Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 58 - Mabok Kecebong


__ADS_3

"Sayang.." Panggil Jayden, dia baru saja dari luar untuk mengambil buah pesanan sang gadis. Pria tampan itu tersenyum, sambil menunjukkan kresek berisi buah melon dan jeruk, di dalam sana ada anggur dan apel juga, buah kesukaan Ayyara.


"Iya, Daddy." Jawab Ayyara, pria itu pun duduk di samping sang gadis sambil membuka kantong kresek yang dia bawa. Ternyata, di dalam nya ada beberapa cup berukuran besar berisi buah-buahan pesanan Ayyara yang sudah di kupas dan di potong-potong menjadi ukuran sekali gigitan. 


Kurang pengertian apa sih Jack sebagai kaki tangan Jayden? Dia khawatir kalau Jayden malas mengupas atau memotong-motong buah nya, jadi dengan pengertian nya dia pun meminta kan staff supermarket untuk mengupas dan memotong semua buah yang dia beli. Awalnya mereka menatap Jack dengan aneh karena biasa nya, orang-orang yang membeli buah di supermarket akan membawa nya ke rumah dalam bentuk utuh dan akan di potong-potong nanti di rumah. 


"Kupas dan potongkan, lalu masukkan ke dalam cup. Nanti saya beri kalian uang sebagai upah." Ucap Jack, barulah staff itu pun langsung melakukan tugas nya. Mereka mengupas dan memotong buah nya dengan cepat, sedangkan Jack menunggu di luar. 


Setelah selesai, mereka pun memberikan buah nya, begitu juga dengan Jack yang memberikan sejumlah uang sesuai janji nya tadi. 


Dan disinilah buah itu berada saat ini, Jayden membuka buah melon, aroma nya sangat manis, membuat Ayyara tersenyum kegirangan. Dia yakin kalau buah yang di beli oleh Jack, pasti lah bukan buah-buahan yang di jual di pinggir jalan. Karena Jayden pasti akan marah besar kalau dia sampai melakukan hal itu. 


"Buka mulut mu, sayang."


"Cobain dulu sama Daddy, kalau manis baru aku mau." Jawab Ayyara, Jayden pun menganggukan kepala nya dan mencoba buah melon yang di beli oleh Jack. 


"Manis, sayang. Ini melon premium, Jack membeli yang import dari Jepang." Jelas Jayden, barulah Ayyara menerima suapan buah dari sang pria. Dia menikmati nya dengan lahap, melon mahal memang jauh lebih enak dari pada melon biasa. Jelas, ada harga ya ada kualitas. Jangan terlalu berharap pada melon dengan harga belasan ribu perkilo gram nya. 


"Wah, sayang banget ya. Biji sama kulit nya di buang, padahal kan mahal."


"Emang itu biji nya mau kamu makan juga atau gimana?" Tanya Jayden membuat Ayyara terkekeh. Ya, bukan seperti itu maksud nya. Memang rasa nya jauh lebih enak yang mahal, tapi agak sedikit sayang uang nya kalau jutaan rupiah itu harus di belikan satu buah melon premium, bukan?


"Ya gak gitu, Daddy. Tapi kan bisa aja nyuruh Om Jack nya beli melon yang biasa aja, yang ratusan ribu juga udah enak." 


"Enggak, selama kamu hamil anak kita. Kamu hanya boleh makan buah-buahan import yang sudah jelas kualitas nya." Tegas Jayden membuat Ayyara menggelengkan kepala nya. Uang Jayden memang banyak, seperti yang sering dia bangga-banggakan kalau harta dan ke kayaan nya itu takkan habis tujuh turunan.


"Astaga, Daddy. Aku tahu yang Daddy banyak, tapi gak gini juga kali, Dad." 


"Salah ya kalau aku mau yang terbaik buat istri dan anak ku?" Tanya Jayden. 


Ayyara tertawa, bukan begitu juga maksud nya. Tapi kenapa Jayden malah salah paham dengan apa yang dia katakan, padahal hanya perkataan biasa. Harus nya itu tidak menyinggung, tapi malah sebaliknya. Jayden terlihat seperti tersinggung saat Ayyara mengatakan hal demikian.


"Bukan begitu, Daddy. Tapi dari pada uang nya di beliin barang-barang yang gak terlalu penting, sayang lho uang nya. Mending di simpan aja buat masa depan anak kita nanti." Jelas Ayyara, bagaimana pun dia harus membujuk Jayden. Meskipun akan sulit karena dia paling tidak suka di bantah, tapi dia juga harus memikirkan masa depan bukan? Jangan sampai anak mereka kekurangan satu apapun.


"Daddy sudah punya banyak tabungan untuk masa depan kita, juga anak kita ke depan nya. Jadi, yang sekarang biarlah Daddy gunakan untuk memanjakan mu."


"Hufftt, ya sudah kalau begitu. Terserah Daddy saja, tapi ingat bukan aku yang minta ya." Akhirnya, Ayyara pasrah saja dengan keputusan yang sudah di ambil oleh Jayden. Sudah di bilang kan, kalau membujuk Jayden itu akan menyulitkan? Jadi, ada baiknya mengalah dari pada harus berdebat dengan pria itu. 


Lagi pula, Ayyara tahu benar kalau semua yang di lakukan oleh pria yang juga calon suami nya ini adalah demi kebaikan dan juga kesehatan nya. Tentu nya, kesehatan ibu dan juga bayi nya. Karena bagi Jayden, saat ini kedua nya adalah hal yang paling penting dalam hidup nya. Ayyara dan calon buah hati nya yang sedang bertumbuh di rahim Ayyara. 


"Good girl, baby.."


"Katanya girl, tapi baby. Ini manggil nya gimana sih?"


"Honey, sweety, sayang, baby atau mommy aja, gimana?"


"Semua aja sebutin, gak kurang banyak apa?" Tanya Ayyara, dia masih sibuk makan buah. Kali ini dia terlihat lahap memakan buah jeruk dan Jayden lah yang bertugas mengupas dan membuang biji jeruk nya.


"Haha, yaudah. Karena kita bakalan jadi orang tua, Daddy panggil kamu Mommy aja sekarang." 


"Hmmm, aku merasa sangat dewasa karena di panggil dengan panggilan seperti itu, Dad." Jawab Ayyara sambil tertawa. Usia nya memang masih sangat muda, tapi itu bukanlah hambatan untuknya bisa hamil dan melahirkan, bukan? Yang terpenting, mereka sama-sama bahagia tanpa harus mempedulikan apapun omongan orang lain, anggap saja itu angin lalu yang tidak berguna.


"Tidak apa-apa, sayang. Kita memang akan menjadi lebih dewasa saat punya anak." 

__ADS_1


"Hmmm, iya Daddy." Jawab Ayyara sambil tersenyum, dia pun kembali memakan jeruk dengan lahap. Rasa nya begitu menyegarkan, rasa manis dan sedikit asam terasa sangat menyegarkan bagi Ayyara yang sedang di landa mabok kecebong. 


"Ohh iya, sayang. Kamu menginginkan sesuatu? Kalau kata orang tuh, apa ya nama nya. Aku lupa deh.." Jayden nampak tengah berpikir keras. Dia melupakan istilah yang tepat saat ibu hamil menginginkan sesuatu dan harus mendapatkan nya saat itu juga, maksud nya di hari yang sama. 


"Ngidam?" Tanya Ayyara. 


"Nah, itu.."


"Hmmm, aku pengen makan.."


"Plis, calon istri King Jayden tidak boleh mengidam mangga muda. Ngidam kamu tuh harus berkelas, misalnya ngidam beli mall, beli supermarket, atau beli mobil gitu." Celetuk Jayden membuat Ayyara yang sedang minum susu kehamilan yang tadi di belikan oleh Jack juga, seketika tersedak hingga dia terbatuk-batuk. 


"Uhukk.. uhuk.." 


"Lho, sayang hati-hati minum nya dong." 


'Dihh, aku tersedak begini kan gara-gara ente!' Batin Ayyara sambil menatap wajah Jayden dengan sedikit tajam. Bisa-bisa nya dia mengatur ibu hamil mengidam. Kalau memang dia ingin makan mangga muda ya gimana lagi? Itu memang buah langganan bagi ibu hamil muda yang masih di trimester pertama, seperti Ayyara.


"Sayang, kamu kok malah diem."


"Ya, terus aku harus ngomong apa? Percuma juga mau protes, kamu kan gak suka di bantah. Palingan nanti kalau aku ngidam mangga muda, aku bisa minta tolong sama anak buah kamu yang ada dimana-mana itu." Jawab Ayyara sedikit ketus, membuat Jayden tersenyum kecil. 


"Iya deh, ngidam kan gak bisa di tebak ya?"


"Nah itu tahu, mana aku tahu ngidam nya bakalan apa. Kalo ngidam nya tas chann*l pasti kamu dengan sigap beliin, tapi malah ngelarang kalau aku ngidam mangga muda. Padahal mangga muda kan enak kalo di rujak gitu." 


"Jadi, kamu mau makan mangga muda?" Tanya Jayden. Ayyara cengengesan, lalu menganggukan kepala nya mengiyakan. 


Setelah selesai menelpon, dia pun kembali ke ruangan sang gadis dan menemani Ayyara yang tengah beristirahat. Dia sedang tidur saat ini, karena kelelahan seperti nya. 


Keesokan nya, Ayyara merasa kalau kondisi tubuh nya saat ini sudah jauh lebih baik. Maka dari itu, Jayden pun mengajak Ayyara pulang. Tapi sebelum itu, dia mengajak sang gadis itu periksa kandungan terlebih dulu. Dia ingin melihat janin nya sudah sebesar apa. 


Jayden sudah membuat janji dengan dokter kandungan terbaik di negara ini, yang untung nya dia bekerja juga di rumah sakit ini. Rumah sakit terbesar dan termewah yang berdiri megah dengan semua fasilitas nya. 


Kedua nya pun langsung masuk ke dalam ruangan praktik dokter itu, membuat Ayyara beberapa kali memilin ujung pakaian yang dia kenakan, karena rasa gugup yang tengah melanda nya. 


"Jangan tegang, Mom. Ini akan baik-baik saja, percaya sama Daddy."


"Iya, Dad." Jawab Ayyara. 


"Selamat siang, Nona dan Tuan." Sapa dokter itu dengan ramah, tak lupa senyuman manis yang senantiasa tersungging dari bibir nya. 


"Siang, dok."


"Ada keluhan apa, Nona?"


"Tidak ada, hanya saja saya ingin melakukan pemeriksaan rutin juga USG." Jelas Ayyara, dokter itu pun mengangguk dan meminta Jayden untuk membantu Ayyara berbaring di atas brankar yang sudah tersedia. 


Dokter itu menyibak sedikit pakaian yang di kenakan oleh Ayyara, membuat Jayden mati-matian menahan amarah nya, untung saja dokter nya perempuan. Kalau laki-laki? Dia akan memilih putar balik dan tidak jadi memeriksakan keadaan Ayyara, dia lebih memilih mencari dokter lain yang tak kalah bagus nya.


"Nona sudah berapa bulan tidak kedatangan tamu bulanan?"


"Saya lupa kapan tepat nya, dok. Tapi, mungkin dua bulan ke belakang, dok." Jelas Ayyara, membuat Dokter itu mengangguk-anggukan kepala nya. 

__ADS_1


"Usia kandungan Nona saat ini adalah tiga belas minggu, artinya tiga bulan kurang satu Minggu." Jelas dokter itu sambil terus memutar-mutar benda kecil yang terhubung dengan layar besar itu secara perlahan. 


Jayden menatap layar yang di dominasi warna hitam dan abu-abu itu dengan kedua mata yang hampir berkaca-kaca. Tapi, dia ingat kalau dia adalah seorang mafia, jadi dia mencoba membangun image nya. Biarlah nanti dia menangis di rumah, toh di rumah paling hanya ada Ayyara saja kan? Jadi, tidak akan ada yang tahu kalau Jayden sang mafia kejam itu memiliki sisi lemah seperti itu. 


Tapi Jayden juga manusia kan, dia pasti punya titik lemah nya sendiri, meskipun di luar terlihat sangar tapi di dalam nya, hatinya tetap saja lembut seperti Doraemon.


"Di usia sekarang ini, kandungan Nona Ayyara masih sangat rentan. Saya sarankan agar Nona tidak terlalu banyak berkegiatan, perbanyak istirahat dan jangan lupa untuk selalu mengkonsumsi buah atau sayur juga makanan yang sehat dan bergizi seperti daging, ikan salmon."


"Tapi dok, dia tidak berselera untuk makan makanan berat seperti nasi. Dia hanya ingin makan buah saja, apa tidak masalah?" Tanya Jayden.


"Tidak apa-apa, Tuan. Ini wajar terjadi pada Bumil yang masih hamil trimester pertama. Perlahan, nanti juga akan terlewati dan nanti selera makan Nona Ayyara akan kembali seperti sediakala." Jelas nya, membuat Jayden mengangguk mengerti. 


"Bagaimana untuk mengatasi mual, dok?" Kali ini Ayyara yang bertanya, dia tidak tahan kalau setiap kali makan harus muntah-muntah hingga tenggorokan nya pahit, itu benar-benar tidak enak. Sama sekali tidak membuat nya nyaman juga.


"Bisa dengan permen, atau memakan buah, Nona. Karena tak ada obat yang ampuh untuk menghilangkan rasa mual ibu hamil, itu biasa terjadi pada bumil muda." 


"Ohh, begitu ya?"


"Iya, Nona."


"Sampai kapan saya akan muntah-muntah setiap pagi, Dok?" Tanya Ayyara lagi membuat dokter itu tersenyum manis. 


"Gejala morning sickness akan sembuh dengan sendiri nya saat usia kehamilan empat atau lima bulan. Tapi dalam beberapa kasus, ada juga yang sampai melahirkan, Nona." Jelas dokter itu membuat kedua mata Ayyara membeliak. Bagaimana kalau sampai sembilan bulan dia mengandung tetap muntah-muntah parah seperti pagi-pagi tadi? Bisa-bisa tubuh nya kurus kering hanya tersisa kulit dan tulang saja. 


"Tapi, biasa nya tidak akan sepatah saat mengalami morning sickness di awal kehamilan, Nona."


"Ohh, seperti itu ya?" 


"Iya, Nona. Ada yang ingin di tanyakan lagi?" Tanya Dokter itu, Jayden tersenyum kecil lalu mengajukan pertanyaan yang membuat Ayyara mendelik kesal plus merasa malu pada dokter di depan nya karena pertanyaan pria itu yang menurut nya cukup, konyol?


"Apakah boleh berhubungan badan selama hamil, dok?"


"Tentu boleh, untuk sekarang sebaiknya memang agak sedikit di kurangi. Paling aman, dua atau tiga kali dalam seminggu. Tapi, kalau sang bumil nya merasa nyaman, tidak kesakitan maka di bolehkan saja. Usahakan keluarkan di luar, jangan di dalam ya, Tuan." Jelas dokter itu secara rinci.


"Lho, kenapa harus di luar, dok?"


"Karena cairan itu bisa merangsang kontraksi, Tuan. Apalagi kalau kehamilan nya sudah trimester akhir, di usahakan untuk tidak di keluarkan di dalam untuk mencegah terjadi nya kontraksi palsu." 


"Ohh, begitu ya dok. Baiklah."


"Kalau sudah tidak ada lagi pertanyaan, saya akan meresepkan vitamin dan obat penguat kandungan. Jangan lupa minum susu kehamilan ya, bumil cantik." Peringat dokter itu sambil tersenyum. Dia senang melihat Ayyara yang terlihat sangat cantik. 


"Baik, dok."


"Ini, tolong tebus di bagian farmasi." Dokter itu menyerahkan secarik kertas pada Jayden dan kedua pasangan itu pun keluar dari ruangan praktik nya. Dokter itu menatap punggung Ayyara hingga dia menghilang di balik pintu yang tertutup.


"Dia sangat cantik, suami nya juga tampan. Benar-benar pasangan yang serasi." Gumam nya.


.....


🌻🌻🌻🌻


__ADS_1


__ADS_2