
Pria itu berjalan, dia mendekat dan semakin mendekat. Membuat Ayyara berusaha meronta agar ikatan nya lepas, tapi sial nya tali nya sangat ketat mengikat tubuh nya. Rasa pedih yang Ayyara rasakan karena tali itu menggores tubuh nya, tidak dia hiraukan sama sekali. Yang dia rasakan saat ini hanyalah ketakutan yang benar-benar mendominasi.
"Don't be afraid, baby girl."
"Siapa kau?! Jangan mendekat." Ucap Ayyara, tapi pria itu terus saja mendekat ke arah gadis yang kini sudah terlihat ketakutan. Ayyara terus meronta hingga beberapa luka yang mengeluarkan darah dia dapatkan, terutama di lengan nya bahkan darah nya hingga menetes.
"Jangan menyakiti dirimu sendiri, baby girl." Ucap pria itu, Ayyara memberanikan diri menatap mata pria itu. Wajah nya di tutupi oleh topeng serigala, persis dengan yang selalu di kenakan oleh Jayden. Tapi Ayyara yakin kalau pria ini bukanlah Jayden kan, suara nya saja dia tidak mengenali nya.
"Siapa kau hah? Kenapa kau menutupi wajah mu seperti itu, Pengecut!"
"Kau masih bertanya siapa aku? Kau mengenalku dengan baik, Baby." Jawab pria itu, membuat Ayyara terhenyak. Siapa? Kira nya siapa pria yang ada di balik topeng itu, pria itu mengatakan kalau dia mengenal nya. Tapi siapa? Pikiran nya malah blank, dia tidak mengingat siapapun yang bisa berpotensi bisa menjadi seorang penjahat seperti ini.
Tapi tiba-tiba saja, Ayyara mengingat sesuatu. Dia mengingat kalau tadi dia sedang bersama Rendy di sebuah taman, tapi selebihnya dia melupakan nya. Kenapa dia bisa disini pun dia tidak ingat sama sekali.
"Kemana pria itu?" Gumam Ayyara.
"Kau bicara sesuatu, baby?"
"Berhenti memanggil aku seperti itu, menjijikan!"
"Lalu, kenapa pria sekelas dan sebrengseek Jayden bisa memanggil mu dengan panggilan seperti itu, hmm?" Tanya pria itu membuat Ayyara terkejut, kenapa dia bisa mengenal Jayden?
"Dari mana kau mengenal Daddy?"
"Ohh, Daddy? Menjijikan sekali panggilan mu dengan pria sebajingan dia, hmm?"
"Tidak, dia adalah pria yang baik!" Tegas Ayyara, dia memang merasakan kalau Jayden adalah pria yang baik. Bahkan lebih baik dari kekasih nya sendiri, yakni Rendy.
"Baik? Hahaha, kau hanya belum tahu saja apa yang tersembunyi di balik wajah tampan nya, baby."
"Aku tidak percaya, aku mengenal Daddy dari pada kau!" Padahal dia tidak sepenuh nya mengenal Jayden, tapi dia yakin kalau pun Jayden melakukan sesuatu, pasti dia memikirkan dengan semua konsekuensi nya. Pria itu juga takkan melakukan tindakan kejahatan tanpa ada nya sebab, iya kan? Sejahat apapun manusia, jika tidak ada yang menjahati nya, pasti dia tidak akan berbuat jahat.
"Hahaha, kau cukup menghibur, Baby. Bolehkah aku mencicipi tubuh mu?" Tangan pria itu dengan lancang menyentuh wajah Ayyara, lalu membelai nya dengan lembut. Gadis itu meronta dengan kuat, dia tidak mau tangan kotor pria itu menyentuh nya.
"Cuihhhh.. Jangan menyentuh ku, bajingaan!" Ucap Ayyara, gadis itu juga meludah dan mengenai topeng pria itu, kalau saja dia tidak menggunakan topeng, sudah jelas itu akan mengenai wajah pria yang entah siapa. Ayyara masih belum bisa menentukan siapa yang berada di balik topeng itu.
__ADS_1
Mendengar ucapan Ayyara dan apa yang di lakukan nya, membuat pria itu murka. Dia mencengkeram dagu gadis itu dengan kuat hingga membuat gadis cantik itu meringis kesakitan.
"Ssshhh.."
"Berani sekali kau melakukan hal ini padaku hah? Sialan." Pria itu menghempaskan wajah Ayyara dengan kasar, hingga membuat gadis itu terhuyung ke samping. Gadis itu menitikkan air mata, baru pertama kali ini dia di perlakukan dengan kasar oleh orang lain.
"Sa-kit.."
"Sakit? Apa kau tahu seperti apa rasa sakit yang aku rasakan setelah melihat mu di sentuh orang lain hah?"
"Ma-maksud mu?" Tanya Ayyara pelan, dia masih merasakan sakit di wajah nya karena perbuatan pria itu yang sangat kasar bagi Ayyara.
"Kau belum tahu siapa aku?" Tanya nya, Ayyara menggelengkan kepala nya. Dia benar-benar tidak bisa menebak siapa pria yang berdiri gagah di depan nya ini.
"Baiklah, aku akan menunjukkan nya padamu, sayang!"
Pria itu mengangkat topeng nya ke atas, membuat wajah nya terlihat jelas padahal cahaya di ruangan ini cukup minim. Hanya ada sedikit cahaya dari ruangan sebelah, itu pun hanya membuat suasana menjadi sedikit horor. Ayyara menganga, dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.
Pria yang selama ini dia anggap sebagai pria baik-baik, nyatanya? Dia tidak lebih baik dari Jayden! Pria yang selama ini menjadi kekasih nya, ternyata bisa melakukan hal sekeji ini.
"R-rendy.."
Pria itu mengusap pelan luka-luka di tubuh Ayyara, tanpa rasa jijik sedikit pun dia menjilat darah dari luka Ayyara, membuat gadis itu bergidik ngeri. Sungguh demi apapun, Rendy saat ini terlihat seperti seorang psikopat yang haus akan darah. Menakutkan.
Dia benar-benar tidak menyangka kalau di balik wajah tampan dan lugu yang di miliki nya, Rendy memiliki sisi lain yang membuat Ayyara tidak menyangka dengan pria ini. Dia terkejut, benar-benar terkejut mendapati kenyataan yang dia lihat saat ini.
"Don't cry, Baby..". Rendy mengusap ujung mata Ayyara yang meneteskan cairan bening. Ya, gadis itu menangis. Itu adalah sebuah pantangan bagi Rendy, membuat gadis yang dia cintai menangis, itu bukanlah dirinya. Tapi, saat ini dia berusaha menguatkan hati nya agar bisa bersikap kejam demi melampiaskan dendam yang sudah cukup lama ingin dia balaskan.
Ya, tentang kematian orang tua nya belasan tahun lalu. Perakit senjata yang berhasil di tumbangkan oleh Jayden dan Jack adalah orang tua Rendy. Sejak hari itu, Rendy menjadi anak sebatang kara dan hidup di jalanan. Setelah itu, ada sepasang suami istri yang berbaik hati dan mengadopsi nya menjadi putra mereka, mereka tidak bisa mempunyai anak karena suatu penyakit yang membuat sang istri tidak bisa mengandung.
Sejak saat itu, Rendy hidup bersama kedua nya dan bertemu dengan Ayyara kecil karena rumah mereka berdekatan. Rendy yang masih merasa trauma karena kematian sang ayah yang tragis, dia mati di tangan kedua pria tak berhati sedikit demi sedikit bisa melupakan sejenak rasa sakit nya, dia pun mulai berteman dekat dengan gadis kecil bernama Ayyara.
Rendy bahkan mulai menyukai gadis itu, hingga usia mereka sudah remaja, dengan memberanikan diri dia menembak Ayyara untuk menjadikan nya pacar, tanpa di sangka-sangka, gadis itu menerima nya. Tapi sayang, mereka harus berpisah karena Rendy yang mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Dengan berat hati, dia terpaksa meninggalkan Ayyara di negara kelahiran nya.
Tapi, saat dia pulang ternyata situasi nya sudah berubah. Dia curiga terhadap Ayyara yang mulai berubah, bahkan beberapa kali dia melihat ada tanda aneh di leher dan di tubuh sang kekasih. Dia pun menyelidiki nya sendiri dan dia terkejut setengah mati saat mendapatkan fakta yang dia temukan.
__ADS_1
Pantasan saja Ayyara berubah, ternyata dia punya laki-laki lain di belakang nya, dan yang lebih mengejutkan nya lagi, pria yang menjadi selingkuhan Ayyara adalah pria yang sama dengan orang yang sudah menghabisi nyawa sang ayah. Dia tahu benar, meskipun dia tidak pernah bertemu dengan pria itu lagi selama belasan tahun lama nya. Tapi, wajah nya akan selalu dia ingat.
"Kenapa kau melakukan semua ini padaku, Ren?"
"Kenapa? Hahaha, untuk balas dendam pada pria yang kau panggil Daddy itu, Ayyara!" Jawab Rendy, dia mengangkat dagu Ayyara lalu tersenyum smirk membuat seluruh tubuh Ayyara rasa nya mati rasa saat ini saking takut nya. Rendy yang kini berada di depan nya bukan Rendy yang selama ini dia kenal.
Rendy yang dia kenal adalah pria yang selalu bertutur kata dengan lembut, kini berubah menjadi sosok lain yang kasar.
"Tapi, apa salah ku, Ren? Aku bahkan tidak tahu apapun!"
"Harus nya, kau bisa menjaga hati dan tubuh mu dari pria lain, Ayyara. Tapi apa yang aku lihat? Kau mengangkaang dengan suka rela di hadapan pria itu, sedangkan dengan ku? Kau sok suci, seolah-olah tidak suka saat aku menyentuh mu tapi kau mendesaah bersama pria lain." Ucap Rendy berapi-api, dia benar-benar merasa marah pada gadis di depan nya.
Selain rasa sakit yang kembali terbuka akibat pertemuan nya dengan Jayden, orang yang sudah membunuh sang ayah. Dia juga di hadapkan dengan perselingkuhan sang kekasih, lagi-lagi pria itu kembali datang ke dalam hidup nya dan merebut wanita yang teramat dia cintai.
"Ren, maaf tapi.."
"Kau lebih menyukai milik pria itu, begitu? Kau hanya belum mencoba nya dengan ku, Ayyara. Tapi sekarang, aku tidak sudi dengan gadis bekasan seperti kau."
"Cukup, Rendy.."
"Tapi, bagaimana kalau kita bersenang-senang hmm? Kita lihat, seperti apa reaksi Daddy sialan mu itu kalau aku menyentuh tubuh mu, Ayya."
"T-tidak, jangan Ren. Aku mohon!"
"Kenapa kau begitu memohon, sedangkan kau tidak lagi utuh? Apa yang ingin kau lindungi sekarang hmm? Mahkota mu sudah tidak lagi berada di tempat nya." Sinis Rendy, sedangkan Ayyara berusaha menjauh dari pria itu tapi sialnya lagi tali yang mengikat tubuh nya mempersulit gerakan nya.
"Tapi, aku senang saat mendengar mu memohon seperti ini, Ayyara. Terdengar sangat menggoda, membuat aku bergairaah." Bisik Rendy, membuat Ayyara menjerit sekeras mungkin. Rendy menyimpan mulut Ayyara dan membawa gadis itu ke sebuah ruangan.
Sedangkan di luar, pasukan Jayden sudah mengepung rumah kecil yang ada di pinggir sungai, tapi sekarang sungai nya sudah mengering. Jadi, masih bisakah di sebut rumah tepi sungai? Mungkin tidak.
"Kita masuk lewat sana, kalian pastian keadaan aman, tidak ada ranjau atau jebakan lain." Perintah Jack pada anggota yang biasa menjinakkan bom.
Mereka langsung pergi dengan langkah hati-hati, tidak menutup kemungkinan orang yang menculik Ayyara menanam granat di sekitar tempat ini untuk menjebak pasukan nya, tapi sejauh ini aman-aman saja. Tidak ada apapun, mereka berjalan dengan mengendap-endap. Di luar rumah, ada beberapa orang yang terlihat berjaga, lengkap dengan seragam dan senjata laras panjang yang mereka tenteng di tangan masing-masing.
'Wait for me, baby. Daddy akan menjemput mu, sayang. Bertahanlah sedikit lagi.'
__ADS_1
.......
🌻🌻🌻🌻🌻