Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 57 #Penculikan


__ADS_3

Siapa nama putri yang Bapak Renaldy cari?"


"Dulu saya dan Rita sepekat memberi nama putri kami Elena Rosalina!"


Ibu panti pun sedikit kaget, "Apakah benar orang ini Ayah kandung dari Elena?" Tapi aku harus tau apa benar-benar ini Ayah kandung Elena atau orang yang mau berbuat jahat pada Elena!" Bu panti berfikir dalam hati.


"Apa anda punya bukti kalau anda benar-benar Ayah kandung dari Elena?"


"Jadi benar Elena pernah dititipkan disini?" Ucap Pak Renaldy yang tak sabar mendengar jawaban itu.


"Saya tidak bilang demikian, apa anda ada bukti kalau anda benar-benar Ayah dari Elena!" Bu panti sedikit berbelit-belit, ini semua dia lakukan demi keselamatan Elena.


"Untuk saat ini saya tidak punya bukti apa-apa, bahkan foto bayi Putri saya saja saya tidak punya, tapi saya punya foto Rita...ya saya punya foto Rita!" Ucap Pak Renaldy


"Bisa anda tunjukan foto Ibu Ritanya?"


"Foto itu saya simpan di rumah saya, tapi saya bisa menunjukkan nanti kalau Bu panti sudah memberikan informasi!"


"Maaf saya tidak bisa memberikan informasi apa-apa sebelum anda menunjukan bukti-bukti tersebut, saya sangat menjaga privasi seseorang. Jadi anda bisa datang kembali kalau anda benar-benar sudah membawa bukti. Maaf saya permisi, masih banyak anak-anak panti yang harus saya urus!"


"Tapi Bu sekali ini saja tolong saya!" Ucap Pak Renaldy memelas.


"Saya akan bantu anda kalau anda sudah membawa bukti-bukti Pak!"


Ibu panti pun meninggalkan Pak Renaldy dan juga Roy disana, Pak Renaldy sedikit kecewa dengan Ibu panti. Tapi mungkin Bu panti punya tanggung jawab besar terhadap amanah dari orang-orang yang sudah menitipkan anak-anak mereka disini.


"Jadi bagaimana Pak?" Roy sebenarnya kasihan sekali melihat Pak Renaldy.


"Kita besok kesini lagi Roy, saya akan bawa bukti foto Rita pada Bu panti biar Bu panti bisa memberikan informasi."


Akhirnya Pak Renaldy dan asistennya pulang dengan tangan hampa tapi Pak Renaldy yakin, kalau akan menemukan jawabannya esok.


Sementara itu Tania sedang menemui seseorang, dia ingin memberikan pelajaran untuk Elena yang sudah berani mengancamnya balik.


"Aku butuh bantuan kalian!"


"Siap, apa yang harus kami lakukan?" Kata ketua dari orang-orang disana.


"Saya mau kalian culik Elena!", Saya tidak mau gagal ini foto Elena". Tania memang sengaja diam-diam mengambil foto Elena waktu dia datang ke kantor Evan tadi.

__ADS_1


Foto itu pun diserahkan pada orang-orang suruhan Tania, mereka akhirnya membuat rencana.


"Oya ingat Elena pulang dari kantor jam Empat sore, pastikan salah satu dari kalian mengawasinya. Aku tidak mau gagal untuk yang kedua kalinya, kalian mengerti!"


"Siap bos!!"


Tania pun memberikan senyum culas untuk rencananya, dia akan melakukan segala cara pada orang yang sudah mengusik dirinya atau pun yang sudah merebut Evan darinya.


Sore itu Elena sudah bersiap-siap untuk pulang, Evan dan Mario memang belum kembali dari tugas luarnya.


Elena bergegas meninggalkan kantor dengan langkah kecilnya dia berjalan menuju lobby, disana seperti biasanya dia berhenti dan segera mengambil ponselnya yang berada di tasnya lalu dia memesan taxi online.


Sambil menunggu mobil pesanannya datang, Elena pun berjalan menuju gerbang di kantor itu, tiba-tiba sebuah taxi berhenti di depan pintu gerbang.


"Atas nama Ibu Elena?"


"Ya saya sendiri, Bapak yang di aplikasi ya?"


"Benar Bu silahkan masuk!"


Tanpa berfikir panjang Elena masuk ke dalam taxi itu, dia sempat berfikir tidak biasanya taxi pesanannya cepat sekali sampai di kantor, biasanya dia menunggu kurang lebih lima sampai sepuluh menitan.


#Bu saya sudah ada di titik penjemputan, di kantornya Ibu atas nama Elena Rosalina sesuai di aplikasi#


Di sana Elena baru sadar kalau taxi yang ia naiki ternyata salah.


"Pak maaf tolong hentikan mobil ini, ini bukan taxi pesanan saya, Bapak bohong ya!!"


Setelah mengetahui targetnya salah naik taxi, sopir itu pun malah semakin kencang melajukan mobilnya, disana Elena sangat panik.


"Pak tolong hentikan taxi ini!" Pengemudi taxi itu pun tak menjawab teriakan Elena.


Akhirnya mobil itu berhenti di pinggir jalan yang sepi, Elena tak menyia-nyiakan kesempatan itu dia bergegas keluar dari mobil itu dengan sangat tergesa-gesa dia benar-benar sangat panik, apalagi sopir tadi tidak menjawab apa pun pertanyaan yang Elena katakan.


Tapi belum sempat Elena berjalan, di depannya sudah berdiri tiga orang yang sudah di beri tahu tugas mereka masing-masing.


"Mau kemana Nona cantik?"


"Kalian siapa? Apa kalian satu komplotan dengan sopir taxi gadungan itu!"

__ADS_1


"Santai saja Nona, lebih baik ikuti mau kami, kami tidak akan berbuat kasar!"


Elena pun mulai melirik kekanan dan kekiri, dia berusaha ingin menyelamatkan diri, tapi di belakangnya pun sudah ada seseorang yang mengepungnya. Mereka semakin mendekat dan semakin mendekat, membuat Langkah Elena berhenti di sana. Elena pun berancang-ancang untuk lari tiba-tiba.


Eeeeebbbbhhhh....Mulut Elena tiba-tiba di bungkap seseorang di belakangnya, seketika Elena mulai sesak untuk bernafas, bau sesuatu di kain itu membuat Elena sangat mual dan mual, kesadarannya pun sedikit demi sedikit mulai hilang, tiba-tiba rasanya semuanya jadi gelap dan akhirnya Elena tak sadarkan diri.


Orang-orang itu pun bergegas membawa Elena masuk ke dalam mobil, di tempat itu jarang mobil berlalu lalang. Orang-orang itu sudah mencari strategi yang sangat matang, mereka memikirkan di mana penyekapannya akan di lakukan.


Mobil mereka akhirnya segera melaju dengan Elena yang berada di dalamnya.


Sementara itu Evan dan Mario baru sampai di kantor, Evan segera masuk keruangannya dan mendapati Elena yang sudah pulang. Disana Evan menemukan secarik kertas di atas meja Elena.


#Mas saya pulang duluan ya#


Evan hanya senyum-senyum sendiri membaca pesan di kertas itu, dia pun segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi Elena.


Tut...Tut....Tut....


Elena tak mengangkat telponnya, mungkin saja Elena sedang mandi pikirnya, akhirnya dia sendiri pun bergegas membereskan berkas-berkas di mejanya dan segera pulang kerumah.


Sementara mobil yang membawa Elena sudah sampai di sebuah gedung tua, mereka bergegas untuk menurunkan Elena dari mobil itu, suasana di situ sudah malam, disekeliling mereka pun sangatlah gelap, hanya ada lampu yang terang yang sengaja mereka gunakan untuk tempat penyekapan.


Salah satu dari mereka akhirnya menghubungi bos yang menyuruh mereka.


"Malam bos, target sudah ada di penyekapan!


"Bagus, kerja kalian kali ini sangatlah bagus, tunggu besok saya akan segera kesana!"


"Siap bos!"


Disana Elena di bawa masuk ke gedung tua itu, dia pun belum sadarkan diri, dia dimasukan kedalam ruangan dengan posisi tangan dan kaki yang di ikat.


Sementara Itu, Evan yang sudah sampai di rumahnya akhirnya mencoba menghubungi Elena lagi, tapi Elena belum mengangkatnya, dia mencoba beberapa kali tiba-tiba ponsel Elena sudah tidak bisa di hubungi lagi


Disana Evan mulai panik, tidak biasanya Elena seperti itu, atau mungkin Elena lupa untuk mengisi batre ponselnya sehingga batrenya mati. Evan masih mengira-ngira, "Ya sudah besok aku akan menjemputnya saja kalau begitu" Evan pun Segera beranjak dari duduknya untuk segera membersihkan badannya.


Bagaimana kisah selanjutnya......???


Happy Reading.......

__ADS_1


Yuk tinggalkan jejak kalian kalau kalian suka dengan cerita ini, jejak kalian sangat berarti untuk Author, LIKE, KOMEN, SERTA VOTENYA Terimakasih.....


__ADS_2