Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 58 #Penjelasan Ibu Panti


__ADS_3

Di sebuah gedung tua tempat penyekapan Elena, disana seorang Elena sudah mulai sadarkan diri, dia mencoba membuka matanya, dengan berlahan walaupun sangat berat tapi dia mencoba memaksakan matanya agar bisa terbuka sempurna, remang-remang dia mulai melihat cahaya yang begitu menyilaukan masuk dalam pandangannya, dia pun hanya mampu menyipitkan satu matanya saja.


"Dimana aku" Elena mulai benar-benar terbangun dia melihat disekelilingnya hanya ada ruangan kosong tak berpenghuni, dilantai yang ia duduki juga sangat kotor disana sini hanya ada debu di lantai itu.


Elena mulai merenggangkan tangannya tapi dia mulai merasa ada sesuatu yang mengikatnya, kakinya pun susah untuk dia gerakan. Dia baru sadar kalau dirinya sudah diikat kaki dan tangannya.


Ini kedua kalinya Elena merasakan bagaimana dia di sekap seseorang, dia mencari-cari tasnya tapi dia tidak menemukannya disana ada ponsel miliknya, "Apakah orang-orang itu mengambilnya?"


Elena hanya mampu berdoa, semoga kekasihnya bisa menolongnya. Di situasi saat ini dia tidak mampu melakukan apa-apa, dia hanya bisa menunggu pagi dan semoga ada keajaiban untuknya.


Pagi harinya Evan bergegas naik kemobilnya, dia menyuruh sopir pribadinya untuk menjeput Elena di apartemennya.


Sesampainya di gedung apartemen, Evan tidak menemukan Elena di lobby. Biasanya pada jam segini Elena pasti sedang menunggu taxi di lobby tapi Evan tak menemukannya disana, maka dia putuskan untuk naik ke lantai 12 menuju apartemennya.


Sesampainya di depan pintu apartemen Evan dengan cepat memencet bel disana sekali, dua kali, sampai tiga kali Elena tak membukakan pintu.


Disana Evan sudah mulai khawatir akhirnya dia putuskan untuk membuka dengan access card cadangan yang ia punya, pintu itu pun terbuka disana Evan segera masuk dan mencari Elena.


"El...Elena kamu di mana sayang kenapa tidak mengangkat teleponku!" Evan mencari di setiap ruangan tapi dia tidak menemukan Elena sama sekali. "Apakah Elena sudah berangkat ke kantor pagi-pagi" Evan masih berfikir positif.


Dia pun mencoba menghubungi Elena tapi ponselnya tidak bisa di hubungi. Akhirnya dia mencoba menghubungi Mario.


"Halo Mario apa kamu sudah sampai di kantor? Apa Elena sudah ada di kantor?" Cerca Evan.


"Halo Pak saya baru saja sampai di kantor, saya kurang tahu tapi saya kan langsung keruangan Bapak untuk melihat apakah Elena sudah ada atau belum!"


"Baiklah, jangan matikan ponselnya segera kamu keruangan saya!"


"Baik Pak!" Dengan cepat Mario masuk ke dalam kantor dia sedikit berlari membuat semua karyawan yang melihatnya nampak keheranan.


Sesampainya di depan ruangan bosnya, Mario segera membuka pintu dan masuk kedalamnya, dia tidak menemukan siapa pun disana.


"Halo Mario apa kamu sudah sampai di ruangan saya!"

__ADS_1


"Ya Pak saya sudah sampai dan Elena tidak ada di ruangannya Pak!"


"Apa!! Mario... Ada sesuatu yang terjadi pada Elena, segera kita bertemu saya sedang ada di apartemen Elena tapi Elena tidak ada juga di sini, tidak biasanya dia seperti ini. Tolong cek CCTV yang ada di kantor. Saya takut Elena di culik lagi!'


"Baik Pak saya akan segera cek!"


"Oke saya akan langsung ke kantor, tapi saya minta beri tahu semua karyawan hari ini tidak ada penyambutan!"


"Baik Pak!" Akhirnya Mario meminta pertolongan Bara agar memberikan informasi bahwa hari ini tidak di adakan penyambutan seperti biasa.


Evan pun bergegas ke mobilnya, dan menyuruh sopirnya agar segera menuju kekantornya.


**


Sementara itu Pak Renaldy dan juga Roy sedang berada di perjalanan menuju panti asuhan dengan membawa bukti sebuah foto Rita disana.


Di perjalanan Pak Renaldy benar-benar sudah tidak sabar ingin mendengar informasi dari Ibu panti.


Pak Renaldy dan juga Roy memang sengaja berangkat dari jam 5 pagi Pak Renaldy ingin cepat sampai di panti agar tidak terlalu siang.


"Mario bagaimana hasilnya?"


"Seperti yang Bapak lihat, Elena pulang dengan Taxi dan tidak ada yang mencurigakan Pak!"


"Tapi di mana Elena kalau memang tidak terjadi apa-apa!, Saya yakin Elena sedang tidak baik-baik saja. Coba putar lagi setelah Elena pergi!"


Di layar nampak normal mobil berlalu lalang seperti biasa tidak ada kecurigaan sama sekali, tapi tidak berapa lama datang lagi sebuah taxi. Disana Evan mulai curiga dengan taxi itu.


"Berhenti di bagian itu!, kita cari tahu pengemudi taxi itu. Liat nomor platnya siapa tahu kita dapat petunjuk, tidak mungkin sebuah taxi tiba-tiba berhenti di depan kantor seperti menunggu seseorang."


"Saya akan minta bantuan orang-orang saya Pak untuk menyelidiki plat taxi itu!" Dengan segera Mario menghubungi seseorang yang dia percaya dia meminta tolong pada orang-orangnya untuk segera menjalankan perintah Mario.


"Kita tunggu kabar selanjutnya Pak!".

__ADS_1


Sementara Evan dan Mario sedang sibuk dengan rasa khawatirnya tentang Elena, Pak Renaldy dan Roy akhirnya sudah sampai di panti asuhan bunda kasih.


Disana Bu panti menyambutnya dengan ramah.


"Sialahkan masuk Pak!"


"Terimakasih!"


Setelah mereka sama-sama duduk Ibu panti pun segera menanyakan bukti yang Bu panti minta kemarin.


"Bagaimana Pak apa Bapak sudah membawakan bukti foto Bu Rita?" Tanya Bu panti


"Sudah Bu, Ini saya membawanya!" Dengan cepat Pak Renaldy mengambil foto Rita di dalam tasnya, dan segera menyerahkannya pada Bu panti.


Bu panti menerima foto itu dan melihat dengan seksama, dia mulai mengingat-ingat wajah Bu Rita waktu itu, "Sepertinya ini benar foto Bu Rita" gumam Bu panti dalam hati.


"Bagaimana Bu apa Ibu percaya kalau saya benar adanya mengenal Rita?".


"Setelah saya lihat-lihat memang ini foto Bu Rita!" Belum sempat Bu panti meneruskan perkataanya Pak Renaldy tiba-tiba sudah bersimpuh di kaki Bu panti.


"Tolong Bu beritahu saya informasi tentang putri saya, saya sangat rindu sekali ingin berjumpa dengan putri saya!"


"Tolong Bapak berdirilah, saya akan memberikan informasi itu!"


Dengan bergegas Pak Renaldy bangkit dari duduknya dia segera duduk dan menempatkan posisinya dengan wajah yang sangat serius.


"Begini Pak memang benar adanya Bu Rita Rosalina dulu menitipkan putrinya pada saya di panti asuhan ini, saat itu Bu Rita berdalih tidak mampu menghidupi putrinya, dia hanya sebatang kara. Makanya Bu Rita dengan terpaksa menitipkan putrinya disini."


Mendengar penuturan Bu panti Pak Renaldy sungguh tak tega mendengarnya matanya sudah mulai berkaca-kaca, mengingat Rita tidak bisa menghidupi putrinya karena sudah di usir orang tuanya, dan aku saat itu meninggalkannya.


Mungkin Rita sangat berat saat itu, aku tidak mampu membayangkan bagaimana kala itu Rita menjalani hidupnya.


Bersambung.....

__ADS_1


KALI INI DUA BAB READERS SEMOGA SUKA...


Terimakasih atas dukungannya....


__ADS_2