Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 44 #Kebencian Tania


__ADS_3

Damian pun masuk dengan perasaan yang benar-benar kacau, Ada dua sisi dihatinya yang selalu berbeda arah.


Disana Bu Rita pun akhirnya menyusul suaminya, Setelah masuk dia pun tak menemukan suaminya di dalam kamar, Entah kemana lagi suaminya pergi.


Di Vila itu Damian memang membuat sebuah ruangan khusus untuk dirinya bekerja, disana dia masih sibuk mengotak-atik layar kerja didepannya.


Sudah sejak lama, Damian diam-diam mencari tahu orang-orang yang pernah dekat dengan Rita dulu. Disana tertera sebuah nama yang tidak asing bagi dirinya.


"Siapa sebenarnya laki-laki itu?, Apakah Rita dulu pernah dekat dengannya, atau mungkin dialah orang yang sudah mengambil kesucian Rita" Damian mulai berfikir keras.


Disana tertera sebuah nama yang dimana orang itu adalah rekan bisnis Damian, apa sebenarnya hubungan dia dengan Rita dulu? Dia adalah orang terkaya ke tujuh diatas Damian, "Aku harus mencari tahu tentang hubungan Rita dan dirinya dulu?


Hati Damian benar-benar sudah tercabik-cabik, rasa cintanya pada Rita benar-benar sudah membuatnya gila. Padahal sudah bertahun-tahun berlalu, Tapi rasa itu masih tersimpan di hati Damian, dan bahkan semakin menguasai fikirannya.


"Halo, Kamu terus selidiki laki-laki itu, korek semua informasi yang menyangkut dirinya!" Ucap Damian pada anak buahnya.


**


Hari pun sudah malam, Akhirnya Evan dan Elena pun pulang, Di sepanjang perjalanan mereka sangat menikmati kebahagiaan mereka yang baru saja mereka rasakan.


"Pak, Terimakasih banyak atas semuanya." Ucap Elena disana.


"Kenapa kamu harus berterimakasih, Kamu berhak bahagia, dan saya yang akan membuatmu bahagia." Ucap Evan yang masih fokus melihat jalan.


Setelah setengah jam akhirnya Evan sampai ke apartemen Elena.


"Pak sudah malam, Bapak langsung pulang saja ya." Ucap Elena yang tak ingin menyinggung perasaan Evan.


"Baiklah, Kamu segeralah masuk. Aku akan menunggu sampai kamu benar-benar masuk." Ucap Evan yang masih di dalam mobilnya.


Akhirnya Elena pun masuk, Dia pun sesekali melihat kebelakang untuk memastikan Evan sudah pergi, tapi ternyata Evan masih tetap menunggunya disana.


Setelah Elena tak terlihat, Evan pun segera pergi dari apartemen itu. Evan tidak tau ternyata ada sebuah mobil yang sedari tadi mengikutinya.


"Ikuti terus mobil itu Pak!" Ucap seseorang di sana.

__ADS_1


Mobil itu pun masih mengikuti Evan sampai Evan sampai di rumahnya, Evan pun tak menyadari keberadaan mobil yang mengikutinya. Akhirnya Evan pun turun dari mobilnya, dan ingin segera masuk tapi belum sempat dia melangkahkan kaki tiba-tiba.


"Evan tunggu!" Tania pun segera berlari menghampiri Evan.


"Tania!" Kenapa kamu masuk tanpa permisi.


"Aku mengikutimu tadi, Van kamu benar-benar ya! Kamu seenaknya memutuskan kerjasama denganku, karena gosip yang kamu tuduhkan untukku. Tapi ternyata tuduhan itu benarkan?"


"Apa maksud kamu Tania!" Evan pun mulai terpancing dengan ucapan Tania.


"Aku tidak terima kamu memutuskan kerjasama yang sudah kita buat, hanya karena perempuan itu!!"


"Lebih baik kamu urus diri kamu sendiri, dan tidak usaha kamu campuri urusan orang lain. Kamu mengerti!! Evan pun segera berjalan meninggalkan Tania.


"Evan tunggu!! Dengar ya, Aku Tania, tidak akan tinggal diam!!, kamu tau Van aku sangat mencintai kamu!" Evan pun akhirnya berhenti sejenak.


"Apa kamu bilang "Cinta", Cinta macam apa yang kamu maksud!" Ucap Evan yang mulai kesal.


Tiba-tiba Tania pun berlari ke arah Evan, dia pun langsung memeluk Evan. Evan pun kaget dengan tingkah Tania yang tiba-tiba memeluknya.


"Aku tidak akan melepaskanmu, Sampai kapan pun kamu harus jadi milikku!" Ucap Tania yang sudah hilang akal.


"Aku bilang lepas!!" Ucap Evan yang mulai memaksa melepas tangan Tania.


"Evan kamu melukaiku, kamu benar-benar jahat!" Maki Tania pada Evan.


Akhirnya Evan pun bisa melepaskan diri dari pelukan Tania.


"Dengar Tania, dari dulu kamu adalah sahabatku, tapi kenapa kamu berambisi dengan hatiku?, Apa kamu sadar itu!, Kamu sudah menjatuhkan harga dirimu. Dengar, Kamu cantik, kamu pasti akan mendapatkan laki-laki yang kamu inginkan.


"Tapi laki-laki yang aku inginkan itu kamu Van!' Ucap tania dengan berlinang air mata.


"Dengar Tania, aku tidak bisa, aku sudah punya Elena. Kamu ingat itu!" Evan pun segera meninggalkan Tania.


"Dengar Van kalau aku tidak bisa memilikumu, Elena pun juga tidak bisa!" Ucap Tania dengan lantang.

__ADS_1


Evan pun akhirnya masuk dan menutup pintunya dengan keras, Tania disana pun masih menangis, dia pun segera mengusap air matanya. "Kamu lihat Van, apa yang akan aku lakukan dengan Elena sialan itu!" Maki Tania.


Tania pun segera pergi meninggalkan rumah Evan, dengan membawa amarah yang ada di dadanya.


Sementara itu, Elena yang sedari tadi ada di depan cermin tidak henti-hentinya memandangi kalung yang di berikan Evan padanya, tiba-tiba entah mengapa gelas yang ada di sampingnya pun terjatuh begitu saja, dia pun kaget, dan dengan segera memungut pecahan kaca dari gelas itu.tapi??


Auuuuww....Elena pun menahan sakit karena terkena goresan pecahan gelas yang mengenai jarinya. Dia pun segera berlari ke kamar mandi dan segera mencuci lukanya, hatinya pun tiba-tiba merasa tidak enak, ada sesuatu yang mengganjal di fikirannya.


Tiba-tiba ponselnya pun berbunyi, disana tertera nama "Kekasihku" Elena pun heran sepertinya dia tidak pernah memberi nama di poselnya seperti itu. Tapi ini nomor pak Evan, Elena pun segera mengangkatnya.


"Halo Pak!" Ucap Elena disana


"Ya, Halo Elena, apa kamu sudah tidur?" Ucap Evan yang bertanya pada Elena.


"Belum Pak, oya apa boleh saya bertanya?" Evan pun menaikan satu alisnya, dia tidak tau apa yang akan Elena tanyakan.


"Silahkan, Apa yang mau kamu tanyakan!"


"Pak, Saya heran kenapa di ponsel saya nomor Bapak berubah namanya, perasaan saya tidak pernah menggantinya Pak."


"Oya memangnya berganti nama siapa di ponselmu?" Ucap Evan yang masih menahan tawa.


"Kekasihku, perasaan saya memberi nama Pak Evan, kenapa bisa berubah, saya jadi heran Pak!'


"Em...Pak Evan ya!" Apa ada yang salah dengan tulisan itu?, Bukankah saya memang kekasihmu?" Evan pun terkekeh sendiri disana.


"Benar sih Pak, tapi saya heran kenapa bisa berubah." Ucap Elena yang masih penasaran.


"Mungkin ponselmu sudah tau kalau saya adalah kekasihmu, jadi dia bisa berubah sendiri." Ucap Evan berbohong 


Evan memang yang sengaja mengganti nama di ponsel Elena sewaktu Elena bersamanya, Elena pun tidak tau sewaktu dia kebelakang tadi, Evan mengambil ponselnya, Evan sangat gemas, kenapa dirinya tidak di akui disana sebagai kekasihnya, tapi masih nama Pak Evan yang tertera.


Bersambung...


Terimakasih Atas dukungannya Readers...

__ADS_1


__ADS_2