunya kita membahagiakan Elena." Disana Elena benar-benar terharu dia tidak menyangka kalau jalan hidupnya harus seperti ini. Akhirnya dia bisa bertemu dengan Papa kandungnya serta Neneknya yang begitu menyayanginya.
**
Pagi-pagi sekali Rita berencana ingin mencari suaminya Damian, dia meminta sang sopir pribadinya untuk segera membawanya kesebuah kafe yang kemarin Bela beritahukan. Rita juga berencana akan mendatangi Rumah sakit yang kemarin ia datangi, di sana dia akan mencari tahu tentang Renady atau pun nama putrinya apakah itu Elena atau bukan.
"Pak nanti kita berhenti dulu di Rumah sakit yang kemarin ya!"
"Baik Bu!
Setelah melakukan perjalan hampir dua puluh lima menit akhirnya Rita sampai di sebuah Rumah sakit, dia segera turun dari mobilnya, dan segera berjalan masuk ke Rumah sakit itu. Dia pun segera menghampiri petugas Rumah sakit yang sedang berjaga disana.
__ADS_1
"Pagi Ibu apa yang bisa saya bantu!"
"Maaf saya mau tanya apa pasien atas nama Elena Rosalina pernah dirawat disini?"
"Apa Ibu ada hubungan dengan pasien yang ditanyakan!"
"Ya, saya adalah Ibunya tapi saya sudah lama tidak bertemu dengan putri saya, saya hanya ingin memastikan apakah putri saya pernah dirawat disini atau tidak."
"Sebentar ya Bu." Petugas itu segera mencari nama Elena Rosalina di daftar perawatan rawat inap.
"Maaf Ibu disini baru kemarin ada pasien yang bernama Elena Rosalina, tapi saya tidak tahu apa itu putri Ibu atau bukan soalnya status pasien sudah tidak dirawat lagi Bu pasien sudah dibolehkan pulang." Rita sungguh kaget setelah petugas itu memberi tahukan memang benar ada pasien yang bernama Elena Rosalina "Apa itu Elena putriku"
"Mba atas nama siapa penanggung jawab pasien atas nama Elena Rosalina?"
"Disini pembayaran administrasi atas nama Pak Renaldy Bu."
"Apa!!! Jadi benar dia putriku, apa mas Renaldy sudah menemukan putriku!!! Tiba-tiba seluruh badan Rita mulai gemetar, dia tidak percaya kenapa bisa Renaldy menemukan putrinya.
"Maaf apa sudah cukup informasinya Bu, maaf kami tidak bisa memberikan informasi yang lain."
"Sudah cukup mba, terimakasih banyak." Disana Rita mulai berjalan dan keluar dari Rumah sakit itu. Hatinya benar-benar berkecamuk, beribu pertanyaan kini ada di kepalanya.
"Jadi benar kemarin itu Mas Renaldy yang aku lihat, kenapa kamu pergi tidak memberikan kabar mas, sekarang kamu datang dan kenapa kamu bisa menemukan putriku, jadi apakah kamu pemilik perusahaan yang Mas Damian maksud, kamu pemilik perusahaan terbesar itu?, Kenapa kamu malah pergi meninggalkan aku dan putriku mas, kenapa?, Hidupku jadi seperti ini sekarang!" Kenapa!!!!
Hidup diantara dua cinta sungguh menyiksa Rita, rumah tangga yang dia bina juga kini sudah mulai hancur dengan segala kebohongan yang ia tutupi, kini mantan kekasihnya tiba-tiba muncul dan menemukan putrinya yang sudah ia tinggalkan di panti asuhan.
Entah bagaimana jalan hidupnya akan membawanya, kenapa sungguh pelik kehidupan yang harus dia jalani. Mas Damian pergi, putriku kini sudah bersama Papa kandungnya. Lantas aku sendiri sekarang hancur sehancur-hancurnya!!!
__ADS_1
Bersambung....