
"Antooonn tunggu!!! Disana Tania berteriak memanggil Anton tapi Anton tetap tidak memperdulikan teriakan Tania, dia sudah tidak mau menoleh kebelakang lagi baginya sudah cukup selama ini mempertahankan rasa cintanya. Dia merasa kalau disini hanya dia saja yang berjuang.
Sedang Tania sungguh menyesali ucapannya dia sudah di kuasai rasa cintanya pada Evan, hingga membiarkan hati Anton benar-benar telah dia sakiti "Maafkan aku Anton, maafkan aku" dengan masih menatap kepergian Anton dari tempat duduknya berada Tania sungguh menyesali ucapannya.
**
Sementara itu Pak Renaldy masih di sibukan di ruang kerjanya, dia masih sibuk menandatangani berkas-berkas yang sudah dari kemarin menumpuk, dia masih disibukan dengan urusan putri angkatnya.
Disana dia memandang ponselnya yang berada di atas meja, dia ingin sekali menghubungi Rita tapi sejak kejadian tadi dia masih mengurungkan niatnya. Tak berselang lama tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara ponselnya yang berbunyi, dia langsung segera melihat siapa yang menghubunginya "Roy"
"Halo Roy!''
"Halo Pak maaf kalau saya sudah mengganggu kerja Bapak, saya ingin mengabarkan sesuatu Pak!"
"Katakan!"
"Maaf Pak, cabang perusahan kita mengalami kebakaran Pak!"
"Apa!!!, kebakaran??, kapan kejadiannya!" Pak Renaldy benar-benar sangat kaget mendengar informasi dari asistennya, padahal selama ini cabang perusahannya selalu baik-baik saja.
"Satu jam yang lalu Pak, saya juga baru saja di beri kabar, dan saya langsung segera meluncur untuk melihat kejadiannya langsung."
"Kenapa kamu tidak mengajak saya!"
"Saya tidak mau merusak kebahagiaan Bapak!" Roy memang sengaja baru memberikan informasi setelah dia melihat langsung kejadian kebakaran itu, dia tidak ingin bosnya yang nanti malam akan berbahagia atas lamaran putrinya malah menjadi panik.
"Apa kamu sudah menyelidiki apa motif kebakaran itu!"
"Sepertinya ada yang sengaja membuat kebakaran itu Pak!"
"Apa!! Siapa yang berani dengan sengaja membakar perusahaan saya!!, Roy Tolong kamu selidiki siapa dalang dari semua ini!"
"Baik Pak!" Cabang perusahaan Pak Ranaldy memang lumayan besar bahkan besarnya sama dengan perusahaan milik Evan. Pak Renaldy tidak percaya bahwa ada yang sengaja membakarnya.
Sementara itu di tempat lain, seseorang sedang merayakan atas kemenangannya yang telah membuat perusahaan Pak Renaldy kebakaran.
"Bagaimana kerja kita bos!"
"Kalian memang bisa di andalkan, biarkan Renaldy kalang kabut, suruh siapa dia menantang saya. Dia belum tahu siapa saya!"
__ADS_1
"Setelah ini, apa yang harus kita kerjakan bos?"
"Malam ini kamu kacaukan acara lamaran Evan, saya ingin melihat acara itu berantakan!" Kalau bisa gagalkan rencana lamarannya. Biar keluarga Mahendra bisa merasakan apa yang saya rasakan!"
"Siap bos, saya tidak akan mengecewakan anda!" Segera saya akan kumpulkan orang-orang dan saya akan secepatnya menyusun rencana."
"Ini bayaran untuk kalian, sisanya akan saya berikan setelah kalian berhasil dengan rencana kedua!!"
"Terimakasih banyak bos!!" Orang-orang itu pun segera bergegas pergi dari hadapan bosnya.
"Lihat saja Sindy apa yang telah kamu lakukan dengan suamimu akan segera saya balas, ini baru permulaan jangan harap keluarga Mahendra bisa hidup tenang, setelah sekian lama saya membiarkan kalian menikmati hidup yang tenang, tapi kali ini saya tidak akan membuat hidup keluargamu tenang!!" Umpat seseorang itu.
Sementara itu, Rita sudah sampai di rumah megah milik suaminya, dia berencana ingin meninggalkan rumah itu, dengan bekal tabungan yang ia miliki dia ingin segera pergi dari kehidupan Damian.
"Bi, tolong segera bereskan baju-baju saya!, dan tolong kamu masukan kedalam koper ya!"
"Baik Nyonya, maaf kalau saya lancang, Nyonya tidak biasanya pergi tanpa Tuan Damian, apa Nyonya sedang ada masalah?"
"Kali ini saya akan pergi Bi, Mas Damian sudah menceraikan saya!" Asisten rumah tangga Rita sampai terkejut dia sampai melongko hingga mulutnya menganga dengan sangat lebar.
"Nyonya bercanda kan?, mana mungkin Tuan Damian menceraikan anda, beliau sangat mencintai anda sejak dulu."
"Nyonya akan tinggal dimana?, bolehkah saya ikut dengan Nyonya saja!" Asisten rumah tangga Rita memang sangat menyayangi Nyonya besarnya dia rela kalau harus terus mendampingi kemana pun Nyonyanya pergi.
"Bi, Bibi disini saja ya, setelah keluar dari rumah ini saya bukan Nyonya lagi, saya akan jadi orang biasa dan mungkin saya tidak bisa menggaji Bibi seperti Tuan menggaji Bibi."
"Tidak apa-apa Nyonya, asalkan saya bersama Nyonya saya akan baik-baik saja. Nyonya orang baik, Nyonya sudah sering membantu keluarga saya sekaranglah saya akan membalas semua kebaikan Nyonya."
"Terimakasih banyak ya Bi atas pengabdian Bibi selama saya jadi istri mas Damian, bahkan saya mau pergi saja Bibi pun ingin ikut juga, terimakasih banyak ya Bi."
Mereka berdua saling berpelukan asisten Rita benar-benar terharu ternyata Nyonya Rita sangat lembut dan tidak membeda-bedakan bahkan sekarang beliau memeluknya.
"Baiklah, sekarang saya akan menyiapkan barang-barang yang akan Nyonya bawa, saya juga akan siap-siap juga!"
Asisten Rita segera mengemasi barang-barang yang akan dibawa Nyonya besarnya, dia sendiri juga membawa serta baju-bajunya untuk segera ikut kemanapun Nyonya nya akan pergi.
Setelah semua selesai Rita segera meninggalkan rumah megah itu, di depan rumahnya dia masih sempat memandangi rumah yang sudah lama ia tempati, banyak kenangan disana yang pernah ia lalui.
Melihat Nyonya besarnya sepertinya mau pergi, sopir pribadi keluarga Damian dengan segera mendekat ke arah Nyonyanya berdiri.
__ADS_1
"Maaf Nyonya, apa Nyonya mau pergi? Mari silahkan saya antar." Rita pun langsung menoleh ke arah sopirnya.
"Tidak usah Pak, saya mau pesan taxi online saja." Sang sopir pribadi itu pun sungguh heran tidak seperti biasanya Nyonya nya akan pergi tanpa dirinya.
Setelah taxi online yang Rita pesan datang, Rita beserta asisten rumah tangganya segera masuk ke mobil itu tapi tiba-tiba Rita mengalami mual yang hebat.
Huek....huek...huek..
"Nyonya, Nyonya kenapa?" Asisten Rita sungguh sangat panik, sang sopir pribadinya yang tadi sempat menatap kepergian majikannya nya juga segera berlari menghampiri Nyonya besarnya.
"Nyonya, Nyonya kenapa?" Rita disana masih belum bisa berfikir jernih dia masih merasakan mual-mual, bahkan keringat dingin sudah membanjiri seluruh badannya dia tiba-tiba pusing, dan lemas.
Segera asistennya dan sopir pribadinya membawa Rita ke tempat ruang security. Mereka semua masih panik melihat keadaan Nyonya besarnya. Tapi diam-diam sopir pribadinya segera menghubungi Tuannya.
"Ya hallo!"
"Halo..Maaf Tuan kalau saya lancang, saya hanya ingin mengabarkan kalau Nyonya dan asistennya sepertinya mau pergi, mereka membawa 4 koper Tuan!"
"Apa Rita tidak menyuruhmu untuk mengantarnya!"
"Kata Nyonya beliau ingin pergi menggunakan Taxi online Tuan, tapi tiba-tiba Nyonya muntah-muntah Tuan."
"Apa!!! Rita muntah-muntah!! Apa dia sakit!"
"Saya kurang tahu Tuan!"
"Sekarang kamu cepat bawa Nyonyamu ke Rumah sakit, saya akan segera kesana!"
"Baik Tuan!" Dengan segera sopir pribadi Rita segera membawa Nyonya besarnya menuju ke Rumah sakit, demikian juga dengan Damian, mendengar Rita sakit entah mengapa hatinya berubah dia tidak bisa melihat orang yang disayanginya sampai mengalami sakit.
Didalam perjalanan hari sudah semakin sore matahari pun sudah mulai terbenam tapi semua itu tidak menghalangi laju mobil milik Damian, dengan kecepatan tinggi dia membawa mobilnya agar cepat sampai di Rumah sakit. Setelah kepergian Rita tadi, Damian memang segera pergi menemui anak buahnya. Jadi jarak dia berada dengan Rumah sakit kini sedikit jauh.
Sementara itu, Rita sudah sampai di sebuah Rumah sakit, dia sedang di periksa oleh seorang Dokter, disana Dokter itu segera memberikan hasil pemeriksaannya.
"Saya ucapkan selamat ya Bu atas kehamilannya."
"Apa Dok!!, saya hamiiiil!!" Rita sungguh sangat terkejut setelah Dokter memberitahukan bahwa dirinya hamil, dia memang kemarin sempat terlambat datang bulan dia kira mungkin wajar bulan-bulan sebelumnya juga seperti itu."
Tanpa mereka sadari di luar ruangan pemeriksaan, Damian sudah berdiri disana dia terperangah mendengar ucapan dari Dokter yang mengatakan bahwa Rita hamil, entah perasaan apa yang sekarang ada dihatinya. "Rita hamil??
__ADS_1
Bersambung...