
Sementara itu Damian yang masih berada di rumah Bela masih duduk di kursi dekat jendela, dia sedang berbicara dengan asistennya di sambungan telepon.
"Bob, tolong kamu urus surat perceraian saya dengan Rita!"
"Apa Bapak sungguh-sungguh ingin bercerai!"
"Saya sudah pikirkan matang-matang, saya sudah tidak bisa meneruskan hubungan ini, saya sudah terlalu di bodohi selama ini, seandainya Rita jujur dari awal mungkin saya bisa memaafkannya, urus semua pembagian hak untuk Rita!"
"Baik Pak, akan segera saya laksanakan!"
Damian terdiam disana mau bagaimana pun dalam hati kecilnya masih memikirkan Rita, sudah bertahun-tahun dirinya membina Rumah tangga tapi dia tidak bisa terus-terusan di bohongi, menurutnya kejujuran itu penting. Sekarang dia harus berperang lagi melawan rasa cintanya.
Disana Rita sudah sampai di kafe yang di beri tahukan oleh Bela, disana dia ingin menemui Bela dan menanyakan tentang keberadaan suaminya. Rita pun segera turun dari mobilnya, dengan langkah gontai dia langsung memasuki kafe itu, disana dia disambut seorang pelayan.
"Selamat datang, silahkan!"
"Terimakasih, Oya Mas bisa saya minta bantuan."
"Silahkan, ada yang bisa saya bantu!"
"Bisa saya bertemu dengan Bela!"
"Bisa Bu, sebentar saya panggilkan." Pelayan itu pun segera pergi untuk memanggil Bela.
Kurang lebih lima menit akhirnya Bela datang ke tempat meja Rita berada, disana Bela dan Rita saling bertatapan. Di dalam hati Bela sungguh memuji kecantikan Rita disana "Pantas saja Damian sejak dulu sangat tergila-gila dengannya, dia cantik dan masih kelihatan awet muda".
Melihat kedatangan seseorang mendekatinya disana Rita tersenyum ramah, dia bangun dan berdiri dari tempat duduknya.
"Apa anda Bela?"
"Benar, saya Bela anda Rita?"
"Benar sekali, maaf kalau saya mengganggu kerja anda, silahkan duduk!" Rita mempersilahkan Bela untuk segera duduk, dan kini mereka sudah saling berhadapan.
__ADS_1
"Maaf, saya terpaksa menemui kamu di tempat ini, saya hanya ingin menanyakan keberadaan suami saya." Bela disana masih terdiam, sebenarnya dia juga kasihan pada Rita tapi sesuai pesan Damian dia tidak boleh menceritakan keberadaannya saat ini.
"Maaf sekali, tapi Damian sudah pergi dari tempat saya kemarin!"
"Apa!!, Jadi suami saya tidak di tempatmu lagi!"
"Tidak, dia langsung pergi setelah dia sudah bangun dari tidurnya."
"Apa dia melakukan sesuatu denganmu!"
"Tidak, dia tidak melakukan apa pun, dia sangat mencintai anda, tapi mungkin sebentar lagi Damian akan menceraikan anda!"
"Apa!!!, Apa dia mengatakan itu padamu!"
"Benar!"
Hati Rita tiba-tiba seperti tersambar petir disiang hari, dia benar-benar tidak menyangka kalau suaminya akan benar-benar menceraikannya. Hatinya sungguh remuk redam, padahal baru kemarin suaminya sudah mau membuka hatinya, mereka sama-sama saling menikmati keindahan berumah tangga tapi nyatanya semua akan musnah begitu saja.
"Baiklah terimakasih atas informasinya, kalau begitu saya permisi!"
"Halo!"
"Istrimu baru saja menemuiku!"
"Apa!, Rita datang ke kafe itu?"
"Benar, dia menanyakan keberadaan mu!"
"Kamu tidak mengatakan sesuatu bukan!" Damian menghembuskan nafas kasarnya.
"Tidak, sesuai apa yang kamu minta, Damian apa kamu tidak mau berfikir ulang!, Saya bisa merasakan kepedihan hati Rita saat ini!'
"Kamu tidak usah ikut campur dengan urusan saya!, Apapun yang saya lakukan itu sudah aku pikirkan matang-matang!"
__ADS_1
"Baiklah, maaf!" Bela hanya bisa terdiam dia memang tidak pantas ikut campur dengan urusan rumah tangga orang.
"Oya, ada yang mau saya tanyakan padamu, disini saya menemukan sebuah Album foto di mejamu maaf saya sudah lancang melihat-lihat isi di dalamnya."
"Apa!! Kenapa kamu membukanya!" Bela sangat terkejut, karena disana dia menyimpan foto-foto putrinya dan ada salah satu tulisan di balik foto disana yang menurutnya sangat rahasia.
"Maaf!" Akhirnya Damian mengakhiri pembicaraannya dia segera ingin bergegas pergi dari rumah Bela tapi belum sempat dia melangkahkan kakinya, tiba-tiba ada satu lembar foto yang terjatuh disana.
Disana Damian segera mengambil foto yang terjatuh itu, nampak disana ada foto seorang bayi yang cantik dalam gendongan Bela, mungkin dia adalah putri Bela pikir Damian, dia pun bermaksud untuk menyimpannya kembali kedalam album foto itu, tapi dia melihat sepertinya ada tulisan di balik foto itu, dia pun penasaran akhirnya dia membalik lembaran foto itu.
Disana ada tulisan tangan, mungkin itu tulisan Bela, Damian pun mencoba membacanya "Tania Putri Damian" disana Damian sempat terperanjat, dibelakang nama itu ada nama dirinya, dia pun sungguh sangat penasaran, tidak mungkin seorang Bela dengan sengaja memberikan nama Damian di belakangnya setahu dia nama suaminya bukan Damian.
Disana Damian sempat mengingat kejadian yang sudah lama terjadi, saat itu dia sangat mabuk berat, dia tidak tahu apa yang sudah ia lakukan, tapi kala itu saat matanya terbuka dia melihat Bela ada disampingnya dengan tidak memakai sehelai kain pun, dia menanyakan berulang-ulang pada Bela tapi Bela tetap mengelak dia bilang tidak terjadi apa-apa malam itu.
"Apakah waktu itu terjadi sesuatu, aku harus menanyakan sendiri pada Bela, kalau benar ada sesuatu, pasti putri itu adalah putriku!" Damian pun segera menghubungi Bela kembali, disana Bela yang sedang melayani tamu akhirnya segera ke belakang untuk mengangkat panggilan dari ponselnya yang sedari tadi terus berbunyi berulang-ulang. "Damian" ada apa lagi sih!, Akhirnya Bela pun segera mengangkatnya.
"Halo!"
"Bela, katakan!, apakah benar kamu dulu pernah hamil anak saya!, Malam itu apa kita sudah melakukan sesuatu?, katakan!" Bela sungguh sangat terkejut, dia tidak menyangka kalau Damian tiba-tiba mengetahui sebuah rahasia yang ia simpan bertahun-tahun.
"Tidak, tidak terjadi apa-apa diantara kita percayalah, kamu sangat mencintai Rita saat itu bukan!"
"Kamu jangan bohong, sekarang jujur pada saya kenapa kamu memberikan nama putrimu Tania Putri Damian!, Jelaskan!"
"Em...Itu, itu hanya kebetulan saja Damian!"
"Tolong sekarang jujur pada saya!, kalau memang benar saya pernah melakukan sesuatu, dan sampai membuatmu hamil saya akan bertanggung jawab, sekarang dimana putrimu saya akan melakuakan tes DNA!"
Disana Bela benar-benar sangat kaget dan takut seandainya Damian tahu Tanai adalah memang benar putrinya, pasti Damian akan marah membiarkan dia melakukan sesuatu padanya, dia benar- benar sangat mencintai Rita lantas apalah aku yang hanya seorang pelayan ini.
"Apa yang kamu katakan!, tes DNA apa yang kamu maksud!"
"Jujur atau saya akan cari tahu sendiri, kamu tahu selama ini saya menginginkan seorang keturunan yang akan meneruskan bisnis saya. Sekarang jujur seandainya kamu pernah hamil anak saya, saya akan bertanggung jawab!"
__ADS_1
Disana Bela tidak bisa menjawab apa-apa dia benar-benar sangat panik "Apa Damian menemukan foto serta tulisan di foto itu???
Bersambung....