
Setelah selesai dengan acara sarapan nya, ketiga orang itu pun pergi dengan menggunakan mobil yang di kemudikan oleh Jayden. Pria itu tersenyum saat melihat Istrinya nampak semringah, dia menunjukkan banyak tempat pada Arsen dan di tanggapi dengan antusias oleh anak itu.
"Nah gedung besar itu punya Daddy." Tunjuk Ayyara ke arah satu gedung besar yang berdiri dengan megah dan tinggi. Di lengkapi dengan jendela-jendela besar yang bersinar karena tersorot cahaya matahari pagi.
"Punya Daddy, Mom?" Tanya Arsen dengan wajah polos nya.
"Iya, itu perusahaan milik Daddy. Tempat Daddy mencari uang, boy." Bukan Ayyara, tapi Jayden. Dia gemas sendiri ingin terlihat dengan obrolan-obrolan sederhana tapi di warnai dengan gelak tawa, membuat suasana di dalam mobil itu terasa lebih hangat.
"Wah, Daddy orang kaya ternyata."
"Tentu saja, Boy. Setelah kamu besar nanti, teruskan perusahaan itu ya. Karena kamu adalah anak pertama Daddy." Ucap Jayden sambil tersenyum kecil.
"Tidak aahh, soalnya Arsen takut ketinggian, Dad." Jawab Arsen membuat Ayyara tertawa. Dia merasa gemas sendiri terhadap putra tampan nya itu.
__ADS_1
"Ada lift disana, sayang."
"Benarkah?" Tanya Arsen. Jayden menganggukan kepala nya, begitu juga dengan Ayyara.
"Tapi lift itu apa?" Tanya anak itu dengan polos nya.
"Lift itu, apa ya? Pokoknya bentuk nya kotak gitu terus ada tombol nya, kalau di pencet tombol nya, nanti lift nya naik ke atas secara otomatis. Kapan-kapan, nanti Mommy ajakin kamu naik lift ya?"
"Benarkah, Mom?"
Sesampai nya di mall, Ayyara terus menggandeng tangan Arsen karena sedari tadi anak itu terus saja celingukan gak jelas. Maklum lah ya, ini adalah pertama kali nya dia mengunjungi tempat ramai seperti ini. Tempat yang biasa nya hanya bisa dia pandangi dari jauh sambil berpikir, kapankah dia akan bisa datang dan bermain di tempat itu?
Inilah jawaban nya, sekarang. Dia berada di tempat ini bersama orang baru, orang yang begitu baik, orang yang merentangkan kedua tangan nya dengan hangat, memeluk nya tanpa merasa jijik karena dia berasal dari jalanan. Jangan di tanya lagi, seperti apa bersyukur nya Arsen saat ini.
__ADS_1
Bahkan anak sekecil ini pun tahu cara nya membalas Budi, saat melihat ada orang yang berjalan tergesa-gesa ke arah mereka dan Ayyara sedang fokus melihat ke depan, Arsen dengan cepat mendorong Ayyara pelan hingga pria itu tidak menabrak tubuh wanita hamil itu.
"Adik bayi gapapa kan?" Ucap Arsen sambil mengusap-usap perut Ayyara dengan lembut.
"Gapapa kok, terimakasih ya, sayang."
"Iya, Mom." Jawab Arsen. Jayden tersenyum samar, bahkan tak ada seorang pun yang bisa melihat kalau pria itu tengah tersenyum.
'Dia masih kecil, tapi dia peduli akan sekitar nya. Bahkan dia mengabaikan keselamatan nya sendiri, benar kata Ayyara kalah dia memang anak yang sangat baik.' Batin Jayden, dia mengacak rambut Jayden dan mengajak nya pergi dengan menggandeng tangan nya.
"Terimakasih sudah menjaga adik bayi, Boy."
"Sama-sama, Daddy." Jawab Arsen dengan senyum kecil nya.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻