
Setelah menunggu lama akhirnya makanan yang Evan pesan datang, mereka pun makan bersama di meja makan. Disela-sela makan Evan tak henti-hentinya memandangi paras ayu milik Elena.
Di Padang Evan sedemikian rupa membuat Elena sungguh salah tingkah, dia begitu risih bahkan untuk bergerak rasanya sangatlah malu.
Setelah selesai makan, akhirnya Evan berpamitan untuk segera pulang.
"El saya pulang dulu ya!, Sambil membelai lembut rambut kepala Elena Evan berucap.
"Baiklah hati-hati di jalan ya Mas."
"El rasanya saya tidak mau meninggalkan kamu sendiri disini!"
"Iiih...Udah sana pulang Mas, besok kita bertemu lagi di kantor." ucap Elena sambil sedikit tertawa.
"Kamu mengusirku!"
"Tidak, hanya saja ini sudah malam, kamu harus segera pulang dan beristirahat!"
"Baiklah apa saya tidak mendapatkan sesuatu untuk dibawa pulang!" Elena mengetahui apa yang sebenarnya Evan inginkan.
"Apaan si Mas, Mas Evan mulai lagi?" Evan memang senang sekali menggoda Elena. Bahkan dia senang sekali membuat wajah Elena berubah jadi merah jambu.
Akhirnya Evan pun segera meninggalkan apartemen yang dulu miliknya dan sudah di berikan untuk Elena, disepanjang langkah kakinya menuju parkiran dia tak henti-hentinya membayangkan kejadian tadi bersama Elena. Dia pun tak sadar kalau sudah senyum-senyum sendiri disana.
**
Pagi itu Roy asisten Pak Renaldy sudah menjemput Pak Renaldy di kediamannya, dia memang asisten yang sejak dulu di percaya Pak Renaldy.
Kesetiaannya pun sudah tidak di ragukan lagi, walau pun umurnya masih tergolong muda tapi dia bisa di ajak berdiskusi dengan Pak Renaldy.
"Pagi Pak!"
"Pagi, bagaimana Roy apa kamu sudah mendapat petunjuk lagi?"
__ADS_1
" Belum Pak, Oya soal Ibu Elena bukankah beliau bilang dia juga berasal dari panti asuhan seperti yang Bapak waktu itu katakan!"
Pak Renaldy pun baru ingat, waktu itu Elena juga pernah bilang kalau dia juga pernah di tinggalkan Ibunya di panti asuhan, bahkan dia belum sempat menyebutkan nama Ibunya.
"Benar Roy saya baru ingat, Elena memang sempat bercerita kalau dirinya sewaktu kecil di tinggalkan Ibunya di panti asuhan, atau jangan-jangan Elena??
"Oya Pak saya juga baru Ingat kalau waktu saya di panti asuhan bunda kasih, saya bertemu Pak Evan dan juga Bu Elena disana!''
Pak Renaldy sempat terperangah mendengar ucapan dari Roy, "Apakah benar Elena putriku yang di tinggalkan Rita di panti asuhan?"
"Roy kalau begitu kita sekarang datangi panti asuhan yang kemarin Elena datangi, saya ingin memastikan kebenarannya!"
"Baik Pak, sekarang juga saya akan antarkan Bapak ke panti asuhan itu!"
Bergegas Pak Renaldy dan juga Roy menaiki mobil dan menuju ke panti bunda kasih yang berada di pinggiran kota. Di sepanjang perjalanan tak henti-hentinya Pak Renaldy berdoa, semoga benar Elena sekretaris Pak Evan adalah putrinya.
Perjalanan mereka lumayan jauh menyusuri jalanan sepi, "Rita seandainya benar Elena adalah putriku kenapa kamu tega sekali meninggalkannya jauh sekali dari kota?"
Sementara itu Elena yang sudah berada di kantor disibukan dengan setumpuk pekerjaan di mejanya, hari ini Evan dan Mario tidak berada di kantor mereka sedang meninjau ke pusat cabang perusahaannya disana sedang ada sedikit masalah.
Disana Tania begitu tajam menatap Elena dengan tatapan penuh kebenciannya, dia masuk dan berjalan menuju kursi Evan dia pun duduk begitu saja di kursi itu.
Disana Elena mulai tidak suka dengan sikap Tania, dengan sembarang masuk serta duduk di tempat kerja Evan. "Mau apa Tania kesini?" Elena bergumam dalam hati.
"Maaf apa anda ada perlu dengan Pak Evan?, Pak Evan sedang tidak ada di kantor, beliau sedang ada tugas di luar!" Ucapan Elena membuat Tania bangkit dari tempat duduknya, dan berjalan mendekati Elena.
"Saya tidak ada perlu dengan Evan saya sengaja kesini hanya ingin menemui kamu!"
"Saya, ada perlu apa anda dengan saya?"
"Hanya ingin sedikit memperingatkan kamu, Oya Saya sudah biasa datang kemari, dan kapan pun saya mau kesini Evan tidak melarang saya."
"Baiklah, katakan apa maksud dan tujuan Anda!"
__ADS_1
"Saya hanya ingin memperingatkan kamu saja, saya sudah lama mengenal Evan, dan saya melihat kamu sebenarnya kasihan, mungkin sebentar lagi Evan juga akan meninggalkanmu!"
"Oya satu lagi, kamu bukan perempuan satu-satunya yang sudah bersama Evan, jadi kamu jangan besar kepala. Bisa jadi kalau Evan sudah bosan denganmu dan mengambil keutungan darimu, mungkin kamu juga akan di buang seperti yang lainnya!" Tania sengaja memanas-manasi Elena.
"Tidak mungkin, Pak Evan bukan laki-laki seperti itu, beliau laki-laki yang sangat menghormati cinta. Jadi jangan kamu buat kebohongan yang kamu buat-buat!" Dengar..Kalau Pak Evan tahu kamu sudah menjelek-jelekan Pak Evan di depan saya pasti kamu akan di benci oleh Pak Evan!
"Sialan!! Berani-beraninya dia malah mengancamku balik, Ternyata perempuan ini sungguh sangat pintar, aku harus memberinya pelajaran!" Gumam Tania.
"Oya??...Kita buktikan saja ucapanku atau ucapanmu yang benar, permisi!!" Tania pun sungguh sangat kesal, rencananya ingin membuat Elena bisa meninggalkan Evan mungkin sedikit sulit Elena benar-benar perempuan yang kuat pendiriannya.
Setelah kepergian Tania, Elena mulai memikirkan perkataan Tania, apa benar Pak Evan seperti yang Tania katakan, sebenarnya aku juga sedikit ragu, apakah sebelumnya Pak Evan sudah pernah berhubungan dengan orang lain, secara Pak Evan itu kaya, pasti banyak perempuan yang mendekatinya atau mungkin?? Elena mulai terhasut dengan omongan Tania.
Sementara itu Pak Renaldy dan juga Roy sudah sampai di panti asuhan bunda kasih, disana Bu panti sedikit heran. "Bukankah orang itu yang kemarin kesini menanyakan tentang Bu Rita?"
Disana mereka disambut Ibu panti, dengan ramah Pak Renaldy dan Roy pun di persilahkan masuk ke ruangannya.
"Selamat siang Bu, maaf perkenalkan saya Renaldy dan ini asisten saya Roy."
"Selamat siang Pak, Oya bukankah Pak Roy ini kemarin sudah datang kemari?" Tanya Bu Panti menyelidiki
"Benar Bu saya yang kemarin datang kesini, Oya seperti yang saya katakan kemarin, Pak Renaldy ini yang sedang mencari putri kandungnya Bu
"Lalu?"
"Bu Rita dulu sempat berhubungan dengan Pak Renaldy, dan akhirnya Bu Rita mengandung anak Pak Renaldy, dulu sempat ada masalah yang akhirnya Pak Renaldy harus terpaksa pergi meninggalkan Bu Rita dan juga Putri kandungnya.
"Sampai sekarang Pak Renaldy ini masih mencari tau keberadaan Bu Rita, tapi kami malah mendengar informasi kalau Bu Rita telah menitipkan putrinya di panti asuhan"
"Sudi kiranya Ibu mau memberikan informasi untuk bos saya ini agar bisa dipertemukan dengan putrinya!" Ucap Roy berharap Bu panti mau memberikan informasi.
Bu panti pun mulai mencerna arah pembicaraan orang di depannya, dia juga tidak mau gegabah memberikan informasi ke sembarang orang.
"Siapa nama putri yang Bapak Renaldy cari?"
__ADS_1
Bersambung.....