Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 91 #Acara Lamaran Evan


__ADS_3

"Apa ini ada kaitannya dengan Damian????"


Evan yang melihat Ibunya dari tadi terdiam mulai curiga dia juga melihat Ibunya sedikit pucat dan bahkan kening Ibunya sudah banyak berkeringat Evan sungguh sangat khawatir dia segera memegang bahu Ibunya.


"Ibu tenanglah, semua masalah sudah diatasi Ibu tidak usah takut lagi." Bu Sindy pun segera menoleh ke arah putranya.


"Iya, Van Ibu hanya khawatir dengan keselamatanmu."


"Sudahlah, putramu ini akan baik-baik saja, oya Mario apa orang-orang kita ada yang mengikuti musuh disana!"


"Ada Pak, orang-orang kita yang satu mobil tadi langsung mendatangi musuh!"


Benar saja musuh yang ingin membuat celaka mobil Evan tidak tahu kalau orang suruhan Evan ada yang mulai mendekat ke arahnya, disana nampak seseorang yang terlihat seperti ketua kelompok itu sedang berdiri membelakangi jalan, dia sedang menghubungi seseorang.


"Halo Pak, kita gagal!"


"Apa!!! Sial...Kenapa bisa!"


"Ternyata Evan sudah menyiapkan bodyguard handal Pak, saya kira mereka tidak akan siap, ternyata saya salah kira!"


"Ya sudah, kalian segera pergi dari tempat itu, jangan kalian tinggalkan jejak satu pun disana!"


"Tapi Pak, roda mobil yang kita tumpangi tertembak semua Pak, jadi mobil kita lumpuh dan harus di derek!'' orang itu masih saja berbicara dengan bosnya, tanpa dia ketahui di belakangnya orang-orangnya sudah tergeletak semua, mereka semua pingsan setelah mulutnya di bius oleh orang-orang Evan.


Setelah selesai berbicara dia pun segera mematikan ponselnya dan memasukkannya ke dalam kantong celananya, dia pun segera membalikan badannya untuk bertemu dengan orang-orangnya, tanpa dia duga di depannya sudah berdiri 5 orang dengan badan yang sangat besar sedang mengepung dirinya.


"Si-siapa kalian!" Tanpa basa-basi orang-orang itu segera menghajar orang di depannya yang telah sengaja mengacaukan perjalanan bosnya.


Satu banding lima tentu saja dia kalah banding, ketua dari komplotan itu sudah jatuh tersungkur dengan luka lebam dimana-mana.


Orang-orang Evan segera menyeret orang itu dan segera memasukan orang itu untuk bergabung dengan teman-temannya yang lain yang sudah lebih dulu mereka masukan kedalam mobil.


Sementara itu rombongan keluarga Evan sudah sampai di kediaman Pak Renaldy, mereka disambut banyak orang disana. Tidak terkecuali Bu panti dan anak-ank panti juga nampak hadir disana. Bahkan para reporter yang ingin meliput proses lamaran sang CEO juga sudah berbaris menunggu kedatangannya disana.

__ADS_1


Kedua keluarga saling bertemu, dan saling bersalam-salaman. Rombongan Evan segera di persilahkan masuk kedalam rumah megah milik Pak Renaldy. Disana Evan nampak mencari-cari seseorang tapi sepertinya Elena masih di sembunyikan dari mata Evan.


"Kamu cari siapa Nak Evan?" Sambil tersenyum Pak Renaldy berucap.


"Em...Elena Pak, saya belum melihat Elena." Sambil malu-malu Evan mengatakannya.


"Rupanya calon menantu sudah tidak sabar melihat calonnya." ramai gelak tawa disana membuat Evan sedikit malu.


"Oya kenapa kalian bisa terlambat!" Ucap Pak Renaldy yang sedikit penasaran. Disana Bu Sindy langsung menjawab.


"Tadi ada sedikit masalah Ren, rombongan kita tiba-tiba di serang musuh!"


"Apa!!" Pak Renaldy benar-benar kaget dengan ucapan sahabatnya yang sebentar lagi akan menjadi besannya.


"Lalu bagaimana sekarang?"


"Untung asisten Evan sudah menyiapkan bodyguard-bodyguard handal, mereka semua bisa dikalahkan!"


"Tidak bisa dibiarkan kita harus menyelidiki mereka, Nak Evan apa mereka ada yang tertangkap?"


"Syukurlah, saya akan memberikan bantuan juga kalau sudah tahu siapa pelaku di balik penyerangan ini!".


***


Akhirnya proses lamaran itu dimulai, mereka mengesampingkan dulu masalah diluar, mereka fokus dalam proses lamaran, disana nampak terlihat anak-anak panti yang menempel disamping kanan kiri Evan, mereka sangat senang melihat kakak mereka Elena akan di lamar oleh Evan yang ada disamping mereka.


Akhirnya setelah penyambutan, Elena akhirnya dibawa keluar, dia didampingi sendiri oleh Pak Renaldy dan juga anak-anak perempuan dari panti, kebahagiaan kini menyelimuti kedua pihak keluarga.


Disana sudah nampak Elena yang sangat anggun memakai baju batik yang senanda dengan baju yang Evan kenakan, dia berjalan menuju ke arah Evan dan semua keluarga, nampak disana mata Evan tak berkedip sama sekali saat melihat Elena yang malam ini begitu cantik, tidak hanya Evan semua orang yang memandang pun saling terpana melihat kecantikan Elena.


"Van, Elena cantik sekali bukan?" Bisik sang Ibu di telinga Evan.


"Benar Bu, putramu ini sudah tidak sabar ingin memiliki bidadari didepan sana!"

__ADS_1


"Sabar Van...!!


Nampak disana Elena dengan senyumnya yang mengembang menyapa semua orang dengan anggukan, Elena segera duduk dihadapan keluarga besar Evan, disana dia duduk bersama barisan keluarga dari Papanya.


Baik Evan dan Elena kini mulai curi-curi pandang, mereka sungguh sangat gugup, padahal biasanya mereka tidak seperti ini entah mengapa malam ini benar-benar membuat jantung keduanya seperti sedang lari maraton.


Acara demi acara sudah mulai berjalan, disana nampak kedua belah pihak keluarga sudah berunding kapan acara pernikahan akan segera dilaksanakan.


Sementara itu, Bu Rita yang masih berada di Rumah Sakit, masih terbaring di atas bet tempat tidurnya, disana dia melihat asisten rumah tangganya sedang asik melihat kelayar ponselnya, di ponselnya dia melihat acara live sedang diadakan di sebuah rumah megah.


"Wah pengusaha tampan ini ternyata sudah punya kekasih" gumamnya, Ternyata di luar sana seorang Evan tidak pernah luput dari sorotan publik, tidak hanya kepawaiannya berbisnis, dia juga dikenal sebagai pembisnis termuda yang telah sukses.


"Bi kamu lihat apa si? sepertinya asik sekali!" Tanya Rita yang penasaran.


"Ini Nyonya, pengusaha muda yang sangat tampan ini ternyata sudah punya kekasih, bahkan malam ini sedang live acara lamarannya Nyonya!"


"Memang siapa orang itu?"


"Itu Nyonya, Evan Mahendra dari perusahaan Skyline Corporation yang ganteng itu!"


"Oh...Evan Mahendra, siapa wanita yang beruntung mendapatkan hatinya?" Ternyata Bu Rita selama lepas dari suaminya mulai sering melihat-lihat media sosial, dia juga sempat mengikuti perjalanan tentang seorang CEO muda yang namanya sudah tidak asing di media bisnis.


"Kekasihnya namanya Elena Rosalina Nyah!"


"Apa!!!" Rita sungguh kaget mendengar nama Elena Rosalina, jangan-jangan yang di katakan Mas Renaldy waktu itu Elena yang sedang di lamar CEO itu.


"Bi coba saya lihat Bi, acara live nya!" Segera asisten Rumah tangganya segera mendekatkan ponselnya ke arah Nyonya besarnya. Disana Rita mulai melihat acara itu, alangkah terkejutnya dirinya kala dia melihat ada Pak Renaldy yang sedang duduk bersama Putrinya.


"Elena?? Kamu cantik sekali Nak."


"Nyonya kenal dengan perempuan itu?"


"Dia putri saya Bi." Asistennya sungguh sangat terkejut mendengarnya, mana mungkin? selama dia mengenal Nyonya besarnya dari menikah sampai sekarang belum juga diberi keturunan, tapi sekarang beliau bilang dia adalah putrinya????

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2