Gadis Miskin Kesayangan CEO

Gadis Miskin Kesayangan CEO
Bab 45 #Kebahagiaan Evan


__ADS_3

Tania benar-benar sangat kacau, kamarnya pun sangat berantakan oleh ulahnya. Dia membuang semua barang-barang yang ada di hadapannya, hatinya saat ini sangat hancur.


"Evan kenapa kamu tega sekali menghancurkan hatiku seperti ini, apa kamu tau aku sudah menunggumu sejauh ini, tapi apa balasanmu!" Disana Tania pun masih menangis air matanya pun tak mau berhenti sejak kepulangannya dari rumah Evan.


"Lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan pada perempuan sialan itu!, dialah yang sudah merebut Evanku!" Teriak Tania di ruangan itu.


**


Akhirnya malam pun berganti pagi, disana Elena sudah bersiap-siap untuk pergi kekantor, dia pun segera turun dari apartemennya menuju ke lobby. Dia masih sibuk dengan ponselnya, seperti biasa dia selalu memesan taxi online untuk berangkat kekantor.


Tapi tiba-tiba mobil Evan pun datang, kali ini Evan datang bersama sopir pribadinya, dia pun turun dan menghampiri Elena disana.


"Pak Evan, kenapa kesini tidak bilang-bilang?"


"Saya memang sengaja ingin menjemput kekasihku." Ucap Evan dengan lembut.


Disana Elena pun hanya tersipu malu, sebenarnya dia sangat bahagia melihatĀ  Evan datang menjemputnya.


"Hari ini kamu cantik sekali El.." puji Evan pada Elena.


"Benarkah, Bapak juga tampan sekali hari ini." Balas Elena pada Evan.


"Kamu memang selalu menggemaskan El.."


Akhirnya Elena pun masuk kedalam mobil Evan, Alangkah kagetnya Elena setelah masuk kedalam mobil, disana banyak sekali rangakian bunga cantik menyambut Elena.


"Apa ini Pak?" Tanya Elena yang sangat heran dengan keberadaan bunga-bunga disana.


"Itu untuk menyambut kekasihku, El ini untuk mu." Ucap Evan yang langsung memberikan bunga itu pada Elena.


Disana Elena hanya terpana, dia tidak bisa berkata apa-apa, bahkan untuk mengekspresikan kebahagiaannya pun dia tak mampu.


Elena pun hanya bisa terdiam melihat kejutan demi kejutan yang selalu Evan berikan untuknya. Evan yang melihat Elena terdiam pun menjadi bingung.

__ADS_1


"El, Apa kamu tidak suka dengan kejutan yang saya berikan?"


"Saya suka Pak, bahkan saya bingung harus bagaimana. Bapak terlalu baik, baru pertama kali seumur hidup saya ada orang yang benar-benar sayang sama saya."


Kata-kata Elena tentu saja membuat hati Evan berbunga-bunga, tidak sia-sia dia mencari di internet cara bagaimana seseorang bisa menjadi romantis. Tentunya agar pasangannya bertambah sayang.


"Ini belum seberapa El, Setiap hari saya akan membuatmu selalu penuh cinta." Elena yang mendengarnya pun sangat bahagia, dia pun tanpa sadar tiba-tiba memeluk Evan disana.


Hati Evan pun berdebar-debar, dia tak menyangka kalau Elena berani memeluknya. Tentu saja ini adalah sebuah kemajuan dalam hubungan mereka.


Evan pun menyambut pelukan Elena dengan penuh hangat, bahkan Evan pun mendaratkan ciuman di kening Elena. Evan pun sangat senang kali ini Elena tak menolaknya.


Akhirnya Evan pun meberanikan diri untuk meraih wajah Elena, disana mereka pun saling bertatapan, deru jantung mereka pun memompa lebih cepat. Evan pun tak menyia-nyiakankan kesempatan disana, Akhirnya dia pun mencium lembut bibir Elena.


Mereka pun tak sadar kalau disana ada sopir pribadi Evan yang menahan keringat dingin mendengarkan percakapan bosnya dengan kekasihnya, aliran darahnya pun berdesir setelah mendengar Pak Evan mencium Elena.


Disana Evan dan Elena pun sedang di mabuk asmara, mereka pun melakukannya cukup lama. Sampai sang junior milik Evan pun susah di kendalikan.


Elena pun sudah mulai bisa mengimbangi gerakan Evan, disana pun tangan Evan sudah bergerilya kemana-mana membuat Elena semakin terengah, nafasnya pun susah untuk di kendalikan, sentuhan Evan benar-benar membuatnya merasa ingin pingsan, perlakuan Evan kali ini membuatnya sangat tak berdaya.


Elena yang menyadari mobil yang di naikinya tak bergerak pun akhirnya mulai melepaskan diri dari pelukan Evan.


"Pak kita sudah sampai kantor." Ucap Elena membuat Evan pun terperangah, kenapa sepertinya waktu cepat sekali.


"Pak kenapa Bapak tidak memberi tahu saya kalau sudah sampai!" Sopir pribadi Evan pun hanya bisa menggaruk rambut kepalanya yang sebenarnya tak gatal.


"Maaf Pak, saya takut mengganggu Bapak." Ucap sang sopir yang segera keluar dan membukakan pintu untuk bosnya.


Evan dan Elena pun menjadi canggung dengan apa yang baru saja mereka lakukan, Evan pun turun terlebih dahulu, dengan Elena yang masih didalam, Elena masih sibuk merapikan rambut serta bajunya yang masih berantakan disana.


Evan pun akhirnya masuk ke kantor terlebih dahulu, disana para karyawan pun sudah menunggu. Elena pun segera menyusul Evan lewat pintu belakang dia pun segera ikut berbaris di sana.


Evan yang melihat Elena berlari dan ikut berbaris pun menyungging sebuah senyuman, dia merasa hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk dirinya.

__ADS_1


Disana Bu Maya pun mulai curiga, mengapa Elena hari ini terlambat, padahal biasanya dia yang paling rajin datang paling cepat, Bu Maya sebenarnya bosan melihat Elena yang sepertinya semakin dekat dengan Pak Evan.


Evan di temani Mario pun segera masuk keruangannya, disana Elena pun belum masuk keruangannya.


"Pak untuk hari ini Bapak ada pertemuan dengan klien di pusat kota, saya sudah membuat kisi-kisi nya untuk Elena pelajari."


"Jam berapa perjanjiannya?"


"Sekitar jam setelah makan siang Pak."


"Baiklah segera nanti kamu berikan berkas itu pada Elena untuk di pelajari!''


Disana Elena pun baru saja masuk, dia melihat sudah ada Mario disana.


"Pagi Pak Evan, Pak Mario.'' Ucap Elena yang segera menuju ke meja kerjanya.


"Pagi." Jawab Evan dan Mario bersamaan.


Disana Evan pun masih teringat dengan apa yang baru saja dia dan Elena lakukan di dalam mobil, sungguh membuat desiran darah Evan mulai memanas.


"Elena ini berkas yang harus kamu pelajari, hari ini kamu menemani Pak Evan menemui klien ke pusat kota." ucap Mario yang sembari memberikan berkas itu pada Elena.


"Baik Pak akan segera saya pelajari."


Mario pun akhirnya kembali keruangannya, kini di ruangan Evan hanya tinggal Evan dan Elena, disana Elena pun sibuk dengan berkas yang baru saja Mario berikan untuk ia pelajari.


Evan pun dari jauh hanya bisa melihat Elena yang sepertinya tidak menyadari tatapan Evan disana, Evan pun hanya bisa tersenyum, dan bahagia.


Hari ini adalah hari yang sangat bahagia menurut Evan, baru kali ini dia serasa di mabuk cinta dengan sekretarisnya, Elena benar-benar candu untuknya, bahkan dia merasa Elena sudah menjadi bagian dari hidupnya.


"El kapan saya bisa memilikimu seutuhnya?" Ucap Evan dalam hati.


Bersambung.....

__ADS_1


Hari ini dua bab ya Readers semoga suka dengan ceritanya terimakasih...jangan lupa dukung terus author ya.


__ADS_2