
Damian beserta asistennya dan juga Anton segera bergegas menuju kantor polisi setempat, dengan perasaan yang sungguh kacau memenuhi isi kepala Damian, ada apa dengan putrinya. Harusnya ini adalah momen sejarah dalam hidupnya bisa bertemu langsung dengan putrinya tapi malah putrinya kemungkinan sedang ada masalah hukum.
Sementara dirumah megah milik Damian Rita masih termenung di sebuah kursi yang ada di balkon kamarnya, dia tidak tahu keberadaan suaminya kini ada dimana. Di sela-sela lamunannya tiba-tiba seorang pelayan datang menghampirinya.
"Maaf Nyonya ada surat untuk anda." Mendengar ada pelayan datang Rita segera menoleh kearah suara itu berada.
"Dari siapa Bi?"
"Saya kurang tahu Nyah." Pelayan itu dengan sopan memberikan amplop yang ia pegang untuk di berikan pada Nyonya besarnya.
Disana Rita mulai melirik amplop coklat itu dan dia segera menerimanya dari tangan pelayannya.
"Terimakasih banyak Bi."
"Sama-sama Nyonya, kalau begitu saya permisi." Disana Rita hanya menganggukan kepalanya.
Rita menghela nafasnya kala dia melihat amplop yang bertuliskan surat dari pengadilan, dengan gemetar Rita mulai membuka isi amplop itu. Benar saja apa yang dia duga Suaminya benar-benar menginginkannya untuk bercerai.
"Hanya seperti ini yang kamu ingin tunjukkan padaku mas, atas apa yang telah aku korban kan untukmu selama ini?, baiklah kalau ini maumu aku akan menandatangani surat perceraian ini!" Dengan menghembuskan nafas kasarnya Rita segera menelepon pengacara yang akan membantunya menyelesaikan perceraiannya.
"Halo Bu, ada yang bisa saya bantu?"
"Saya ingin bantuan darimu, saya ingin kamu menyelesaikan perceraian saya dengan suami saya!"
"Apa!!!! Apa anda ingin bercerai?"
"Bukan saya, tapi suami saya yang menginginkannya."
"Baiklah, saya akan segera datang kerumah Ibu Rita untuk minta kejelasan dalam kasus perceraian Ibu dan Pak Damian!" Pengacara itu adalah salah satu dari banyaknya pengacara keluarga Damian dia benar-benar sangat kaget, dia tidak menyangka Pak Damian yang di kenal sangat mencintai istrinya kenapa tiba-tiba ingin meminta bercerai.
**
Sementara itu Damian sudah sampai di kantor polisi dia menyuruh Boby asistennya untuk segera bertanya pada polisi tentang keberadaan Tania. Sementara dia dan Anton masih menunggu di dalam mobil.
"Selamat siang Pak!"
"Selamat siang ada yang bisa saya bantu?"
"Maaf Pak saya mau bertanya apa ada seorang wanita atas nama Tania berada di kantor Polisi ini?"
__ADS_1
"Tania sebentar saya cari datanya dulu ya Pak." Polisi itu segera mencari data disana dia mengetik nama Tania dan munculah nama yang depannya Tania ada 10 orang yang namanya Tania.
"Maaf Pak namanya Tania siapa ya?"
"Namanya Tania Putri Damian!" Dengan segera polisi itu mencari nama Tania Putri Damian yang masuk dalam daftar tahanan disana.
"Maaf Pak disini tidak ada nama yang anda sebutkan, ada juga Tania Putri Renaldy." Pak Renaldy memang sengaja telah mengganti nama putri angkatnya setelah sah dia mengadopsinya.
"Benarkah tidak ada Pak?, tolong teliti sekali lagi Pak!"
"Tidak ada Pak disini hanya ada 10 orang yang namanya Tania."
Akhirnya Boby kembali lagi ke mobil Bosnya dia menceritakan pada Damian bahwa tidak ada nama Tania Putri Damian berada disana.
"Lantas dimana putriku berada! , Boy saya tidak mau tahu kamu harus mencari tahu keberadaan putriku!'
"Baik Pak!"
Anton disana juga bingung di mana kedua orang itu membawa Tania, apakah dia benar-benar polisi atau jangan-jangan orang itu suruhan Papa angkat Tania, karena Tania bilang waktu itu dia sedang kabur dari Rumah sakit.
"Pak sebentar, saya jadi ragu, saya juga kurang yakin dengan dua laki-laki itu apa mereka Polisi atau orang-orang suruhan Papa angkatnya.
"Yang saya dengar dari Tania, sebelum dia datang ke apartemen saya dia bilang dia habis kabur dari Rumah sakit, karena mencoba bunuh diri."
"Apa!!!! Tania mau bunuh diri!!!"
"Benar Pak, Tania bilang dia kecewa dengan Papanya karena kini Papa angkatnya sudah menemukan putri kandungnya, dan dia merasa dirinya sebentar lagi bakalan disisihkan, dan lebih sakitnya lagi ternyata anak kandung dari Papanya adalah kekasih dari laki-laki yang sebenarnya Tania sejak dulu mencintainya."
"Apa!!"
"Malang benar nasibmu Nak, kenapa kisah Papa mu ini kamu juga merasakannya." Ucap Damian dalam hati. "Siapa yang berani-beraninya menyakiti putriku harus berhadapan denganku!" Umpat Damian.
"Bisakan kamu mengantarkan saya ke rumah orang tua angkat Tania?"
"Baik Pak, tapi saya rasa hari ini Papa angkatnya Tania mungkin ada dikantornya!"
"Kamu tahu di mana kantornya berada!"
"Sayangnya saya kurang tahu Pak, Tania tidak pernah cerita pada saya."
__ADS_1
"Ya sudah kita datangi rumahnya saja nanti malam, apa kamu mau menemani saya dan memberitahukan di mana rumah orang tua angkat Tania.
"Maaf Pak kalau nanti malam saya tidak bisa, saya ada tugas malam!"
"Memang apa pekerjaanmu sampai malam tidak bisa!"
"Saya seorang Dokter di Rumah sakit pak!"
"Baikalah kamu beri tahu saya saja dimana alamat rumah orang tua angkat Tania." Akhirnya Anton memberikan alamat rumah Pak Renaldy, dia pernah beberapa kali main kerumah Tania jadi dia sudah hafal alamat rumahnya.
Sementara itu Pak Renaldy dan asistennya Roy akan segera berangkat menemui Tania di kantor Polisi, dia berharap Tania bisa jera dengan dirinya tertangkap dan bisa menebus segala kesalahan yang telah dia lakukan.
"Roy segera siapkan mobil, kita akan berangkat menemui Tania!"
"Baik Pak, akan segera saya siapkan." dengan bergegas Roy menjalankan perintah dari Bosnya.
Disana Pak Renaldy sibuk dengan ponselnya, sebenarnya dari kemarin dia ingin menghubungi Rita, tapi sepertinya waktunya belum tepat dia harus menyelesaikan masalahnya satu demi satu.
Tidak menunggu lama akhirnya Pak Renaldy dan juga Roy segera berangkat menuju ke kantor Polisi. Di persimpangan jalan mereka berpapasan dengan mobil milik Damian tapi mereka tidak saling menyadari bahwa baru saja Damian juga sedang mencari Tania di kantor Polisi yang sama dengan tujuan Pak Renaldy.
Setelah sampai di kantor Polisi itu, Pak Renaldy segera turun dari mobilnya, dia di dampingi Roy yang selalu setia di belakangnya.
"Selamat siang Pak!"
"Siang, ada yang bisa saya bantu!"
"Saya ingin bertemu dengan putri saya yang terkena kasus penculikan!"
"Siapa nama putri anda?"
"Tania Putri Renaldy!"
"Wah baru saja juga ada yang mencari nama yang sama hanya beda nama belakangnya saja.
"Siapa yang mencari nama seperti nama putri saya?"
"Mereka menanyakan putrinya juga namanya Tania Putri Damian."
"Damian??? Entah mengapa Pak Renaldy tiba-tiba kaget dengan nama Damian, apakah itu Damian yang ia kenal???
__ADS_1
Bersambung.....