
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan masuklah Pak Renaldy dengan membawa sebuah kertas di tangannya. Melihat kedatangan Pak Renaldy Evan langsung bangun dari kursi tempat duduknya.
"Pak."
"Bagaimana apa Elena tidur nyenyak tadi?" Tanya Pak Renaldy.
"Benar, tadi Elena tidur sebentar dan terbangun." Evan dan Elena saling lirik, mereka masih menata detak jantung mereka yang belum beraturan.
"Bagaimana Pak, apa hasilnya sudah ada?"
"Sudah, ini hasilnya saya juga belum membukanya, Elena bagaimana kalau kita buka bersama-sama hasilnya." Dengan segera Pak Renaldy memberikan kertas itu pada Elena.
Disana Elena menerimanya dengan tangan sedikit gemetar, kalau boleh memilih mending kertas itu tidak usah dia buka. Dia takut kekecewaan menghampirinya, tapi di sisi lain Pak Renaldy sangat yakin kalau hasilnya pasti Elena adalah anak kandungnya, dia sudah berharap putrinya nanti yang akan meneruskan semua perusahaanya.
"Mas, bagaimana kalau kamu saja yang membukanya biar kita mendengarkannya disini!" Pinta Elena pada Evan.
"Baiklah, biar saya saja yang membukanya." Dengan cepat Evan mengambil kertas di tangan Elena dan segera membukanya.
Disana Evan mulai membuka kertas itu dan kemudian melihatnya, dengan segera membaca apa isi yang ada di dalam kertas itu. Disana tertera angka 99.99%, Evan segera menoleh ke arah Elena.
"El...Ternyata benar Pak Renaldy adalah Ayah kandungmu, disini menyatakan jumlah kecocokannya 99.99% antara kamu dan Pak Renaldy.
Elena sempat tidak percaya dia langsung melihat ke arah Pak Renaldy, disana Pak Renaldy nampak begitu bahagia mendengar hasilnya, ternyata benar Elena adalah putri kandungnya dengan Rita, bayi yang dulu masih kecil sewaktu dia meninggalkannya sekarang sudah menjadi seorang anak dewasa.
"Nak, apa kamu masih meragukan Papamu ini?" Pertanyaan Pak Renaldy membuat Elena tiba-tiba bersedih, dia sedikit tak percaya orang yang selama ini dia rindukan akhirnya ada di depan matanya.
Pak Renaldy langsung mendekati Elena disana dia ingin sekali memeluk putrinya, dia sangat merindukan putri kecilnya yang sempat ia tinggalkan dulu, dia ingin menebus kesalahan yang pernah ia lakukan pada putrinya, tatapan mereka saling bertemu, mata mereka saling berkaca-kaca. Luapan emosi kerinduan terlihat disana.
"Nak, apakah boleh Papa memelukmu?" Disana Elena belum bisa menjawab pertanyaan Pak Renaldy, dia masih belum percaya dengan semua yang terjadi, tapi tiba-tiba air matanya mulai berjatuhan di pipinya. Pak Renaldy segera menghabur memeluk putrinya disana. Elena hanya terdiam di dalam pelukan Papanya. Suara tangisan serta isakan terdengar dari mereka.
Evan yang melihat mereka berpelukan ikut terharu, matanya juga ikut berkaca-kaca, akhirnya Elena bisa bertemu dengan Papa kandungnya. Semoga kedepannya Elena tidak merasa sendiri lagi, ada banyak orang yang menyayanginya di sekelilingnya.
**
__ADS_1
Sementara itu di ruang perawatan Tania, semua orang sedang panik. Tiba-tiba Tania mengalami kejang-kejang, wajahnya benar-benar sangat pucat dia sudah banyak kehabisan darah. Perawat serta dokter berhamburan memberikan pertolongan, Tania mengalami penurunan hemoglobin dia sangat banyak mengeluarkan darah. Dokter segera memberikan suntikan untuk menghentikan kejang pada Tania.
Tidak berapa lama kejang yang dialami Tania tiba-tiba berhenti, semau perawat disana sedikit lega melihat keadaan pasien.
Roy yang masih setia menunggu Tania juga masih panik di luar, dia sampai lupa memberitahukan pada Pak Renaldy tentang yang terjadi pada Tania. Diapun segera mengambil ponselnya untuk segera menghubungi Pak Renaldy.
"Halo Pak!"
"Ya halo Roy, apa kamu tau ternyata Elena adalah benar anak kandung saya!" Belum sempat Roy memberitahukan tentang keadaan Tania, tapi sepertinya Pak Renaldy sedang berbahagia karena sudah menemukan putri kandungnya.
"Benarkah Pak!, Selamat ya Pak akhirnya Bapak bisa menemukan putri kandung Bapak."
"Terimakasih Roy, ini juga atas bantuan kamu saya akhirnya bisa menemukan Elena!, Oya kamu menghubungi saya apa ada masalah?"
"Benar Pak, saya ingin mengabarkan bahwa Tania sedang saya bawa ke Rumah sakit, dia mencoba bunuh diri Pak!"
"Apa!!!, Sekarang bagaimana keadaannya?" Pak Renaldy mulai panik setelah Roy memberikan kabar bahwa putri angkatnya ingin mencoba bunuh diri.
Elena dan Evan saling berpandangan mereka saling bertanya ada apa dengan Pak Renaldy. Mereka masih mendengarkan percakapan Pak Renaldy dengan asistennya.
"Nak, Papa ada sedikit masalah tidak apa kan Papa tinggal dulu?" Elena hanya menganggukan kepalanya.
"Pak Evan saya titip Elena dulu ya, ada sesuatu yang harus saya selesaikan."
"Baik Pak!"
Dengan segera Pak Renaldy meninggalkan ruangan putrinya dia segera ingin menemui Roy dan juga Tania di Rumah sakit itu.
Sementara itu seorang Dokter baru saja keluar dari ruang penaganan Tania, Roy yang melihatnya langsung segera menghampiri Dokter itu.
"Dok bagaimana keadaan teman saya di dalam?"
"Pasien tadi sempat kejang Hemoglobinya nya sangat rendah sehingga pasien mengalami penurunan kesadaran, itu disebabkan karena pasien terlalu banyak mengeluarkan darah."
__ADS_1
"Lantas bagaimana sekarang keadaanya Dok!" Roy benar-benar sangat panik.
"Pasien sudah stabil, sekarang sedang istirahat total, saya harap keluarga pasien jangan menjenguknya dulu agar pasien bisa istirahat dengan tenang."
"Syukurlah, terimakasih banyak Dok!"
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi!"
Disana Pak Renaldy nampak sedikit berlari setelah dia melihat Roy dan Dokter disana, tapi belum sempat Pak Renaldy sampai ketempat dimana Roy berada Dokter itu sudah pergi dari sana.
"Roy, bagaimana keadaan Tania?, Apa kata Dokter barusan!"
"Tadi Tania sempat kejang Pak, Hb nya sangat rendah dia banyak kehabisan darah, untung saya segera membawanya ke Rumah sakit."
"Terimakasih banyak Roy, sekarang kamu juga sudah menyelamatkan putri angkat saya lagi."
"Ini sudah tugas saya Pak, Oya Pak saya ucapkan sekali lagi selamat. Bapak sudah bisa menemukan putri kandung Bapak!"
"Terimakasih Roy, sekarang bagaimana kedua putriku sedang di rawat di Rumah sakit, apakah saya bisa minta tolong pada kamu apa bisa kamu jaga Tania selama di Rumah sakit?, saya juga harus menunggu Elena yang masih dalam perawatan mungkin satu atau dua hari Elena sudah di perbolehkan pulang."
"Baik Pak, untuk masalah Tania apa kita tetap memprosesnya ke jalur hukum!"
"Saya harap Tania mau menyerahkan diri, agar hukumannya tidak semakin berat. Setelah Tania pulih dengan terpaksa saya akan membawanya ke kantor polisi!" Dengan wajah sedihnya Pak Renaldy harus siap melihat putri angkatnya masuk jeruji besi, "Semoga Tania bisa menyadari kesalahannya". Gumam Pak Renaldy.
**
Di rumah megah milik Damian dia sedang menghubungi seorang Dokter kandungan dia berharap kali ini dia bisa berjuang mendapat keturunan.
"Bagaimana Dok?"
"Baik, untuk lebih lanjutnya Bapak beserta istri bisa langsung ke Rumah sakit untuk berkonsultasi dengan saya, bagaimana?, kapan Bapak bisa datang saya akan ada waktu untuk Bapak dan Istri." Ucap seorang Dokter diujung Telepon.
"Baiklah besok pagi saya akan datang ke Rumah sakit itu!"
__ADS_1
Bersambung.....