Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 53 #Hancur Berkeping-keping


__ADS_3

Sesampainya di apartemen, Elena langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, dia masih memikirkan perkataan Evan tentang keberadaan Ibunya. "Apa aku harus tanyakan semua pada Ibu panti, pasti Ibu panti tau tentang masa laluku" ucap Elena dalam hati.


Dia pun segera mengambil ponselnya di dalam tas kerjanya, dia pun sibuk mencari nama Ibu panti disana. Akhirnya dia pun mencoba menghubungi Ibu Panti.


"Halo Elena!" Ibu panti yang mendapat telepon malam-malam dari Elena pun segera mengangkatnya.


"Ya halo Bu, Apa kabar?" Tanya Elena pada Bu panti.


"Baik sayang, kenapa dari kemarin kamu tidak menelepon Ibu, biasanya kamu tidak pernah telat memberi kabar Ibu." Ucap Bu panti mengingatkan Elena.


"Benar Bu, kemarin-kemarin aku sedang sibuk jadi lupa menghubungi Ibu." Elena pun bingung sendiri bagaimana menanyakan pada Bu panti perihal tentang Ibu kandungnya.


"Tidak apa-apa sayang, yang penting kamu sehat-sehat disana ya." Ucap Bu panti ramah.


"Bu ada sesuatu yang ingin aku tanyakan?" Akhirnya Elena memberanikan diri bertanya kepada Ibu panti. Ibu panti pun penasaran dengan apa yang akan Elena tanyakan.


"Ya sayang, bicaralah!" Ucap Bu panti


"Begini Bu, saya ingin tahu sebenarnya siapa orang tuaku Bu!"


Deeeg....Bu panti sangat kaget, memang sudah sejak lama Bu panti menanti pertanyaan ini dari Elena, sampai dia bingung kenapa Elena tidak pernah menanyakan keberadaan Ibunya.


"Baiklah besok apakah kamu bisa datang ke panti, Ibu akan jelaskan disini dengan semua bukti-bukti yang Ibu simpan." Ucap Bu panti.


"Baiklah Bu, besok akan aku usahakan untuk datang!' Ucap Elena.


"Kalau begitu besok Ibu tunggu ya!" Ucap Bu panti.


Akhirnya Elena pun mematikan sambungan teleponnya dengan Ibu panti, disana suasana hatinya begitu bergemuruh, antara iya dan tidak dia ingin mengetahui semuanya.


Sementara itu, dikediaman Pak Renaldy sudah ada sang asisten yang ingin menyampaikan sebuah berita.


"Malam Pak!" Sapa asistennya.


"Malam, bagaimana apa kamu sudah mendapatkan petunjuk?" Tanya Pak Renaldy pada asistennya.

__ADS_1


"Saya mempunyai informasi, tapi mungkin informasi ini akan membuat Pak Renaldy sedikit kaget!" Ucap sang asisten.


"Katakan jangan berbelit-belit!" Ucap Pak Renaldy yang sudah tidak sabar.


''Baiklah sesuai mata-mata yang saya kirim, ternyata Bu Rita sudah menikah dengan seorang pembisnis juga Pak!"


Deeeeg.....Hati Pak Renaldy seketika hancur berkeping-keping setelah mendengar informasi dari asistennya, padahal sebelumnya dia juga berfikir, mungkin Rita sudah menikah, tapi perasaan itu ia tepis, karena dia yakin cinta Rita padanya sangatlah besar, dan tidak mungkin dia akan menghianati cintanya.


Tapi ternyata Rita sudah bisa melupakan dirinya begitu saja, sedang Pak Renaldy sampai sekarang belum pernah menikah, karena hatinya hanya ia berikan untuk Rita.


Tak terasa gelas yang tadinya di pegang Pak Renaldy tiba-tiba pecah di genggaman Pak Renaldy, darah pun terlihat mulai mengucur dan mengalir dari luka goresan di tangannya.


Disana sang asistennya pun mulai panik melihat bosnya tangannya penuh dengan darah.


"Pak lepaskan gelas itu, pecahan gelas itu bisa sangat melukai Anda!" Ucap sang asisten panik.


"Biarkan saja, ini adalah gambaran hatiku yang sekarang, hatiku benar-benar hancur mengetahui semua!" Ucap Pak Renaldy lantang dan akhirnya gelas itu pun ia lempar kelantai hinga pecah berkeping-keping.


Sang asisten pun sangat Panik melihat Pak Renaldy bersikap demikian.


"Pak kendalikan diri Anda, Apa anda tidak ingin mengetahu Putri anda?" Ucap sang asistennya.


"Putriku, Apakah ada informasi tentang putriku?" Tanya Pak Renaldy pada sang asisten.


"Ya Pak menurut informasi yang saya dapat, Putri Bapak masih hidup, dan menurut informasi yang saya dapat saat ini Putri anda tidak tinggal bersama Bu Rita, Saya akan segera mencari kembali informasi!"


"Cari sampai ketemu putri saya!, Saya serahkan tugas ini padamu!" Akhirnya Pak Renaldy pun meninggalkan asistenya.


Rasa perih yang ia rasakan ditangannya tak ada artinya dibanding rasa sakit yang kini ia rasakan setelah mengetahui kalau Rita ternyata sudah menikah dengan orang lain.


"Rita...Tega sekali kau menghianati cintaku, sedang cintaku saja masih utuh untukmu, Aku tidak ingin wanita lain, Aku hanya ingin dirimu Rita!, Tapi kenapa kamu tega sekali melukai perasaanku!"


Perasaan Pak Renaldy benar-benar sangat kacau, sedang disana Bu Rita malah sedang bermesraan dengan suaminya Damian. Hari demi hari mereka lalui dengan penuh cinta dan saling mengasihi. Tanpa mereka ketahui hati seorang Pak Renaldy sangat terluka dengan kisah cinta yang ia torehkan untuk Rita.


**

__ADS_1


Pagi harinya Elena sudah datang ke kantor, dia pun masih menunggu kedatangan Evan di ruangan. Setelah penyambutan tadi Evan pun belum masuk keruangannya, dia masih membicarakan sesuatu dengan Mario di ruangan Mario.


"Mario apa kamu sudah mendapat informasi lagi?" tanya Evan pada asistennya.


"Penyelidikan sedang di mulai Pak, Semua anak buah saya kerahkan untuk mencari informasi." ucap Mario pada bosnya.


"Baiklah kalau begitu saya tunggu kabar selanjutnya, Saya akan keruangan saya." ucap Evan sambil berlalu keluar dari ruangan Mario.


Sesampainya Evan di ruangannya, Elena segera bergegas menghampirinya.


"Mas ada sesuatu yang ingin saya sampaikan!" ucap Elena pada Evan.


"Katakan sayang, Apa yang mau kamu katakan?" ucap Evan sambil menyunggingkan senyuman.


"Mas apa boleh hari ini saya minta ijin untuk keluar?" Evan pun sedikit kaget dengan pertanyaan Elena, tidak biasanya Elena meminta ijin untuk keluar kantor.


"Apa kamu ada masalah, atau kamu mau pergi kesuatu tempat?" tanya Evan


"Saya mau minta ijin untuk pergi ke panti, ada sesuatu hal yang ingin saya bicarakan dengan Ibu panti!"


"Kalau begitu saya antar, kapan kamu mau kesana?"


"Tapi Mas apa tidak merepotkan, kerjaan Mas saja menumpuk!" ucap Elena sambil melirik kearah meja Evan yang penuh dengan setumpuk berkas-berkas.


"Untukmu tidak ada yang merepotkan, biarkan semua pekerjaan Mario yang handle." ucap Evan


"Baiklah saya mau berangkat sekitar jam sembilan Mas biar nanti tidak kemalaman pulangnya."


Setelah jam sembilan Evan dan Elena pun akhirnya segera berangkat menuju ke panti, kali ini Evan menggunakan Sopir pribadinya untuk mengantarkan mereka menuju panti.


"El.. Kalau boleh tau, Apa yang ingin kamu tanyakan pada Ibu panti?"


"Saya ingin menanyakan siapa sebenarnya saya dan siapa yang sudah melahirkan saya Pak!" ucap Elena dengan suara yang sedikit bergetar.


"Apa kamu sudah siap mengetahui siapa sebenarnya Ibu kamu?" tanya Evan penasaran.

__ADS_1


"Ya saya sudah siap, mungkin sudah saatnya saya harus tau siapa Ibu kandung saya, walau pun mungkin belum tentu saya menerima dirinya seandainya itu semua sudah terungkap.


Bersambung....


__ADS_2