Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 90 #Diserang Musuh


__ADS_3

"Rita hamil?? Damian ingin segera mendekat ke arah Rita, rasa bahagianya sudah mengalahkan segalanya, ternyata ada benihnya yang tumbuh di rahim orang yang selama ini dia sayangi. Tapi tiba-tiba langkahnya harus terhenti kala Rita tiba-tiba mengatakan sesuatu pada Dokter disana.


"Dok, bisakah saya menggugurkan kandungan saya!" Dokter disana sungguh terperangah, bukankan Bu Rita dan suaminya sangat menginginkan kehamilan ini.


"Maksud Ibu??" Belum sempat Dokter itu berbicara Damian sudah muncul dengan suaranya yang lantang.


"Apa maksud kamu ingin menggugurkan kandunganmu hah!" Rita sangat terperanjat kala melihat kedatangan suaminya yang tiba-tiba sudah berada di Rumah Sakit itu.


"Mas, kamu!"


"Dok, jangan dengarkan ucapan istri saya, dia hanya ketakutan saja!" Dokter itu hanya manggut-manggut.


"Baiklah, saya beri kalian waktu untuk saling berdiskusi, kalau begitu saya permisi dulu nanti saya akan kembali lagi." Dokter disana langsung keluar meninggalkan ruangan itu, asisten rumah tangga dan sopir pribadi Damian masih belum tahu apa yang akan terjadi di dalam sana.


"Rita! apa maksud kamu ingin menggugurkan kandunganmu!"


"Bukankah mas Damian akan menceraikan saya, dan buat apa saya mempertahankan anak ini. Sedang kamu saja sudah jijik melihat saya!"


"Bukankah kamu pernah menjadi seorang Ibu?, lalu dimana rasa ke Ibuanmu, setelah melihat ada calon bayi di kandunganmu kamu tega menggugurkannya!" Dengan rahang yang mengeras Damian mencoba berjalan mendekati Rita disana.


Sedang Rita sendiri merasa merinding melihat wajah suaminya yang begitu tajam menatap ke arahnya, dia hanya mampu terdiam di atas bet tempat tidurnya.


"Jangan sampai kamu menggugurkan kandungnmu, kalau sampai kamu menggugurkannya kamu akan tahu akibatnya!!saya tidak akan menceraikan kamu sampai anak saya lahir! Ingat itu!, kembalilah kerumah itu, Rumah itu akan saya berikan untukmu!"


Disana Rita tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya mampu terdiam di dalam hatinya penuh dengan pertanyaan.


"Jadi, apa setelah anak ini lahir kamu akan tetap menceraikan saya? Begitu maksud kamu!"


"Kita lihat saja nanti! kalau begitu istirahatlah, Bibi akan menunggumu selama di Rumah Sakit. Saya masih banyak urusan, nanti saya akan kembali lagi!"


Damian segera pergi dari ruang tempat Rita di rawat, di luar dia bertemu dengan asisten rumah tangganya. Dia menitip pesan agar terus menjaga Rita selama dia di Rumah Sakit.

__ADS_1


Sedang Rita masih bingung dengan apa yang telah terjadi, kalau suaminya ingin menceraikannya kenapa anak ini tumbuh di rahimnya! Kenapa! sepertinya aku harus tetap menggugurkannya! Tapi anak ini tidak berdosa? Aku harus bagaimana??


Sementara itu Damian sedang berjalan menuju ke sebuah ruangan Dokter, dia ingin menanyakan pada Dokter bagaimana menjaga calon bayinya agar tetap bisa tumbuh dengan baik sampai kelahirannya nanti.


Disana Damian di persilahkan masuk, kini dia sudah duduk berhadapan dengan Dokter  dan menanyakan tentang kesehatan Rita.


"Bagaimana kehamilan istri saya Dok?"


"Saya ucapkan selamat ya Pak atas kehamilan Istrinya, dan begini Pak, Hamil di usia tua, yaitu lebih dari 40 tahun tentu berbeda dengan hamil di usia muda. Sebab, di usia tersebut Ibu cenderung lebih rentan untuk mengalami masalah dan komplikasi kehamilan. Ini karena seiring pertambahan usia Bu Rita, maka dari itu saya harap Bu Rita harus banyak-banyak beristirahat, jangan sampai stres dan selalu harus menjaga kesehatannya."


"Apa kemungkinan besar kehamilan Rita akan tumbuh denga baik? Saya tidak ingin terjadi apa-apa dengan calon anak saya." Disana Dokter itu pun tersenyum.


"Semoga semua berjalan dengan baik sampai kelahiran nanti ya Pak."


Setelah berbincang dengan Dokter disana, Damian segera pergi meninggalkan Rumah Sakit itu, kini hatinya mulai gelisah disisi lain dia sudah berjanji dengan Bela akan segera menikahinya setelah bercerai dari Rita tapi kini di rahim Rita juga sedang mengandung benihnya. Semua itu membuat Damian kacau dengan fikirannya.


***


"Bagaimana Mario apa sudah siap semuanya?"


"Sudah Pak, semua sudah siap! Kita tinggal berangkat."


"Baiklah atur semuanya ya!"


"Siap Pak!" Disana Mario di tugaskan untuk menyiapkan mobil-mobil dan tentunya keamanan utuk keluarga Mahendra.


Tepat jam 7 malam semua rombongan keluarga Evan sudah mulai melajukan mobilnya satu demi satu mereka membawa pasukan yang lumayan banyak, lamaran ini sudah di persiapkan jauh-jauh hari sehingga hampir tidak ada kesalahan sedikit pun. Di dalam mobil Evan sungguh bahagia dan juga gugup.


Di tengah-tengah perjalanan entah mengapa tiba-tiba ada sebuah mobil yang ingin menyerempet mobil yang di dalamnya ada Evan, Mario serta Ibunya.


"Mario ada apa ini! Sepertinya mereka dengan sengaja ingin menyerempet mobil ini!" Ucap Evan yang sedikit tegang. Ibu Sindy pun tidak jauh berbeda, sepertinya dia mengingat kejadian puluhan tahun silam dia pernah mengalami hal ini.

__ADS_1


"Van segera minta bantuan!" Evan dan Mario segera menoleh ke arah Bu Sindy yang berucap sedikit berteriak.


"Ada apa Bu?"


"Cepat minta bantuan, ada seseorang yang ingin membuat kita celaka!"


"Maksud Ibu!"


"Sudah ikutin kata-kata Ibu!"


"Mario, siapkan orang-orang untuk mengawal kita cepat!"


"Baik Pak!" Mario segera menghubungi orang-orang kepercayaannya yang ada di barisan belakang Mario memang sudah menyiapkan semua untuk berjaga-jaga. Dua mobil yang berada di barisan belakang segera melaju ke arah depan untuk mengawal mobil Bosnya. Mereka kini beriringan di kanan dan kiri mengawal mobil bosnya.


Benar saja baru saja orang-orang Evan datang, tiba-tiba ada dua mobil yang tiba-tiba menyerang ke arah mobil Evan, tapi dengan sigap orang-orang Evan dengan cepat mecegah tabrakan itu agar tidak terjadi sesuatu. Suara dentuman mobil yang saling bertabrakan membuat suasana menjadi mencekam.


Orang-orang Evan yang berada di dalam mobil segera mengeluarkan senjata mereka, dengan sangat cepat mereka menembaki roda-roda musuh yang sudah membuat onar, benar saja, satu, dua, tiga dan empat mobil musuh itu mulai kehilangan keseimbangannya mereka mulai berjalan tak tentu arah.


Orang-orang yang Mario siapkan memang orang-orang pilihan, mereka sangat mahir dalam soal tembak menembak tapi kali ini yang mereka tembak adalah roda-roda mobil musuh, hingga dua mobil yang tidak tahu suruhan siapa sudah saling bertengger di bahu jalan.


"Siaaal!!!! Ternyata mereka sudah menyiapkan semuanya kita kalah dari persiapan mereka, saya kira mereka tidak menyiapkan sesuatu ternyata mereka menyewa bodyguard handal!" ucap pemimpin musuh disana.


"Bagaimana ini bos! Kita gagal melakukan misi kita, saya takut bos akan marah besar!"


"Sudahlah kita meminta bantuan saja, mobil kita semua tidak bisa jalan kita harus memperbaiki mobil ini!"


Sementara itu terdengar suara sorak sorai dari semua rombongan keluarga Evan, mereka senang setelah melihat mobil-mobil musuh terdampar disana setelah tertembak oleh bodyguard yang Evan bawa.


Disana Evan masih bertanya-tanya siapa sebenarnya musuh kali ini? tapi berbeda dengan Bu Sindy, disana keringat dingin sudah mengucur di seluruh tubuhnya. Dia teringat dengan kejadian yang menimpa suaminya. "Apa ini ada kaitannya dengan Damian????


Bersambung.....

__ADS_1


#Terimakasih saya ucapkan pada semua Readers yang sudah setia membaca cerita dari saya, terimakasih atas like, subscribe, gift, Serta votenya saya tidak bisa menyebutkan satu demi satu ya...Semoga kalian selalu diberi kesehatan dan rejeki yang melimpah...yuk kasih komentar cerita ini, agar masih tetap lanjut atau tamat ya??...hehe...Author sudah mulai goyah nih...#


__ADS_2