Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 73 #Rahasia Terkuak


__ADS_3

Rita sungguh kesal dengan suaminya, dia ingin pergi keluar rumah untuk mencari tahu tentang seseorang yang ada di Rumah sakit tadi. Tapi sepertinya Suaminya tidak membiarkan dirinya untuk bisa keluar dari rumahnya. Disana dia mulai mengingat sesuatu, "Mungkin kertas itu bisa jadi sebuah petunjuk", pikirnya dengan cepat dia mencari keberadaan sebuah dompet yang sudah lama dia simpan di sebuah lemari miliknya.


Rita mencoba mencari kertas yang dia simpan di dalam dompet miliknya, dia sengaja menyimpan kertas itu disana. dia ingin mencoba menanyakan kabar putrinya lewat Ibu panti, sudah hampir dua puluh dua tahun lebih dia hanya menyimpan kertas itu tanpa pernah menghubungi Ibu panti, bahkan tidak pernah menanyakan kabar putrinya sama sekali.


Semenjak dia menitipkan putrinya disana, dia langsung di jodohkan dengan Damian oleh orang tuanya, hingga dia mengubur rapat-rapat segala kisah hidupnya, bahkan setelah menikah dengan Damian segala aksesnya semakin sulit, dia seperti dikurung di dalam rumah megah itu, tapi akhir-akhir ini dia selalu teringat pada putrinya dia merasa menyesal atas perbuatannya. Semoga nanti putrinya akan memaafkan segala kesalahannya.


Setelah hampir lima menit akhirnya Rita menemukan dompet itu, dia pun menemukan kertas itu disana, dia menyimpan nomor Ibu panti di kertas itu, dengan tangan yang sedikit gemetar, Rita mencoba memencet nomor yang tertulis di dalam kertas lusuh itu, dia segera memencet satu persatu nomor disana, sampai akhirnya dia memencet tombol hijaunya.


"Halo!" Terdengar suara yang tidak asing lagi bagi Rita, suara Ibu panti menggema di telinganya.


"Ha-lo." Dengan sedikit gemetar akhirnya Rita mencoba berbicara.


"Dengan siapa ini!" Rita masih terdiam dengan pertanyaan Ibu panti, dia mencoba melawan rasa takutnya Rita akhirnya memberanikan dirinya untuk berbicara.


"Ini dengan saya Bu, Rita!" Akhirnya Rita berusaha menjawab pertanyaan Ibu panti.


"Rita?, Rita Rosalinakah!" Ibu panti mencoba menerka orang di ujung telepon.


"Benar Bu, maaf saya baru bisa menghubungi Ibu." Disana Bu panti terdiam sejenak, dia berfikir kenapa baru sekarang Ibu Rita menghubunginya.


"Bu, maaf saya hanya mau menanyakan kabar putri saya!" Ucap Rita memberanikan diri.


"Elena Rosalina!"


"Benar Bu, apakah dia masih tinggal di panti?"

__ADS_1


"Elena, dia sudah tidak tinggal di panti lagi." Rita pun terkejut mendengarnya kenapa putrinya sudah tidak ada di panti.


"Lalu dimana sekarang putri saya Bu!" Tanpa Rita ketahui di balik pintu yang sedikit terbuka Damian mendengarkan pembicaraannya dengan seseorang. "Putri saya" siapa yang dimaksud putri sama Rita, apakah sebelumnya Rita sudah punya anak!" Darah Damian mulai mendidih mendengar perkataan istrinya.


"Elena sekarang sudah dewasa, dia sudah bekerja."


"Benarkah!" tanpa Rita duga pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dengan keras.


Braaaaakkk....


Rita segera menoleh kearah pintu yang sudah terbuka, dia pun segera memantikan sambungan teleponnya dengan Ibu panti, dia baru teringat dari tadi pintunya belum ia kunci.


Disana berdiri seorang Damian dengan tatapannya yang sangat tajam ke arah Istrinya berada, wajahnya menahan emosi yang sudah tidak terbendung lagi, "Apa mas Damian tadi mendengar pembicaraanku dengan Bu Panti" Rita mulai ketakutan dengan pikirannya sendiri.


"Mas...Kamu menganggetkan saya saja!"


"Kamu bicara apa mas!" Rita masih mencoba menutupi semuanya. Disana Damian segera berjalan dan mendekati istrinya.


"Jangan coba-coba kamu membodohi saya, katakan!, Apa sebelumnya kamu sudah mempunyai anak!" Jelaskan Rita!!" Dengan begitu marah Damian mencengkeram wajah istrinya dengan telapak tangannya yang kokoh, disana wajah Rita sampai berubah menjadi merah karena rasa sakit dari cengkraman tangan suaminya.


Rita hanya bisa meneteskan air matanya, dia tidak tahu harus bagaimana, kenapa dia sangat ceroboh tadi, bahkan pintu kamarnya tidak dia kunci seperti biasa.


"Katakan!!!" Wajah Damian sudah berubah menjadi buas lagi, bahkan dia melupakan rasa cintanya yang baru saja ia bangun, setelah semuanya terbangun kenapa Rita tiba-tiba merobohkannya lagi dengan membuat kebencian yang terlalu sakit baginya.


"Maafkan saya Mas, tolong lepaskan saya, saya akan mengatakan semuanya." Damian pun mulai mengendorkan cengkraman tangannya dan berusa melawan kemarahannya dia segera melepaskan tangannya dari sana.

__ADS_1


"Cepat katakan!"


"Baik, maafkan saya mas, sebelum saya menikah denganmu, saya sebetulnya memang sudah mempunyai anak!"


"Apa!!!!! Kamu mau membodohi saya apa lagi, setelah kamu tidak perawan lagi saya sudah mencoba memaafkanmu, sekarang kamu bilang kamu sudah pernah mempunyai anak!, Lelucon apa yang kamu buat hah!!" Damian sudah sangat tersulut emosi, kenapa cintanya yang tulus malah seolah di permainkan oleh istrinya.


"Lantas dengan siapa kamu mempunyai anak!, Katakan!" Dengan masih menatap tajam kearah Rita, Damian mulai muak melihat wajah istrinya.


"Dengan kekasih saya dulu Mas, dia mengatakan akan menikahi saya, tapi setelah anak saya lahir dia malah meninggalkan saya begitu saja." Rita sudah tidak bisa lagi membendung air matanya dia terisak disana. Damian belum bisa berfikir jernih, dia putuskan untuk segera meninggalkan kamar itu.


"Mas, maafkan saya, kamu mau kemana!, Tolong maaf kan saya!!, dengan sedikit berlari Rita mencoba menahan kepergian suaminya, tapi Damian dengan cepat berlalu dan segera menutup pintu itu dengan sangat keras.


Braaakkkkk.....Suara pintu yang tertutup sangat keras membuat Rita sangat kaget. Dia sungguh menyesal bisa-bisanya dia malah menghubungi Ibu panti saat suaminya ada di rumah.


Sementara itu Damian segera menaiki mobilnya, dan segera pergi dari rumahnya, hatinya benar-benar sangat hancur, kenapa dia mendapatkan balasan atas cintanya yang besar ini dengan kekecewaan yang mendalam, jujur hatinya sudah mulai luluh dengan setiap penyatuan yang mereka lakukan, tapi sekarang Rita malah menggoreskan luka yang dulu sudah mulai mengering dan akhirnya kini terbuka kembali.


"Rita kenapa kamu tega membohongiku sejauh ini, apa kamu tidak tahu betapa aku sangat mencintaimu sejak dulu, kenapa kamu selalu menanamkan kebencian di hatiku, kenapa!!!" Damian berteriak di dalam mobilnya, dia menyesal telah membuka hatinya terlalu dalam untuk rasa cintanya pada Rita, "Aku benar-benar sangat bodoh mencintaimu Rita bodoh, aku sangat bodoh!!!!"


**


Sementara itu, Bu panti yang baru saja mendapat telepon dari Rita, sungguh sangat heran kenapa Ibu Rita menghubunginya lalu dengan cepat dia mematikan teleponnya begitu saja tanpa berucap satu katapun, setelah dia menanyakan kabar putrinya. "Biarlah mungkin Bu Rita sedang ada sedikit masalah, mungkin nanti dia akan menghubungi ku lagi" pikir Bu panti.


Di sebuah kamar yang sangat luas itu, Rita masih menangisi apa yang baru saja dia perbuat, kenapa dari awal aku tidak jujur pada suamiku, pasti suaminya tidak akan memaafkan atas apa yang dia torehkan selama ini, kebohongan yang selalu dia tutupi, akhirnya setelah sekian lama harus terkorek lagi.


Disana Rita segera meraih ponselnya, dia mencoba menghubungi suaminya untuk meminta maaf, tapi sayang sudah berapa kali dia menghubungi suaminya tapi suaminya tidak mau mengangkat telepon darinya, bahkan kini nomor suaminya sudah tidak aktif lagi, mungkin saja suaminya sangat marah hingga mematikan ponselnya.

__ADS_1


Sementara itu Damian melihat kelayar ponselnya berulang kali disana Rita menghubunginya, tapi hatinya tak tergerak untuk mengangkatnya sama sekali. Damian benar-benar sudah muak, dia segera mematikan ponselnya begitu saja. Dan segera membuang ponselnya di dalam mobilnya.


Bersambung....


__ADS_2