
"Hey, Boy.." Sapa Jayden, membuat Arsen yang sedang duduk di samping Agnes menoleh. Dengan cepat dia berlari dan langsung memeluk sang Daddy yang sudah beruntung sambil merentangkan kedua tangan nya, bersiap menyambut Arsen ke dalam pelukan nya. Jayden membalas pelukan hangat putra nya, dia mengusap-usap kepala belakang Arsen.
"Daddy, mana Mommy?"
"Mommy masih di ruangan, dia belum bangun karena efek obat bius." Jawab Jayden sambil mengusap wajah Arsen yang terlihat kuyu, mungkin dia kelelahan menunggu sesuatu hal yang tidak pasti.
"Kol Mommy gak bangun-bangun, apa Mommy baik-baik saja, Dad?" Tanya Arsen dengan nada khawatir. Jayden menghela nafas nya, kenyataan nya saat ini keadaan Ayyara memang tidak baik-baik saja.
Kemarin, dia melahirkan buah hati nya dengan susah payah, bertaruh nyawa untuk bisa melahirkan anak nya dengan selamat dan tidak kurang satu apapun, tapi dia harus kehilangan banyak sekali darah. Sayang nya, golongan darah Ayyara cukup langka dan sulit mencari nya, stok darah itu di bank darah pun sangat terbatas.
Tapi ada David yang baru datang setelah menyelesaikan misi nya, dia langsung menyusul ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari sang istri kalau putri nya akan melahirkan. Dia langsung kesana dan ternyata putri nya harus mendapatkan donor darah.
Harus nya itu tidak masalah bukan? Karena David adalah orang tua kandung dari Ayyara, sudah jelas kalau golongan darah mereka akan sama. Memang, mereka memiliki golongan darah yang sama, tapi kedatangan David sedikit terlambat dan itu membuat nyawa Ayyara hampir tidak tertolong dan saat ini keadaan Ayyara cukup mengkhawatirkan.
Jayden ingin mengeluh, tapi dia tak bisa melakukan nya karena disini masih ada Arsen yang sangat berharap kalau Mommy dan adik bayi nya baik-baik saja. Tapi lagi-lagi, harapan nya tidak sesuai dengan ekspektasi. Sampai sekarang Ayyara masih belum bangun juga.
"Dad, jawab Arsen. Mommy baik-baik saja kan?" Tanya Arsen lagi.
"Maaf, Boy. Tapi Mommy memang tidak baik-baik saja sekarang. Mommy kehilangan banyak darah saat melahirkan adik bayi dan terlambat mendapatkan donor, sekarang keadaan Mommy sedang kritis. Maafkan Daddy, Boy."
__ADS_1
Arsen terdiam, kepala nya tertunduk. Air mata nya mengalir begitu saja, sakit? Ya, rasa nya benar-benar sakit. Jujur saja, dia tidak siap untuk mendengar kenyataan yang sangat menyakitkan ini. Tapi inilah kenyataan yang harus dia hadapi, mau tidak mau sekarang ini dia harus bisa menerima kenyataan, meskipun rasa nya sangat sulit.
"Boy.." Jayden mengangkat kepala putra nya, dia melihat kalau kedua mata Arsen memerah dengan air mata yang menetes di wajah nya.
"Dad, Mommy ngingkarin janji nya sama Arsen, Dad."
"Boy, ini juga bukan keinginan Mommy. Ini juga di luar kendali Mommy kamu, Boy." Ucap Jayden sambil mengusap air mata yang menganak sungai di wajah tampan sang putra.
"Tapi tetap saja, Mommy ingkar janji sama Arsen, Dad. Baru saja Arsen merasakan kehangatan hidup dengan orang tua baru, Arsen merasa sangat bahagia dan Arsen sangat menyayangi Mommy dan Daddy, tapi kenapa harus seperti ini, Dad? Arsen takut Dad, takut sekali."
Nafas Arsen tersengal karena dia terlalu banyak bicara. Jayden melihat benar kalau sorot mata yang di tunjukkan oleh Arsen, dia benar-benar mengatakan apa yang dia rasakan sejujur nya. Anak itu tulus dengan perasaan nya, tidak ada kebohongan dari sorot mata anak itu.
Dia juga tidak sekuat itu, dia juga menangis di samping tubuh lemah sang istri. Tapi dia harus berpura-pura kuat di depan Arsen bukan?
"Jay.."
"Apa, Jack?" Tanya Jayden, dia memangku Arsen yang masih berada di dalam pelukan nya.
"Arsen kenapa?"
__ADS_1
"Aku jelaskan nanti, belikan aku makanan Jack. Aku sangat lapar dan lelah."
"Ya, baiklah. Steak?"
"Hmm, belikan steak beberapa porsi. Arsen juga belum makan."
"Baiklah, aku pergi dulu. Ada Arka dan Ansel disini, Bima dan Roy harus ke markas dulu untuk berjaga."
"Ya, untuk sementara waktu aku takkan bisa pergi ke markas, aku akan fokus untuk menjaga istri ku disini, Jack." Jawab Jayden. Jack mengangguk paham, dia pun pergi menjauh dari Jayden untuk membelikan makanan pesanan Jayden.
Jayden merasakan tubuh Arsen sangat berat, ternyata dia tidur. Putra nya itu malah tertidur sambil memeluk nya, di dekapan hangat nya. Dia paham benar dan tidak keberatan sama sekali dengan apa yang di lakukan oleh Arsen. Jayden tahu kalau Arsen pasti kelelahan dan mengantuk karena ini sudah sangat larut malam, tapi dia belum juga tidur. Padahal kalau di rumah, dia sudah bermimpi mungkin.
'Kamu anak yang kuat dan tangguh, Boy. Daddy tahu apa yang kamu rasakan, ketakutan mu, Daddy tahu akan hal itu. Tapi kenyataan memang pahit dan semoga saja Mommy mu segera bangun karena Daddy juga sangat merindukan nya.' Batin Jayden.
Dia benar-benar merindukan Istri nya, dia merindukan semua yang ada pada istrinya. Sejak kemarin malam, senyuman manis istri cantik nya itu selalu membayang di kepala nya. Ini terlalu berat, tapi dia berpura-pura sok kuat di depan putra nya.
......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1