Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 44 - Aku Akan Melindungimu!


__ADS_3

Jayden mengusap-usap perut Ayyara, bahkan beberapa kali melayangkan kecupan-kecupan mesra di sana. Ayyara yang masih tertidur merasa terganggu, dengan berat dia membuka kedua mata nya dengan perlahan. Gadis itu melihat kalau Jayden tengah mengecupi perut nya. 


"Daddy, ada apa? Ini masih pagi, kenapa sudah mengecup-ngecup perut ku?" Tanya Ayyara, tubuh mereka masih sama-sama polos. Jayden hanya menyibak sedikit selimut yang dia kenakan oleh Ayyara, dia pun bisa menyentuh semua yang ada di tubuh Ayyara, ya termasuk perut gadis itu yang tengah dia ciumi.


"Tidak, hanya saja Daddy tak sabar melihat perut mu membuncit nanti. Pasti akan terlihat sangat menggemaskan." Ucap Jayden sambil tersenyum ke arah sang gadis. 


"Masih beberapa bulan, sayang. Gak mungkin langsung jadi kan? Kita baru melakukan nya semalam."


"Semalam apa nya, sayang? Kita sudah melewati banyak malam bersama." Jawab Jayden, dia mengernyitkan kening nya. Dia heran sendiri dengan apa yang di ucapkan oleh Ayyara barusan. Jelas-jelas, mereka sering melakukan penyatuan, setelah malam disaat kesucian nya berhasil Jayden renggut. 


"Iya, tapi aku masih datang bulan. Artinya benih kamu tidak berkembang disini, Daddy." Jawab Ayyara, sambil mengusap perut nya yang terlihat datar. 


"Hmmm, iya kah?"


"Iya, tentu saja." Jawab Ayyara sambil mengusap rahang tegas sang pria. Dia tahu kalau Jayden pasti kecewa, dia sudah sangat mengharapkan hadir nya malaikat kecil di dalam rahim nya, tapi itu belum bisa terlaksana. 


"Sabar ya? Nanti kita kencengin lagi usaha nya, tapi ya bukan berarti hari ini kamu akan melakukan nya seharian." Ucap Ayyara membuat Jayden terkekeh, rupanya sang gadis bisa dengan mudah menebak isi pikiran nya. Sudah jelas, kalau isi otak Jayden saat bersama Ayyara, pasti tidak jauh-jauh dengan hal-hal berbau kemesuuman.


"Iya, baiklah. Aku juga merasa cukup untuk hari ini. Sebagai ganti nya, kamu ingin membeli sesuatu?" Tanya Jayden. 


"Hmmm, kebetulan ada tas yang baru di luncurkan kemarin. Bagus deh, Dad."


"Bersiaplah, kita berangkat." Ucap Jayden membuat Ayyara terheran-heran, artinya Jayden akan membelikan nya, begitu? 


"Kemana?"


"Membeli tas yang kemarin baru launching, bukan nya kamu menginginkan nya?" Tanya Jayden.


"Wah, ini seriusan, Dad? Tapi harga nya.."


"Sudah, jangan bicarakan tentang uang. Aku bisa mencari nya lagi, tapi aku akan kesulitan untuk mencari kebahagiaan lain selain darimu, Baby." Jawab Jayden, dia membelai lembut wajah Ayyara lalu dengan mesra mengecup nya. 


"Daddy.."


"Kebahagiaan mu lebih penting dari pada apapun, kamu adalah hal yang harus Daddy prioritaskan saat ini." Jawab Jayden membuat Ayyara tersenyum manis. Bahagia? Tentu saja, meskipun rasa takut selalu saja menghantui nya. Entah itu rasa takut karena musuh-musuh sang Daddy mengejar dan mengancam nyawa nya, belum lagi dia merasa takut kalau memang misalkan dia hamil. Dia harus menghadapi kemarahan sang ayah, tapi dia akan tetap menghadapi hal ini dengan berani. 


"Terimakasih, karena Daddy sudah sangat memperhatikan aku."

__ADS_1


"Sama-sama, cantik ku. Sudah, ayo bangun lalu mandi. Setelah itu kita berangkat ke toko nya." Jawab Jayden, Ayyara mengangguk. Gadis itu pun turun dari kasur, Jayden menatap gadis nya tanpa melirik ke arah lain. Karena apa? Ya, dia berjalan tanpa sehelai benang pun ke kamar mandi. 


"Hufftt, di terkam gak mau. Tapi kelakuan nya bikin nafssu, astaga. Gadis ku memang luar biasa." Gumam Jayden sambil menggelengkan kepala nya. Sambil menunggu Ayyara mandi, Jayden pun pergi ke balkon dan menghubungi Jack. 


'Hallo, Jay. Ada apa?' Tanya Jack, seperti nya pria itu baru saja bangun tertidur. 


"Hmm, kau dimana?"


'Di rumah, ada apa?' Tanya Jack lagi, seperti nya dia bertanya sambil menguap. 


"Kawal aku, Jack." Pinta Jayden sambil menatap lurus ke arah depan.


'Kemana, Jay?' 


"Gadis ku ingin membeli tas keluaran terbaru, jadi kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?" Tanya Jayden.


'Ohh, oke. Aku pergi sekarang, ada Bima yang akan mengawal mu.'


"Baiklah, lakukan tugas mu dengan baik. Ingat, jangan sampai kecolongan." Peringat Jayden, Jack mengiyakan. Jayden pun mematikan sambungan telepon nya, setelah itu Pria itu berbalik begitu mendengar pintu kamar mandi yang tertutup. Benar saja, Ayyara sudah selesai dengan ritual mandi nya seperti nya. Dia keluar dari kamar mandi dengan handuk selutut. 


"Aduh, baby.."


"Kamu mancing Daddy apa gimana, Hmm? Padahal, Daddy tuh gak usah di pancing juga bakalan mau buat nerkam kamu, sayang."


"Hmmm, maksud nya? Ayya gak ada tuh mancing-mancing Daddy." Tanya Gadis itu sambil mengernyitkan kening nya. 


"Pertama, tadi kamu ngapain berjalan ke kamar mandi tanpa pakaian hmm? Kedua, sekarang kenapa berpenampilan seperti itu? Apa kamu pikir Daddy kuat? Tentu tidak, kamu tahu sendiri kalau Daddy nafsuaan sayang!"


"Lah, itu mah resiko Daddy aja yang gampang nafssu. Ayya kan gak tahu."


"Jadi, kamu mau berdiri disitu saja sampai Daddy terkam atau langsung berpakaian sekarang hmm?" Tanya Jayden, Ayyara nyengir lalu berlari ke ruang ganti dan menutup pintu nya, tak lupa juga mengunci pintu nya agar dia merasa tenang saat berpakaian. Kalau tidak di kunci, ya sama juga bunuh diri. 


Sudah bisa di pastikan Jayden akan masuk ke dalam ruangan ini seperti biasa nya, bukan satu atau dua kali saja Jayden menyusup masuk ke ruang ganti saat dia sedang berpakaian. Dan apa yang terjadi? Tentu saja ada adegan anu yang membuat Ayyara kesal setengah mati. Kenapa? Ya karena dia harus mandi dua kali. 


Setelah beberapa menit berselang, Ayyara pun selesai berpakaian. Pilihan nya hari ini, celana jeans longgar dan blouse ala Korea yang sengaja Jayden sediakan di walk in closet kamar apartemen nya. Karena seringkali Ayyara menginap disini, beberapa juga ada pakaian milik Ayyara yang ketinggalan di tempat ini setelah menginap. 


Ayyara menyisir rambut nya, lalu menguncir nya ke atas. Jayden tersenyum, gadis nya terlihat sangat cantik. Kecantikan nya bertambah berkali-kali lipat dari biasa nya hanya karena style rambut nya, biasa nya gadis nya akan menggerai rambut nya, tapi sekarang dia mencepol nya ke atas. 

__ADS_1


"Kenapa melihat aku seperti itu, Dad?"


"Cantik, sayang."


"Hmmm, makasih Daddy. Aku pacar siapa sih?"


"Pacar nya King Jayden Wiratama." Jawab Jayden sambil mencubit gemas pipi gadis itu, lalu mengecup nya. 


"Cieee, seneng deh di akuin sebagai pacar nya Daddy."


"Kamu ini, nanti Daddy bakalan ngakuin kamu sebagai istri. Bagaimana? Apa kamu bakalan lebih senang?"


"Tentu saja, Dad."


"Baiklah, sudah selesai siap-siap nya?" Ayyara menganggukan kepala nya dengan cepat, Jayden pun menggandeng tangan sang gadis dan kedua nya pun pergi dari apartemen dengan mengendarai mobil sport Jayden. Kali ini, Jayden memilih mobil Lamborghini Aventador berwarna hitam mengkilat. 


"Ganti mobil, Dad?"


"Iya, yang merah kemarin sudah di ketahui oleh musuh. Daddy khawatir kalau mereka akan menyerang lagi, kalau Daddy memakai mobil yang sama."


"Ohh, yaudah sih. Ayya lebih suka mobil yang ini, hehe." 


"Kenapa?" Tanya Jayden, tapi Ayyara menggelengkan kepala nya. Dia tidak punya alasan khusus kenapa dia lebih menyukai mobil yang ini. 


"Gak tahu, Ayya suka aja." Jawab Ayyara. Jayden pun hanya tersenyum kecil, dia pun mengendarai mobil miliknya itu menjauhi kawasan apartemen. Lima menit setelah mengemudi, ada beberapa mobil juga motor yang mengikuti nya. Ayyara takut kalau itu adalah musuh yang kemarin menyerang dirinya dan sang Daddy.


"Jangan khawatir, Baby. Mereka anak buah Jack, mereka mengawal kita." Jelas Jayden yang seolah mengerti akan raut wajah sang gadis.


"Hufftt, syukurlah. Ayya udah takut banget sumpah."


"Tidak perlu takut, Daddy akan selalu bersama mu."


"Iya, Dad. Ayya percaya sama Daddy. Daddy gak bakalan biarin aku terluka kan?" Tanya Ayyara. Jayden melirik ke arah sang kekasih, lalu menganggukan kepala nya.


"Ya, Daddy akan melindungi mu." 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2