
Jayden tersenyum melihat gadis nya langsung berlari ke arah nya, saat ini dia sedang menunggu di luar kampus. Ya, dia akan lebih sering meluangkan waktu untuk Ayyara. Masalah pekerjaan kemafiaan? Ada Jack yang menangani semua nya.
Sekarang, bukan hanya klan mafia nya yang harus di jaga ketat, tapi gadis itu juga. Nyawa gadis itu juga dalam bahaya saat ini, karena apa? Dia adalah gadis kesayangan pemimpin Mafia yang memilki banyak musuh dimana-mana.
Markas di jaga dengan ratusan anggota Jayden, sedangkan Ayyara? Hanya beberapa saja yang menjaga nya, jadi Jayden akan berusaha untuk terus bersama Ayyara, agar gadis itu merasa aman.
Meskipun barbar dan nakal, tapi Ayyara belum pernah berurusan dengan hal-hal seperti ini. Apalagi yang berbau dengan mafia dan sebagainya, melihat senjata saja tubuh nya sudah bergetar hebat. Kemarin juga begitu mendengar letusan senjata api, Ayyara hampir saja oleng menabrak pembatas jalan. Tapi, beruntung nya dia masih punya kesadaran. Jadi dia bisa selamat kemarin.
"Daddy.." Ayyara langsung memeluk Jayden, pria itu juga dengan sigap menerima pelukan gadis kesayangan nya. Bahkan sempat mengangkat nya ke atas dengan kedua tangan nya lalu memutar nya.
"Aaaa Daddy, Ayya pusing.." Rengek Ayyara dengan nada manja nya. Jayden terkekeh lalu menurunkan gadis itu, Jayden mengecup punggung tangan Ayyara, membuat teman-teman gadis itu merasa iri. Mereka memang tidak mengetahui siapa sebenarnya sosok Jayden, tapi melihat kemesraan kedua nya membuat mereka sangat iri.
Jayden adalah tipe idaman para gadis, sudah ganteng, tubuh nya berotot, atletis dengan delapan roti sobek yang menghiasi perut nya. Selain itu, dia juga romantis terhadap pasangan nya.
"Gimana kelas nya hari ini, lancar?" Tanya Jayden. Ayyara menganggukan kepala nya dengan cepat.
"Baguslah, kalau begitu. Kita pergi yuk?" Ajak Jayden.
"Kemana, Dad?" Tanya Ayyara, Jayden tersenyum lalu menyentil pelan kening sang gadis, membuat gadis itu cemberut sambil mengusap-usap kening nya yang terasa sakit.
"Gak usah tanya, kamu pasti tahu kan kita mau kemana." Jawab Jayden sambil memainkan alis nya turun naik. Ayyara menelan ludah nya dengan kepayahan, kenapa Jayden bisa tahu kalau menstruasi nya sudah selesai? Jadi, bisa di pastikan kalau saat ini Jay meminta jatah nya bukan? Sudah kelihatan dari senyum nya yang mencurigakan.
"A-apartemen?"
"Yes, Baby. Menstruasi kamu sudah selesai bukan?" Tanya Jayden sambil mengusap rambut panjang Ayyara yang terurai rapi.
"U-udah sih, tapi kan.."
"Ayo, kita bersenang-senang. Daddy ingin bermain beberapa ronde hari ini, adik kecil Daddy sangat merindukan sarang nya." Jawab Jayden, lagi-lagi pria itu tersenyum misterius, membuat Ayyara merinding.
"Yaudah sih, nanti aja."
"Ayo.."
"Iya, ayo." Jawab Ayyara, meskipun dia sangat ingin menolak, tapi saat melihat cara Jayden menatap nya, dia langsung luluh seketika.
Jayden menggandeng lengan Ayyara, tapi gadis itu seolah enggan beranjak dari tempat nya. Itu membuat Jayden berbalik dan menatap heran ke arah gadis nya.
"Oy, gue duluan. Ambil.." Ucap Ayyara, dia melempar kunci mobil miliknya pada salah satu teman nya.
"Oke, besok mobil Lo udah disini lagi."
"Ya, jangan lupa isiin bensin nya. Awas aja kalo mobil gue sampe mogok gara-gara kehabisan bensin." Tegas Ayyara, teman-teman nya tertawa lalu mengiyakan.
"Gue duluan ya, mau ngerjain kegiatan rutin."
"Have fun ya bestie."
"Thanks." Jawab Ayyara, dia pun mengikuti langkah Jayden. Sejak pria itu jatuh cinta pada Ayyara, dia sering berjalan pelan untuk mengimbangi langkah gadis nya.
'Gimana mau have fun? Pria ini sudah berpuasa beberapa hari, jadi otomatis dia akan menghajar ku habis-habisan kan? Aaahhh, bagaimana nasib nona ku?' Batin Ayyara, sudah bisa di pastikan kalau besok dia takkan bisa berjalan seperti biasa nya. Karena nona nya akan lecet nanti.
Siapa itu Nona? Ya, lubang belut kesukaan Jayden. Oke ya, ngerti kan ya?
Jayden membukakan pintu mobil nya untuk Ayyara, pria itu benar-benar memperlakukan gadis cantik itu dengan baik. Bahkan memberikan perhatian-perhatian yang bahkan belum pernah Jayden lakukan pada orang lain. Hanya pada Ayyara saja, dia bahkan di kenal sebagai orang yang tidak pernah peduli dengan orang di sekitar nya. Tapi, semua itu tidak berlaku untuk Ayyara, nyatanya Jayden selalu memperlakukan Ayyara dengan baik.
"Silahkan tuan putri."
"Thanks, Daddy."
__ADS_1
"You're welcome, Baby." Jawab Jayden, pria itu pun menutup kembali mobil nya setelah memastikan kalau Ayyara sudah duduk dengan nyaman di dalam sana. Jayden pun mengamati keadaan di sekitar nya, mata nya memicing saat melihat beberapa orang yang terlihat mencurigakan.
Dengan cepat, Jayden mengeluarkan ponsel nya dan menghubungi Anak buah nya yang selalu siap siaga kapanpun saat dia membutuhkan nya.
'Hallo, Tuan..'
"Aku di kampus Ayyara, ada orang-orang mencurigakan disini. Aku khawatir kalau mereka akan mencelakai Ayyara, jadi kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" Ucap Jayden, mata nya tak berhenti menatap orang-orang itu.
'Ya, baiklah Tuan. Lima menit lagi saya sampai.'
"Good." Jawab Jayden, dia pun mematikan sambungan telepon nya secara sepihak, dia sebagai pemimpin jadi bebas melakukan apapun, bukan? Ya, termasuk mematikan telepon terlebih dulu. Dia tidak peduli meskipun anak buah nya merutuk disana.
Jayden memasukan kembali ponsel nya ke dalam saku celana bahan nya, dia tetap menatap orang-orang itu yang seolah tidak menyadari kalau ada yang tengah memperhatikan mereka.
"Hei, Dad. Kenapa malah bengong disitu? Daddy kenapa? Apa ada masalah?" Tanya Ayyara yang melongokkan kepala nya dari jendela mobil milik Jayden. Pasalnya, sudah beberapa menit berlalu, tapi Jayden tak kunjung masuk juga.
"Tidak, sayang. Sebentar." Jawab Jayden, pria itu berlari memutari mobil nya, membuka pintu nya, lalu duduk dan memasang safety belt.
"Daddy.."
"Diamlah, pasang safety belt mu. Pejamkan mata mu, tutup telinga mu, anggap saja seolah tidak mendengar atau melihat apapun, oke?"
"T-api kenapa, Dad? Tolong, jangan buat aku takut." Ucap Ayyara, sungguh dia benar-benar takut. Ternyata, memiliki kekasih seorang pimpinan mafia itu tak mudah. Banyak orang-orang yang mengincar dirinya, hanya karena dirinya adalah orang yang paling dekat dengan Jayden. Jadi para musuh Jayden menjadikan dirinya sebagai target, itu cukup menakutkan bagi Ayyara yang tidak terbiasa.
"Jangan takut, ada Daddy disini. Daddy yang akan selalu melindungi kamu, apapun cara nya. Bahkan Daddy akan rela menukar nyawa Daddy untukmu."
"Tidak, Dad. Lalu untuk apa aku hidup jika tanpa Daddy?"
"Jangan mengatakan hal konyol, sayang. Daddy akan melindungi mu sekuat tenaga, sayang." Jawab Jayden, dia melirik ke samping ke arah Ayyara lalu tersenyum.
Jayden pun menginjak pedal gas mobil nya, pria itu mengemudikan kendaraan beroda empat nya itu dengan kecepatan tinggi. Mobil mewah itu meluncur meninggalkan area kampus Ayyara, gadis cantik itu memejamkan mata nya. Sesuai dengan perintah Jayden, dia juga menutup telinga nya. Dia tak mau mendengar apapun, tapi tetap saja. Sekuat apapun dia menutup mata dan telinga, semua nya terdengar dengan jelas.
Darah berceceran di jalanan, terlihat disana ada orang-orang yang tengah bertarung satu sama lain. Ayyara nyengir-nyengir ngilu melihat mereka, bahkan pakaian mereka sudah di penuhi oleh warna merah darah.
"Aaahhh.." Ayyara menjerit, membuat Jayden sedikit kehilangan fokus nya karena jeritan gadis itu.
"Jangan melihat ke belakang, sayang!" Tegas Jayden, Ayyara menurut. Dia memilih memejamkan mata nya.
Tapi sayang, seperti nya musuh sudah mengetahui kalau Jayden dan Ayyara ada di mobil ini. Ada dua motor yang menghadang jalan mereka. Jayden berdecak kesal, bisa-bisa nya ada yang masih tersisa? Padahal, anak buah nya adalah orang-orang yang hebat dalam bidang nya masing-masing.
Ada yang mahir menggunakan senjata api, bela diri. Semua nya sudah sesuai dengan porsi nya masing-masing.
"F*ck!" Umpat pria itu, dia pun melirik ke arah Ayyara yang masih memejamkan mata nya.
"Ingat, jangan membuka mata mu. Apapun yang terjadi, kau dengar?"
"I-iya, Daddy.."
"Good girl." Jawab Jayden, dia mengecup singkat kening Ayyara lalu bersiap pergi keluar dari mobil nya. Tapi, baru saja dia akan pergi, tangan Ayyara menahan nya.
"Why, baby?"
"Aku mohon, kembalilah dengan selamat. Tanpa ada luka sedikitpun, aku berjanji akan melayani mu selama 24 jam nonstop." Ucap Ayyara, dia menatap Jayden dengan tatapan memohon. Jayden terkekeh pelan.
"Aku berjanji akan kembali dengan selamat, tapi untuk luka aku tidak menjamin apakah aku tidak terluka. Tapi, satu hal yang pasti, aku mencintaimu."
"Omong-omong tentang melayani ku selama 24 jam, Daddy akan menagih nya nanti." Jawab Jayden sambil menjawil manja dagu sang gadis, lalu mengecup singkat bibir nya.
Jayden tersenyum, lalu keluar dari mobil dengan langkah tegap nya. Mata nya menatap lurus ke arah beberapa orang yang sudah menunggu nya. Jayden mengeluarkan senjata nya, tapi dia kembali memasukkan nya ke dalam saku jas nya.
__ADS_1
Pria itu menatap tajam orang-orang di depan nya, sedangkan orang-orang itu menatap Jayden dengan senyuman meremehkan. Mereka merasa menang jumlah, mereka ada sekitar 10 orang, sedangkan yang akan mereka lawan hanya satu orang, yakni King Jayden Wiratama. Seorang pemimpin Mafia yang di kenal akan ke kejaman juga kesadisan nya.
Tanpa ragu, salah satu dari orang-orang itu mulai maju satu persatu. Baku hantam pun tak bisa di hindari, dengan lincah Jayden menghindari serangan-serangan musuh. Mereka hanya menang dalam jumlah, bukan tentang kekuatan. Jayden dengan mudah melumpuhkan satu persatu orang-orang itu.
Pria itu terlihat tidak kesulitan sedikit pun, Jayden memukul satu persatu orang itu. Hal ini bukanlah sesuatu yang sulit bagi Jayden, dia pernah bertarung sendirian dengan orang-orang yang lebih banyak dari ini.
Suara-suara pukulan dan teriakan orang-orang itu, Ayyara memejamkan rapat-rapat mata nya, juga menutupi telinga nya dengan kedua tangan nya. Dia benar-benar ketakutan, tapi tiba-tiba saja ada yang mengetuk-ngetuk kaca mobil nya. Ayyara panik, dia takut.
"Keluar!" Teriak nya, Ayyara menutup telinga nya. Dia tak mau mendengar apapun, dia ketakutan jadi dia memejamkan mata nya.
Tapi sialnya, orang itu berhasil membuka pintu mobil dan menarik Ayyara keluar.
"Aaaaa, tolong…" Teriak Ayyara, sontak saja membuat Jayden berbalik dan melihat Ayyara tengah berontak sekuat tenaga dan disana ada beberapa orang yang memegangi nya.
"Sayang.." Panggil Jayden, dia bersiap untuk menolong gadis nya, tapi sialnya malah ada yang menendang punggung nya, membuat Jayden tersungkur mencium aspal.
Bughh..
"Daddy.." Jerit Ayyara, dia berontak ingin pergi dan menolong Jayden. Tapi, dia terus di pegangi oleh orang-orang berbadan besar, wajah mereka juga terlihat sangat sangar. Menakutkan sekali, membuat Ayyara ketakutan.
Plak..
Salah satu dari pria itu menampar pipi kanan Ayyara, membuat Jayden mengepalkan tangan nya. Wajah nya memerah karena amarah, tapi dia tidak bisa apa-apa karena orang-orang itu menginjak punggung nya, bayangkan saja ada beberapa orang yang menginjak tubuh nya. Pasti sangat sakit bukan? Apalagi orang-orang itu berbadan besar.
Dor..
Satu letusan senjata api terdengar, beberapa orang langsung limbung, mereka terkapar di atas aspal dengan kepala nya tertembak. Siapa yang melakukan nya? Jack, ya Jack lah orang nya.
Pria itu meniup ujung senjata nya, kehebatan seorang Jack, dia bisa menumbangkan beberapa orang dalam satu tembakan, hebat bukan? Tentu saja, karena itu adalah Jack.
Jack juga menembak orang-orang yang masih berdiri di dekat Jayden, mereka tergeletak begitu saja di jalanan. Dan langsung di bawa oleh orang-orang anak buah Jayden agar tidak mencurigakan pihak kepolisian. Untung saja, di jalanan ini tempat nya sepi, jarang sekali ada yang melintas di dekat-dekat sini.
Jayden bangkit, dia mengusap-usap tangan nya yang kotor, lalu segera berlari menuju ke arah Ayyara yang tergeletak di jalanan.
"Baby, bangun baby.." ucap Jayden, dia menepuk-nepuk wajah sang gadis tapi Ayyara masih belum juga sadarkan diri.
"Baby.."
"Bawa ke rumah sakit, Jay! Cepat, dia pasti trauma melihat semua ini." Ucap Jack. Jayden pun mengangguk dan dia langsung menggendong Ayyara ala bridal style, dia berlari sambil menggendong Ayyara di pelukan nya.
"Bertahanlah sedikit, sayang." Ucap Jayden, dia meminta salah satu anak buah nya untuk menjadi supir nya. Jayden terus memeluk Ayyara yang masih belum juga sadarkan diri.
Sedangkan di tempat kejadian, Jack dan anak buah Jayden yang lain tengah membereskan semua kekacauan yang di buat oleh musuh. Anak buah yang lain bertugas untuk mengalihkan kendaraan yang ingin melintas ke jalur lain, bisa bahaya kalau ada yang tahu hal ini. Meskipun semua nya tidak takut akan penjara, tapi tetap saja mereka malas kalau harus berurusan dengan polisi dan hukum.
"Bereskan semua nya, jangan sampai ada yang tertinggal sedikit pun!"
"Baik, asisten waketu." Jawab anak buah nya, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang menyemprot dengan air agar jalanan nya kembali bersih dari bekas-bekas darah yang berceceran tadi. Orang-orang itu juga sudah di bawa ke markas lain. Ada juga beberapa dokter di markas.
Mereka juga sibuk dengan pekerjaan mereka, apa pekerjaan mereka? Yaps, mengambil organ-organ penting yang sekira nya masih bagus untuk di jual dengan harga tinggi di pasar gelap. Ya, begitulah cara kelompok mafia mendapatkan organ yang bagus. Dari tubuh korban nya, klan mafia milik Jayden tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah.
Jayden hanya mendapatkan organ-organ berharga fantastis itu dari musuh yang berhasil di lumpuhkan. Jadi, bisa di pastikan dokter maupun anggota yang lain sedang sibuk saat ini. Lalu, kemana pemimpin nya? Dia sedang sibuk dengan gadis nya, ketua mafia kalau sudah bucin ya gitu.
Saat ini, mereka sedang berada di rumah sakit. Jayden menggenggam tangan Ayyara, beberapa kali dia mengecupi punggung tangan Ayyara. Dia benar-benar khawatir dengan gadis itu. Bagaimana kalau dia trauma? Akan sulit menyembuhkan nya.
"Bangunlah, Baby.."
"Aku akan mendapatkan orang yang sudah membuat mu seperti ini, sayang." Gumam Jayden, dia benar-benar akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang sudah dia perbuat. Apalagi ini berhubungan dengan gadis nya, dia benar-benar tidak ingin gadis nya sampai kenapa-napa. Dia benar-benar tidak menyangka kalau akhirnya akan begini.
....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻