
Jayden terus menatap pria yang menunduk itu dengan tajam, berbeda dengan Ayyara yang masih bertanya-tanya siapa pria itu? Apakah salah satu musuh Jayden?
"Daddy, jangan menatap nya seperti itu dong." Ucap Ayyara, barulah Jayden menurut dan menatap pria itu dengan datar.
"Baiklah, Baby." Harry bisa mendengar ucapan gadis itu dan langsung di turuti oleh pria itu. Tanda nya, Jayden sangat mencintai gadis itu bukan? Terlihat jelas dari cara nya menatap dan memperlakukan gadis itu. Benar-benar lembut dan penuh cinta, tak seperti tadi. Bahkan Harry merasa tertekan saat di tatap oleh Jayden dengan tatapan yang sungguh membuat sekujur tubuh nya terasa kaku.
Selain tajam seolah ingin memakan orang hidup-hidup, tatapan Jayden juga terasa sangat menyakitkan. Padahal hanya di tatap, tidak menyentuh sama sekali. Tapi, kenapa bisa seperti ini? Entahlah, tapi itu yang di rasakan oleh Harry.
"Dad, siapa dia? Aku gak pernah lihat dia, apa dia musuh Daddy?" Tanya Ayyara, membuat Jayden tersenyum smirk.
"Kamu ingat cafe dan karyawan yang sudah mempermalukan mu kemarin, baby?"
"Yes, i remember it Daddy." Jawab Ayyara.
"Dia adalah pemilik cafe itu, sayang."
"H-aahh, lalu?"
"Daddy ingin menutup cafe itu karena kesalahan pegawai nya yang sudah berani-berani nya mempermalukan mu di hadapan umum, sayang." Jawab Jayden yang membuat kedua mata Ayyara membeliak. Dia kira semua nya sudah selesai, tapi rupanya Jayden mengambil tindakan tanpa sepengetahuan nya.
Ini cukup mengejutkan bagi nya, tapi dia paham benar kalau Jayden pasti melakukan ini juga untuk kebaikan nya, untuk melindungi nya. Ayyara juga tak bisa marah, dia sangat maklum dengan hal ini. Tapi, dia tidak menyangka kalau Jayden akan mengambil langkah seperti ini.
"Astaga, Daddy. Aku rasa tidak perlu melakukan hal semacam ini, Dad. Ini bukan sepenuhnya kesalahan dia kan? Ini kesalahan karyawan nya yang kurang berpendidikan." Jawab Ayyara.
Tidak bohong, dia benar-benar kesal dengan sosok pelayan cafe yang sudah mempermalukan dirinya kemarin. Bukan kesal, tapi lebih ke marah sih sebenarnya. Tapi Ayyara tidak menunjukkan atau mengatakan hal itu pada Jayden, karena dia khawatir akan terjadi hal seperti ini. Tapi ternyata, tanpa dia bicara pun Jayden tetap melakukan hal ini.
__ADS_1
"Ya, aku tahu hal itu, sayang. Tapi tetap saja, saat kejadian itu berlangsung dia tidak berusaha melerai atau memperingatkan pegawai nya. Padahal dia punya hak untuk melindungi privasi pelanggan nya."
"Sebagai pria yang berpendidikan, harusnya dia tahu mana yang benar dan salah bukan?" Tanya Jayden pelan, tapi mata nya menyalak tajam ke arah Harry yang sedari tadi hanya diam saja. Dia tidak melakukan pembelaan apapun, sebenarnya dia memang tidak terlalu bersalah dalam hal ini, tapi dia memilih diam karena dia takut pada Jayden.
"Tapi, tidak dengan menghukum nya dengan cara seperti ini, Dad. Ini bisa di sebut main hakim sendiri lho." Ucap Ayyara.
"Daddy tidak peduli, karena Daddy merasa dengan menutup cafe itu, maka semua nya impas." Jawab Jayden membuat Ayyara menghembuskan nafas nya sedikit kasar.
Haruskah dia menentang pria itu? Tidak, karena dia takut pada Jayden. Meskipun pria itu selalu menuruti apa perkataan nya, ya tetap saja mengingat kalau Jayden adalah seorang mafia kelas kakap.
"Baiklah, terserah pada Daddy saja. Kalau ini keputusan yang terbaik menurut Daddy, Ayya bisa apa." Jawab Ayyara, membuat Jayden tersenyum.
"Good, jangan terlalu baik, sayang. Kau akan di manfaatkan karena terlalu baik."
"Yes, Daddy." Jawab Ayyara.
"Baiklah, aku takkan menutup cafe milikmu. Tapi, berikan aku kepala mu. Bagaimana, deal?" Tanya Jayden, tangan nya mengetuk-ngetuk meja dengan santai. Sedangkan Ayyara dan Harry benar-benar terkejut dengan apa yang di katakan oleh Jayden.
Bagi pria itu, hal semacam ini sudah biasa. Karena dia sudah sering memenggal kepala musuh-musuh nya, tapi tidak bagi Ayyara maupun Harry. Dari pada kehilangan nyawa, mungkin ada lebih baiknya dia merelakan cafe itu di tutup.
"B-baiklah, saya akan merelakan cafe itu di tutup saja."
"Bagus, ini hanya sementara. Sebelum aku berubah pikiran nanti, tapi untuk selingkuhan mu, jangan mimpi dia akan kembali padamu seperti dulu." Jawab Jayden.
Ternyata oh ternyata, itulah jawaban nya kenapa Harry tidak bisa mencegah saat pelayan itu mempermalukan Ayyara dan bertindak semena-mena terhadap karyawan lain dan juga pelanggan. Rupanya, pelayan itu adalah selingkuhan nya. Pantas saja dia tidak bisa tegas pada wanita itu.
__ADS_1
"M-maksud anda?"
"Dia takkan kembali dengan utuh, ada beberapa anggota tubuh nya yang berpindah tempat. Kau paham kan? Berani berurusan dengan ku, atau mengusik ketenangan gadis ku, maka aku jamin kalian akan menyesal seumur hidup karena sudah berurusan dengan pria seperti aku!"
"M-maafkan saya, Tuan."
"Aku tidak memaafkan mu sama sekali, begitu juga dengan gadis ku. Aku takkan mengizinkan nya untuk memaafkan kesalahan pelayan mu itu dengan mudah." Jawab Jayden dengan senyuman miring nya.
"Daddy.."
"Tidak, biarkan dia merenungkan semua kesalahan nya, siapa suruh menyakiti hati istri nya sendiri? Jadi, aku rasa ini hukuman yang sangat setimpal. Semua akan di uji saat tidak mempunyai apa-apa." Jawab Jayden. Harry pun beranjak dari duduk nya lalu pergi dari cafe tersebut dengan langkah gontai.
Perselingkuhan nya terbongkar, cafe yang menjadi satu-satunya tempat dia usaha di tutup oleh Jay karena kesalahan selingkuhan nya. Kini, dia harus kembali menjadi pria miskin yang tak memiliki apa-apa.
"Kita pulang, baby."
"Hmm, Daddy akan membawaku ke apartemen, lagi?" Tanya Ayyara sambil meringis. Dia tidak mau ikut bersama Jayden hari ini. Entahlah, dia hanya ingin beristirahat di rumah nya.
"Of course, baby. We Will rest there, why baby?" Tanya Jayden.
"No, but i just want to go home today." Jawab Ayyara, Jayden tersenyum lalu mengacak rambut Ayyara.
"Kalau begitu, pulanglah. Tapi akan Daddy kawal ya? Daddy khawatir kalau ada yang mengikuti mu nanti."
"Yes, Daddy." Jawab Ayyara. Jayden kembali mengacak rambut gadis nya, lalu kedua nya pun beranjak dari duduk mereka. Dengan tangan yang saling bertaut mesra, mereka pun masuk ke dalam mobil masing-masing. Tentu nya, Jay bersama Jack. Karena tadi pria itu memilih untuk duduk di kursi yang sedikit lebih jauh dari kedua nya, memberikan waktu untuk mereka berbicara hanya berdua.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻