
Di rumah megah milik Pak Renaldy, Seorang wanita tua yang berada di kursi roda itu pun sedang menyambut kedatangan putranya.
"Kamu sudah pulang sayang?"
"Sudah Bu, Aku sudah pulang. Apa Ibu sudah makan?" Wanita tua itu pun tersenyum dan hanya menganggukan kepalanya
Sebenarnya Ibunya Renaldy tak tega melihat putranya yang masih sendiri sampai sekarang. putranya pun belum mau berumah tangga. Sejak dirinya terpisah dengan Rita.
"Ren, Apa kamu tidak mau menikah, Apa karena Rita kamu seperti ini?" Ucap Wanita itu.
"Maafkan Renaldy Bu, aku masih mencari keberadaan Rita sampai sekarang."
Setelah mendengar ucapan putranya, Wanita tua itu pun matanya mulai berkaca-kaca, Dia ingat betul bagaimana mendiang suaminya sangat menentang hubungan Renaldy dengan Rita Rosalina.
"Apa kamu sudah menemukan petunjuk?"
"Sepertinya sebentar lagi Bu, Aku akan segera menemukan Rita dan juga Cucu Ibu."
Wanita tua yang ternyata bernama Anita pun tersenyum lebar mendengar kata cucu.
Sudah lama Bu Anita sangat menantikan seorang cucu, walau pun Renaldy sudah mengangkat seorang anak dari panti asuhan, tapi dia bukan cucu kandungnya.
Hati Bu Anita pun sedih putranya Renaldy sampai saat ini tidak mau berumah tangga, dia benar-benar sangat mencintai Rita.
"Benarkah Ren, Ibu doakan kamu segera menemukan Rita beserta cucu Ibu.
Akhirnya Bu Anita pun meninggalkan putranya sendiri disana. Pak Renaldy pun sebenarnya sangat sedih kalau mengingat kejadian itu, bagaimana Rita yang susah payah melahirkan putrinya di sebuah klinik, kala itu dia masih setia menemani Rita disana.
Sampai kejadian itu terjadi, Renaldy sedang pergi membeli peralatan untuk putrinya yang baru lahir, tapi orang suruhan mendiang Ayahnya langsung membawa paksa Renaldy.
Orang suruhan mendiang Ayahnya membawanya kembali pulang kerumah megah itu.
Renaldy benar-benar frustasi, dia dipaksa mendiang Ayahnya untuk mengelola perusahaan milik Ayahnya.
"Rita mungkin kamu mengira Aku adalah orang yang sangat jahat, orang yang telah meninggalkan kamu dan juga putriku begitu saja, aku akan menjelaskan semuanya Rita." gumam Pak Renaldy.
Sementara seorang Rita memang sudah menjauh dari media sosial semenjak kejadian yang menimpanya, dia benar-benar terkurung dan tersiksa. Renaldy yang dia anggap akan bertanggung jawab atas kehamilannya tapi dia malah meninggalkannya begitu saja.
**
Semetara itu Evan dan Elena sudah kembali ke kantor, mereka pun bersiap-siap untuk pulang.
__ADS_1
"El...Saya antarkan kamu pulang!" Ucap Evan yang masih sibuk merapikan dokumen di meja kerjanya.
Elena yang ingin bersiap pulang pun akhirnya mengurungkan niatnya.
"Baiklah, Saya tunggu di parkiran ya Mas?" Ucap Elena.
Evan pun sangat suka sekali kalau Elena memanggilnya "Mas" kata itu sudah membuat hatinya bergemuruh.
"Jangan di parkiran, kita langsung keluar bersama saja, kali ini Saya tidak mau ada penolakan!"
"Tapi mas, Apa Mas Evan ga malu di curigai semua karyawan tentang hubungan kita?"
"Kenapa harus malu, kamu tidak perlu mendengarkan ucapan orang lain, cukup ikuti kata hatimu saja.
"Tapi Mas???'
Belum sempat Elena menjawabnya Evan sudah membungkap mulut Elena dengan sebuah kecupan disana, Elena pun terkejut dengan sikap Evan. Entah mengapa akhir-akhir ini Pak Evan suka sekali menciumnya dengan tiba-tiba.
"Mas, ingat kita di kantor!" Ucap Elena yang sedikit kesal karena takut ada karyawan yang melihatnya.
Evan pun Akhirnya melepaskan Elena, dia pun segera mengambil ponselnya serta kunci mobilnya yang ada di atas meja kerjanya, Evan pun segera mengajak Elena untuk pulang, Di sepanjang perjalanan Evan masih terdiam, Elena sangat bingung dengan sikap Evan.
"Pak apa saya ada salah?" Tanya Elena pada Evan.
Sebenarnya Evan sedikit kesal dengan penolakan Elena tadi, menurutnya Elena hanya mementingkan orang lain ketimbang kemesraan yang ingin Evan berikan.
**
Sementara itu Tania dengan terpaksa pergi kerumah Ayah angkatnya, Dia ingin meminta bantuan pada Ayah angkatnya.
Akhir-akhir ini perusahaannya sedikit kacau, gara-gara Evan memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan miliknya.
Tania pun sudah sampai di rumah yang sangat megah, disana seorang security segera membukakan pintu untuk Tania.
"Selamat sore Non!" Sapa security itu pada anak majikannya.
"Sore Pak, Oya apa Papa ada di rumah?"
"Ada Non, Baru saja Tuan pulang."
Tania pun akhirnya memarkirkan mobilnya dan segera masuk kerumah megah itu, disana Ibu Anita yang sedang bersantai pun kaget dengan kedatangan Tania.
__ADS_1
"Tania apakah itu kau?" Tanya Bu Anita
"Benar Nek, ini Tania bagaimana kabar Nenek sehat?" Tanya Tania lembut.
"Sehat sayang, Kenapa kamu sekarang jarang menemui Nenek?"
"Tania sibuk mengurus perusahaan yang Papa beri Nek!"
Tania memang di latih mandiri oleh Renaldy, dia ingin mendidik Tania berbisnis dan tanpa embel-embel namanya di belakang Tania. Walau pun perusahaan Pak Renaldy sangat besar tapi dia tidak ingin memanjakan Tania dengan segala kemudahan.
Tania dulunya adalah seorang anak yang Renaldy ambil dari sebuah panti asuhan, walaupun umurnya mungkin lebih tua dari putri kandungnya tapi Tania bisa mengobati hatinya karena dia sudah kehilangan putri kandungnya bersama Rita.
Evan dan Elena pun akhirnya sampai di apartemen, disana Evan pun mengantarkan Elena sampai kedalam apartemen. Akhirnya Evan pun segera berpamitan pada Elena.
"Kalau begitu, Saya pulang dulu ya!" Elena pun masih heran kenapa Pak Evan berbeda sikapnya.
"Mas katakan pada saya apa salah saya?" Tanya Elena lagi, Evan pun hanya tersenyum disana.
"Karena kamu sudah menolak ciumanku El." Ucap Evan yang sambil berlalu dari hadapan Elena.
Elena pun tercengang, dia tidak menyangka karena hal sepele Evan jadi mendiamkannya dari tadi.
Evan pun akhirnya bergegas menuju pintu apartemen, tapi tanpa Evan sadari Elena segera menghentikan Evan disana dan dengan cepat Elena mencium bibir Evan dan dengan segera Elena berlari masuk kedalam kamar.
Evan pun kaget dengan perlakuan Elena, Elena sudah berani ternyata menggodanya, Evan pun tak bisa lama-lama marah pada Elena, dia pun langsung tersenyum dan segera pergi meninggalkan Elena.
Disana jantung Elena pun masih berdebar, dia memang belum pernah melakukan hal yang menurutnya sangat membuatnya malu setengah mati.
Di dalam mobil pun Evan masih senyum-senyum sendiri, bibir Elena memang benar-benar sudah membuatnya candu.
Sementara itu Pak Renaldy terlihat sedang menuruni tangga, dia melihat putri angkatnya datang kerumahnya, dia pun bergegas menuju ke tempat putrinya.
"Tania, kapan kamu datang sayang?' Sambil mendekati putrinya dia pun memberikan pelukan serta mencium lembut rambut kepala putrinya.
"Barusan Pa, Papa apa kabar?" Tanya Tania yang sebenarnya sangat rindu dengan Ayah angkatnya, Pak Renaldy sudah di anggap sebagai ayah kandungnya sendiri.
"Tumben kamu kesini apa ada masalah?" Tanya Pak Renaldy.
"Benar Pa, aku sudah hampir menyerah mengelola perusahaan yang Papa berikan, Evan membatalkan kerja sama dengan perusahaan Tania Pa!"
Pak Renaldy pun mengangkat kedua alisnya, dia sudah tau watak putri angkatnya pasti Tania melakukan kesalahan.
__ADS_1
Bersambung....