Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 94 #Pencarian Damian


__ADS_3

"Halo....Rita!!....Halo....!!!" Tiba-tiba Rita sudah tidak menjawab panggilannya, Pak Renaldy sedikit panik dia takut Rita terjadi sesuat di sana.


Sedang di Rumah Sakit, Rita sedang mengalami sakit perut yang hebat, asistennya yang baru saja datang dari kamar mandi langsung berteriak.


"Hah...Darah...Nyonya???? Nyonya kenapa??"


Rita malah bertambah panik ketika asisten rumah tangganya berteriak darah, dia segera menoleh ke arah kedua kakinya, benar saja darah sudah mengalir disana.


"Saya panggilkan Dokter dulu Nyonya!!" Asistennya segera berlari keluar memanggil Dokter, padahal disana juga sudah ada tombol untuk memanggil suster yang berjaga, saking paniknya dia lupa semua.


Disana seorang suster sudah datang dengan Asisten rumah tangga Rita di belakangnya, dia segera melihat keadaan pasien.


"Sepertinya Ibu mengalami pendarahan, sebentar saya panggilkan Dokter ya!" Dengan tergesa-gesa suster itu keluar untuk memanggil Dokter yang berjaga.


Sementara di ponsel milik Rita yang terjatuh, Pak Renaldy masih bisa mendengarkan apa yang terjadi di sana "Rita mengalami pendarahan" sebenarnya sakit apa dia??" Pak Renaldy malah panik sendiri.


Seorang Dokter tiba-tiba sudah datang ke ruangan tempat Rita di rawat, dia segera memerintahkan suster untuk membersihkan darah pasien, setelah iniĀ  Dokter akan memberikan obat untuk menghentikan pendarahan.


"Maaf Bu, sepertinya Ibu Rita mengalami keguguran, apa tadi Ibu sempat stres atau panik yang berlebihan?" Tanya Dokter disana.


"Benar Dok, saya sedang syok berat setelah mendengar kabar yang sangat berat untuk saya terima." Dengan masih menahan rasa sakit Rita menjawabnya.


"Seharusnya Ibu tidak boleh stres berlebihan, ini bisa mengakibatkan kefatalan dalam kehamilan Ibu."


"Hamil?? Jadi Rita sedang hamil! Pak Renaldy masih menyimak semua pembicaraan disana, entah mengapa hatinya tiba-tiba sakit mendengar kabar kalau Rita sedang hamil dan keguguran. Hatinya benar-benar seperti tercabik-cabik ternyata sesakit ini dia mendengar semuanya.


Dia baru sadar sudah terlampau jauh dia berharap cinta Rita masih utuh padanya, tapi kenyataannya Rita sudah bersuami, sedalam apapun dia mempertahankan cintanya tapi Rita semakin jauh dari gengamannya.


Dulu sewaktu bersamanya mereka berjanji akan selalu menjaga cinta mereka sampai kapanpun, tapi kenyataannya hanya Pak Renaldy yang berjuang sendiri mempertahankan cintanya, sedang Rita memilih untuk menikah dengan orang lain. Bahkan buah cintanya dia titipkan di panti asuhan.


"Maaf apa ini ponsel Ibu?" Rita pun segera menoleh ke arah suster itu.


"Benar sus, itu milik saya tadi sepertinya terjatuh." Pak Renaldy yang tahu ponselnya akan di berikan pada Rita, dia segera mematikan sabungan teleponnya disana.


Rita baru ingat dia tadi baru berbicara dengan Renaldy bahkan dia lupa belum mematikannya, setelah dia melihat ke ponselnya ternyata sambungan teleponnya sudah tidak aktif "Syukurlah berarti mas Renaldy tadi langsung mematikan teleponnya, jadi dia tidak mendengar pembicaraan ku tadi" gumamnya.

__ADS_1


Disana rasa sakit Rita sudah mulai membaik setelah Dokter meberikan suntikan untuknya.


"Maaf Bu, sepertinya Ibu harus melakukan tindakan kuret, darah yang tertinggal didalam rahim harus segera di keluarkan dan di bersihkan!" Disana Rita hanya bisa mengangguk mengikuti saran dari Dokter. Sedang Asisten Rumah tangganya segera mendekati Nyonya besarnya.


"Nyah apa saya harus mengabarkan semuanya kepada Tuan Damian?"


"Tapi saya takut dia marah Bi!"


"Tapi Tuan harus tahu Nyonya kalau tidak, malah Tuan semakin marah nanti."


"Ya sudah terserah Bibi saja!" Rita pun segera di dorong dan di bawa keruang tindakan untuk melakukan kuret. Sedang asisten rumah tangganya sedang menghubungi Tuannya.


"Halo Tuan!"


"Ya halo! Ada apa kamu menelepon saya selarut ini? Bagaimana dengan Rita, apa dia sudah semakin membaik!" Ucap Damian yang masih berada di Rumah Bela.


"Maaf Tuan, saya hanya ingin mengabarkan kalau Nyonya keguguran Tuan!"


"Apa!!! Rita keguguran??? Kenapa bisa!! Damian segera duduk dari tempat tidurnya, sedang Bela yang ada disampingnya ikut terbangun melihat Damian sepertinya sedang panik.


"Ada apa Damian, apa terjadi sesuatu dengan Ritamu?" Tanya Bela yang masih menutupi tubuhnya dengan selimut tebalnya, dia belum memakai pakaiannya sama sekali. Memang baru saja mereka menghabiskan malam mereka dengan bercinta. Entah mengapa Damian sampai tega melakukan itu dengan Bela, sedang istrinya sedang berada di Rumah Sakit.


"Ya, Rita mengalami keguguran! Saya sangat kesal mendengarnya, Rita tidak bisa menjaga calon anak saya!" Ucap Damian kesal dengan cepat dia segera bangkit dan memungut pakaiannya kembali yang sudah berserakan di atas lantai dan segera memakainya kembali, setelah dia berpakaian lengkap dia langsung pergi dari kamar Bela. Sedang Bela hanya mampu melihat kepergian Damian yang meninggalkannya sendiri disana.


"Kamu masih saja peduli dengan Rita, kamu bilang kamu akan bercerai dan menikahiku tapi kenyataannya Rita malah hamil" sampai kapan aku bisa memilikimu. Kalau hatimu saja masih untuk Rita!!" Kesal Bela disana.


***


Pagi harinya Pak Renaldy sudah bersiap-siap untuk melakukan pertemuan dengan Evan, hari ini juga mereka akan melakukan penangkapan terhadap Damian, semoga hari ini mereka mendapatkan petunjuk.


Mobil Roy asisten Pak Renaldy baru saja datang, dia segera turun dari mobilnya untuk segera bertemu dengan bosnya. Dia melihat bosnya yang sedang duduk di ruang tamu dan dia pun segera masuk.


"Pagi Pak!"


"Pagi Roy!"

__ADS_1


"Maaf Pak ada sebuah kabar yang saya bawa Pak!"


"Katakan!"


"Ternyata yang membakar cabang perusahaan Bapak adalah suruhan Pak Damian Pak!!


"Apa!! Jadi Damian juga di balik semua ini!" Pak Renaldy benar-benar geram ternyata semua masalah yang akhir-akhir ini dia alami adalah ulah Damian.


"Benar Pak, orang suruhannya sudah tertangkap dia sudah mengakui semuanya."


"Tidak bisa dibiarkan, dia sudah bermain-main dengan saya lihat saja sebentar lagi perusahaannya akan segera gulung tikar!" Ucap Pak Renaldy dengan wajah yang memerah.


"Kalau begitu kita akan segera melakukan tindakan hari ini juga, pencar semua anak buah untuk mencari keberadaan Damian!!"


"Baik Pak, akan segera saya laksanakan. Apa kita langsung akan menemui Pak Evan di tempat penyekapan musuh?"


"Ya, kita segera berangkat saja menemui Evan sekarang juga di tempat penyekapan!" Elena yang baru saja keluar dari dalam segera bertanya pada Papanya.


"Papa mau berangkat sekarang?"


"Benar sayang, doakan Papa, Evan dan semua baik-baik saja ya!"


"Tentu Pa. Papa hati-hati ya!"


"Ya sudah, Papa berangkat dulu ya, jaga Nenekmu di rumah ya!"


"Baik Pa."


***


Sedang di sebuah Rumah Sakit Damian baru saja datang untuk segera menemui Rita di dalam, tanpa dia ketahui orang-orang Pak Renaldy sudah ada di sekelilingnya untuk mengawasi keberadaannya!!


Bersambung...


"Apakah Damaian akan segera tertangkap??? tunggu kelanjutannya ya!"

__ADS_1


#TERIMAKASIH ATAS DUKUNGAN KALIAN READERS!!!


__ADS_2