Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 42 - Mafia Bucin


__ADS_3

Beberapa menit berlalu, akhirnya Ayyara sadarkan diri juga. Gadis itu memegangi kepala nya yang terasa sakit, Jayden tersenyum saat melihat Ayyara sudah terbangun dari pingsan nya. 


"Kamu sudah bangun, baby? Apa ada yang sakit?" Tanya Jayden, sambil mengusap wajah Ayyara dengan lembut. Dia juga mengecup beberapa bagian wajah Ayyara sebagai bentuk rasa cinta nya pada gadis berparas cantik itu. 


"Tidak ada, cuma kepala ku terasa sedikit pusing sih." Jawab Ayyara. 


"Hmmm, maafkan Daddy karena sudah melibatkan kamu dalam hal ini. Maaf.."


"Tidak apa-apa, Daddy." Ayyara tersenyum, dia mengusap lembut rahang tegas yang di tumbuhi bulu-bulu halus itu dengan lembut. 


"Daddy minta maaf, Baby. Tapi jika kamu meminta berpisah, maaf sekali Daddy tak mau melepas mu." Jawab Jayden membuat Ayyara terkekeh. 


"Memang nya siapa yang meminta berpisah? Aku enggak tuh." Jawab Ayyara, dia mencubit mesra pipi Jayden lalu mengecup nya. 


"Maafin Daddy ya, Bby. Gara-gara kehidupan Daddy, kamu juga terseret ke dalam bahaya." Satu hal yang belum pernah Jayden lakukan, yakni meminta maaf. Jayden adalah tipe pria yang cuek dan bodo amat. Mau suka dengan nya silahkan, kalau tidak juga tidak masalah. 


"Tidak kok, Dad. Sungguh demi apapun, aku tidak apa-apa. Selama Daddy masih ada di samping ku, aku takkan takut menghadapi kejam nya dunia." Jawab gadis itu membuat Jayden tersenyum.


"Andai saja dulu, Daddy tidak memilih jalan seperti ini. Mungkin saat ini, Daddy sudah hidup nyaman seperti kebanyakan orang lain nya." 


"Jangan menyalahkan takdir, kalau saja Daddy tidak bertemu dengan ku di bar, mungkin saja kita takkan pernah saling mengenal. Kalau juga Daddy hidup seperti layaknya manusia biasa, Ayya gak yakin kalau sekarang Daddy masih sendiri." Jawab Ayyara, lagi-lagi dia tersenyum manis sambil menatap Jayden.


"Kita memang sudah di takdirkan untuk bertemu, Dad. Jadi jangan menyalahkan takdir, kita harus sama-sama berjuang." Ucap Ayyara lagi, membuat Jayden menganggukan kepala nya mengiyakan. Benar, mereka harus bersatu untuk bisa mendapatkan kebahagiaan dengan cara masing-masing.


"Ke depan nya, aku akan belajar untuk memegang senjata, Dad."


"Maksud mu, sayang?" Tanya Jayden, reaksi nya benar-benar di luar dugaan. Pria itu terkejut bukan main saat mendengar ucapan gadis nya.


"Ajari aku menembak dan bela diri, setidaknya aku bisa melindungi diriku sendiri kalau begitu." Jawab Ayyara tapi Jayden seperti nya tidak setuju. 


"Tidak, selama Daddy masih hidup. Maka kamu harus bergantung pada Daddy!" Tegas Jayden. 


"Daddy.."


"Tidak, baby!" Tegas nya lagi, membuat Ayyara terdiam. Baiklah, kalau Jayden tidak mengizinkan nya. Ada baiknya dia akan belajar menembak dan bela diri secara sembunyi-sembunyi, itu lebih baik bukan?


"Jangan berpikiran untuk belajar secara sembunyi-sembunyi, Daddy akan marah jika kamu melakukan hal ini." Ucap Jayden yang membuat Ayyara terkejut, kenapa bisa pria itu membaca isi pikiran nya? Apakah dia cenayang?


"Daddy bukan cenayang, tapi Daddy tahu benar kalau kamu itu gadis nakal, jadi kalau tidak mendapatkan izin, pasti akan tetap melakukan nya secara sembunyi-sembunyi." Jawab Jayden yang membuat Ayyara cengengesan. Benar juga sih, tapi katanya Jayden bukan cenayang, tapi dia seolah bisa membaca pikiran orang lain. Apa nama nya itu kalau bukan cenayang?


"Hehe, iya sih Dad."


"Jangan coba-coba, atau kamu akan tahu akibat nya, sayang."


"Iya iya, baiklah sayang." Jawab Ayyara pasrah, dia pun menurut saja tapi dia bisa kapan saja untuk berubah pikiran. Dia tak bisa seterusnya untuk bergantung pada Jayden bukan? Mengingat kalau Jayden itu seorang mafia, ada kalanya dia pasti akan sibuk mengurus klan mafia nya. Dan saat itu, dia bisa saja di tangkap oleh musuh kan? Jadi sebelum itu terjadi, dia harus bisa mengantisipasi nya lebih dulu. 


"Sudah merasa lebih baik? Bagaimana kalau kita pulang?" Ajak Jayden. 


"Pulang kemana, sayang?" Tanya Ayyara sambil mengernyitkan kening nya keheranan. Dia mengajak nya pulang kemana? Tak mungkin kalau ke rumah nya kan, yang ada David bisa mengamuk nanti nya.

__ADS_1


"Ke apartemen, malam ini kamu akan tidur bersama ku." Jawab Jayden sambil tersenyum. 


"Daddy.."


"Apa, sayang?" Tanya Jayden, pria itu tersenyum kecil membuat tubuh Ayyara merinding seketika. 


"Tapi aku.."


"Daddy akan menagih janji mu tadi."


"Tapi, Daddy terluka. Jadi perjanjian nya batal, aku akan melayani Daddy 24 jam kalau Daddy tidak terluka." Jawab Ayyara, seketika dia menyesal karena sudah mengatakan hal konyol semacam itu tadi. Sekarang dia harus menanggung akibat nya kan? Aaaa, suruh siapa dia mengatakan hal itu tadi. 24 jam? Hello, artinya sehari semalam. Bagaimana keadaan nona nya nanti? Bisa-bisa membengkak dan dia tak bisa berjalan selama beberapa hari, seperti saat pertama kali nya waktu itu. 


"Tapi, Daddy sudah menepati janji Daddy untuk kembali dengan selamat, sayang. Masalah luka, ini hanyalah luka kecil. Come on, baby."


"Ya, baiklah. Tapi karena Daddy terluka, aku akan mengurangi waktu nya, jadi 4 ronde saja, bagaimana?" Tanya Ayyara membuat Jayden sedikit cemberut. Tapi, dari pada tidak sama sekali kan ya? Rugi bandar. 


"Yaudahlah, ayo." Ajak Jayden, akhirnya Ayyara bisa bernafas lega. Setidaknya, melakukan empat ronde juga akan sangat menguras tenaga kalau itu bersama Jayden. Pria itu terlalu hebat dalam bermain, membuat nya seringkali kewalahan melayani nafssu pria itu. Tapi, sentuhan-sentuhan nya membuat Ayyara bergairaah, jadi dia hanya pasrah saja saat Jayden melakukan nya lagi dan lagi. 


Meskipun begitu dia tetap menikmati nya, ya kadang dia protes juga pada Jayden karena durasi nya bermain dalam satu ronde cukup lama bisa satu jam bahkan lebih, jadi sekarang dia akan bermain empat ronde, artinya sekurang-kurangnya, dia akan berada di bawah kungkungan tubuh besar Jayden selama empat jam penuh tanpa nonstop bukan? Nyatanya, itu juga cukup melelahkan. 


Apalagi sekarang, Jayden menyukai nya yang berada di atas nya untuk memimpin permainan, jadi itu akan sangat melelahkan. Tapi ya itu cukup menyenangkan dan memuaskan. 


"Malah bengong, ayo sayang."


"Ini infusan nya gimana?" Tanya Ayyara, Jayden lupa tentang hal itu. Yang ada di dalam benak nya adalah bayangan tubuh sempurna milik gadis nya, itu saja yang ada di dalam benak nya saat ini. Gila bukan? Ya, anggap saja ini kegilaan seorang mafia yang tengah di landa mabuk asmara dan merasakan nikmat nya lubang gadis perawaan. 


"Iya, cepetan ini buka infusan nya."


"Sebentar, aku panggil perawat dulu." 


"Jangan lama ya, Dad. Aku takut." Jayden pun keluar dari dalam ruangan Ayyara, dia memanggil salah satu perawat yang memang sedang berjaga. Pria itu meminta bantuan nya, setelah itu dia dan perawat itu masuk ke dalam ruangan lalu membantu Ayyara untuk membuka jarum infus yang menancap di punggung tangan sebelah kanan. 


"Selesai, kita pulang."


"Aku lemes, Dad." Lirih Ayyara, padahal dia tidak sepenuhnya lemas. Dia hanya ingin Jayden memanjakan nya. Jayden yang paham akan kode yang di berikan oleh Ayyara pun dengan sigap menggendong nya ala bridal style. Ayyara terkekeh, lalu melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh milik Jayden.


"Haha, pacarku ini ternyata sangat peka ya."


"Tentu saja, aku harus memperlakukan mu dengan baik, bukan?" Tanya Jayden sambil menggesekan ujung hidung nya dengan milik Ayyara. 


"Tentu saja, aku seorang gadis yang harus di perlakukan dengan baik." 


"Iya, maka dari itu aku yang akan melakukan nya. Aku akan memuja mu, semua yang ada pada dirimu sempurna bagiku, sayang." Jawab Jayden, membuat Ayyara tersenyum manis. Dia pun menyandarkan kepala nya dengan manja di dada bidang Jayden. 


Jangan tanyakan kemana Rendy pergi, sejak kejadian hari itu di cafe, pria itu seolah pergi entah kemana. Pria itu juga tidak memberi kabar sama sekali, Ayyara sih membiarkan saja. Bodo amat iya kan, dia merasa sangat di kecewakan juga di rugikan oleh pria itu. Dia benar-benar merasa kalau perasaan nya pada Rendy benar-benar sudah hilang sekarang. Benar kata Jayden, yang sudah lama bertahan juga akan tersingkirkan seiring berjalan nya waktu.


Ayyara sudah tidak bisa lagi memaksakan untuk tetap bersama dengan Rendy, hubungan mereka sudah hambar sekarang. Mungkin karena saat ini, ada Jayden yang lebih bisa memperlakukan nya dengan baik. Dia juga memberikan apapun yang terbaik untuknya, bahkan melindungi nya. Bukan malah mempermalukan nya seperti yang sudah di lakukan oleh Rendy.


Pria itu juga yang telah mengembalikan nama baik nya di depan semua orang, bukan karena uang tapi karena perkataan dan perlakuan yang tidak pantas di lakukan oleh pelayan kepada tamu nya, apalagi itu harusnya Ayyara menjadi tamu kehormatan di cafe itu, tapi sebaliknya dia malah di permalukan. 

__ADS_1


Harusnya, hari itu Ayyara datang bersama nya, bukan dengan pria kere seperti Rendy. Sudah mah tidak bermodal, hanya bermodal tampang, dompet nya tipis juga tidak setebal milik Jayden, yuhuu.


Jayden pun membawa Ayyara ke apartemen nya, tapi lagi-lagi Jayden merasakan kalau posisi mereka saat ini tidak aman, jadi di perjalanan Jayden menghubungi Jack agar mengawal nya. Jack menyanggupi dan tak butuh waktu lama, dia pun datang dan langsung melakukan tugas nya dengan baik. 


Tidak hanya Jack, ada Bima, Arka dan Roy. Semua nya adalah anak buah terbaik yang di miliki oleh Jayden. Bukan artinya anggota lain tidak memiliki kemampuan apapun, tapi di bandingkan yang lain nya ke lima orang itulah yang terlihat paling menonjol.


Dalam segi halnya bermain senjata, mau senjata api atau jenis pisau, Bima adalah ahli nya. Spealis menembak jitu, penembak jarak jauh ada Bima. Satu tembakan tapi bisa melumpuhkan beberapa orang, Jack lah orang nya. Sedangkan Roy, dia ahli dalam hal bela diri. Dia juga pemegang salah satu senjata senyap paling cerdik. 


Tapi, semua hal itu di miliki oleh satu orang yakni Jayden. Dia menguasai semua nya, itulah kenapa dia menjadi pemimpin. Tapi sekarang, dia sibuk dengan gadis nya. Itulah alasan kenapa ayah dari Jayden tidak mengizinkan nya untuk jatuh cinta, karena cinta akan membuat orang sekejam, sekeji apapun akan langsung berubah menjadi boneka Barbie. Tapi, Jayden juga manusia biasa yang menginginkan kebahagiaan.


Ya, dia memiliki keinginan untuk hidup seperti layaknya orang biasa. Menikah dan memiliki anak, itu adalah keinginan nya. Dia ingin mewujudkan nya, tapi sebelum itu dia harus menyelesaikan semua masalah nya dengan para musuh terlebih dulu sebelum dia mewujudkan hal itu. 


"Jack.."


"Iya, Jay. Ada apa?" Tanya Jack, kedua nya terlibat pembicaraan yang cukup penting juga sensitif. 


"Selidiki orang yang sudah menyerang ku tadi, selidiki hingga ke akar-akarnya sekalian dan segera laporkan padaku, kau mengerti?" Ucap Jayden. Jack mengangguk mengiyakan perintah dari Jay. 


"Aku menemukan ini di salah satu jaket yang di kenakan oleh bandit itu, Jack." Jay memberikan sebuah flashdisk pada Jack. 


"Bagaimana caranya kau bisa mendapatkan nya, Jay?" Tanya Jack.


"Benda ini jatuh dari saku nya seperti nya."


"Baiklah, aku akan menghubungi Rosi untuk meretas semua data-data nya."


"Rosi juga hacker bukan? Pinta dia untuk menghack beberapa data di dalam sini, agar kita lebih mudah untuk mendapatkan dalang dari penyerangan ini." Jelas Jayden, Jack menganggukan kepala nya. 


"Kalau begitu, aku sama yang lain balik dulu ke markas sekalian ngasih ini barang ke Rosi. Secepatnya nanti malam informasi yang kau inginkan sudah aku kirim, paling lambat besok pagi." Ucap Jack. 


"Hmmm, baiklah. Tapi, nanti malam jangan menelpon, kau akan sangat mengganggu aktivitas ku nanti."


"Aktivitas apaan emang nya, sampe gak mau di ganggu?" Tanya Jack membuat Jayden mendelik.


"Jomblo sana minggir, Lo tuh rugi jadi laki. Punya batang segede tebu, tapi gak pernah di pake. Apa gak karatan tuh si otong? Sekali-kali, di pake buat muasin cewek kali."


"Dih, udah sono kalo mau main gak usah ngasih pepatah segala. Kalo udah pengen nanti juga gampang, banyak tuh cewek yang mau Ama gue, Jay. Dahlah, gue balik dulu sama anak-anak. Have fun bro." Ucap Jack sambil menepuk pelan pundak Jayden. Mereka bisa bertingkah layaknya sahabat, juga bisa seperti layaknya atasan dan bawahan yang harus tunduk akan perintah sang atasan. Ya meskipun sering kali Jack merutuki Jayden karena memberikan tugas di saat yang tidak tepat. 


Jayden tersenyum, lalu dia pergi ke kamar dengan langkah ceria nya. Akhirnya, dia akan mendapatkan jatah nya setelah libur hampir satu Minggu karena Ayyara kedatangan tamu bulanan nya. 


"Baby, i'm coming. Yuhuuu.." Ucap Jayden. Ada ya mafia kayak Jayden? Kok bisa gitu, katanya nyeremin, kejam, sadis. Tapi itu semua gak keliatan saat dia sedang bersama Ayyara, yang ada hanya Jayden menggemaskan seperti kelinci. Padahal di luar sana, Jayden menjelma menjadi harimau. 


Ya, nama nya juga cinta. Mau seberingas apapun, kalau sudah sama pawang nya ya gak berlaku. Keganasan nya itu gak bakalan berlaku kalau sama orang dia cintai. Hal itulah yang terjadi pada Jayden sang mafia bucin pada gadis kecil bernama Ayyara itu.


Di kamar, Jayden tersenyum begitu melihat gadis nya begitu peka. Gadis itu sudah berdiri di depan cermin rias dengan mengenakan pakaian haram yang sudah jauh-jauh hari memang Jayden belikan untuk nya. Dia ingin melihat secantik apa saat Ayyara memakai nya dan kini dia melihat nya sendiri.


Pakaian tipis menerawang itu begitu cocok di kenakan oleh Ayyara, tubuh nya yang terbilang kecil namun berisi itu membuat seluruh tubuh Jayden menegang seketika. Apalagi saat melihat senyum nakal gadis itu, batang miliknya seketika mengeras. hanya karena senyuman saja bisa membuat tubuh nya seperti ini. Aaaahhh, Ayyara memang gadis yang luar biasa. Hanya dia yang bisa membuat seorang Jayden bertekuk lutut akan pesona nya. Hebat!


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2