Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 90 - Tidak Ingin Mengecewakan


__ADS_3

"Mom.." Panggil Arsen lirih, Ayyara yang sedang makan langsung menoleh. 


"Kenapa, Boy? Itu makanan nya kenapa gak di makan?" Tanya Ayyara, dia melihat makanan yang dia ambilkan untuk Arsen masih tersisa banyak di piring. Mungkin dia baru makan beberapa suap saja, tumben. Padahal biasa nya Arsen makan dengan lahap.


"Gak kenapa-napa kok, Mom. Arsen udah ya makan nya? Kenyang." 


"Kenyang? Memang nya kamu habis makan apa, Boy? Baru juga berapa suap kamu makan." Tanya Ayyara. 


"Dia kenyang pasti habis makan burger, Mom." Jawab Jayden ikut angkat bicara. 


"Astaga, Boy. Itu benar?"


"Hehe, iya Mom. Soalnya burger nya enak, jadi sayang kalo gak di makan." Jelas Arsen membuat Ayyara memutar mata nya jengah.


"Pokoknya, Mommy gak mau tahu makanan kamu harus habis!" Tegas Ayyara membuat Arsen terdiam seketika.


"I-iya, Mom." Jawab Arsen, dia pun kembali makan dengan lahap. Meskipun perut nya sudah sangat kenyang, tapi dari pada kena marah oleh Mommy nya, mendingan dia makan saja. Tak apa perut nya menggembung karena kebanyakan makan kan, dari pada kelaparan.


"Nah gitu dong, Boy. Kamu harus tahu kalau Mommy paling anti sama yang gak habisin makanan nya, dia pasti marah kalau makanan nya gak habis." Jelas Jayden membuat Arsen menganggukan kepala nya.


"Hmm, baik Dad." Jawab Arsen sambil mengangguk.


"Dengerin kata Daddy, makanya sebelum makan junk food, kamu harus makan nasi dulu, sayang."

__ADS_1


"Iya, Mommy. Maafin Arsen ya, Mom." Ucap Arsen membuat ke kesalan Ayyara hilang seketika, apalagi saat melihat wajah menggemaskan Arsen. 


"Oke, baiklah. Mommy maafin kamu kali ini, tapi kalau sampai kamu mengulang kesalahan yang sama. Dengan terpaksa Mommy harus ngasih kamu hukuman, kamu mengerti?"


"Iya, Mommy." Jawab Arsen sambil tersenyum. Ayyara pun mengusap puncak kepala Arsen dengan lembut sambil melihat anak itu makan dengan lahap.


Setelah selesai dengan makan malam nya, Arsen langsung dengan sigap membantu Mommy nya untuk membereskan meja lalu mencuci piring. Dia mengambil alih pekerjaan yang biasa nya Ayyara lakukan. 


"Lho, sayang. Kok kamu nyuci piring nya sih?"


"Gapapa kok, Mom. Lagi pengen aja, lagian Mommy jangan kecapean kan? Nanti adek bayi kenapa-napa." Ucap Arsen membuat hati Ayyara menghangat. Arsen begitu perhatian pada nya, sungguh dia sangat beruntung karena bertemu dengan Arsen dan dia tidak salah menyayangi anak ini kan? Dia memberikan respon dan juga perhatian padanya. 


"Sayang, Mommy makin sayang deh sama kamu. Terimakasih ya, Boy. Tapi lain kali, kamu gak usah gantiin tugas Mommy. Tugas kamu hanya belajar, itu saja."


"Iya, Mommy." Jawab Arsen. Ayyara pun mengacak rambut Arsen dengan penuh kasih sayang. Hal itu di lihat oleh Jayden yang sedari tadi melihat interaksi kedua nya dengan senyum kecil yang tersungging manis di kedua sudut bibir nya. 


"Boleh, Mom." Jawab Arsen. Ayyara pun mengambil beberapa jenis buah dan mengupas nya, lalu memotong-motong nya. 


"Ini buah nya, Boy. Sana ke depan aja sama Daddy ya? Ini biar Mommy yang selesaikan." Ucap Ayyara. 


"Tanggung, Mom. Tinggal sedikit lagi kok, Mommy aja yang nyusul Daddy ke depan. Setelah selesai, nanti Arsen langsung ke depan." 


"Bener ya?" Tanya Ayyara, Arsen menganggukan kepala nya. 

__ADS_1


Ayyara pun membawa dua kotak berisi buah-buahan untuk dia cemil. Satu nya lagi untuk Arsen, satu nya lagi untuk dirinya sendiri. Dia juga suka ngemil buah sekarang, tepat nya semenjak hamil dan sesuai dengan anjuran dokter yang menyarankan nya untuk selalu makan buah dan memperbanyak makan makanan sehat. 


Tak lama kemudian, Arsen pun benar-benar datang setelah menyelesaikan tugas nya. Anak laki-laki itu duduk di samping Ayyara sambil mencomot buah yang ada di wadah milik sang Mommy.


"Ini punya kamu, Boy. Jangan ngambil punya Mommy, nanti jatah adik bayi nya berkurang." Ucap Jayden, membuat Ayyara langsung mendelik.


"Tidak apa-apa, kamu bisa makan mana pun yang kamu mau, sayang." Jawab Ayyara, tapi Arsen paham akan ucapan Daddy nya. Dia pun mengambil kotak buah milik nya sendiri lalu memakan nya dengan lahap. 


"Lain kali, Daddy gak boleh bicara kayak gitu. Kasian Arsen nya, padahal dia cuma ngambil satu potong doang. Gak bakalan bikin nutrisi yang anak ini butuhkan berkurang, Dad."


"Iya iya, maafin Daddy ya, Mom." Ucap Jayden.


"Minta maaf nya sama Arsen!"


"Boy, Daddy minta maaf ya.." 


"Iya Dad, tidak apa-apa kok." Jawab Arsen sambil tersenyum. 


"Daddy mau? Ini buah nya enak banget lho, manis-manis." Ucap Arsen sambil mendekatkan sepotong buah melon ke mulut Jayden. Dengan ragu, Jayden pun menerima suapan yang di berikan oleh Arsen, dia memang tidak terlalu menyukai buah-buahan apalagi melon. Tapi, dia menerima suapan dari putra nya, karena tidak mau mengecewakan putra nya. 


"Gimana, manis kan Dad?"


"Iya, ini buah nya manis sekali. Tapi lebih manis senyum Mommy." Jawab Jayden membuat Arsen tersenyum kecil, sedangkan Ayyara dia melirik ke arah suami nya dengan wajah yang merona. Sudah lama mereka berhubungan, tapi tetap saja mendengar kata-kata manis yang terlontar dari mulut suami nya, membuat Ayyara salah tingkah bahkan merona seperti saat ini.

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2