
Damian tetap berjalan dan masuk mencari keberadaan ruangan Rita, dia tidak mengetahui bahwa banyak mata-mata Pak Renaldy yang sedang mengintainya.
Sesampainya di depan ruang perawatan Rita dia nampak berhenti, dia sedikit ragu-ragu untuk segera masuk tapi dia memaksakan dirinya untuk segera membuka pintu itu.
Setelah mulai terbuka di sana nampak Rita yang sedang menoleh ke arahnya, dia sempat mengalihkan pandangannya ke arah lain, dengan menahan rasa kesalnya dia pun akhirnya masuk.
"Kamu datang mas, maafkan saya?"
"Sudah jangan banyak bicara! Diamlah! Kenapa kamu tidak bisa menjaga kehamilanmu!" Dengan wajah yang datar Damian berucap.
"Mungkin saya terlalu stres mas, maafkan saya."
"Stres? Apa yang kamu fikirkan hah!''
"Saya memikirkan mu mas!"
"Memikirkan apa! Apa saya memintamu untuk memikirkan saya!"
"Saya memikirkanmu, karena kamu mau mencelakai calon suami dari putriku!!" Disana Damian terperanjat "Calon suami! Apa yang Rita maksud itu Evan keponakannya!!
"Apa maksud kamu! Siapa yang mengatakan kepadamu!!
"Ada yang mengatakannya mas, kamu tahu Elena yang kemarin di lamar CEO Evan Mahendra dia adalah putri kandung saya!"
"Apa!! Elena putri kandung Rita? Gumamnya, Damian nampak tidak percaya jadi selama ini kekasih Evan itu putri kandung Rita.
"Ya, mas Elena Rosalina adalah putri saya, dia dulu saya titipkan di panti asuhan, saya tidak bisa membawanya karena saya sudah di usir oleh kedua orang tua saya, sampai akhirnya saya kembali ke rumah dan saya di jodohkan orang tua saya dengan mu!"
Dengan tangan yang mengepal Damian mulai kesal dengan ucapan Rita, dia tidak ingin mendengar lagi kalau dia sudah terlalu banyak di bohongi Rita dan keluarganya.
"Jadi siapa yang dulu menghamili mu!!" Tanya Damian yang penasaran, apakah benar yang selama ini dia selidiki Renaldy adalah kekasih yang sudah menghamili Rita.
"Dia adalah mas Renaldy, pemilik perusahaan terbesar di kota ini."
__ADS_1
"Apa!!! Jadi Renaldy itu adalah kekasihmu dan juga Ayah kandung dari Elena!" Apa begitu maksudmu!"
"Benar mas!, dialah mantan kekasih saya serta Ayah kandung dari putri saya!"
Disana Damian hanya mampu meninju tembok Rumah Sakit itu untuk melampiaskan emosinya hingga tembok disana terlihat sedikit retak, bahkan kini di pergelangan jarinya juga terlihat berdarah atas aksinya.
"Apa yang kamu lakukan mas!!" Ucap Rita yang kaget dengan aksi suaminya.
"Apa pedulimu hah! Kamu tahu Rita, sejak dulu saya sangat mencintaimu, hingga saya sudah gila sampai sebegitunya mencintaimu! Tapi kamu tidak pernah memahami saya, kamu sungguh menyakiti hati saya!"
Tiba-tiba Damian sudah seperti kesetanan, matanya melihat tajam kearah Rita dan tangannya mulai mencekik leher Rita, disana Rita sangat kaget, dia tidak bisa menghindari tangan Damian yang tiba-tiba berada tepat dilehernya, cekikan Damian benar-benar sangat keras hingga Rita kesakitan, serta sesak didadanya mulai dia rasakan, wajah Rita sampai memerah menahan rasa sakit bahkan untuk mengatur nafasnya saja sudah mulai sulit.
"Lepaskan mas, le-pas-kan Rita berusaha meminta tolong agar Damian melepaskannya tapi tiba-tiba??
Brak.....Pintu disana tiba-tiba terbuka lebar.
"Damian lepaskan Rita!!" Teriak Pak Renaldy yang tiba-tiba sudah berdiri di depan pintu.
"Apa begitu caramu mencintai Rita! Rita bisa mati!"
"Oooo...Si pecundang rupanya sudah datang!, Rita, apa ini kekasihmu hah! Dia yang sudah merenggut kesucianmu dan dia juga yang memberikan sisanya untuk saya!! Kalian benar-benar sudah mempermainkan saya!"
Dengan wajah yang memerah Damian menatap tajam kearah Renaldy dan juga Rita secara bergantian, dia tidak menyangka orang-orang yang ada di depannya sudah mempermainkan serta memporak-porandakan hidupnya. Rita juga kaget dengan kedatangan Renaldy, kenapa dia bisa sampai tahu kalau dia di rawat di Rumah Sakit itu.
"Dengar Damian saya tidak ada hubungannya dengan mu, saya juga belum lama tahu kalau Rita sudah menikah. Oya kenapa kamu sebegitu marah terhadap saya? Bukankah kamu sebelum sama Rita juga sudah mempunyai anak!"
"Apa!! Rita disana sungguh tak percaya dengan ucapan Renaldy "Anak jadi mas Damian sebelum denganku juga sudah punya anak, munafik sekali kalau dia selalu menyalahkan aku karena aku sudah tidak suci lagi" gumamnya dalam hati.
"Benar Rita, kamu tahu, putri kandung Damian adalah anak angkat saya, saya mengadopsi putrinya dari panti asuhan, dan sekarang Damian sudah menemukannya."
"Benar itu mas!" Damian tidak bisa berkata apa-apa lagi, memang itulah kenyataannya.
"Jadi sekarang siapa yang munafik di antara kita mas! Kamu selalu memojokkan saya dengan kesalahan-kesalahan saya di masa lalu ternyata kamu juga tidak jauh berbeda!"
__ADS_1
"Sudah! Kamu jangan dengarkan ucapan mantan kekasihmu itu, dia berbohong!!
"Jadi kamu juga berbohong kalau kamu bilang aku adalah putrimu!!" Tiba-tiba tanpa mereka semua duga Tania sudah ada di pintu di belakang Pak Renaldy berdiri, semua orang disana saling menoleh kearah Tania berada.
"Tania!!" Damian sungguh kaget melihat Tania ada disana.
"Nak kamu?" Begitu juga dengan Pak Renaldy yang benar-benar kaget kenapa bisa Tania sudah bebas dari penjara. Sedang disana Rita hanya mampu menatap lurus kearah Tania berada.
"Kenapa? Kalian kaget! Kalau begitu kenapa kamu membebaskan aku, kalau ternyata kamu membohongiku. Kenapa kamu bilang aku putri kandungmu!" Dengan berani Tania berdiri di depan Damian.
"Baiklah, Papa jujur kamu memang putri Papa dari Bela. Papa juga baru tahu belum lama ini, ternyata dari dulu Ibumu menyembunyikan keberadaanmu dari Papa!"
"Lantas kenapa kamu tadi tidak mengakuinya? Jadi siapa orang di depanku ini, apa ini istri anda!" Kini Tania menatap lurus ke arah Rita berada. Kini Rita mulai mengerti inilah Tania anak kandung dari suaminya serta anak angkat dari mantan kekasihnya.
"Ya dia adalah istri Papa!"
"Dan dimana Ibu Bela yang kamu bilang Ibu kandungku?"
"Ibumu sedang bekerja di sebuah kafe!"
"Apa!! Apa Ibuku wanita penghibur?"
"Bukan dia hanya seorang pelayan, dia juga adalah sahabat Papa!" jawab Damian dengan nafas terengah.
"Tania bukankah hukumanmu belum selesai kenapa kamu bisa keluar Nak?" Tania segera menoleh ke arah Papa angkatnya.
"Ooooo....jadi Papa angkatku ini masih ingin melihat aku di penjara, hanya karena anak kandung Papa yang aku culik begitu!"
"Apa ! Kamu sudah menculik putriku!!" ucap Rita yang sangat kaget mendengar ucapan Tania. Jadi selama ini dia tidak tahu apa-apa ternyata putrinya pernah di culik oleh anak angkat mantan kekasihnya sendiri, dia merasa seperti Ibu yang terlihat bodoh selama ini!!
To be continued ......
#Terimaksih atas dukungan kalian Readers#
__ADS_1