Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 83 - Perhatian Agnes


__ADS_3

Selang beberapa menit kemudian, akhirnya Jayden sampai di rumah. Dia meneliti mobil nya yang rusak cukup parah, beberapa baret dan kerusakan karena peluru yang menembus hingga ke dalam. 


"Aaahhh, keluar duit banyak lagi." Gumam Jayden sambil menggelengkan kepala nya.


"Daddy.." Panggil Ayyara, membuat pria itu berbalik dan tersenyum saat melihat istri nya berjalan mendekat ke arah nya. Sambil mengusap-usap perut nya.


"Yes, Mommy. Why?"


"Dari mana? Lho itu mobil nya kenapa? Baret gitu, rusak banget." Tanya Ayyara saat melihat mobil kesayangan suami nya baret parah.


"Biasa, Mom. Tadi ada musuh, untung aja ada Jack yang membantu."


"Tapi Daddy baik-baik saja kan?" Tanya Ayyara dengan khawatir. Dia melihat-lihat tubuh suami nya, tapi ternyata tidak ada tanda-tanda luka tembak atau luka benda tajam. Suami nya pulang dengan keadaan seperti tadi saat dia pergi, mulus rahayu dan selamat. 


"Tentu, kamu bisa melihat nya sendiri. Daddy baik-baik saja, Mommy jangan terlalu khawatir. Hanya saja, kita harus memberikan penjagaan ketat untuk Arsen." 


"Hmm, tolong lindungi anak ku, Dad." Ucap Ayyara membuat Jayden tersenyum kecil. 


"Jangan melupakan sesuatu, Mom. Arsen juga putra ku, putra kita." Jayden tersenyum lalu mengusap perut Ayyara yang membuncit membuat wanita itu terlihat sangat menggemaskan. 


"Baiklah, ayo kita masuk. Putra mu sudah menunggu kedatangan mu untuk makan malam bersama." Ajak Ayyara, Jayden pun mengangguk dan menggenggam tangan istri nya. Kedua nya pun masuk ke dalam rumah. 


"Daddy.." panggil Arsen sambil tersenyum kecil, Jayden mendekat dan membalas senyuman manis putra nya itu. Dia mengacak rambut putra nya dengan gemas. 


"Belum makan, boy?"

__ADS_1


"Belum, Arsen nunggu Daddy. Habis dari mana, Dad?" Tanya anak itu. 


"Habis ketemu sama Om Jack, boy. Ada sedikit pekerjaan, sekarang makan ya? Biar cepet gede, nanti kamu lindungin Mommy, Daddy sama adik bayi. Oke?"


"Oke, Daddy." Jawab Arsen, dia pun tersenyum antusias dan langsung memakan makanan nya dengan lahap. Anak itu sedang memakan ayam goreng dengan lahap. 


David, Agnes melihat interaksi Jayden dengan Arsen pun tersenyum kecil. Meskipun David tahu kalau Jayden masih kesal padanya, terlihat dari wajah nya yang datar saat melihat ke arah nya. 


"Mom, kopi.."


"Makan dulu, jangan langsung ngopi." Ucap Ayyara, membuat Jayden tersenyum kecil sambil menggaruk tengkuk nya. Bahkan sekelas mafia kejam berdarah dingin seperti Jayden pun akan kalah dengan wanita yang paling dia cintai, seperti Jayden sekarang ini. Dia kalah telak saat istri nya marah, atau melarang nya ini itu. Padahal biasa nya, Jayden adalah pria yang tidak suka di atur-atur. 


"Iya deh, Mom."


"Nanti aja ya, Mom. Makan dulu."


"Gak ada, atau Daddy gak boleh deket-deket sama aku, gimana?"


"Eehh iya iya, Daddy ganti baju sekarang." Jawab Jayden, dia pun langsung beranjak dari duduknya menuju ke kamar nya untuk berganti pakaian. 


"Pria itu, kalo kumpul sama Jack pasti aja bau rokok, bau alkohol." Gumam Ayyara sambil menggelengkan kepala nya. Dia pun menambah satu potong ayam di piring Arsen. 


"Makan yang banyak, buat bisa lindungin Mommy sama adik bayi ya."


"Tapi Arsen kenyang, Mom." Ucap Arsen lirih. Dulu, dia sering kali menahan lapar. Paling hanya mengganjal perut kosong nya dengan air saja, itu sudah cukup. Sekarang, dia malah ke kenyangan sampai menolak makanan. 

__ADS_1


"Makan ya, pokoknya anak Mommy harus makan banyak."


"Baiklah, Mom." Jawab Arsen pasrah, dia pun kembali memakan potongan kedua ayam itu dengan lahap. 


Beberapa menit kemudian, Jayden kembali turun dengan pakaian yang sudah dia ganti dengan pakaian santai. Jayden tersenyum saat Arsen makan dengan lahap dan banyak, itu artinya pertumbuhan putra nya terjamin. Dia harus memastikan pertumbuhan anak nya tidak kekurangan apapun sama sekali.


"Boy, makan buah?" Tawar Jayden karena melihat putra nya sudah selesai dengan makanan nya. Jadi dia pun menawari putra nya untuk memakan buah untuk makanan penutup nya.


"Iya, Arsen mau makan apa, sayang?" Tanya Agnes. 


"Buah apa saja, Oma." Jawab Arsen, dia mengubah nama panggilan nya pada Agnes sesuai permintaan wanita itu. 


"Ada jeruk, melon, semangka dan masih banyak lagi."


"Semua nya saja." Bukan Arsen yang menjawab, tapi Jayden. Agnes mengangguk, dia pun mengambilkan buah di dalam piring dan mengupas sekalian memotong-motong nya untuk Arsen.


"Silahkan, cucu Oma yang tampan." Ucap Agnes sambil mendorong pelan piring berisi buah yang sudah di potong. 


"Terimakasih, Oma." 


"Sama-sama, sayang." Jawab Agnes. Dia tersenyum sambil mengusap puncak kepala anak itu dengan gemas. 


.....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2