Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 60 #Menemukan titik lokasi


__ADS_3

Setelah Elena menghabiskan makannya, penculik itu langsung kembali mengikat tangan Elena. Entah sampai kapan Elena dalam penyekapan mereka, sedang belum ada tanda-tanda bantuan datang.


"Mas tolong aku" gumam Elena.


Orang itu akhirnya pergi meninggalkan Elena disana, Elena menyalahkan dirinya sendiri mengapa dia sangat ceroboh tanpa mengecek aplikasi di ponselnya. Dia tidak tau kalau akan terjebak dalam situasi seperti ini.


Sementara itu orang-orang Evan dan orang-orang kepercayaan Pak Renaldy sudah berhasil mengidentifikasi sebuah taxi yang di pergunakan penculik itu untuk membawa Elena.


Ternyata setelah di selidiki, ada seseorang yang telah sengaja menyewa satu buah taxi dari pemilik asli taxi itu, disana juga ada sebuah identitas sipenyewa yang ia tinggalkan.


"Cepat cari tau siapa orang itu!" Perintah Pak Renaldy pada anak buahnya.


Disana Evan benar-benar sangat kacau dia tidak bisa sedikit pun beristirahat, dia terus memantau perkembangan anak buahnya.


Melihat Evan yang benar-benar sangat kacau Pak Renaldy jadi penasaran apa hubungan Evan dengan Elena kalau hanya bos dan bawahan sepertinya tidak mungkin kalau Pak Evan saja sangat kehilangan Elena, Pak Renaldy akhirnya mencoba berbicara.


"Em...Maaf Pak Evan, kalau saya lihat-lihat Pak Evan benar-benar seperti kehilangan putri saya apa hubungan anda dengan putri saya?"


Ditanya sedemikian rupa Evan sedikit kaget, dia juga sedikit panik dengan apa yang akan dia sampaikan.


"Saya dan Elena...?? Belum sempat Evan menyelesaikan ucapannya tiba-tiba sudah datang Mario dengan membawa informasi.


"Maaf Pak ada sebuah informasi, setelah diselidiki taxi yang membawa Elena sempat berhenti disebuah jalan sepi, kebetulan tidak jauh dari tempat itu ada sebuah toko yang terdapat CCTV, orang-orang dari Pak Renaldy menemukan bukti disana.


Baik Pak Renaldy dan juga Evan sama-sama bertukar pandang.


"Mari kita segera mendatangi toko itu!" Ucap Pak Renaldy yang disambut sebuah anggukan oleh Evan disana.


Akhirnya mereka sama-sama menuju ke sebuah toko yang memperlihatkan bukti bahwa ada sebuah taxi yang berhenti disana.


Sesampainya mereka disana Evan langsung bertemu dengan pemilik toko itu, dan meminta ijin untuk memperlihatkan sebuah rekaman dimana Elena sempat berhenti.


Setelah mereka melihat rekaman itu, mereka sama-sama marah melihat Elena yang mulutnya tiba-tiba dibekam seseorang disana, Pak Renaldy sempat melihat bagaimana putrinya sangat panik saat kejadian itu, sayangnya disana tidak bisa mendeteksi suara.


"Mario segera selidiki nomor mobil yang sudah mbawa Elena!" Dengan wajah yang memerah dan menahan amarah Evan sudah mulai tak bisa mengendalikan emosinya, dia sangat mengutuk orang-orang yang sudah berani membawa kekasihnya pergi.


"Semua saya harap bergabung dalam pencarian ini saya tidak mau ada kegagalan sedikit pun, ini menyangkut keselamatan putri kandung saya!" ucap Pak Renaldy lantang


Semua orang-orang kepercayaan Evan juga Pak Renaldy segera beranjak pergi dari tempat itu guna melacak keberadaan mobil penculik itu.

__ADS_1


Sementara itu di tempat penyekapan, Elena tiba-tiba merasakan pusing yang sangat hebat, keringat dingin juga mengucur deras di seluruh tubuhnya, disana pandangannya mulai kabur, badannya juga sangat panas dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa.


"Tolong siapa saja yang diluar tolong saya!" Dengan suara yang sedikit bergetar Elena mencoba meminta tolong.


Disana tak ada seorang pun yang mendengar permintaan tolong Elena, Elena sudah tidak tau lagi harus berbuat apa. Badannya sekarang malah menggigil padahal panasnya semakin tinggi, dia hanya bisa meringkuk untuk menghangatkan tubuhnya.


Dengan pandangan yang sudah mulai kabur, Elena terkulai di lantai yang dingin itu, dia melihat pandangannya sudah mulai gelap dan akhirnya dia pingsan disana.


Kedua penculik yang menjaga Elena ternyata baru datang, mereka pergi keluar untuk membeli makanan. Akhirnya salah satu dari mereka segera membuka pintu tempat Elena di sekap.


"Nona bangunlah, sepertinya anda betah di kurung disini anda bisa begitu nyenyak tidur beralaskan lantai!" Ucap penculik itu sambil tertawa.


"Bangun!" Masih untung saya memberimu makan, kalau tidak kamu mungkin bisa kelaparan!" Ucap penculik itu lagi.


Penculik itu merasa ucapannya tidak direspon oleh Elena, akhirnya dia mendekati Elena yang dia anggap sedang tertidur pulas, di mencoba melihat wajah ayu milik Elena.


"Anda benar-benar cantik Nona!, Bangun!" Orang itu pun menepuk-nepuk pipi mulus milik Elena tapi disana Elena tak bergeming sama sekali. Tapi dia benar- benar kaget setelah telapak tangannya menempel ke dahi Elena.


"Badannya panas sekali, apa jangan-jangan dia pingsan?, Apa yang harus aku lakukan!" Orang itu akhirnya keluar menemui temannya dia mengatakan kalau Elena pingsan dan badannya sangat panas.


"Bagaimana ini, kalau terjadi apa-apa nanti kita yang disalahkan!


Dengan cepat mereka menghubungi Tania, disana Tania sedang berada di kantornya. Melihat ada sebuah panggilan dia pun langsung mengambil ponselnya.


"Halo ada apa!, kan saya sudah bilang jangan menghubungi saya kalau saya tidak menghubungi kalian!"


"Maaf Bu tapi ini sedikit penting!"


"Katakan!"


"Orang yang kita sekap pingsan Bu, orang itu juga badannya sangat panas. Sepertinya orang itu sakit Bu!"


"Biarkan saja tidak usah di pedulikan, kalian belikan saja obat penurun panas di warung, kalau dia sudah sadar kasih dia obat itu!"


"Tapi Bu?"


"Kamu mau melawan saya!, Dia tidak kenapa-kenapa dia juga tidak bakalan mati, dia itu hanya manja. Biasanya dia tidur di kasur yang empuk sekarang tidur beralaskan lantai!" Ucap Tania dengan tawanya yang sangat puas mendengar Elena sakit.


Akhirnya penculik itu pun mengikuti saran dari bosnya, dia segera membelikan obat penurun panas di sebuah warung yang lumayan sedikit jauh, mereka disana duduk didalam ruangan Elena sambil menunggu Elena siuman.

__ADS_1


Sementara itu Elena sudah mulai terbangun, kepalanya masih terasa pusing, dia sangat kaget melihat dua orang penculik itu ada disampingnya.


"Mau apa kalian!" Disana Elena benar-benar panik, dia sudah sangat takut kalau mereka berbuat sesuatu, dengan badannya yang sangat lemah itu mungkin dia tidak akan bisa melawan orang-orang itu.


"Tenang Nona, segera kamu minum obat ini untuk menurunkan demam mu itu!" Orang itu memberikan satu tablet obat penurun panas pada Elena, tapi Elena tidak bisa mengambilnya dengan posisi tangannya yang terikat.


Melihat itu semua penculik itu segera membukakan ikatan tangan Elena, setelah terlepas Elena berusaha meraba kepala dan badannya, benar adanya badannya demam tinggi.


"Minumlah!" Ucap orang itu sambil memberikan satu gelas yang berisi air putih untuk Elena.


Elena melihat obat tablet yang di berikan orang itu, memang benar obat itu obat penurun panas, akhirnya Elena pun meminumnya.


"Terimakasih kalian sudah berbaik hati pada saya."


Orang di depannya saling pandang setelah mendengar ucapan dari Elena, hati mereka mulai merasakan iba melihat keadaan Elena, tapi bagaimana juga mereka hanya orang bayaran. Uang mengalahkan rasa kemanusiaan mereka.


"Kalau begitu untuk sementara ikatan tangan dan kaki anda saya lepaskan, tapi jangan berusaha kabur dari sini!"


Mereka akhirnya melepaskan ikatan ditangan dan kaki Elena, disana Elena benar-benar sangat lemah untuk menggerakan badannya saja dia seperti kehilangan tenaga. Dia akhirnya terkulai di lantai itu dengan tangan dan kakinya yang sudah terlepas dari ikatan.


Sementara itu orang-orang Pak Renaldy dan Evan dengan cepat menemukan dimana mobil yang membawa Elena berada. Mereka melihat jalur disetiap jalan yang ada CCTV untuk melacaknya.


"Pak kami sudah menemukan titik lokasi mobil yang sudah membawa Elena!"


"Dimana lokasi itu!" Ucap Pak Renaldy yang sudah tidak sabar mendengar penjelasan anak buahnya.


"Ada di sebuah gedung tua dipinggiran kota Pak!"


"Cepat selidiki lagi sampai benar-benar informasi itu menunjukan putriku ada disana, saya dan Pak Evan akan segera kesana!"


Evan yang mendengar pembicaraan Pak Renaldy benar-benar sangat tegang, apakah Elena ada disana.


"Pak Evan, orang-orang saya sudah menemukan titik dimana mobil yang sudah membawa putriku pergi, sekarang sedang dalam penyelidikan. Bagaimana kalau kita sekarang berangkat saja kelokasi itu!"


"Baik Pak, mari segera kita berangkat kesana, saya ingin menghajar orang-orang yang sudah menculik Elena.


Akhirnya Pak Renaldy dan Evan sama-sama berangkat menggunakan satu mobil milik Pak Renaldy, tak ketinggalan Mario dan Roy selalu setia menemani bos mereka kemana pun bos mereka pergi.


Bersambung......

__ADS_1


Terimakasih dukungannya Readers......


__ADS_2