
"Tunggu!!, bolehkah Papa memelukmu ? Tania pun segera menoleh ke orang yang mengaku Papanya itu.
"Maaf, saya tidak kenal anda, dan saya juga belum percaya kalau anda adalah Papa kandung saya. Jadi maaf sekali, saya tidak bisa menerima pelukan anda."
Akhirnya Tania segera berjalan kembali mengikuti petugas disana, Sedang Damian masih berdiri dan terpaku mendengar penolakan putrinya.
"Mungkin putriku belum siap menerimaku, dan dia bahkan asing melihatku, aku harus pelan-pelan memberikan dia pengertian sampai dia benar-benar mengakui ku bahwa aku adalah Papa kandungnya." Ucap Damian dalam hati.
Melihat bosnya yang terdiam asistennya sungguh tak tega, dia bisa merasakan bagaimana seorang Pak Damian ditolak permintaanya oleh putrinya sendiri.
"Pak, lebih baik kita kembali kekantor biar pengacara yang akan menyelesaikan kasus putri anda." Damian segera melirik kearah jam yang melingkar di tangannya, mungkin benar ucapan asistennya "Lebih baik aku kembali saja dulu ke kantor" gumamnya dalam hati.
Akhirnya Damian dan asistennya segera beranjak dari ruangan itu tapi tiba-tiba mereka berpapasan dengan seseorang yang sangat Damian kenal.
"Pak Renaldy!"
"Pak Damian!"
Disana baik Damian dan Pak Renaldy saling terdiam mereka sama-sama menerka bahwa orang yang dihadapannya adalah orang tua kandung dan orang tua angkat Tania, terkait nama di belakang Tania ada nama mereka.
"Jadi??? " dengan kompaknya mereka berucap.
"Jadi anda orang tua yang sudah mengadopsi putri saya?"
"Jadi anda adalah Ayah kandung Tania?"
Mereka sama-sama tidak percaya mereka saling kenal dalam dunia bisnis walau pun perusahaan Pak Renaldy lebih besar dari perusahaan milik Damian. Bahkan seorang Damian susah sekali mengajak kerja sama dengan Pak Renaldy.
"Benar, kita harus bicara kali ini!" Ucap Damian pada Pak Renaldy.
Akhirnya mereka sama-sama memilih tempat di sebuah parkiran mobil. Disana Damian ingin menanyakan pada Pak Renaldy mengapa sampai dia tega menjebloskan putri kandungnya di jeruji besi.
"Maaf saya harus menanyakan pada anda, kenapa anda tega menjebloskan Tania kepenjara!"
__ADS_1
"Itu karena Tania melakukan kesalahan yang fatal, dia sudah berani menculik seseorang dan orang itu adalah putri kandung saya!"
"Jadi apa anda tidak punya belas kasihan pada putri yang sudah anda adopsi sejak kecil! , demi putri kandung anda itu!"
"Jaga bicara anda!, saya tidak membela siapapun disini, Tania melakuakan kesalahan dan saya tidak boleh membelanya itu sama saja saya membiarkan Tania melakukan sebuah kejahatan, Oya kemana saja anda selama ini kenapa anda baru datang saat Tania di penjara?"
"Sebenarnya saya tidak tahu kalau saya punya seorang putri, saya baru mengetahuinya setelah saya menemukan fakta bahwa di belakang nama Tania ada nama saya. Kalau saya tahu Tania adalah putri saya, saya tidak akan membiarkannya tinggal di panti asuhan!"
Disana Pak Renaldy terdiam dia masih mencerna arah pembicaraan Damian "Jadi apa Tania itu anak dari wanita penghibur?, Damian sangat di kenal dengan keberadaan wanita-wanita di sekelilingnya, bahkan katanya dia pun sudah mempunyai istri yang sangat cantik.
"Saya minta tolong pada anda, agar anda segera mencabut laporan pada Tania!"
"Biar proses hukum yang menyelesaikan, kalau anda tanya kenapa saya tega?, karena saya sangat menyayangi Tania, agar Tania jera dan tidak mengulangi perbuatannya kembali."
"Sayang macam apa yang anda maksud!!" Damian sudah mulai terpancing emosi dengan jawaban Pak Renaldy dia sampai mencengkeram kerah baju milik Pak Renaldy, melihat itu semua baik Roy dan Boby segera melerainya.
"Pak hentikan, atau saya akan laporkan anda kepolisi!" Ancam Roy pada Damian.
"Lepaskan!, beginilah cara saya mendidik Tania agar jadi orang baik, kalau anda seperti ini saya bisa melakukan tindakan!, bahkan saya juga bisa menghancurkan perusahaanmu hanya dengan hitungan jari, kamu paham!"
Damian mulai melemah saat di ancam balik oleh orang di depannya, dia tau kalau Pak Renaldy adalah pemilik perusahaan yang sangat besar, bisa saja dia menghancurkan perusahaannya dengan mudah.
"Baiklah, saya harap anda memikirkan mental Tania dia adalah putri kandung saya, saya tidak rela dia di penjara. Saya akan melakukan sesuatu agar Tania bisa bebas!"
Dengan segera Damian meninggalkan Pak Renaldy disana, dengan langkahnya yang menahan emosi di kepalanya. Dia kalah saing dengan orang tua angkat putrinya, Pak Renaldy adalah pembisnis hebat, bahkan dirinya saja ingin bekerja sama dengan perusahaannya sungguh sangat sulit.
Disana Pak Renaldy masih melihat kepergian Damian, dia sungguh sangat kesal pada Damian. Dia benar-benar tempramental sepertinya sifat Tania mirip dengan Ayah kandungnya.
"Roy, sudah sampai mana pengacara Tania?"
"Mungkin sebentar lagi sampai Pak!"
Pak Renaldy dan Damian saling memberi bantuan untuk Tania, masing-masing memberikan pengacara handal, tapi sepertinya mereka beda misi.
__ADS_1
**
Sementara itu, Rita ingin berniat menemui Damian dia sudah tahu keberadaan suaminya dimana. Dia ingin memberikan langsung surat perceraian yang sudah ia tanda tangani.
"Pak, kita ke rumah Tuan yang ada di jalan anggrek ya Pak!"
"Baik Nyonya!" Sopir pribadi Rita segera melajukan mobilnya menuju rumah dimana suaminya tinggal.
Sedang Damian memutuskan untuk langsung pulang kerumah setelah perdebatannya dengan Pak Renaldy di kantor polisi.
"Bob hari ini saya langsung pulang, tolong kamu hari ini pantau perusahaan dulu ya!"
"Baik Pak!"
Mobil Damian dan juga Rita sama-sama menuju arah yang sama Damian tidak tahu kalau Rita akan menemuinya di rumah yang ia tempati sekarang.
Tidak berapa lama mobil milik Damian sudah sampai di rumah megah yang pagar depannya berwarna putih, disana Damian segera turun dari mobilnya, dan Boby segera membawa mobilnya untuk menuju ke perusahaan.
Saat mobil Boby baru saja mau keluar, di depan sudah datang mobil yang sangat dia hafal "Apa itu Bu Rita yang datang?, fikirnya tapi dia langsung segera melajukan mobilnya, dia tidak mau terlalu ikut campur dengan masalah rumah tangga bosnya.
Sementara itu Damian yang baru saja akan masuk kerumahnya di kagetkan dengan suara yang sangat ia kenal.
"Mas Damian!"
Langkah Damian disana langsung terhenti kala suara Rita memanggilnya dia pun segera menoleh ke arah Rita, disana terlihat Rita sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri, jantung Damian entah mengapa tiba-tiba berdetak semakin kencang mungkin rasa cintanya masih ada untuk Rita.
"Mas, boleh minta waktunya sebentar." Suara Rita benar-benar sudah mengoyakan hatinya, walaupun dia kini membencinya tapi wanita itu masih ada di dalam hatinya. Apalagi dia teringat tentang percintaannya dengan Rita yang sampai membuatnya candu. Sungguh dia tidak bisa menghilangkan nama Rita dihatinya.
"Untuk apa kamu kesini!!!
Bersambung.....
BANTU LIKE KOMENNYA YA READERS KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI....TERIMAKASIH.
__ADS_1