Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 70 #Pertemuan


__ADS_3

"Baiklah besok pagi saya akan datang ke Rumah sakit itu!" Rita masih disana mendengarkan pembicaraan suaminya dengan seorang Dokter.


"Bagaimana Mas?"


"Besok pagi kita akan datang ke Rumah sakit, kita akan bertemu langsung dengan Dokter pilihan saya."


"Mas, kalau hasilnya tidak seperti yang kamu harapkan bagaimana?"


"Sudahlah kita coba dulu, ga ada yang ga mungkin kalau kita mau berusaha!" Dengan lembut Damian mengelus rambut kepala milik Rita. Rita hanya bisa pasrah dengan hasilnya nanti.


"Bagaimana kalau kita coba lagi, siapa tau besok ada hasilnya." Dengan manja Damian mulai mendekap tubuh Rita, matanya sudah mulai buas, dia menginginkan lagi. Padahal tadi sore dia sudah meminta berulang-ulang sekarang dia memintanya lagi.


Rita hanya pasrah mengikuti kemauan suaminya, dia pun segera di gendong dalam dekapan Damian berjalan dan menaiki tangga, dengan wajah yang penuh dengan hasrat Damian tidak bisa tidak, keinginannya harus selalu di penuhi.


Sementara Rita dalam gendongan suaminya malah mulai membayangkan seandainya yang menggendong dirinya adalah seorang Renaldy, dia tidak bisa melupakan wajah itu, wajah yang selalu menemaninya hingga membuahkan hasil cinta mereka, Rita mulai teringat pada putri kandungnya.


Damian yang melihat wajah Rita tiba-tiba murung dalam dekapannya mulai memperhatikan istrinya, dia sempat berhenti sejenak di tangga itu.


"Rita apa kamu tidak menyukainya, apa kamu tidak menginginkan saya!, Kenapa dengan wajahmu?, Biasanya kamu akan senang melayaniku!". Rita disana kaget dengan lamunannya.


"Em...Tidak, tidak ada apa-apa Mas, saya hanya memikirkan bagaimana besok hasilnya!" Ucap Rita berbohong.


"Kamu tidak perlu cemas, apapun hasilnya saya tetap mencintai kamu, percayalah!"


Akhirnya mereka masuk kedalam kamar, tidak usah ditanya lagi. Damian langsung menghuajami Rita dengan penyatuannya, berulang kali sampai Rita benar-benar sangat kuwalahan dan sangat kelelahan.


Masih didalam selimut baik Damian dan Rita mulai kelelahan dengan aksi mereka, pakaian yang mereka pakai saja masih berserakan di atas lantai. Mereka tak memperdulikan itu. mereka masih berpelukan setelah mereka benar-benar kelelahan, dan akhirnya mereka tertidur bersama tanpa memakai sehelai benang pun ditubuh mereka.


**

__ADS_1


Sementara itu Tania sudah mulai membuka matanya, dia sudah di bawa keruang perawatan disana sudah ada Roy yang setia menunggunya. Matanya mulai melihat disekeliling ruangan itu, "Dimana aku" sampai tatapannya berhenti setelah melihat seseorang yang berada disampingnya, "Roy?" Dia sangat heran kenapa Roy bisa ada di sampingnya.


Roy yang sudah kelelahan akhirnya tidak bisa melawan kantuknya, hari sudah sangat larut dia mencoba merebahkan tubuhnya di sandaran kursi dekat Tania, dia takut kalau Tania terbangun dia tidak mengetahuinya.


Tania mulai mengingat apa yang terjadi, dia melihat pergelangan tangannya sudah ada perban disana, "Kenapa aku tidak mati!" Pikirnya.


Disana Roy mulai terbangun, dia mulai membuka matanya, "Sepertinya aku ketiduran" dia akhirnya melihat ke arah Tania. Dia sangat kaget disana Tania sudah membuka matanya dan sedang melihat kearahnya.


"Tania!, Kamu sudah bangun?"


"Roy, kenapa kamu tidak membiarkan aku mati saja, kenapa kamu membawaku ke Rumah sakit. Buat apa aku hidup!"


"Tania kamu bicara apa, mana Tania yang aku kenal. Sekarang kamu begitu rapuh, kamu hanya mengambil keputusan tanpa kamu pikir dulu akibatnya!".


"Apa peduli kamu!, semua orang tidak ada yang peduli! Aku hanya seorang anak angkat, dan sebentar lagi aku akan di buang karena Papa sudah menemukan putri kandungnya!".


"Bukankah kamu sudah mengenal lama Pak Renaldy apa mungkin Pak Renaldy akan berbuat seperti itu?" Kamu tau Pak Renaldy sangat menyayangimu, walaupun dia sudah menemukan putri kandungnya, dia tidak akan pernah meninggalkanmu!"


"Tania, tolong serahkan dirimu kekantor polisi agar hukumanmu tidak terlalu berat, siapa tau Elena juga akan memaafkanmu!"


"Kamu juga ingin aku masuk penjara hah!"


"Kamu memang salah, kamu harus mengakui kesalahanmu!"


"Tidak aku tidak mau!, sekarang, silahkan kamu tinggalkan ruangan ini, aku tidak membutuhkanmu!, pergi!!" Tania mulai tidak bisa mengendalikan emosinya, dia menyuruh Roy agar segera meninggalkan dirinya.


Disana Roy sangat kaget, Tania berani membentaknya. dia berfikir mungkin lebih baik dia pergi keluar sebentar, jangan sampai Tania melakukan hal seperti kemarin.


"Baiklah aku akan pergi, aku mohon kamu jangan berbuat yang tidak-tidak lagi, masih banyak orang yang menyayangimu. Termasuk aku!" Tania sungguh sangat terkejut atas ucapan Roy, sedang Roy setelah mengucapkan perkataan itu langsung segera berjalan dan keluar dari ruangan Tania.

__ADS_1


"Apa yang dia katakan dia menyayangiku?, Apa aku tidak salah dengar!" Gumam Tania disana.


Sementara di ruangan Elena, disana masih ada Pak Renaldy yang selalu setia menemani putri kandungnya. Dia masih duduk disamping bet tempat tidur Elena, sedang Evan yang berada di sofa ruangan itu terlihat sudah tertidur, Sedang Elena juga masih tertidur pulas di bet tempat tidurnya, Pak Renaldy tidak bisa memejamkan matanya, dia masih memikirkan Tania tapi dia sedikit tenang karena Roy pasti akan menjaganya dengan baik, entah mengapa malam ini hatinya merasa tidak tenang.


**


Ke esokan harinya baik Rita dan Damian sudah siap-siap akan pergi kesebuah Rumah sakit untuk bertemu dengan Dokter kandungan yang sudah Damian pilih.


"Mas apa kita langsung berangkat?"


"Iya kita langsung akan berangkat, mumpung masih pagi lebih cepat lebih baik."


Akhirnya mobil mereka mulai berjalan menuju Rumah sakit di pusat kota, disana tiba-tiba hati Rita merasa tidak enak, padahal tadi dia sangat semangat menemani suaminya tapi kenapa hatinya tiba-tiba memikirkan putri kandungnya. "Apakah aku harus mengatakan pada Mas Damian kalau sebenarnya aku sudah pernah memiliki anak" tapi pikiran itu segera ia tepis.


Setelah menempuh perjalanan cukup lama, akhirnya mobil Damian sampai di Rumah sakit yang mereka tuju, disana Damian turun dari mobilnya disertai Rita yang juga mulai turun dari mobilnya. Mereka mulai berjalan dan memasuki Rumah sakit itu, mereka tidak perlu mendaftar lagi karena Damian sudah ada janji dengan Dokter yang ia tunjuk.


Disana seorang suster mengarahkan mereka keruangan Dokter spesialis kandungan, tanpa mereka sadari disana Rita dan Damian melintasi Pak Renaldy yang sedang mengambil obat untuk Elena di tempat pengambilan obat, mata Rita menoleh ke tubuh seseorang disana dia seperti mengenal laki-laki itu, "Apa itu Mas Renaldy?" Tanya Rita yang tiba-tiba jantungnya seperti memompa lebih cepat, Dia sempat berhenti sejenak disana.


Damian yang melihat Rita berhenti tiba-tiba juga menghentikan langkahnya.


"Ada apa sayang apa kamu gugup?" Tanya Damian yang mengira Istrinya sangat gugup. Rita kaget mendengar suara suaminya yang sedikit keras memanggilnya dia pun menoleh ke arah suaminya.


Sementara itu Pak Renaldy tiba-tiba menoleh kearah orang yang baru saja berbicara sedikit keras hingga pandangannya tertuju pada laki-laki dan perempuan yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, dia sangat kaget sepertinya dia mengenal tubuh perempuan itu dengan rambutnya yang tergerai disana.


"Itu seperti Rita, apa itu Rita?" Pak Renaldy segera beranjak dari tempat dia berdiri, dia segera sedikit berlari mengikuti kedua orang itu tapi langkahnya harus terhenti saat dua orang itu masuk kesebuah ruangan Dokter, dia melihat di pintu itu ada tulisan Dokter kandungan. "Apa aku hanya salah melihatnya!" Disana Pak Renaldy dengan gontai akhirnya kembali ke tempat pengambilan obat lagi.


"Tapi aku yakin itu Rita, Rita apakah itu tadi kamu?, kamu tau aku sudah menemukan putri kita, sekarang putri kita sudah menjadi wanita dewasa yang sangat cantik, wajahnya mirip denganmu Rita" tanpa terasa air mata Pak Renaldy mulai berkaca-kaca.


Disana Rita masih memikirkan laki-laki yang dia lihat tadi, dia yakin kalau itu Renaldy yang dia kenal, dia ingin sekali kembali ketempat tadi tapi mana mungkin, sekarang ada suaminya yang berada disampingnya. Bahkan seorang Dokter sedang menjelaskan sesuatu, tapi pikirannya tidak disitu, dia memikirkan Renaldy disana.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2